
Setelah malam pada saat barbeqiu di atas atap villa, kini Siska tidak lagi menunjukkan sikap berlebihan kepada Jhony atau Joy. Dia lebih banyak menghindar saat berkumpul atau berpapasan dengan Joy atau Jhony.
Semuanya saat ini sudah selesai mengemasi barang-barang yang mereka bawa, baik dari rumah atau barang-barang belanjaan mereka di Bali.
Tidak terasa waktu liburan mereka selama satu minggu sudah selesai, mereka akan kembali ke rumah masing-masing dan membawa sejuta kenangan yang mereka dapat di tempat ini.
Semua pengurus villa sudah berkumpul di ruang tamu untuk melepas kepulangan anak majikan mereka beserta sahabatnya, meski tidak begitu sering bertemu dengan tuan mudanya namun seluruh pengurus villa sangat menyayangi dan menghormatinya. Pengurus villa sebenarnya tidak pernah diganti atau di berhentikan untuk bekerja, kecuali mereka sendiri yang meminta berhenti dari pekerjaan mereka.
"Tidak terasa sudah satu minggu dan sekarang saya dan teman-teman saya akan kembali ke Jakarta, terima kasih untuk perhatian kalian semua kepada saya juga teman-teman saya yang datang untuk menikmati liburan kali ini. Dan juga.. saya sangat senang bisa bertemu dengan semua pengurus villa yang ada disini, kalian semua sudah bekerja dengan sangat baik untuk menjaga villa ini" Jhony menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengurus villa yang sudah berperan dengan baik untuk menjaga villa dan segala isinya, villa tidak akan senyaman ini jika tidak di urus dengan baik tentunya.
"Tuan muda kenapa ngomong seperti itu, ini sudah menjadi kewajiban kami semua yang bekerja kepada tuan. Sejak dulu kami selalu di anggap keluarga oleh tuan, nyonya dan tuan muda, jadi kami juga senang bekerja di sini" Tukas bi Iyem selaku pengurus villa yang lebih dahulu bekerja kepada keluarga Jhony, setelahnya ia pun kembali melanjutkan kalimatnya "Tidak hanya itu.. tuan, nyonya dan tuan muda sudah menganggap kami seperti keluarga, jadi inilah yang bisa kami balas kepada keluarga beliau sekarang" Dengan mata yang berkaca-kaca, bi Iyem menyelesaikan kalimatnya.
Semua pengurus tampak menundukkan kepala, mengingat semua kebaikan yang dilakukan oleh majikan mereka, yaitu ayahnya Jhony. Ayah Jhony tidak pernah memperlakukan mereka seperti pekerja, ia selalu menganggap pekerja nya itu adalah keluarganya. Ia selalu membantu karyawannya yang sedang dalam masalah, tak heran jika mereka selalu sedih jika mengingat sosok ayah Jhony yang begitu baik bagi mereka. Mereka pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan pekerjaan mereka saat ini untuk pekerjaan baru, mereka akan tetap bekerja kepada keluarga ayah Jhony hingga akhir hayat. Begitulah kesetiaan para pengurus villa yang selalu melayani Jhony dan nyonya Siska dengan baik, bahkan saat ini teman-teman Jhony juga bisa merasakan bagaimana antusiasnya para pengurus untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka.
Jhony berjalan menghampiri bi Iyem dan memeluknya cukup lama, hingga biliran air mata menyulut isak tangis bi Iyem dalam pelukan Jhony.
Joy yang melihat sisi lain Jhony yang begitu lembut pun merasa tersentuh hatinya, ia semakin kagum kepada pacarnya itu. Hatinya terasa hangat melihat perhatian yang diberikan Jhony kepada seluruh pengurus villa, dan sebaliknya juga begitu.
"Sering-sering kemari ya, tuan muda. Sampaikan salam kami untuk nyonya Riska juga" bi Iyem tampak menepuk punggung Jhony.
"Iya bi, sekiranya ada hari libur lagi saya akan mengajak momy datang kemari" Membalas kalimat bi Iyem, Jhony mulai mengurai pelukannya.
Kini ia menghampiri pengurus villa lainnya satu per satu dan memberi pelukan sejenak dan mengucapkan terima kasih, ada beberapa yang menggoda Jhony yang berhubungan dengan Joy. Jhony hanya tersenyum dan berbalik sebentar melihat ke arah Joy, dari sanalah Joy semakin tersipu dengan rona merah di pipinya yang mulai jelas terlihat.
'sepertinya mereka sedang membicarakanku, aku jadi tidak enak'
Joy melirik kekiri dan kekanan mendapati semua orang sedang melihat ke arahnya, Joy semakin menunduk dan merasa malu.
Tak lama kemudian, Jhony kembali menghampiri Joy dan membawanya untuk berpamitan kepada bi Iyem.
"Ayo, ucapkan salam kepada bi Iyem dulu" ucap Jhony seraya tersenyum kepada Joy, Joy mengangguk dan berjalan mengikuti Jhony.
"Bi.. Joy pamit pulang ke Jakarta ya, jaga kesehatan bibi ya" seperti Jhony, Joy juga memeluk bi Iyem dan mengelus punggung wanita paru baya tersebut.
"Nona Joy juga jaga kesehatan, belajar yang baik dan jangan lupa datang lagi bareng tuan muda ya non..." sambil melirik sebentar ke arah Jhony, bi Iyem memberi pesan kepada Joy "Tuan muda adalah laki-laki yang baik hati dan lagi penyayang, tolong jaga tuan muda non" dirasakan Joy yang mengangguk, bi Iyem memejamkan matanya sejenak dan menghembuskan nafasnya yang sedikit berat.
Entah mengapa ia sangat sedih melepas tuan muda dan teman-teman nya untuk pulang, karena semuanya sudah sangat dekat dengannya.
Setelah itu, satu per satu orang berpamitan kepada seluruh pengurus villa.
Dan kini mereka sudah berada di depan sebuah mobil minibus yang akan membawa mereka ke bandara, semua sudah masuk kedalam kecuali Joy dan Jhony. Sedari tadi Jhony tidak melepas genggaman tangannya pada Joy, meski begitu Joy tidak merasa keberatan dengan sikap Jhony tersebut. Ia malah merasa senang, karena ia merasa ini juga sebagai bentuk kasih sayang dan menghargai hubungan mereka.
"Iya tuan muda, hati-hati dijalan dan sampai jumpa lagi" bi Iyem mendekati Jhony dan Joy, ia pun kembali memeluk Joy.
"Non, ingat pesan bibi ya. Jangan tinggalkan tuan muda, karena tuan muda pasti juga tidak akan pernah meninggalkan non. Dia laki-laki baik, dan dia juga orang yang penuh kasih sayang seperti orang tuanya" nasihat bi Iyem kepada Joy sudah seperti permintaan, karena dari ucapan bi Iyem dapat dirasakan ikatan kekeluargaan bagi Joy.
"Iya bi, Joy enggak akan meninggalkan Jhony. Dan juga.. Joy akan selalu menyayangi Jhony juga momy" ujar Joy setengah berbisik sambil menepuk punggung bi Iyem. "Joy pamit ya bi, jaga kesehatan!" setelah pelukan mereka kembali terurai, Jhony dan Joy pun berjalan ke mobil sambil melambaikan tangannya.
*****
Sesampainya di bandara, mereka langsung ke loket untuk check in karena waktu yang memang sudah mendekati take off.
Jhony memilih tempat duduk terpisah dari teman-teman lainnya untuk dirinya dan Joy, jadilah mereka kini berdua tanpa ada teman-teman mereka di sampingnya.
Jhony merasa ingin menghabiskan waktu berdua sebelum, waktu liburan di Bali mereka berkahir hari ini. Jhony memilih tempat duduk untuk Joy yang terletak di samping jendela, dengan pemandangan yang begitu indah Joy tak hentinya mengucapkan kata-kata kagum dengan apa yang dilihatnya.
Jhony tersenyum melihat tingkah Joy, sesekali ia mengusap lembut kepala kekasihnya itu.
"Apa pemandangan di bawah lebih indah dari aku?" suara Jhony seketika mengalihkan pandangan Joy, mereka kini saling menatap dan beberapa detik terdiam.
"... tidak, bukan begitu.. hanya saja ini sungguh indah, kalau tidak sekarang mungkin lain waktu tidak akan seindah ini. Tapi... kalau kak.. maksud ku, aku bisa melihatmu kapan saja selama kita masih bersama-sama" sedikit canggung rasanya, tetapi memang inilah adanya. Pemandangan ini mungkin bisa berubah dan sulit untuk si temukan, namun seseorang yang ada di sampingnya ini akan selalu dilihatnya saat mereka kembali ke Jakarta pun akan mudah untuk melihatnya terus. Begitulah menurut pandangan Joy.
"Benarkah? Kalau begitu aku ingin kau hanya melihatku saja, artinya... Aku ingin kau hanya melihatku dengan tatapan sukamu tidak kepada yang lain.. Joy" Jhony kembali menggenggam tangan Joy dan menatapnya lekat-lekat seolah tak ingin kehilangan tatapan dari Joy.
Joy mengangguk dan tersenyum senang, begitulah dia melihat Jhony. Seseorang yang sangat ia cintai dan tidak ingin siapapun mendapat pandangan kagum dari Jhony.
"Aku juga ingin.. Kamu melihat aku saja" Kini tangan kanan Jhony sudah naik untuk membelai pipi mulus milik Joy dan mengambil untaian rambut yang terurai untuk di selipkan di belakang telinga Joy. Keduanya saat ini begitu bahagia, sungguh waktu yang sangat menyenangkan bagi keduanya.
.
.
.
stay save readers
yuk bantu like dan komennya.. di tunggu yah..
thanks😉