
Keadaan di kantin saat ini sedang ramai, siswa siswi sudah duduk memadati di tuang kantin sedang menunggu makanan atau minuman yang telah di pesan. Ada yang memang datang untuk makan ada juga yang hanya datang untuk berbincang sambil minum bersama teman, kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian siswa untuk menceritakan hal mengenai pelajaran ataupun mengenai hal pribadi seperti mengidolakan seseorang entah itu kakak kelas atau siswa yang sepantaran mereka.
Joy dan Rina pun sekarang sudah berada di salah satu meja di kantin, menanti makanan yang sudah di pesan oleh Rina. Tadinya Jhony mengatakan bahwa dia tidak dapat menemani Joy ke kantin karena ada rapat Osis yang harus di ikuti, Joy merasa tak masalah karena dia juga masih bisa perlahan berjalan ke kantin dengan di bantu oleh Rina.
"Hari ini koq rame banget ya Joy, biasa juga ngak begitu kan?" Rina mengatakan kalimatnya sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar, melihat keadaan kantin yang tak biasanya seramai ini membuatnya sedikit keheranan.
"Iya juga ya, dua hari ngak masuk sekolah jadi berasa asing juga buat aku" Joy merasa enggan untuk menengok ke arah sekitar nya, dia merasa tak nyaman saja entah karena setelah absen dua hari ini atau memang suasananya yang memang sedikit aneh seperti nya dia jadi perhatian orang orang.
"Ini perasaan aku aja atau memang mereka sedang memperhatikan kita ya Joy?"
"Aku juga nggak tau Rin, makanya dari tadi aku juga berasa nggak nyaman di sini" mereka pun akhirnya mengabaikan tatapan dari beberapa siswa yang ada di kantin, dan memilih membahas hal lain
"Ya udah biarin aja deh mereka gitu, oh iya ada yang harus kamu jelasin ke aku nih soal tadi pagi. Kenapa tuh kamu senyam senyum sendiri gitu hah?" masih merasakan penasaran, Rina pun bertanya tentang sahabatnya yang tersenyum tadi pagi saat ia datang dan melihatnya.
"Ih,, kamu kepo banget deh Rin hehe.." elak Joy yang merasa malu untuk menceritakan yang sebenarnya kepada Rina
"Tapi beneran aku kepo deh, kamu udah kayak kesambet aja pagi pagi gitu hehe.." ledek Rina
"Yee.. enak aja, siapa juga yaang kesambet yang ada kamu yang kesambet pagi pagi udah teriak aje" balas Joy
"Iye udeh aku yang salah hehe, ih tapi benaran aku penasaran Joy. Ada apa memangnya yang bikin kamu sesenang itu tadi?" Rina masih berusaha mencari tahu apa yang membuat Joy bahagia sepagi itu
"Emm.. sebenarnya.. tadi pagi kak Jhony jemput aku di rumah dan kita datang bareng ke sekolah Rin" karena selama ini mereka tak pernah sembunyikan rahasia di antara mereka, jadi Joy memilih memberi tahu Rina tentang Jhony yang menjemputnya tadi pagi.
"Hahh beneran? Terus.. terus.."
"Beneran, terus ya..dia juga anter aku masuk ke kelas sambil bawain tas aku juga.." jelas Joy
"Wahh beneran nih, dia pasti suka sama kamu Joy. Dia ada ngomong apa lagi nggak ?" selidik Rina
"Tadi dia bilang bakalan nemenin ke kantin juga, berhubung dia ada rapat Osis jadinya dia nggak bisa dan minta aku pergi ke kantin nya sama kamu Rin. Dia juga bilang pulang bakalan antarin aku juga" Joy mengucapkan kalimatnya sambil tersenyum mengingat perlakuan Jhony yang begitu perhatian kepadanya
"Uwahhh... manis nya kak Jhony, kalau dia nembak kami gimana Joy? Terima nggak?"
