
Setelah melewati liburan yang cukup panjang, kini semua siswa siswi sudah harus kembali bersekolah. Mau tidak mau dan suka tidak suka semua harus kembali ke sekolah, karena ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap murid.
Ada sebagian yang merasa sangat senang saat kembali bersekolah, tapi ada sebagian juga yang merasakan sebaliknya karena merasa hari hari yang bebas dari tugas sekolah sudah berakhir.
Semangat yang menggebu gebu menantikan pelajaran yang baru tidak banyak yang merasakannya, bahkan mungkin tidak sampai setengah dari siswa lainnya.
Suara riuh terdengar saat semua siswa siswi yang datang ke sekolah dan berjumpa teman teman nya, mereka akan saling menyapa, bercerita dan bergosip membahas tentang apa saja yang menurut mereka pantas untuk di ceritakan. Seperti inilah masa masa sekolah yang menyenangkan bagi mereka, setidaknya itu bisa menjadi pengalihan rasa bosan mereka terhadap pelajaran yang akan mereka mulai hari ini.
Bel tanda masuk sudah berbunyi menandakan suruh siswa siswi akan memulai pelajaran mereka saat ini, guru guru sudah bersiap untuk masuk ke kelas masing masing. Seketika suasana pun menjadi lebih tenang dan menyisakan suara suara dari kelas saja saat guru sudah mulai pelajaran, melanjutkan pelajaran yang sudah menanti selama liburan.
Beberapa jam kemudian bel tanda istirahat pun berbunyi, guru guru yang mengajar mulai meninggalkan kelas di ikuti seluruh siswa siswi yang sudah tidak sabar ingin berkumpul kembali dengan teman teman nya baik di kantin atau di tempat tempat dimana mereka bisa berkumpul sambil menikmati kebersamaan mereka.
Begitu pula dengan Joy dan Rina, kini mereka sedang berjalan menuju ke kantin.
"Aku males banget sama pelajaran tadi, bosen banget kan? udah yang ngajar galak lagi, ih.." sembari berjalan ke kantin Eina mendumel kesal
"Nggak tuh Rin, biasa aja deh pelajarannya" ucap Joy
"Nggak apa nya Joy..? kamu tuh ya memang terlalu rajin nih. Jelas jelas dia tuh galak, pelajaran pun jadi lama banget deh rasa nya" memutar kedua bola matanya saat mengingat guru yang mengajar tadi
"Haha.. kamu terlalu berlebihan aja Rin, mungkin karena kamu nggak suka gurunya aja makanya pelajaran nya pun terasa membosankan. Kalau kamu suka sama gurunya pasti belajar nya jadi seru juga" jelas Joy
"Tau ah.. pokok nya aku bosan banget, enakan libur.. huh.." Rina mencebikkan bibirnya
"Jangan gitu bibirnya.. jelek tau.. hihi.." Joy kembali mengejek Rina
"Biarin.." putus Rina
"Oh iya.. kamu mau makan apa minum aja Rin?"
"Ada janji temu ya sama kak Jhony?" selidik Rina
"Enggak.. cuma tanya aja, kalau cuma minum kita beli aja terus ke lapangan liat mereka latihan. Gimana?" Joy menunjuk ke arah lapangan basket dimana Jhony dan kawan kawan sedang bermain basket
"Oh.. boleh boleh, refreshing dulu lihat yang cakep cakep.. " Rina langsung mengiyakan ajakan Joy untuk membeli minuman
Sampai di kantin mereka langsung mencari minuman dan juga cemilan yang bisa mereka makan sambil duduk santai di sana, Joy dan Rina membeli cukup banyak minuman dingin mengingat ada cukup banyak orang yang sedang latihan basket di sana.
Setelah selesai berbelanja minuman dan cemilan, mereka hendak berjalan menuju ke lapangan. Namun tiba tiba Dina berjalan ke arah mereka dan menabrak bahu Joy sehingga barang yang di bawa Joy terjatuh serta dia mundur beberapa langkah kebelakang dan menabrak dinding sekolah, Dina tidak meminta maaf dan langsung pergi begitu saja tanpa melihat Joy yang di tabrak olehnya.
"Hei nenek sihir kembali lo.." teriakan Rina hanya dianggap angin lalu oleh Dina yang sudah berjalan ke arah kantin bersama teman temannya
"Udah Rin, nggak usah di panggil lagi. Dia nggak bakalan mau denger, yuk lanjut ke lapangan entar keburu bel masuk" Joy yang sudah kembali berdiri dan mengambil barang barang nya yang terjatuh pun langsung menarik tangan Rina untuk segera kelapangan
Sepanjang perjalanan kelapang Rina masih mengomeli perlakuan Dina tadi, Joy hanya tersenyum melihat teman nya yang begitu cerewet itu. Sebenarnya Joy tahu kalau Rina peduli padanya, hanya saja Joy tak mau membuat masalah semakin panjang dan nantinya malah berakhir di ruang guru bp.
Sampai di lapangan Joy langsung mengarahkan Rina untuk duduk di belakang, Joy tak mau mengganggu mereka yang sudah duduk di depan dan menonton latihan basket Jhony dan yang lainnya.
"Duduk di sini aja Rin, kalau kita lewat nanti bisa bisa gangguin fokus mereka yang sedang asyik menonton" ucap Joy
"Oke, siap..." mereka pun segera duduk
Jhony sudah melihat Joy yang datang bersama Rina, dia pun tersenyum saat Joy juga melihat ke arahnya dengan senyuman yang sama manisnya. Beberapa orang di lapangan pun langsung menyenggol lengan Jhony, memberi isyarat agar Jhony segera istirahat dan menemui Joy. Benar saja.. setelah memasukkan bola ke keranjang, dia pun segera keluar lapang dan menuju ke arah Joy dan Rina.
