
Rombongan Jhony kini telah sampai di tujuan, saat turun dari mobil Rina berteriak histeris saat matanya dimanjakan oleh pemandangan yang begitu indah.
"Ahhhhh.... Indah nya.." Seru Rina.
"Nggak usah teriak-teriak Rin, malu di lihatin orang-orang apalagi banyak turis juga di sini" Sindir Siska, matanya melirik kesana-sini melihat beberapa orang memperhatikan mereka.
"Upss.. Sorry nggak sengaja hehe" Rina yang merasa malu langsung menutup mulutnya.
"Kamu kaya baru pertama ke pantai aja Rin" Sambung Joy, sambil terkekeh.
"Kan baru kali ini ke bali haha.." Giliran Rina yang tertawa.
"Nggak apa-apa, nanti teriak-teriaknya di pantai aja pas lagi ada di wahana permainan" Harry merangkul Rina dan memberi semangat kepadanya, ia tak ingin gadisnya itu menjadi tidak bersemangat untuk liburan yang menyenangkan ini.
"Ehem... ada yang lahi bujuk nih" Ejek Erick.
"Sudah-sudah... ayo kita jalan" Menggandeng tangan Joy dan berjalan masuk, Jhony meninggalkan sahabat-sahabatnya yang sedang saling mengejek.
"Ye... yang lagi adem-ademnya nggak usah sombong.." Siska mencecar sikap Jhony.
"Jangan di gubris lagi, ayo ikut aja lagian kita mau seneng-seneng kan!" Seru Erick lalu menarik tangan Siska berjalan masuk mengikuti Joy dan Jhony yang sudah masuk terlebih dahulu.
Semuanya kini sudah berpencar bermain di wahana yang mereka inginkan, masing-masing memiliki kegemaran yang berbeda dalam bermain wahana yang tersedia. Jadilah mereka menjejali berbagai permainan yang memacu adrenalin, namun tidak dengan Jhony dan Joy. Mereka lebih memilih berjalan santai di tepi pantai sambil bergandeng tangan, sesekali deburan ombak menerpa ke kaki mereka dan membuat jalan mereka tidak seimbang.
Keduanya tertawa lepas saat merasa ombak yang datang, dengan berlari kecil mereka menghindari ombak.
Joy melambaikan tangan saat melihat Rina dan Harry sedang melihat ke arah mereka saat ini, Rina dan Harry, Siska dan Erick yang sedang bermain banana boat, mereka pun sebaliknya melambaikan tangan kepada Joy dan Jhony yang sedang duduk di portable sofa.
"Kamu nggak mau ikutan naik banana boat?" Suara Jhony menghentikan lambaian tangan Joy kepada Rina dan Siska.
"Eh.. nggak deh kak" Sebenarnya Joy bukannya tidak mau, hanya saja dia trauma karena dulu ia pernah bermain permainan banana boat dan terhempas cukup jauh saat ombak datang dan membalikkan boatnya.
"Kenapa? Pasti seru kalau main bersama-sama?" Karena penasaran Jhony pun menanyakan alasan mengapa Joy tidak mau ikut bermain banana boat, karena tanpa sengaja tadi ia mendengar Joy berbicara kepada Rina, Joy mengatakan bahwa 'dia masih trauma sejak saat itu' apakah pernah terjadi hal yang tidak menyenangkan sebelumnya. Jhony ingin sekali mengetahuinya, dia sangat ingin mengerti Joy lebih dalam.
"Sebenarnya... aku trauma kak, dulu aku pernah hampir tenggelam.." Joy membuang nafasnya kasar saat mengingat kembali bagaimana kejadian saat ia akan terbawa arus sungai.
*Fl*ashback on
Joy bersama teman sekelasnya pergi ke satu tempat wisata, disana mereka di suguhkan permainan arung jeram.
Mereka di bagi menjadi enam kelompok untuk naik di satu perahu karet, jadi di dalam satu perahu terdapat enam hingga tujuh orang, beserta pemandu yang di sediakan oleh pihak pengelola permainan.
Awalnya Joy tidak mau ikut bermain, karena ia merasa tidak enak namun dia juga tidak enak padahal semua sudah rela ikut pergi wisata untuk membuat suatu kenangan kelulusan sekolah.
