
Satu minggu telah berlalu, dan selama itu Jhony selalu setia mengantar dan menjemput Joy sekolah. Kedua orang tua Joy juga makin mengenal laki laki yang selalu datang ke rumah mereka, karena Jhony selalu datang pagi pagi sekali sehingga mereka memiliki waktu untuk sedikit bercerita. Dari situ lah kini papa Joy tahu kalau Jhony adalah anak seorang pengusaha yang cukup ternama yang sudah meninggal, namun perusahaan nya masih tetap berdiri kokoh sampai saat ini. Semua itu berkat kegigihan ibu Jhony yang dari dulu mendukung suaminya, serta beberapa sahabat sang suami yang kini terus memajukan perusahaan tersebut.
Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan, Jhony yanh menjadi panitia untuk sekolah pun tampak sibuk. Mamanya tak mempermasalahkan soal dirinya yang sibuk di sekolah, bukan membantunya di perusahaan karena tak ingin membebani sang anak yang memang masih berstatus pelajar. Pagi ini Riska yang sudah mengenakan setelan santai namun sedikit resmi itu melihat penampilan berbeda dari anaknya, dia pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk sedikit menggoda sang anak.
"Sayang, ada apa nih sepagi ini sudah keren aja penampilannya?"
"Mom bisa aja, mom juga cantik hari ini" mencoba mengalihkan pembicaraan
"Haha.. kau selalu saja mencari alasan mengubah pembicaraan nak"
"Tidak mom, aku serius mom memang cantik" menatap lekat wajah sang ibu yang masih tetap cantik sampai saat ini
"Baiklah cukup gombalanmu pagi ini nak, apa kau sudah siap dengan tim sekolah mu sayang?" mereka memulai sarapan sambil sedikit berbincang mengenai acara hari ini
"Em.. tentu mom semua sudah beres, mom akan lihat bagaiman keseruannya nanti!" Jhony berujar dengan penuh keyakinan
"Oh ya, mom tak sabar menyaksikannya nak. Oh iya apa Siska juga menjadi panitia, nak?"
"Iya mom, kami anggota Osis menjadi panitia untuk sekolah. Jadi kami pasti akan sibuk"
"Begitukah, apa sekarang kau pergi pagi pagi untuk menjemputnya?"
"Bukan mom, aku akan menjemput..." perkataan tiba tiba Jhony terhenti, dia keceplosan
"Menjemput siapa?" tanya mama Jhony penuh selidik
"Ahh.. nanti mom akan tahu, sebenarnya nanti ada seseorang yang mau Jhony kenalkan kepada momy" Akhirnya Jhony hanya mengatakan akan mengenalkan nya nanti
"Oh iya, seseorang.. perempuan atau laki laki?" masih penasaran dengan orang yang akan di kenalkan oleh sang anak
"Mom.. tunggulah ok.. Aku berangkat dulu mom, sampai jumpa muachh" mengecup pipi sang ibu, Jhony segera keluar dari rumah dan melajukan mobilnya menuju rumah Joy
Sampai di halaman depan rumah Joy, Jhony melihat pantulan dirinya sesaat pada spion di atas dashboard mobilnya sambil tersenyum dia pun segera turun dari mobil. Jhony yang hendak mengetuk pintu rumah Joy pun kaget saat pintu terbuka secara tiba tiba dan menampakkan Joy yang sudah siap memakai dress selutut yang berwarna biru laut, senada dengan kemeja yang sedang di kenakan oleh Jhony. Mereka saling memperhatikan pakaian masing masing lalu tersenyum bersamaan.
"Kita tidak janjian!" serentak mereka mengatakan nya dan membuat keduanya tertawa lepas, sungguh kebetulan yang manis
"Apa yang kalian lakukan di sana, ayo cepat masuk!" suara mama Silvi berteriak dari dapur
"Baik ma" jawab Joy sambil menoleh kan kepalanya ke arah dalam rumah
"Ayo masuk kak, sebelum mama berteriak lagi" ajak Joy
"Hemm.." sambil tersenyum, Jhony mengikuti langkah Joy ke dalam rumah
"Halo tante.." Sapa Jhony saat sudah berada di meja makan
"Halo Jhony, wah ada yang berbeda hari ini. Kau sangat tampan mengenakan pakaian formal, bagaimana menurut mu sayang?" memuji penampilan Jhony yang memang berbeda hari ini, seraya menggoda sang anak dengan penampilan teman pria nya saat ini. Joy bingung harus berkata apa, dia merasa malu untuk mengatakan nya sehingga membuat ke dua wajahnya memanas dan rona merah mulai terlihat di sana.