"Minum dulu kak.." Joy mengulurkan tangan yang sudah memegang sebuah botol minuman dingin yang tadi di belinya
"Thanks ya.." Jhony tersenyum meraih botol yang di sodorkan oleh Joy
Membuka botol dan meminum isinya hampir setengah botol, Jhony merasa dahaga sudah terpenuhi mengingat cuaca yang lumayan panas terik.
"Oh iya, ini masih ada minuman lagi sama ada cemilan juga" Joy mengangkat kantong kresek yang di dalam nya berisi beberapa botol minuman dan juga cemilan yang tadi dibeli olehnya dan Rina
"Wah.. pacar aku baik banget.." Jhony mengelus kepala Joy gemas
"Ehmm.. jadi Joy aja nih yang baik, aku nggak?" rajuk Rina melihat Jhony hanya memuji Joy, membuat Jhony dan Joy tertawa
"Iya kamu juga baik banget.." Harry yang baru datang dan mendengar rajukan Rina langsung ikut menimpali perkataan Rina, dan mencubit gemas pipi nya
"Kenapa memang nya? Kan tadi kamu bilang mau di puji!" Harry kebingungan melihat Rina yang malah menjadi kesal karena kelakuan nya tadi
"Nggak di cubit juga kak, kak Jhony tadi ngelusin rambut Joy masa kakak malah cubit pipi aku" wajah Rina semakin tidak karuan karena Harry yang tidak menyadari kesalahan nya
"Ah.. ya udah sorry ya aku nggak tau" Harry seketika melunak dan mengelus kepala Rina, namun perlakuannya kini sangat lah lembut sehingga membuat jantung Rina berdebar tak karuan "Jangan marah lagi yah tuan putri.." bujuk Harry lagi
Jhony dan Joy yang melihat kelakuan mereka berdua pun menahan tawanya, mereka menggelengkan kepala merasa aneh dengan sikap kedua sahabat mereka. Pertanyaan pun bermunculan di otak mereka, apakah keduanya sudah menjalani hubungan pacaran seperti mereka? dan kapan tepatnya? mereka juga bertanya tanya tentang itu.
"Cie.. ada yang udah baikan nih.. hehe.." Joy menggoda keduanya
"Dia mah gitu Joy, kalau lagi marah nggak pakai lama" Harry berucap sambil memandang ke arah Rina
"Siapa juga yang marah.." sanggah Rina
"Tadi jelas jelas kamu marah sama aku.."
"Aku nggak marah sama kakak, aku cuma kesal aja" bantah Rina
"Iya deh, kamu kesal nggak marah" Harry mengalah kepada Rina akhirnya
Jhony sudah kembali dari mengantar minuman kepada teman temannya yang lain, kini semua sudah istirahat dari latihan. Beberapa orang yang tadi menonton pun menyapa Jhony dan yang lainnya saat mereka bubar dari kursi penonton.
Kini mereka sudah duduk berempat di tempat dimana Joy dan Rina duduk, Jhony tampak menyelipkan rambut Joy yang beterbangan karena di tiup angin.
"Kamu sudah makan?" tanya Jhony
"Em.. aku nggak makan kak, nanti aja di jam istirahat ke dua" jawab Joy
"Belum laper?" Jhony bertanya kembali
"He em.. " jawab Joy singkat
"Nanti makan bareng aja ya, nanti aku jemput di kelas" putus Jhony
"Nggak usah di jemput di kelas kak, ketemu di kantin aja" pinta Joy.
"Kenapa?" Jhony tersenyum melihat tingkah Joy
"Nggak kenapa napa, tapi kan kakak nggak searah kalau mau jemput aku ke kelas terus ke kantin jadi kakak bolak balik adanya!" Jhony yang melihat Joy menjelaskan pun menatap dengan serius wajah pacarnya
"Ya udah nanti kita ketemu di kantin aja hm.." Jhony akhirnya mengalah, karena memang dia harus berputar agak jauh untuk ke kelas Joy dan melewati kantin terlebih dahulu
"Nah gitu dong" Joy mengelus pipi Jhony yang masih sedikit berkeringat
"Jangan pegang sayang.. aku lagi berkeringat" Jhony semakin sering memanggil Joy dengan sebutan 'sayang' yang selalu berhasil membuat jantung Joy berdegup kencang setiap ucapan itu muncul dari mulut Jhony
"Kakak.. jangan panggil aku kayak gitu di sini.." Joy mengedarkan pandangan nya, untung nya tidak ada orang di sekitar mereka. Ada pun hanya Rina dan Harry yang duduk lumayan jauh dari mereka dan sedang bersenda gurau sehingga mereka tak mendengar ucapan Jhony
"Memang nya kenapa nggak boleh?" Jhony menunduk sedikit untuk melihat rona merah di kedua pipi Joy yang tampak lucu saat ini
"Aku malu.. kakak jangan liatin aku dong" Joy mendorong pelan dada Jhony dan kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Tingkah Joy sontak membuat Jhony tertawa terbahak bahak sambil mengelus kepala Joy hingga ke bahu nya, dan setelahnya mereka pun kembali ke kelas masing masing setelah Jhony mengantar Joy ke kelas dengan sedikit memaksa.
.
.
.
Happy Weekend and Stay Save Readers, selamat membaca😘
thanks😉