
Joy sudah kembali ke kamar nya, setelah tadi berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya. Dia pun berpamitan kepada mama dan papa nya untuk istirahat, karena tidak ingin kesiangan bangun besok.
Joy merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya, setelah selesai mencuci muka, kaki dan tangan serta dia juga sudah sikat gigi. Joy kembali duduk diatas kasur, mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakal di samping tempat tidurnya.
Kembali dia melihat nomor telfon yang tadi Jhony berikan kepadanya, Joy kembali tersenyum saat mengingat besok akan di jemput oleh Jhony. Rasa rasanya dia tak akan bisa tidur dan hanya menanti malam agar cepat berganti pagi. Saat dia sedang memikirkan Jhony yang akan menjemput besok, ponsel Joy pun berbunyi yang menandakan adanya pesan masuk. Joy pun dengan segera membuka ponselnya, matanya berbinar saat melihat nama si pengirim pesan. Nama Jhony tertera di sana, dengan cepat Joy membuka nya melihat isi pesan tersebut.
[Kak Jhony]
"Selamat malam Joy"
Joy sejenak tersenyum dan berteriak tertahan sambil menutup mulutnya, takut mengganggu ke dua orang tuanya.
[Joy]
"Selamat malam Kak"
Sesaat menunggu balasan dari Jhony, rasanya jantung Joy pun berdebar debar tak karuan. Sebelumnya dia tidak pernah segugup ini saat di dekati oleh seorang lelaki, karena mungkin dulu Joy masih belum sungguh sungguh mengenal rasa suka kepada seseorang. Bunyi tanda pesan masuk kembali terdengar, kembali Joy mengambil ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidur.
[Kak Jhony]
"Belum tidur?"
[Joy]
"Belum"
[Kak Jhony]
"Kenapa? Lagi kerjain tugas? Aku ngeganggu?"
[Joy]
"Nggak lagi kerjain tugas, cuma masih lihat lihat sosmed aja. Nggak ngeganggu koq kak"
[Kak Jhony]
"Oh, ingetkan! Besok aku jemput, tunggu ya😉"
[Joy]
"Inget koq, di tunggu ya kak"
[Kak Jhony]
"Ya udah kamu tidur gih, good night"
[Joy]
"Good night"
"Kyaaa,,, aku chating sama kak Jhony" Berteriak masih tertahan
Joy merebahkan tubuhnya di atas kasur, ponselnya masih di genggam dan di letakkan di atas dadanya."Wah,, aku masih berdebar tak karuan. Senang nya bisa chat sama kak Jhony, muach,muach,muach..." Gerakan mencium ponselnya dan masih tersenyum lebar memandang ponsel yang di genggam olehnya seakan tak ingin melepasnya, malam semakin larut dan perlahan Joy mulai mengerjap tak dapat mengusir rasa kantuknya. Tak lama kemudian Joy pun tertidur dengan masih menggenggam ponsel di tangannya.
*****
Joy mengerjap kan matanya di pagi yang lebih pantas di sebut subuh karena memang masih sedikit gelap, ia terbangun karena panggilan alam yang mengharuskan dirinya untuk menuntaskan di kamar mandi. Tak ada rasa kantuk, dia tersenyum saat melihat ponsel yang masih ia genggam hingga pagi ini. Dia kemudian bangun dan duduk di tepi tempat tidurnya, menyimpan ponsel keatas nakas dan segera berjalan le arah kamar mandi.
Joy tampak sudah selesai bersiap, dia pun keluar dari kamar dan hendak menuruni tangga. Mama Silvi yang melihat anaknya telah siap sepagi ini pun langsung menegur Joy.
"Sayang, kamu sudah siap, ini masih jam 6 loh" Sejenak mama Silvi melihat jam yang bertengger di dinding rumah nya, dan mendapati waktu yang masih begitu pagi.
"Iya ma, tadi pas ada urusan sama kamar mandi. Jadi bangun nya keawalan deh." Ucapnya yang tak berbohong, memang tadi dia ingin ke kamar mandi. Setelah selesai dia pun langsung bersiap, takut jika dia merebahkan tubuhnya di kasur lagi bisa saja dia terlelap dan kesiangan bangun.
"Oh begitu, ya sudah mama siapin sarapan dulu ya. Kamu nonton tv aja dulu gih." Pinta mama yang di jawab anggukan oleh Joy.
