Let See The True Love

Let See The True Love
9.



Keadaan di kelas Joy dan Rina sudah tampak sepi, tinggal beberapa siswa yang sedang membersihkan kelas. Rina dan Joy memilih menunggu di depan kelas yang memang terdapat beberapa kursi untuk bersantai pada saat jam istirahat. Beberapa saat berlalu, Jhony kemudian berjalan mendekati Joy dan Rina yang sedang asyik berbincang.


"Udah lama ya nunggu nya?" tanya Jhony


"Nggak juga koq kak" jawab Joy


"Lagian juga kita nunggu nya berdua jadi nggak kerasa waktu berlalu." tambah Rina lagi


"Sorry ya, soalnya tadi ada pertemuan anggota Osis dulu." Jhony merasa tidak enak membuat Joy dan Rina menunggu, padahal dia yang menawarkan untuk mengantar mereka.


"Oh.." jawab Joy singkat


"Nggak kenapa kali kak, lagian kita udah bersyukur kakak udah mau antarin kita. Iyakan Joy?" Rina menyenggol bahu sahabatnya tersebut, memberi isyarat untuk Joy yang tampak bingung harus berkata apa.


"Kalau kakak sibuk, nggak perlu maksain ngantar koq kak." Joy yang merasa merepotkan Jhony


"Ini juga udah selesai koq pertemuan nya. yuk jalan, takutnya nanti kalian kesorean dan di cariin sama orang tua kalian." Lanjut Jhony



sampai di parkiran mobil, Jhony berjalan di depan menuntun Joy dan Rina ke arah mobilnya. Saat sudah berada di samping mobil Jhony, Rina dengan cepat membuka pintu mobil di sebelah kemudi untuk Joy masuk ke dalam.



"Joy di depan ya, nggak mungkin kan kita berdua di belakang. Kesannya nanti kak Jhony jadi supir kita!" Rina menjelaskan maksudnya, Jhony tersenyum melihat aksi Rina yang cekatan. Memang Jhony ingin lebih dekat dengan Joy yang tampak pendiam dan agak susah untuk di dekati.



"Kalau Joy tidak mau, boleh koq duduk di belakang bersama Rina." Jhony memberi penawaran kepada Joy, karena dia tak ingin Joy merasa tidak nyaman pulang dengan nya.



"Eh,, enggak apa apa koq kak. Malah saya mau tanya apa kakak nggak keberatan saya duduk di sebelah kakak?" mendapati Joy yang malah bertanya balik kepadanya, Jhony malah merasa sangat senang dalam hatinya.



"Ya enggak lah Joy, silah kan masuk." setelah mempersilahkan Joy masuk ke mobil, Jhony kemudian beralih ke arah pintu kemudi dan masuk kedalam serta mengenakan seatbeltnya.



hening dalam perjalanan pulang, mereka berada dalam pikiran masing masing. Akhirnya Rina yang berinisiatif untuk memulai percakapan, karena menurutnya kalau tidak dia yang mulai Joy pun akan merasa sangat canggung duduk di sebelah Jhony yang juga tampak diam.


"Kak Jhony dari masuk ke SMA memang udah ikut jadi anggota Osis ya?" Tanya Rina


"Iya, dari SMP sih sebenarnya. Dari kelas dua SMP aku udah mulai ikut jadi anggota Osis." jawab Jhony sedikit melirik ke arah Joy yang tampak mengangguk pelan.


"Seru ya kak jadi anggota Osis?" tanya Rina lagi


"Hmmm,, gimana ya. Sebenarnya aku orang yang ngak terlalu bisa bersosialisasi, awalnya Siska ketua Osis kita yang nawarin aku ikut jadi anggota Osis. Ya jadilah, sampai sekarang aku merasa nyaman berbicara di depan umum." jelas Jhony


"Ohh,, sama dong dengan Joy. Dia juga kurang mau kalau di suruh presentasi di depan kelas, dia lebih milih ngerjain semua tugas sendiri di bandingkan menjelaskan hasil observasi nya. Iya kan Joy?" Rina seolah menyamakan Joy dan Jhony, Joy melirik Rina lewat kaca sepion di atas dashboard mobil. Dan mendapati Rina juga melihatnya dan tersenyum


"Benarkah?" tanya Jhony memastikan perkataan Rina tentang Joy


"Hmm, iya kak." jawab nya singkat, dan Jhony menanggapi nya dengan mengangguk kan kepalanya


"Oh iya, apa kalian sudah menetapkan ekskul apa yang mau kalian pilih?" tanya Jhony kembali, Joy dan Rina tampak berpikir.


