Let See The True Love

Let See The True Love
63.



Setelah keduanya saling mengungkapkan perasaan dan mengikat janji untuk selalu bersama, kini mereka masih bersantai di teras kolam renang untuk menikmati malam yang begitu indah dengan pemandangan langit yang penuh bintang.


"Em.. apa kalung ini kak Jhony yang pilih sendiri?" Suara Joy tiba-tiba terdengar saat dalam keheningan.


"Iya, kenapa?" Jhony mengangguk membenarkan ucapan Joy.


"Kenapa kakak pilih bentuk bintang?" Joy kembali bertanya, ia kini sedang memegang liontin kalung yang berbentuk bintang yang sedang di kenakannya.


"Ehmm.." Jhony berdehem sebelum menjawab pertanyaan Joy "Coba lihat ke atas, bintang-bintang itu bersinar terang kan?" Joy mengangguk "Nahh.. buat aku kamu seperti itu, dan ini juga melambangkan dirimu bagiku" Jhony tersenyum lembut kepada Joy, rasa-rasanya senyuman Jhony selalu bisa membuat Joy lupa segalanya.


Joy pun tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang kini terasa panas dan pastinya sudah memerah.


Jhony mengangkat pergelangan tangannya melihat jam tangan yang melingkar di sana, dan ternyata sudah cukup larut.


"Sudah malam Joy ayo masuk, Besok kita akan jalan-jalan nanti kamu kelelahan jika tidur terlalu larut" Jhony berdiri dan kemudian ia membantu Joy untuk berdiri, keduanya berjalan masuk ke dalam.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan seakan tak mau melepaskan satu sama lainnya. Saat sudah sampai di depan kamar Joy, Jhony melepas genggaman nya dan ia mengelus kepala Joy sejenak.


"Good night baby, have a nice dream" Kalimat Jhony berhasil membuat Joy tersenyum senang dan mengangguk.


"Good night... love.. cup" Joy tiba-tiba mengecup pipi Jhony dan berlari masuk ke dalam kamar, aksi Joy sontak membuat Jhony terpaku di tempat sambil memegang pipinya yang tadi di c**m Joy.


Jhony tersipu, rasanya ini bagai mimpi indah yang baru ia katakan kepada Joy. Ia berharap Joy mendapat mimpi indah namun ia malah mendapat kenyataan yang indah, sungguh tak dapat Jhony lukiskan kebahagiaan nya saat ini.


Jhony seperti orang gila yang tersenyum sepanjang jalan menuju ke kamarnya dengan masih memegang pipinya, Erick yang baru keluar dari kamar saja tidak di hiraukannya.


"Hei bro, baru balik?" Erick mengangkat tangan nya menyapa Jhony.


"..." Jhony seperti tidak melihat Erick, dan tetap berjalan lurus masuk ke dalam kamar.


"Kenapa dia, apa dia salah makan tadi.." Lirih Erick, namun dia tetap berjalan pergi ke tujuannya sambil menggelengkan kepala.


Di dalam kamar juga terjadi hal yang sama, Harry memanggil Jhony namun di abaikan begitu saja. Jhony seperti melamun dan masuk ke kamar mandi, namun sambil tersenyum sendiri.


Harry cuma bisa menggeleng kepalanya melihat tingkah Jhony, dia berencana bertanya kepadanya besok karena saat ini sudah cukup larut malam.


*****


Keesokan harinya, semua sudah siap dan berkumpul di meja makan. Mereka sedang sarapan sebelum memulai jalan-jalan, setelah berunding sejenak mereka sudah memilih jalur perjalanan untuk hari ini.


Mereka akan mengikuti ke ingin para gadis untuk pergi ke salah satu pantai yang terkenal di Bali, melihat para gadis yang sangat bersemangat saat menyebutkan kata pantai membuat mereka juga ikut senang karena bisa mengikuti keinginan mereka.


Saat sedang sarapan Rina tak sengaja melihat Joy dan Jhony yang sesekali saling melirik dan memberi senyum tersipu malu, Rina menjadi penasaran dengan apa sikap keduanya. Pasalnya malam tadi, saat Joy kembali dari berbincang dengan Jhony, ia terlihat tersenyum dan berlari ke kamar mandi. Karena sudah cukup larut malam, ia pun tidak menanyakan apa-apa kepada sahabatnya itu.


