
Lift yang membawa nyonya Riska, Jhonya dan Joy sudah sampai pada area basement, mereka lalu keluar beriringan membuat semua mata menatap takjub melihat Joy berada di antara Jhony dan nyonya Riska. Bagaimana tidak, nyonya Riska di ketahui adalah CEO dari perusahaan yang menyelenggaran event besar yg sedang mereka ikuti sekarang ini dan Jhony termasuk salah satu murid populer di sekolah.
Mereka terlihat sangat akrab, sehingga banyak diantara mereka mulai berbisik ada yang mengatakan hal baik namun ada juga yang mengatakan hal buruk. Itu sangat biasa bagi mereka, akhirnya Jhony memutus pembicaraan mereka karena melihat beberapa orang sedang memperhatikan mereka saat ini.
"Mom, sudah dulu ya. Mereka akan curiga nanti"
"Oh, baiklah sayang. Tapi mau sampai kapan kau menyembunyikan statusmu ini hm..?"
"Entahlah mom, biar waktu yang menjawabnya saja" Jhony tersenyum kepada sang mama sambil mengedipkan sebelah matanya
"Terserah padamu sayang, momy pulang dulu ya. Oh iya jaga baik baik anak gadis orang, boy" nyonya Riska memberi kebebasan kepada sang anak
"Tentu mon jangan khawatir" jawab Jhony
"Sampai jumpa tante" jawab Joy
"Sampai jumpa lagi sayang, sesekali main lah ke rumah ok!" nyonya Riska yang mengedipkan mata kepada Joy, sehingga Joy pun ikut tersenyum dan nyonya Riska berlalu meninggalkan mereka dan menuju ke mobilnya.
Setelah nyonya Riska pergi, mereka pun berjalan kembali ke stand dimana di sana masih ada Harry dan Rina yang menunggu mereka.
"Maaf ya aku perginya agak lama Rin" Joy yabg merasa tidak enak sudah meninggalkan stand begitu lama pun langsung meminta maaf kepada sahabatnya itu
"Nggak apa koq Joy, malah aku pikir lebih lama lagi lebih bagus buat kamu sama .. jadi kamu bisa tambah dekat sama dia" Rina menunjuk dengan lirikan mata ke arah Jhony yang sedang membantu Harry
"Dasar ya pikiran nya nggak ada yang lain deh" Joy menepuk lengan Rina
"Aww.. hahaha... tapi emang iyakan, jadi kalian ngapain aja tadi?" Rina bertanya dengan penasaran pada sahabatnya saat pergi berdua dengan salah satu cowok yang populer di sekolah mereka saat ini.
"Sebenarnya.. kak Jhony tadi nembak aku Rin.." dengan nada suara yang pelan Joy mengatakan yang sebenarnya kepada Rina, karena diantara mereka tak ada yang di rahasiakan.
"Apa.. emmm.." teriakan Rina seketika di tahan oleh Joy yang membekap mulutnya, dia takut Rina keceplosan nanti.
"Sstt.. jangan teriak Rin, nanti semua nya pada liatin kita" Jhony dan Harry juga sontak memandang ke arah mereka berdua, namun Joy maupun Rina langsung tersenyum kikuk.
"Ok ok, ya ampun terus kamu terima nggak?" Rina semakin kepo dengan jawaban yang di berikan sahabatnya itu
"Ehmm.. aku terima lah" jawab Joy malu, kedua pipinya sudah merah dan dia pun menundukkan kepalanya
"Ahh.. jawaban kamu udah benar Joy, kak Jhony memang cowok yang baik kelihatan koq. Ah.. aku turut senang sahabatku" Rina memberi pelukan selamat untuk Joy, dia turut bahagia untuk sahabatnya yang sedang jatuh cinta.
"Iya Rin, aku juga merasa dia sangat baik dan juga perhatian. Sikapnya juga sopan" mata Joy menatap kosong membayangkan Jhony yang tadi mengelus kepalanya perlahan dan menggenggam erat tangannya, seketika dia pun tersenyum.
"Aduh.. yang udah punya pacar susah yah, apa lah daya si jomblo ini" ejek Rina
"Hahaha.. iya iya maaf" mengelus pipi Rina dan mencubit pelan wajah sahabatnya itu, dan kemudian mereka pun tertawa bersama.
"Ngomongin apa sih, seru banget kayanya" Jhony menimpali percakapan Joy dan Rina, Harry juga mengikuti nya dari belakang.
"Emm.. ada deh" Joy yang menjawab pertanyaan sang pacar.
