
Semakin mendekati ujian tengah semester, frekuensi pertemuan Jhony dan Joy semakin sedikit. Namun keduanya bisa memaklumi kesibukan masing-masing, terutama untuk Jhony yang kini sudah mulai mempelajari materi-materi untuk ujian nanti. Dia juga lebih banyak mengikuti les, baik di sekolah atau pun di luar sekolah.
Meski demikian, mereka masih menyempatkan waktu luang yang ada untuk bertemu sejenak seperti sekarang ini. Mereka sedang berada di salah satu mall ternama di kotanya, mereka saat ini berada di toko buku yang ada di dalam mall tersebut.
Malam ini adalah malam minggu, dimana biasanya para muda-mudi menghabiskan waktu bersama pasangan mereka. Hal yang sama Jhony lakukan dengan Joy, mereka melewati malam minggu bersama meski dengan tujuan lain. Kali ini, mereka tidak hanya datang untuk menikmati waktu di dalam cafe, makan dan minum serta bercerita apa saja yang ingin mereka bicarakan kepada pasangannya. Tetapi saat ini, Jhony dan Joy sedang mencari buku pejaran pelengkap untuk mengerjakan soal yang agak sulit bagi mereka.
Tidak ada rasa bosan yang menghampiri mereka, dengan begitu pula mereka bisa pergi keluar berdua.
"Sudah dapat bukunya?" suara Jhony terdengar di sela-sela Joy memilih buku di hadapannya.
"Em.. sepertinya ini, tapi ... aku malah bingung karena dua-duanya bisa di gunakan untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru matematika" mengangkat dua buah buku ditangan kanan dan tangan kirinya, Joy seakan meminta pendapat kepada Jhony.
"Kalau begitu.. beli saja keduanya, kalau memang perlu" ucap Jhony.
"Benar juga, tapi .. " Joy membalikkan kedua buku yang di pegang olehnya, terlihat matanya yang sedang memperhatikan tag harga yang menempel di pojok bawah buku yang masih terbungkus dengan rapih oleh plastik berwarna bening itu.
"Kemarikan buku nya" Jhony mengambil kedua buku yang di pegang Joy, lalu berjalan ke arah kasir.
"Aku belum selesai memilih buku yang mana, sini biar aku putuskan dulu akan membeli yang mana" berusaha merebut buku di tangan Jhony, namun usaha Joy sia-sia karena Jhony malah mengangkatnya keatas.
"Biar sekalian aku bayar Joy, kali ini jangan menolak lagi. Kau memerlukannya bukan?" Joy terdiam tak bersuara "Lagi pula, kau belum pernah sekalipun menerima pemberianku kecuali itu" Jhony menunjuk ke arah kalung yang sudah melingkar di leher Joy selama kurang lebih satu tahun ini.
"Apa sih kamu, kenapa harus bicara tentang itu. Ini sudah lebih dari cukup buat aku" memegang buah kalung yang berbentuk bintang, dan mengarah ke depan.
"Kamu selalu bisa bikin aku jatuh cinta terus sama kamu, ayo kita bayar dulu. Habis itu aku mau kita pacaran dulu, kita kan uda lama ngak jalan berdua" menyatukan jemari mereka, Jhony menggenggam erat tangan Joy dan berjalan ke kasir.
*****
Selesai berbelanja buku pelajaran, mereka kini sudah duduk di sebuah cafe yang masih berada di dalam mall. Ramai orang lalu lalang di depan cafe tak mengganggu suasana yang ada di dalam nya, berbagai orang dari berbagai kalangan ada di sini. Entah itu untuk berbelanja, atau hanya sekedar untuk berkumpul dengan sahabat, kekasih ataupun keluarga.
Jhony dan Joy tampak duduk di ujung ruangan, di sebelah dinding kaca yang cukup besar. Mereka sedang menunggu pesanan yang tadi sudah di pesan kepada seorang pramusaji.
"Bagaimana pelajar kamu akhir-akhir ini, Jhon? Apa ada kendala?"
"Untuk sekarang ngak ada, semua berjalan dengan lancar. Kalau kamu gimana Joy?"
"Ada, tuh baru aja aku mau mempelajarinya" menunjuk ke arah paper bag yang berisi buku pelajaran yang di beli tadi.
"Semangat ya sayang, semoga cepat lulus dan nyusul aku.." Jhony menghentikan kalimat yang ingin ia ucapkan.
"Maksudnya? Nyusul?" Joy menatap Jhony, menantikan jawaban apa yang akan di ucapkan olehnya.
Mata Jhony tak lepas memandangi Joy yang masih setia menanti jawaban darinya, dalam hati nya pun ada sedikit rasa bersalah karena tidak mengatakannya lebih awal 'Sepertinya aku harus segera memberitahukan kepada Joy, bahwa aku akan kuliah diluar negeri'
"Joy.. Tolong dengarkan aku dulu sampai selesai, aku akan menjelaskan kepada kamu yang sebenarnya" Jhony memberi jeda dalam kalimatnya, mendesah cukup keras sebelum memulai kembali kalimat yang masih menggantung tadi
"Sebenarnya, aku akan kuliah di luar negeri"
Joy tampak terkejut, namun dia masih tetap diam dan menunggu kalimat lanjutan dari Jhony.