"Apaan sih Rin, kita baru aja kenal mana mungkin dia langsung main nembak aja!"
"Apa nya yang nggak mungkin Joy, bisa aja kan dia suka sama kamu pada pandangan pertama" Rina tersenyum membayangkan nya
"Ya ampun khayalan kamu tinggi banget ya Rin" Joy memijit pelipisnya yang terasa pusing melihat tingkah sahabatnya itu
"Neng uda masuk ya, gimana keadaan nya neng udah lebih baik belum?" tanya si bibi
"Udah bi. makanya sudah masuk sekolah hehe" jawab Joy ramah kepada sang bibi sambil memamerkan senyum manisnya
"Syukur aja ya neng ndak kenapa napa, mau hati hati sekarang neng banyak jambret di mana mana. Apalagi neng cantik dan manis, bisa bisa neng yang di bawa lari nanti hehe" canda bibi kantin
"Bibi bisa aja, mana ada jambret orang bi. Yang ada itu penculikan hahaha.." Rina menimpali candaan sang bibi
"Bisa aja kalian mah, ya udah bi saya makan dulu makasih ya bi" putus Joy
"Iya neng cantik selamat makan ya"
Mereka akhirnya menikmati makanan yang sudah di sajikan oleh bibi tadi, Joy makan dengan lahap begitu juga dengan Rina mereka sungguh seperti orang kelaparan. Di meja lain ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dengan kesal nya, saking kesalnya dia menusuk baksonya berkali kali seolah dia menusuk orang yang sedang di perhatikan sekarang.
Selesai makan Rina kembali membantu Joy kembali ke kelas, mereka menuju ke toilet sejenak agar saat jam pelajaran tidak terganggu. Joy yang masuk terlebih dahulu setelah dia selesai gantian Rina yang masuk ke dalam, saat Joy sedang menunggu Rina seseorang masuk dan menghampiri Joy. Orang itu adalah Dina gadis yang dulu pernah mengatakan bahwa Jhony adalah calon pacarnya, Joy menatap ke arahnya tanpa merasa bersalah.
"Elo nggak dengar apa yang aku bilang yah, berani berani nya lo masih dekat dekat sama kak Jhony. Udah gue bilangin kalau dia tuh calon pacar gue, tapi elo masih aja nyosor sama dia" Dina mencecar Joy dengan kata katanya sambil mendorong bahu Joy ke belakang hingga hampir terjatuh.
"Kalau dia calon pacar kamu kenapa kamu nggak pernah deket sama dia, aku nggak pernah nyosor sama.."
"Alahh elo bisa aja alasan nya, kamu mau pura pura depan gue. Di sini aja sok alim lo taunya malah caper juga orangnya" bentak Dina semakin mendekat ke arah Joy, namun tak lama Rina pun keluar dan kemudian mendorong Dina menjauh dari Joy
"Apa apa sih kamu, siapa yang cari perhatian sih. Yang ada juga kamu tuh yang suka caper nggak jelas, orang Joy memang dapat perhatian lebih dari kak Jhony malah kamu yang sewot. Dia siapa memangnya? Pacar bukan, calon pacar belum tentu juga kan?" Rina yang kesal terus meladeni Dina yang kini wajah nya tampak merah padam antara malu dan juga marah, karena apa yang di katakan Rina benar adanya dia bukan siapa siapa nya Jhony
Akhirnya Dina pun pergi bersama teman teman nya, dia membanting pintu toilet dengan semua tenaga(untung nggak roboh itu pintunya)
"Udah Joy nggak usah di pikirin perkataan nya si nenek lampir, ada juga dia yang harusnya nyadar karena nggak di sukai" Rina menenangkan Joy yang masih tampak kaget, dan kemudian Rina kembali membantu Joy pergi ke kelas.
.
.
.
Stay save readers jangan lupa dukungannya ya dengan memberi like, komen fav atau juga bisa memberikan hadiah untuk aku. biar tambah semangat nulisnya.
thanks 😉