Let See The True Love

Let See The True Love
39.



Kini teman teman Jhony meledek nya habis habisa, apa yang telah di lakukan tadi membuat semua orang tak biasa hanya berdiam mereka semua mengepung Jhony agar tidak kemana mana.


"Kau sungguh hebat bro" ucap seorang teman nya


"Ah.. menurutku dia mencari kesempatan saat gadisnya lengah Hahaha. " seorang lagi berkata


"Apa pun itu.. kau sungguh gila teman, aku sudah lama mengenalmu ternyata kau sangat agresif juga haha.." Harry menepuk dengan keras bahu Jhony


"Dia memang gila.. bagaimana kalian semua tidak tahu, melihat gadisnya yang begitu cantik dia tidak akan tahan jika tidak menciumnya" Erick menimpali semua perkataan teman teman Jhony, namun orang yang di bicarakan hanya tertawa terbahak bahak tak ada sedikit pun rasa tersinggung darinya


"Kalian benar benar punya pemikiran tersendiri ya.. haha.."


Beberapa saat kemudian semua teman teman Jhony sudah berpamitan pulang, kini Jhony sudah bersiap untuk mengantar Joy menggunakan mobilnya sedangkan nyonya Riska sudah meminta supirnya untuk datang menjemputnya.


Semua hadiah dari teman teman nya sudah di ungsikan ke mobil mama nya, hanya beberapa saja yang di bawa ke mobilnya sendiri termasuk hadiah dari Joy yang sedang di pegang olehnya sekarang.


"Sudah kamu masukkan semua kan?" tanya nyonya Riska kepada Jhony


"Sudah mom.." Jhony mengangkat tangannya membentuk jempol ke arah sang mama


"Kalau begitu momy pulang dulu ya nak.." nyonya Riskan membelai lembut rambut Joy


"Hati hati mom eh..." Joy mengucapkan dengan perlahan


"Tidak apa apa sayang, momy suka kamu menyamakan panggilan dengan Jhony. Jangan ragu.. panggil saja momy hm..?" hal yang tak terduga ternyata nyonya Riska tak keberatan dengan sebutan momy dari Joy


"Baik mom.."


"Bagus sayang.. antar Joy dengan selamat ya, lalu cepatlah pulang jangan bertindak aneh lagi ya.." nyonya Riska mengingatkan Jhony agar tak mengulang hal seperti tadi


"Haha.. Baiklah mom.. hati hati di jalan.."


Nyonya Riska kemudian masuk ke mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh sang supir, saling melambaikan tangan nya hingga mobil sudah tidak terlihat lagi.


"Ayo kita juga pulang ke rumah.." ucap Jhony membuat Joy keheranan maksud dari kalimat laki laki itu, namun Joy tak mau menggubrisnya


Jhony membukakan pintu mobil untuk Joy, dan kemudian giliran dia yang memutari mobil, masuk dan duduk di kursi kemudi di samping Joy.


Jhony melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, rasanya ia ingin berlama lama di dalam mobil bersama Joy seperti saat ini. Menggenggam jemari Joy dengan lembut tak ingin menyakiti nya, keduanya tersenyum senang dan sesekali tatapan memuja mereka berikan kepada masing masing.


"Kamu senang?" tanya Jhony saat beberapa waktu mereka hanya saling tersenyum dan menatap


"Em.. sa..ngat senang" ucap Joy dengan penuh penekanan


"Benarkah?"


"Iya benaran.." ucap Joy memaku tatapan nya kepada Jhony


"Oke aku percaya " ucap Jhony setengah menggoda


"Apa an sih kakak.." Joy yang kini memalingkan pandangan nya ke arah kaca jendela mobil


"Joy.." panggil nya lembut


"Ya.." Joy kembali melihat ke arah Jhony


"Terima kasih ya untuk setiap waktu yang kamu berikan, semua terasa indah dan aku rasanya nggak bisa ungkapin dengan kata kata. Jadinya.. tadi aku reflek cium kening kamu" Jhony menjelaskan perasaan nya saat ini, dengan mata nya yang masih fokus pada jalanan yang cukup padat di malam minggu


"Ehm.. sama sama kak, kakak uda berapa kali yang ucapin terima kasih. Aku nggak memberikan apa apa buat kakak, aku cuma menyayangi kakak setulus hati aja. Untuk yang tadi... aku.. " Joy menunduk sejenak tangan kirinya meremas gaunnya untuk menghilangkan rasa gugupnya


"Kamu kenapa Joy..?" lama tak mendengar lanjutan kalimat Joy, Jhony pun bertanya kembali


"A..ku cuma kaget saja kak, kakak kan tahu ada momy dan teman teman lainnya juga jadi aku sedikit canggung dan malu" ucap Joy masih menunduk kan kepalanya


"Ah iya.. maaf kan aku Joy.. aku benar benar nggak bermaksud buat kamu merasa tidak nyaman di sana hanya saja.." penjelasan Jhony terhenti


"Nggak apa apa kak, aku nggak marah kok. Tapi lain kali.. kakak kasi tahu dulu baru cium biar aku nggak kaget kak" Joy tersenyum sambil membuang muka agar Jhony tidak dapat melihat rona merah di wajahnya yang kini berpendar


Sesampai nya di halaman rumah, Joy bersiap untuk turun namun gerakan nya terhenti saat Jhony mencekal tangannya.