"Maaf baru memberitahukannya sekarang, sebenarnya aku berat mau mengatakannya kepada kamu. Aku ingin.. almarhum daddy bisa bangga sama aku, dan ini juga keinginan daddy juga janji ku kapadanya untuk yang terakhir kalinya" Jhony menundukkan kepalanya sejenak, sebelumnya Joy bisa melihat sorot mata Jhony yang memperlihatkan kesedihan.
Tak lama kemudian Joy tersenyum, tangan kanannya menggenggam tangan kiri Jhony.
"Jhony.. aku bangga sama kamu, kamu anak yanh sangat berbakti. Aku merasa sangat beruntung bisa menjadi pacar kamu, aku bakal dukung setiap keputusan yang kamu ambil selama itu adalah yang terbaik"
Hati Jhony tiba-tiba terasa hangat, sepertinya keputusan nya untuk berpacaran dengan Joy tidaklah salah. Dan dia juga merasa bahagia, Joy bisa mengerti posisinya yang harus kuliah diluar negeri yang adalah sebagai bentuk dedikasinya kepada orang tuanya yang sudah meninggal.
"Joy.. aku akan mengatakannya sekarang, sungguh aku adalah laki-laki yang sangat beruntung bisa menemukan wanita yang sebaik kamu. Kamu selalu bisa memberi hal positif dalam hidup aku, aku janji akan selalu mencintai kamu dan aku harap kita tidak akan terputus walau nanti kita akan berjauhan"
Lama mereka saling berpandangan, dengan mengulas senyum di wajah masing-masing. Namun gurat kesedihan juga terlihat di sana, tidak hanya Joy, bahkan Jhony juga merasa sedih saat harus meninggalkan Joy untuk berkuliah diluar negeri.
"Permisi, ini minumannya mas, mbak.. ini cemilannya juga. Selamat menikmati.." pramusaji tadi kembali membawa makanan dan minuman yang sudah mereka pesan, sebenarnya mereka kaget namun tidak ada di antara mereka yang mau melepaskan genggaman yang sejak tadi sudah terjalin erat.
"Setelah ini, kita ke taman dulu sebentar" Joy melihat pergelangan tangannya yang terlilit jam tangan, waktu masih menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh lima menit, sore. Melihat Joy yang melihat ke arah jam tangannya, Jhony kembali bersuara.
"Sebentar saja, aku masih ingin jalan-jalan sama kamu, Joy" akhirnya Joy menganggukkan kepalanya setelah Jhony kembali memastikan bahwa mereka tidak akan lama.
*****
Sesuai apa yang di katakan Jhony tadi, mereka kini sudah berada di taman kota. Sejak turun dari mobil hingga kini, Jhony senantiasa menggandeng tangan Joy erat.
menyusuri jalanan di taman yang juga cukup ramai, mereka berbagi cerita dan tertawa bahagia.
Saat mereka sudah tidak ada pembahasan lagi, suasana menjadi hening seketika. Tak lama kemudian Jhony seperti ingin mengatakan sesuatu yang sebenarnya sejak tadi sudah dia tahan, karena dia ingin memilih kata yang tepat untuk di ucapkan kepada Joy.
"Joy.. aku mau meminta sesuatu sama kamu" ragu namun masih tetap ingin melanjutkan kalimatnya, Jhony melihat ke arah Joy sejenak.
"Tolong jaga hati kamu buat aku, memang aku ngak bisa menjanjikan sesuatu yang besar. Tetapi.. aku berjanji untuk kembali kepada kamu untuk menjalin hubungan yang lebih serius" Jhony menuntun Joy untuk duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kayu yang dapat di duduki oleh mereka berdua.
Lama Joy terdiam, dengan arah pandangan yang tidak menentu. Terkadang melihat kebawah, melihat kesamping dan melihat ke arah Jhony. Jhony tahu Joy sedang merasa bimbang dengan jawabannya, namun dia harus memastikan bahwa keputusan yang di ambil tidak akan menyakiti mereka berdua nantinya.
"Kenapa jadi serius begini sih, Jhon?"
"Karena aku sungguh ingin menjalin hubungan yang lebih serius sama kamu Joy, dan aku tidak akan main-main dengan perasaan yang aku miliki untuk kamu dan akupun ingin kamu juga serius sama aku" sedikit terdengar memaksa, namun tidak salahnya jika Jhony ingin sebuah kepastian.
Seandainya saja bila dia tidak membuat janji kepada almarhum ayahnya, dia tidak akan seperti ini sekarang. Namun dia juga tidak menyesal sudah membuat janji itu kepada ayahnya.
.
.
.
stay save readers
yuk tekan like terus komen, tap lovenya juga gift" lainnya ya😊
thanks😉