*****
Mama Riska mendekati Jhony yang terdengar bersenandung kecil, menyapa anaknya itu.
"Sudah mau berangkat sayang?" Mama Riska bertanya sambil memperhatikan penampilan anaknya tersebut
"Yes mom" Jawab nya penuh semangat
"Wah, wah,, ada apa ini, anak mama pagi pagi gini udah bersemangat aja? Apa ada kegiatan rapat Osis pagi ini?" Mama Riska bertanya agar dapat jawaban atas rasa penasarannya itu.
"Hmm.. ra-ha-si-a" Setelah menjawab mama nya, Jhony pun berdiri dan hendak mencium sang mama. Namun mama Riska menolak, karena dirinya belum mandi. Akhirnya Jhony pun dengan sengaja meledek sang mama.
"Nggak usah peluk peluk, mama belum mandi sayang" Tolak mama Riska
"Owhh,, Pantesan dari tadi ada bau tak sedap di sekitaran sini, hahaha" Sontak saja dia mendapat cubitan gemas oleh sang mama yang cukup kuat di perutnya sehingga membuat nya mengaduh kesakitan.
"Dasar anak nakal kamu, ini rasain. Berani meledek mama ya!" Setelah nya mama kembali tertawa dengan tingkah sang anak
"Aduh ampun ma, sakit ma ampun..." Akhirnya mama melepaskan cubitan nya, dan mengelus perut anaknya yang tampak kesakitan.
"Mangkanya, jangan suka meledek orang tua. Biar tau rasa kamu" Mama kembali mencebikkan bibirnya, padahal dalam hatinya tertawa melihat anaknya yang kesakitan tadi
"Haha, iya ma maaf. Jhony berangkat sekolah dulu ya mom, sampai nanti" mencium pipi mama Riska dan hendak keluar dari pintu rumah, namun sesaat kemudian langkah nya ditahan oleh sang mama
"Kamu nggak sarapan dulu sayang?" Tanya mama Riska penasaran
"Nggak ma, nanti di sekolah aja" Jawab Jhony yang sudah mulai melangkah lagi
****
Joy dan orang tuanya sedang sarapan bersama, dia tampak sedikit terburu buru saat sarapan. Kedua orang tua Joy pun bingung dengan anaknya, padahal dapat di katakan ini masih terlalu pagi.
"Pelan pelan malan nya sayang, nanti kamu tersedak" Papa memberi peringatan kepada Joy yang mengunyah dengan cepat dan langsung menelan setelah baru beberapa kunyahan
"Hmm,, iya pa" Lalu menelan makanan yang ada di mulutnya serta meminum susu yang sudah ada di depannya.
Tin..Tin...
Suara klakson mobil terdengar, Joy berpikir pasti itu jemputan nya, dia pun langsung segera berlari ke arah pintu rumah. Benar saja pikirnya, Jhony sudah bersandar di depan mobil menunggu Joy keluar.
"Kak Jhony sudah datang, ini masih pagi banget"
"Iya, soalnya tadi keawalan bangunnya" Saat menyelesaikan perkataan nya Jhony pun tersenyum, melihat wajah Joy yang masih menyisakan Roti. Bahkan di atas bibirnya, masih ada bercak susu yang menempel bagai kan kumis putih.
"Kamu selesaikan sarapan dulu gih, lihat nih masih ada sisa makanan" Jhony mengeluarkan ponselnya, dan membuka aplikasi selvi menghadapkan ponselnya ke arah Joy. Agar Joy dapat melihat pantulan wajahnya di ponsel Jhony.
"Ahh, maaf. Aku masuk dulu bentar" Belum sempat Joy berjalan pergi, tampak mama Silvi menghampiri mereka
"Nak Jhony datang jemput Joy" Mama bertanya sambil memperhatikan Jhony dengan heran, yang sudah ada di depan rumah mereka sepagi ini.
"Pagi tante, iya tante saya mau jemput Joy, berangkat ke sekolah bareng" Jhony pun menyalami mama Silvi
"Masuk dulu nak, sarapan bareng dulu baru berangkat. Kamu pasti belum sarapan, ini masih terlalu pagi buat sarapan. Yuk masuk!" Ajakan mama Silvi tampak tak bisa di tolak, dan akhirnya Jhony ikut masuk dan sarapan bersama dengan keluarga Joy.
.
.
.
stay save para readers yang baik hati
semangatin aku yuk, dengan cara like dan beri saran maupun kritik membangun ya