
Sore harinya di basement PT. Terbit Surya masih tampak ramai, walau sudah ada beberapa stand yang tutup karena barang yang sudah habis terjual. Begitu pula dengan stand yang di buka oleh Joy dan Rina, barang barang yang mereka jual kini sudah hampir habis. Saat keadaan sedikit sepi Jhony berfikir untuk mengajak Joy jalan jalan di area kantor, dan juga dia ingin menunjukkan tempat yang sangat di sukai nya.
"Ehemm.. Joy kita jalan jalan dulu yuk ke atas" dengan ragu Jhony mengucapkan kalimatnya
"Kemana kak?" tanya Joy penasaran
"Sebenarnya aku mau ajak kamu keliling di atas sana" mengatakan niatnya untuk membawa Joy berkeliling di sekitaran kantor menjadi alasan Jhony saat ini
"Begitukah? Apa boleh kak?" kembali Joy bertanya kepada Jhony
"Tentu saja, tadi momy juga sudah berpesan agar aku membawa mu berkeliling dan melihat lihat ke atas" dengan tersenyum Jhony mengatakan bahwa sang ibu yang menyuruh untuk membawa Joy berkeliling di sekitaran kantor
"Baiklah kalau begitu, aku mau kak tapi aku kasi tau Rina dulu" lalu dia pun berjalan menemui Rina
"Rin.. aku tinggal buat keliling dulu sebentar ya?"
"Oh, sama siapa? sama kak Jhony?" tanya Rina sembari melihat ke belakang Joy yang sudah ada Jhony di sana
"He em.. tadi kak Jhony ajakin keliling sebentar" Joy mencoba menjelaskan kepada Rina, namun Rina sudah tersenyum penuh arti kepada Joy
"Ya udah pergi aja sana, biar aku yang jaga di sini" buru buru Rina menarik Joy untuk keluar
"Iya Rin, makasih ya. Oh iya jangan aneh aneh ya sama kak Harry" Joy tersenyum kepada Rina kemudian memberi ancaman kepada nya
"Hahaha.. apa an sih kamu, memangnya kami mau ngapain? Kamu tuh yang baik baik jaga hati kamu supaya nggak jatuh hati sama kak Jhony" Rina menggoda Joy
"Apa an kami tuh, udah ah aku jalan dulu" Joy memutar percakapan nya dan Rina, kini wajahnya sudah bersemu merah entah Jhony melihat atau tidak. Rasa nya dia malu sekali bila wajahnya kini terlihat oleh Jhony, dengan susah payah dia mencoba menetralkan wajahnya agar terlihat biasa.
"Ayo kita jalan" ajak Jhony saat sudah berdiri di samping Joy
"Ayo.." memberi jawaban singkat serta mengangguk kan kepalanya, Joy pun mulai melangkah bersama dengan Jhony di lorong stand. Banyak pasang mata yang melihat kedekatan keduanya, mereka tak merasa heran lagi karena di sekolah juga mereka tampak begitu dekat dan mereka juga sering terlihat datang ke sekolah berdua.
Mereka sedang berada di dalam lift, di sana juga ada beberapa orang karyawan perusahaan yang juga hendak naik ke atas. Karyawan tersebut juga mengenali Jhony dan menyapa nya saat di dalam lift, bahkan ada salah seorang gadis yang terlihat mencari perhatian Jhony.
"Halo tuan muda, anda juga berada di sini" sapa gadis tersebut mulai mendekati Jhony dan Joy yang berdiri bersebelahan
"Sekarang sudah kelas berapa tuan, wah anda sudah setinggi ini dan juga tampan pula" gadis tersebut mencoba menggeser posisi Joy yang berada di samping Jhony, namun Jhony sangat lah peka dan dengan cepat tangan nya menggenggam tangan Joy yanv sedikit mulai bergeser.
"Maaf mba, ada teman saya di sini" Jhony tak menjawab pertanyaan gadis tersebut tetapi malah mencoba menyadarkan sang gadis bahwa di samping nya ada Joy, seketika gadis tersebut pun tersenyum tak enak dan mulai bergeser ketempat nya semula. Beberapa orang disana hanya tersenyum melihat tingkah sang gadis yang memang sering mencari perhatian Jhony saat berada di kantor.