"Sebentar Joy.. aku masih ingin melihat wajahmu.." Jhony membawa Joy sepenuhnya menghadap ke arahnya


"Apa sih kak.." Joy tampak malu saat ini dan menunduk


Jhony memegang dagu Joy untuk di tatap nya "Jangan sembunyikan, aku jadi nggak bisa lihat wajah kamu sayang.." Jhony tersenyum lembut kepada Joy yang kini sudah menatapnya "Kenapa pacar aku cantik banget malam ini, apa kamu seorang peri yang bisa berubah?" tanya Jhony kembali


"Kakak jangan menggoda aku.." rengek Joy yang merasa Jhony sedang menggoda nya


"Beneran kamu cantik banget malam ini, aku jadi nggak mau berhenti melihat kamu" tambahnya


"Udah ah kakak, aku mau masuk aja deh" rajuk Joy


"Oke oke haha.. dasar peri kecil" Jhony sedikit mengacak rambut Joy


"Aku masuk dulu ya kak, nanti kakak kemalaman pulang nya" Joy memutuskan untuk segera masuk


"Tunggu sebentar Joy, aku.. boleh cium kamu lagi nggak?" Joy melototkan matanya, tidak menyangka Jhony akan meminta ijin untuk kembali menciumnya


"Ah.. Em.." mengedarkan pandangannya sejenak lalu mengangguk "Bo..leh" pelan Joy berucap


Jhony tersenyum dengan tingkah Joy, tapi seketika dia memegang ke dua belah pipi Joy dan dia sendiri mulai maju untuk mengecup kening Joy dengan perlahan dan terasa lembut. Saat bibir Jhony sudah mendarat di kening nya seketika mata Joy tertutup dan meresapi kecupan dari Jhony, cukup lama mereka dalam posisi yang cukup dekat saat ini namun setelahnya Jhony melepaskan kecupannya dan membelai pelan poni Joy.


"Aku sayang sama kamu Joy, sangat sangat sayang sama kamu" Jhony meraih kedua tangan Joy dan mengecup punggung tangan Joy mesra "Tunggu sebentar ya" Jhony kini sudah turun dari mobil dan berjalan cepat memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Joy


"Silahkan turun peri kecilku" Jhony menyodorkan tangannya untuk di genggam oleh Joy


Joy menerima uluran tangan Jhony "Terima kasih" Joy pun keluar dari mobil dengan di tuntun oleh Jhony


Kedua nya kini berjalan ke arah pintu dan mengetuknya, tak lama kemudian tampak mama Silvi membuka pintu rumah.


"Eh.. sudah pulang sayang.. " menatap Joy yang berada di depan Jhony, sesaat kemudian mama Silvi pun melihat Jhony "Oh iya, selamat ulang tahun anak tampan. Tante doakan semua yang terbaik untuk kamu ya nak" tangan mama Silvi menyelamati Jhony dan setelahnya membelai kepalanya penuh kasih sayang


Tak berapa lama, papa Joy tampak berjalan keluar dan mendekati mereka.


"Nak Jhony, selamat ulang tahun. Semoga sekolah nya semakin baik, sehat selalu dan pastinya sukses dalam segala hal hm.." papa Joy pun memeluk Jhony seperti anak sendiri dan menepuk bahunya dengan penuh kasih sayang


"Terima kasih pa ma.." Jhony berucap dengan mata sendu, merasakan bagaimana papa Joy memperlakukan nya dia jadi mengingat sosok daddy nya


"Sayang.. " keduanya kini memeluk Jhony bersamaan, Joy tampak bahagia melihat kasih sayang kedua orang tuanya kepada Jhony


Setelah selesai berpelukan Jhony pamit pulang, karena dia sudah memastikan Joy sampai di rumah dengan selamat.


"Pa ma, Jhony pulang dulu" pamit nya


"Hati hati di jalan nak.." jawab keduanya


"Baik.."


"Joy.. aku pulang dulu ya" Jhony kembali mengelus kepala Joy dengan perlahan, kedua orang tua Joy pun tersenyum melihat kedua anak mereka yang tampak saling menyayangi


"Hati hati di jalan ya kak.." setelah itu Jhony pun segera berjalan ke mobil dan masuk kedalam, dia pun segera melajukan mobilnya.


Joy melambaikan tangan nya hingga mobil Jhony tak lagi terlihat, lalu mereka segera masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


.


.


.


stay save readers, Me balik lagi nih.. yukss bantu dukungan buat Me biar tetap semangat berkarya.. bantu komenin story Me ya sama like nya jngan pelit😜 uda di like baru favorit' in biar You tahu kalau Me update ok! Rat juga boleh, apa ajah deh sesuka you😘


Thanks😉