Awal permainan memang terasa menyenangkan, namun lama-kelamaan Joy merasa tubuhnya mulai tidak baik. Joy baru saja hendak berbicara, namun tenggorokan nya terasa tercekat dan tidak dapat mengeluarkan suara. Ia seketika membuka sabuk pengaman dan berdiri, namun didetik selanjutnya tubuhnya langsung terlempar ke carah sungai karena saat itu perahu sedang melaju melewati sungai yang sedikit menurun.
Melihat Joy yang terjatuh, satu dari dua pemandu yang mendampingi mereka segera terjun untuk menyelamatkan Joy yang sudah di pastikan akan terkena serangan panik seketika. Bagaimana tidak, kondisi sungai dengan arus yang begitu laju dengan mudah membawa tubuh seseorang. Apalagi saat seseorang tiba-tiba terjatuh, akan membuat seseorang ketakutan dan tidak bisa berpikir dengan baik.
Untungnya saat Joy terjatuh, ada yang melihat walaupun ia duduk di paling ujung perahu. Gerakan cepat dari pemandu tersebut membuahkan hasil, Joy dengan segera di bawa naik ke daratan meski tubuhnya sudah lemas karena tertelan air serta ketakutan yang membuatnya sulit untuk bernafas.
Begitu sampai di darat, Joy segera di beri pertolongan pertama hingga tak berapa lama kemudian dia kembali sadarkan diri. Seluruh wisatawan bersyukur melihat Joy yang sudah sadar kembali, begitu pula dengan guru-guru yang ikut meramaikan acara tour kelulusan tersebut. Mereka sangat ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Joy, mungkin saja di lain waktu sekolah mereka tidak di bolehkan lagi untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Setelah itu, semua murid di kumpulkan dan diumumkan bahwa kegiatan arung jeram di hentikan. Mengingat seorang murid mereka sudah hampir celaka, maka para wali kelas mereka tak mau menanggung resiko jika terjadi sesuatu kepada murid mereka.
Flashback off
"Kamu pasti sangat ketakutan saat itu?" Ucap Jhony, ia merasa bersyukur bahwa Joy baik-baik saja saat itu.
"Benar... aku sangat ketakutan, rasanya otakku nggak bisa berpikir lagi kak dan juga... aku hanya bisa pasrah pada keadaan, jika tidak ada yang menolongku" Joy tersenyum getir.
Jhony kini menepuk punggung Joy, agar gadis itu tidak kembali larut dalan ingatan buruk yang pernah dialami nya.
"Apa semenjak itu, kamu jadi takut saat bermain di wahana air seperti ini?" Jhony kembali bertanya, sebenarnya ingin tahu seberapa besar rasa takutnya dengan air. Tidak ada hal buruk yang Jhony pikirkan, ia hanya ingin membantu Joy untuk melawan rasa traumanya itu.
"Ya... setiap permainan wahana air seperti banana boat dan hal yang berhubungan dengan perahu, aku pasti merasa tangan dan kakiku menjadi kaku sedingin es. Namun saat bermain di tepi pantai atau sungai, aku tidak akan merasakan apapun. Maka dari itu, aku lebih memilih memandangi mereka bermain daripada harus ikut bermain dan merepotkan mereka nantinya" Ujar Joy.
Mendapati penjelasan Joy yang cukup panjang dan dapat di mengerti, Jhony mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bagaimana dengan snorkling? Apa itu tidak masalah untukmu?" Dengan hati-hati Jhony mengucapkan kalimatnya, sebab rencananya ia akan mengajak Joy dan lainnya untuk menikmati alam bawah laut yang begitu kaya akan biota laut di bali.
Namun mungkin rencananya itu akan ia urungkan jika Joy tidak bisa pergi, tujuan utamanya adalah agar Joy senang dengan liburan mereka kali ini.
.
.
.
Hai..hai.. para readers Me tercinta, Me mau beri sedikit kabar. untuk beberapa waktu kedepan Me nggak update setiap hari ya, karena memang kondisi yang tidak memungkinkan untuk menulis setiap hari dan juga ada urusan lainnya.
Stay Save ya
Terima kasih ya😉