"Eh, maaf..hehe" menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan kembali berbicara kepada teman nya
"Kamu nggak apa apa kan?" Jhony bertanya kepada Joy yang tampak canggung
"Eh, nggak koq kak.." Joy mendongak saat mendapat pertanyaan dari Jhony, dia pun menggeleng dan tersenyum manis kepada Jhony.
Jhony yang merasa gemas kepada Joy pun mengelus pelan kepala Joy, sehingga membuat Joy langsung menunduk jantung Joy kembali berdebar dengan tak beraturan apalagi ketika melihat tangan Jhony yang masih menggenggam tangannya dengan erat. Jangan di tanya bagaimana dengan orang orang yang berada di dalam satu lift bersama Joy dan Jhony, kini mata mereka semua memperhatikan gerak gerik Joy dan Jhony bahkan ada yang tersenyum melihat tingkah Jhony yang mengelus kepala Joy dengan penuh perhatian seraya tersenyum lembut kepada gadis di sampingnya. Gadis yang tadi mencari perhatian Jhony sudah tampak sangat kesal, dan raut wajahnya pun sangat tak enak di lihat saat ini.
Lift sudah sampai di lantai yang di tuju oleh karyawan perusahaan, mereka pun segera keluar dari dalam lift sebelumnya mereka pun menunduk sedikit ke arah Jhony begitu pun dengan Jhony yang membalas mereka. Joy hanya menunduk tak berani mengangkat kepalanya karena merasa malu dengan wajahnya yang pasti masih memerah, debaran jantungnya masih belum bisa di kondisikan saat ini. Setelah semua karyawan sudah keluar dari lift tinggallah Joy dan Jhony saja di dalam lift, Jhony melihat Joy yang masih menunduk pun merasa penasaran.
"Kenapa kamu masih menunduk, hmm?" Kini Jhony bersandar di dinding lift dan mengarahkan kedua bahu Joy untuk melihat nya, tapi Joy tak juga mengangkat wajahnya karena malu. Mau tak mau Jhony memegang ke dua pipi Joy untuk menatapnya, Jhony langsung tertawa melihat wajah Joy yang merah padam.
"Kak Jhony jangan tertawa ah.." Joy memukul pelan lengan Jhony dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
"Sorry, sorry aku reflek sayang" Jhony makin gemas dengan tingkah Joy saat ini dan kembali mengelus kepala Joy yang masih menunduk, tanpa sengaja dia juga menyebut kata sayang kepada Joy.
"Kakak.. bilang sayang.." gumam Joy yang masih terdengar oleh Jhony
"Eh.. nggak sengaja Joy" Jhony pun ikut jadi canggung sekarang, mereka pun kembali diposisi semula sambil menunggu lift membawa mereka ke tujuannya.
Joy dan Jhony telah sampai di lantai paling atas, di sana jarang sekali ada orang yang datang bahkan tempat ini di khususkan untuk Jhony dan sang ibu. Jhony yang meminta ibunya untuk membuat atas dengan taman dan beberapa pohon yang tampak tumbuh dengan subur, mereka berjalan beriringan dengan Jhony yang masih menggenggam tangan Joy.
"Ternyata ada taman di atap sini" Suara Joy terdengar di saat mereka sudah keluar dari pintu
"Iya, ini tempat yang mau aku tunjukin sama kamu" Jhony sejenak menatap Joy
"Ini tempat yang indah kak, lihat matahari mulai terbenam" Joy menunjuk ke arah matahari yang berwarna oranye
"Benar.. ini memang tempat yang indah, tapi kamu jauh lebih indah dari nya" Jhony menatap lekat wajah Joy yang kini terbias warna matahari saat ini, Joy mengalihkan pandangan nya menatap wajah Jhony yang sama terbiaskan cahaya matahari dan semakin terlihat sempurna ketampanan nya.