"Hemm.." hanya deheman pelan saja dari Joy
"Ada apa nih ma, sudah berisik saja? Eh ada nak Jhony, sudah lama datangnya?" tanya papa Joy, yang merasa aneh dengan kelakuan istri dan anaknya
"Selamat pagi om" sapa Jhony kepada papa nya Joy seraya berdiri
"Pagi nak Jhony, ayo duduk lagi kita sarapan dulu. Mama belum jawab, kenapa tadi usel usel pipi Joy?" tanya papa Joy penasaran dengan tingkah sang istri
"Papa mau tau aja deh, makan aja yuk" potong Joy tak ingin sampai mama nya menceritakan masalah dirinya yanh tadi tersipu malu
"Oh tadi tuh pa, Joy.." kalimat mama Joy terhenti saat Joy menyela
"Mama udah deh, nggak usah di lanjutin dong.." sudah mulai kesal dan panik mama nya akan memberitahu papa nya
"Joy nggak boleh gitu sayang" ucap papanya
"Nggak ada apa pa, tadi Joy terburu buru makannya" jadi mama uselin pipinya yang gembung, mama Silvi memberi alasan dengan berbohong
"Begitu, ya sudah ayo makan lagi tapi pelan pelan aja nak. Ini masih awal" semua mengangguk termasuk Jhony juga ikut sarapan lagi dengan mereka
Selesai sarapan Jhony dan Joy berpamitan, mereka akan pergi ke sekolah dahulu baru selanjutnya langsung ke perusahaan mama nya. Sampai sekarang Joy masih belum mengetahui bahwa Jhony adalah anak dari penyelenggara ulang tahun perusahaan, Jhony juga meminta kepada kedua orang tua Joy agar tidak memberi tahu kepada Joy dulu karena nanti dia yang akan memberi tahu sendiri.
Tiba di sekolah mereka berjalan beriringan masuk ke dalam sekolah, awalnya Joy merasa tak nyaman dan memilih berjalan dua langkah di belakang Jhony. Namun ketika Jhony mengetahui Joy tak di sampingnya diapun tiba tiba berhenti sehingga Joy yang tak siap langsung menabrak punggung Jhony, dengan sigap Jhony berbalik dan menahan lengan Joy agar tak terjatuh ke belakang. Keduanya kini saling bertatapan dan membuat beberapa orang yang melihat nya langsung berbisik, karena posisi mereka sekarang yang tampak bagai di dalam drama.
Ada yang mengatakan kalau mereka cocok dan ada juga yang mengatakan mereka tidak cocok, dan si cewek hanya mencari perhatian . Tapi mereka kini tak lagi mendengar suara suara tersebut, keduanya tenggelam dalam mata masing masing menelisik ke dalam bola mata mereka. Namun tak lama ada sebuah deheman menyadarkan mereka berdua, seketika mereka kembali berdiri dengan normal.
"Ehemm.. nggak usah romantis romantisan, ini masih di sekolah" ternyata suara Rina yang baru saja datang tadi, dan melihat adegan yang memanjakan matanya sejenak tetapi terganggu dengan bisikan tak suka dari beberapa orang di sekitar nya.
"Si siapa yang romantis an Rin, aku ta tadi hampir terjatuh. Jadi kak Jhony bantuin aku" elak Joy dengan tergagap
"Iya, tadi aku nggak sengaja berhenti tiba tiba dan membuat Joy menabrak punggung ku dan hampir jatuh. Jadinya aku reflek buat nolongin nya" Jhony membantu Joy menjelaskan
"Cie.. ada yang belain nih, iya iya aku mah nggak masalah. Tuh masalahnya mereka, pada bisik bisik tetangga nggak tahu deh apa an yang di bisikin" menunjuk dengan mengangkat dagu ke arah beberapa orang yang memperhatikan mereka
"Ehmm.. yuk kita ke aula, nanti telat dengerin pengumuman nya" putus Jhony yang merasa tak enak kepada Joy yang mulai salah tingkah, dia pun mengajak Joy dan Rina untuk ke aula untuk mendengar pengumuman dan juga bimbingan agar bersikap sopan berada di perusahaan yang telah mengijinkan mereka mengikuti event yang di adakan.
.
.
.
tak bosan bosannya ku ucapkan, stay save readers semoga selalu dalam perlindungan dan juga melindungi 😷
jangan lupa dukung author juga ya dengan cara like, komen, fav, vote atau beri hadiah biar aku makin semangat berkarya. Semoga suka ya
thanks😉