Tetapi pagi tadi ia tak sengaja melihat sebuah kalung yang indah sudah melingkar di leher sahabatnya, ia pun berfikir bahwa kalung itu adalah pemberian Jhony sebagai kado ulang tahun Joy.


Rina akhirnya berencana menanyakan nya kepada Joy saat sudah di pantai nanti.


Selesai sarapan, mereka kemudian membawa beberapa makanan yang sudah di siapkan oleh bi Iyem untuk di bawa ke pantai. Sebenarnya bisa saja mereka membeli makanan saat di pantai, namun nyonya Riska sudah berpesan untuk menyiapkan makanan untuk rombongan Jhony bersama teman-temannya jika mereka akan pergi kepantai.


"Sudah tuan muda, semuanya sudah saya simpan di bagasi" Sahut pak Tarno.


"Baiklah, sebentar lagi kita jalan" Putus Jhony, ia kembali masuk kedalam villa dimana Joy dan yang lainnya sudah menunggu.


"Apa semua barang bawaan kalian sudah siap, cek kembali sebelum kita berangkat" Titah Jhony, yang kemudian di laksanakan oleh Joy dan yang lainnya. Mereka mengecek kembali tas bawaan mereka, Jhony kembali ke lantai atas untuk mengambil beberapa barang yang akan ia bawa.


Tak lama kemudian ia pun turun dengan membawa sebuah tas ransel yang tidak terlalu besar dan memakai jaket dengan berbahan jeans, ia kemudian menghampiri Joy dan meraih tas jinjing di tangan Joy.


"Ayo kita berangkat" Ajaknya kemudian sambil menggandeng tangan Joy.


"Em.." Jawab Joy sambil mengangguk dan tersenyum.


Semuanya tertegun dengan sikap Jhony, karena ia hanya mengajak Joy dan mengabaikan mereka semua yang ada di sana.


"Ya udah, kalian berdua aja yang pergi" Sergah Siska.


"Tau tuh si Jhony, kita uda kaya angin nggak keliatan" Erick menimpali ucapan Siska.


"Sorry bro, ayo semua kita berangkat hehe.." Jhony terkekeh geli dengan sikapnya sendiri, entah mengapa yang selalu ada dalam pikirannya hanyalah Joy.


"Ngambek nih.." Canda Harry, membuat Jhony melepas gandengan tangan nya di tangan Joy dan berjalan mendekati Harry.


"Ya ampun sorry bro, ayo biar ku tuntun sampai di mobil" Jhony kembali dan merangkul Harry dan Erick untuk mengajak mereka berjalan ke mobil.


Semuanya tertawa mendapati kelakuan kekanakan keduanya, mereka tidak serius saat menyindir Jhony tadi. Namun Jhony malah membalas dengan sikap melucu di sana, Joy pun tersenyum melihat pacarnya yang peka dengan situasi dan langsung menghampiri teman-temannya.


Tidak ada rasa cemburu sama sekali di wajah Joy, ia sadar jika mereka sedang liburan bersama jadi tidak seharusnya mereka mementingkan diri sendiri dan melupakan yang lainnya.


"Ayo kita naik ke mobil" Siska melingkarkan tangannya di lengan Joy, dengan sebelah tangan nya juga melingkar di lengan Rina.


"Ayo.." Ketiganya pun berjalan ke mobil.


Disisi lain villa, ada bi Iyem dan pengurus villa lainnya sedang memperhatikan mereka. Bi Iyem begitu senang melihat Jhony yang terlihat bahagia saat bersama teman-temannya, ia mengingat kembali kapan terakhir ia melihat Jhony tersenyum dan tertawa bahagia seperti tadi.


"Tuan sekarang bisa berbahagia di sana, tuan muda sudah tampak bahagia sekarang. Tidak seperti saat tuan baru meninggal, tuan muda seakan tenggelam dalam kesedihannya dan selalu murung. Tetapi saat ini, ia dapat tertawa dan bercanda dengan teman-teman nya tuan" Bi Iyem berdialog sendiri, meski ada beberapa orang di sampingnya. Mereka semua malah mengangguk-anggukkan kepala membenarkan kalimat-kalimat yang di ucapkan bi Iyem, karena mereka semua tahu bagaimana sedihnya Jhony saat papanya meninggal dunia.


.


.


.


Stay Save readers


Thanks😉