"Kalian juga bisa lanjutkan kegiatan kalian dulu saat di SMP, sama kayak aku juga" dengan tetap fokus pada jalan di depan Jhony memberi pengertian pada Joy dan Rina yang masig tampak bingung dengan pilihan mereka nanti.


"Kalau aku, mungkin akan aku pikirkan lagi nanti." Jawab Joy tanpa melihat ke arah Jhony yang juga masih tetap fokus ke depan.


"Iya, aku juga masih bingung" Rina ikut menimpali jawaban Joy


"Benar, kalian harus memikirkannya baik baik. Karena memilih ekskul tidak bisa sembarangan, saat sudah memilih nya kita harus bertanggung jawab dengan pilihan kita. Makanya kita harus memilih yang sesuai dengan kemauan dari hati kita." Jhony menjelaskan panjang lebar


"Wahh.. kak Jhony keren banget kata katanya" puji Rina


"Oh, iya kak. Bisa tolong antarin aku dulu nggak? Soalnya mama ku tiba tiba minta aku cepat pulang, ada keperluan katanya!" sela Rina lagi, kali ini Rina ingin meninggal kan sahabatnya dan teman yang mendekati sahabatnya berdua.


Lalu Rina memberi tahu alamatnya kepada Jhony, dan dengan segera Jhony melaju menuju rumah Rina. Joy semakin gugup memikirkan akan berdua saja dengan Jhony, entah apa yang harus mereka bahas. Dia cukup merasa tertolong dengan adanya Rina tadi, sehingga dia tidak perlu repot mencari bahan pembicaraan dengan Jhony.


mobil sampai di depan rumah Rina "Terima kasih ya kak buat tumpangan nya." Rina mengucapkan terima kasih kepada Jhony, kemudian pamitan kepada Joy "Aku duluan ya Joy" sembari berbisik ke arah Joy, Rina mengucapkan sesuatu "jangan canggung, ambil kesempatan ini buat lebih dekat lagi dengan dia. Ok!" kembali Rina memperingatkan Jhony "Kak Jhony hati hati ya bawa sahabat aku. Oh iya, mama Joy agak galak lho kak " canda Rina tertawa sembari membuka pintu mobil dan keluar, tak lupa dia melambaikan tangan kearah mobil yang sudah mulai kembali melaju ke jalan raya.


di perjalanan menuju rumah Joy, Jhony mencoba membuka pembicaraan kembali dengan Joy. Sebab inilah tujuan Jhony yang sebenarnya, dia ingin mendekati Joy.


"Hmm,, Joy.. Apa ngak apa apa aku antar kamu ke rumah?" tanya Jhony mengingatkan ucapan Rina tadi, sebenarnya Jhony tidak merasa takut menghadapi orang tua Joy. Hanya saja dia ingin membuat Joy berbicara padanya.


"Ya enggak lah kak, memang nya kenapa? Jangan bilang kak Jhony percaya sama omongan Rina tadi?" bantah Joy


"Ya, sedikit adalah. Kan ini juga pertama kali nya aku antar kamu!" Jhony meyakinkan Joy bahwa dia merasa takut kepada mama Joy


"Mama ku nggak galak koq kak, mama orangnya baik dan mudah akrab sama orang yang baru dia temui." Joy menenangkan Jhony


"Oh, Syukurlah. Aku nggak bakal di makan sama mama kamu." canda Jhony sambil tersenyum, dan melirik ke arah Joy yang terlihat mengulum senyum juga


"Memang mama singa apa, sampai di makan segala. Kakak ada ada aja deh haha.." tawa Joy seketika pecah, namun dia tidak tahu Jhony yang di sebelahnya kini memperhatikan nya. Karena memang mereka sedang di lampu merah.


