
Jhony kini duduk bersama dengan Joy serta ke dua orang tua Joy, jantung Jhony seperti akan melompat keluar saat ini. Baru pertama kali bagi nya duduk dengan keluarga wanita yang di sukainya, namun di balik semua kegugupan nya tersimpan rasa bahagia tentunya.
Joy yang bertugas mengambilkan nasi goreng untuk Jhony, pagi ini mereka memang sarapan nasi goreng buatan mama Silvi. