
Selesai mengisi perut di kantin, Joy dan Rina pun berniat kembali ke kelas mereka. Berjalan melewati lapangan basket yang hati ini tampal begitu ramai, tidak hanya orang yang bermain saja bahkan banyak sekali siswa siswi yang berkerumun di tepi lapangan basket. Joy dan Rina yang melihat pun tak kalah penasarannya sehingga membuat mereka berjalan menghampiri lapangan.
"Ada apa ya ramai ramai di sini?" Rina bertanya kepada salah seorang siswi yang mereka jumpai
"Kakak kelas lagi latihan basket, katanya sih mereka cakep cakep"
"Masa sih" imbuh Rina tak percaya
"Nggak tahu nih, aku belum bisa lihat dari tadi sangking rame nya" siswi tersebut pun tampak kesulitan untuk masuk ke dalam kerumunan yang di dominasi oleh murid perempuan itu
"Kita harus lihat nih Joy, yuk" Ajakan Rina tak membuat Joy bergerak, dia hanya diam di tempatnya
"Kamu aja deh Rin aku di sini tungguin kamu, rame banget" ucap Joy yang bergidik ngeri melihat murid perempuan yang begitu ramai hingga berteriak
"Beneran kamu nggak mau lihat, sayang banget di lewatkan kalau yang lagi main cowok cowok ganteng!" Rina berujar dengan mata yang berbinar membayangkan, apa yang baru saja di katakan olehnya
"Iya beneran, lagian takutnya bentar lagi bel masuk juga Rin" tambah Joy
"Iya juga sih, ya udah yuk kita ke kelas aja" putus Riba
"Ih beneran kamu nggak jadi juga?" tanya Joy yang melihat kekecewaan di wajah Rina
"Nau gimana lagi. Benar kata kamu ntar kita bisa telat masuk ke kelas"
"Ya udah kita ke kelas, muka nya jangan di tekuk gitu dong. Nanti pasti kita bakalan lihat mereka tanding, kan masih lama juga kita sekolah di sini nya" Joy mencoba menghibur Rina yang tampak sedikit kecewa
"Iya juga, yuk ah nggak apa deh lain kali juga bisa lihat lagi
Rina menarik tangan Joy dan berjalan pergi, sambil bergandengan dan bernyanyi kecil mereka berjalan menuju ke kelas. Club basket sekolah sedang melakukan latihan untuk mengikuti pertandingan antar sekolah saat pertengahan semester mendatang, Jhony dan Erick memimpin latihan karena mereka sudah di percayakan sebagai ketua tim.
Saat Joy dan Rina berdiri di dekat lapangan, Jhony sudah melihat mereka berdua. Namun dia tak bisa keluar lapangan dan menghampiri Joy karena dia tak boleh meninggalkan lapangan, dia pun hanya melihat mereka yang tak dapat masuk ke dalam kerumunan murid murid yang begitu ramai dan berjalan pergi kemudian.
Sampai pada di depan mading sekolah, Joy menghentikan langkah nya karena melihat tempelan berita yang begitu unik dan menarik hatinya. Rina yang melihat Joy yang berhenti membaca berita di mading pun ikut melihat nya.
"Ada berita apa?" mengikuti arah pandangan Joy, Rina melihat ke mading yang tampak memajang berita penting.
"Ini ada perusahaan yang mau membiayai pengadaan acara untuk sekolah deh kayaknya" menjawab pertanyaan Rina namun tetap memandang ke arah papan mading
"Oh, kita bisa buka stand di sana juga ya" Joy menganggukkan kepalanya
"Ikutan yuk!" Rina mengajak Joy dengan begitu antusias nya
"Hmm, kita buat stand apa ya bagusnya? Pasti di sana banyak karyawan perusahaan juga" Joy befikir untuk membuka stand apa saat akhir pekan nanti
"Kita jualan barang unik aja gimana. kayak gantungan kunci, hiasan dinding, gantungan hp dan lain sebagainya" Rina berucap dengan menaikan alisnya, dan menunggu pendapat Joy
*****
Bel berbunyi, memberi tanda kepada guru yang mengajar untuk mengakhiri pelajaran hari ini. Siang hari yang beranjak sore ini tampak masih cerah, siswa siswi mulai keluar dari sekolah yang tadinya hanya beberapa orang saja kini mulai ramai berjalan menuju halte bus adapula yang menunggu di depan sekolah yang memang tersedia bangku kayu yang terbentang panjang.
Joy dan Rina masih di dalam kelas, mereka masih membicaraakan rencana pembuatan stand dan juga mendapatkan barang barang yang akan mereka jual nanti.
Jhony baru saja selesai mengikuti rapat Osis, berjalan keluar dari ruang rapat bersama dengan Siska dan beberapa orang lainnya. Tujuan utama mereka sekarang adalah kembali ke kelas untuk mengambil tas kemudian dilanjutkan dengan pulang ke rumah.
Sampai di kelas, Siska meminta Jhony untuk mengantarnya pulang. Awalnya Jhony ragu karena dia bermaksud untuk melihat Joy apakah sudah pulang atau belum, namun dia berpikir ulang tidak mungkin Joy masih di kelas sebab sudah 20 menit bel berbunyi, tidak mungkin Joy masih di kelas nya.
"Baiklah, ayo kita pulang" Ajakan Jhony membuat Siska tersenyum senang, karena sudah lama dia tak pulang di antar oleh Jhony.
Siska mengekori Jhony keluar dari kelas, sampai di lorong kelas mereka berjalan bersebelahan sambil membahas pelajaran keduanya pun tampak seru bertukar pendapat tentang pelajaran yang mereka ikuti. Tepat di depan kelas Joy, Jhony menghentikan langkah sejenak. Matanya terpaku pada sosok Joy yang masih ada di kelas nya, Siska yang mendapatiJhony tak di samping nya pun melihat kebelakang. Siska mengikuti arah pandangan mata Jhony yang ternyata terpaku pada adik kelas mereka, dia pun sedikit kan kesal dan berjalan mendekati Jhony dan menyadarkan lamunan nya dengan memukul pelan bahu Jhony.
"Jhony, kenapa berhenti? Pulang yuk!" tanya Siska berpura pura tidak tahu, dan mengajak Jhony melanjutkan niat mereka untuk pulang bersama
"Oh, nggak kenapa napa koq" Berfikir kembali bahwa dirinya belum membuat janji dengan Joy untuk pulang bersama, dan dia sudah menyanggupi permintaan siska untuk mengantarnya pulang dia pun kembali melangkahkan kaki nya menuju ke parkiran sekolah.
Rina yang tadinya sempat melihat ke arah pintu dan mendapati Jhony berdiri di sana hendak memanggilnya, namun niat nya ia urungkan karena tak lama kemudian Siska menyusul Jhony dan mengajak nya pulang. Rina pun kembali mengalihkan perhatiannya kepada Joy, agar Joy tak melihat Siska dan Jhony yang tampak pulang bersama.
"Jhony, kamu jujur deh sama aku. Kamu suka sama adik kelas kita tadi?" Memecah keheningan yang terjadi di dalam mobil, Siska mencoba bertanya tentang perasaan Jhony kepada adik kelas yang mereka lihat di kelas tadi.
"Hhm,, ng, ngak tahu deh" Menjawab dengan ragu, menyiratkan pembenaran dari pertanyaan sahabatnya itu.
"Kok nggak tahu sih, kalau aku lihat sih kamu memang suka sama dia!" Siska menambahkan ucapannya lagi.
"Kelihatan ya?" Jhony malah balik bertanya "Aku nggak tahu sih ini benaran suka atau bukan, tapi aku selalu aja mikirin dia dan memperhatikan dia udah jadi salah satu hal yang menyenangkan buat aku, Sis!" Jhony memberi penjelasan kepada Siska
"Jadi bener kamu suka dia ternyata" Siska akhirnya membenarkan bahwa Jhony menyukai adi kelas, setelahnya Siska hanya diam hingga sampai di rumah nya. Dia hanya mengucapkan 'terima kasih' dan berjalan masuk tanpa melihat ke arah Jhony.
.
.
.
stay save readers
selamat membaca, jangan lupa dukungan nya readers yang baik hati.
di tunggu ya Kritik dan Saran nya
terima kasih