"cantik..." ucap Jhony tanpa sadar saat menatap lekat wajah Joy yang sedang tertawa


"Apa kak?" tawa Joy seketika reda, dan membuat Joy salah tingkah melihat Jhony yang menatapnya dengan mata berbinar


"..."


setelah sampai di depan rumah Joy, Jhony tidak langsung membuka kunci pintu mobilnya.



"Aku boleh minta nomer telepon kamu nggak, Joy?" tanya Jhony penuh harap



"Eh, i, iya boleh kak." jawab Joy tergagap, dengan cepat Jhony menyodorkan ponselnya kepada Joy untuk di ketikan nomer teleponnya.



Jhony mencoba menghubungi nomer Joy, dan ternyata benar ponsel Joy yang berada di dalam tas bergetar. Joy mengeluarkan ponselnya, dan melihat deretan angka yang baru saja menelponnya. Joy mengangkat ponselnya ke depan Jhony, seakan bertanya apa benar ini nomer telepon Jhony. Jhony pun mengangguk kan kepala.



"Benar itu nomerku" Jhony memberi jawaban



Kemudian mereka turun dari mobil, Joy menawarkan untuk mampir terlebih dahulu. Karena tidak biasanya dia pulang di antar, jadi Joy merasa perlu mengenalkan orang yang mengantarnya kepada mamanya.



"Kak Jhony mampir dulu yuk, biar kenal sama mama galak ku" canda Joy yang mulai lebih santai kepada Jhony



"Boleh nih aku singgah?? Nggak bakal di apa apain kan?" di jawab pertanyaan oleh Jhony yang tampak tersenyum jahil ke arah Joy



"haha.. iya di jamin nggak bakal kenapa napa kak." Joy meyakinkan



"Mama.. Joy pulang" panggil Joy saat berada di dalam rumah nya tepatnya di ruang tamu


"Iya sayang, mama turun." jawab mama silvi berjalan turun menuju ruang tamu


"Oh,, ada teman Joy. siapa nama nya sayang?" tanya mama kepada Joy


"Ini kak Jhony, kakak kelas Joy ma." Joy mengenalkan Jhony ke mama Silvi


"Hallo tante, saya Jhony" Jhony menyalami mama Silvi


"Hallo, saya mama nya Joy" Kenal mama Silvi


"ehmm,, tadi kak Jhony yang antar Joy ma." Joy memberitahu kepada mama Silvi


"Oh, terima kasih sudah repot repot mengantar Joy"


"Nggak repot koq tante, ini juga searah dengan rumah saya".


"Oh begitu, tapi tetap saja tante berterima kasih sudah mengantarkan putri tante sampai ke rumah ya!"


"Sama sama tante, kalau gitu saya pulang dulu ya tante, Joy"


"Nggak duduk dan minum dulu nak?"


"Nggak usah tante, udah sore juga. Lain kali saja ya tante."


"Baik lah, hati hati nak Jhony"


Mama Silvi menyuruh Joy mengantarkan Jhony ke depan, Joy pun mengikuti perintah mama Silvi.


"terima kasih ya kak, sudah repot repot nganterin" ucap Joy sungkan


"Kan udah aku bilang, kebetulan rumahku juga searah." jelas Jhony menenangkan Joy


"Ya udah, kakak hati hati di jalan ya!"


"Oke, sampai besok Joy. Bye" sambil tersenyum Jhony memutas pembicaraan


"Sampai besok kak" Joy canggung mengucapkan 'bye' kepada Jhony, namun Jhony hanya tersenyum dan masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumahnya. yang memang searah dengan rumah Joy.


.


.


.


selamat membaca, stay save ya😉


mohon dukungannya melalui like vote dan hadiah lainnya.


Terima Kasih🙏🏻