"Oh, udah pakai rahasia rahasiaan ya!" tangan Jhony reflek terangkat untuk mencubit pipi Joy
"Ehemmm.. jangan romantis romantisan di sini ya, kasian dong sama ke dua jomblo ini" Rina menghentikan gerakan Jhony, tadinya Joy sudah panik melihat reflek Jhony yang akan menyentuh pipinya. Namun akhirnya tangan Jhony berhenti seketika, dia pun menggaruk kepalanya merasa tidak enak kepada keduanya.
"Ada apa nih, kayaknya aku kelewatan sesuatu ya?" Harry yang kini bertanya, menyadari tingkah aneh sahabatnya itu.
"Hahh.. beneran bro?" tanya Harry kepada Jhony dengan wajah tak percaya
"Sstt.. pelan kan suara nya Harry, iya aku sama Joy udah jadian" jawab Jhony sambil menatap ke arah Joy yang tersenyum malu padanya
"Wahh gila Jhon, kabar gembira nih. Kamu harus traktir kami nih, benar nggak Rin?" Harry mencari dukungan dari Rina untuk mengerjai Jhony agar dia mentraktir mereka
"Bener kak Harry, harus tuh hehe.." mereka pun tos di depan Jhony dan Joy
"Iya tenang aja deh soal itu, besok ya! Nanti aku kasi tahu tempatnya di mana" akhirnya Jhony berjanji untuk mentraktir mereka, hitung hitung bisa jadi kencan pertama mereka. Meski perginya bersama sahabat masing masing, tidak lah masalah untuk Jhony karena dia merasa akan lebih menyenangkan jika bersama sahabat nya dan juga Joy agar mereka tidak canggung nantinya.
"Asyik..." ucap Rina dan Harry berbarengan, lalu Rina tiba tiba menutup mulutnya
"Wahh ada yang kompakan nih, boleh tuh kalian sekalian" Jhony berujar kembali.
"Nggak.." lagi lagi Rina dan Harry berbarengan
"Nggak sekarang tapi nanti, haha.. di tunggu kabar baiknya, yuk pulang.." goda Jhony
Mereka pun kini sudah berjalan ke arah mobil Jhony terparkir, Jhony membawa barang yang masih tersisa begitu juga dengan Harry. Barang yang tersisa tidaklah banyak, namun mereka tak ingin menyulitkan para wanita untuk membawa barang barang tersebut.
Kini di dalam mobil hanya tersisa Joy dan Jhony yang menyetir, sebelumnya Jhony mengantar Harry lalu Rina dan sekarang tinggallah mereka berdua saja. Jhony melirik ke arah Joy yang tampak memperhatikan jalan di depan nya, Jhony tersenyum melihat Joy yang tampak canggung sekarang.
"Kenapa Joy, koq diem aja?" tanya Jhony memulai percakapan.
"Eh.. Nggak kak" menyelipkan rambutnya yang terjuntai ke belakang telinganya dan sekilas menatap Jhony yang kembali fokus menyetir
"Jangan diem aja, kalau ada yang pengen kamu ketahui tanya aja hm.." kembali suara Jhony terdengar dengan pertanyaan nya
"Baik kak, tapi belum ada yang mau aku tanyain kak" jawab Joy
"Kalau gitu aku yabg tanya kamu boleh nggak?" Jhony meminta ijin untuk bertanya pada Joy kali ini
"Boleh kak, tanya aja" Joy sekarang sepenuhnya melihat ke arah Jhony
"Ehmm.. sejak kapan kamu suka sama aku?" tanpa basa basi Jhony bertanya kepada Joy, gadis itu pun tersentak matanya pun terbelalak lebar bingung akan menjawab apa pada Jhony. Sebenarnya dia juga bingung sejak kapan dia menyukai kakak kelas nya itu, Joy kini pun tampak berfikir kerasa"
"Sebenarnya.. aku juga nggak tahu sejak kapan aku suka sama kakak, tapi hati aku sering berdebar aja kalau lagi dekat sama kak Jhony" Joy akhirnya kembali memandangi jalanan, karena tak ingin wajah nya di lihat Jhony
Jhony tersenyum mendapat jawaban yang tak terduga dari Joy, dia pun sebenarnya sama dengan Joy yang selalu berdebar tak karuan jika berada dekat dengan gadis tersebut. Bedanya adalah Jhony tahu kapan dia mulai menyukai gadis tersebut, dia sudah menyukai Joy pada saat MOS lalu.
.
.
.
Hallo readers stay save ya, semoga semua dalam lindungan Tuhan. Tetap semangat, tetap ceria, tetap positif thinking ya.
Tolong bantu semangatin aku yah dengan cara like dan komen, bila ada rejeki lebih boleh tolong di vote,fav, atau kasih aku hadiah readers
thanks😉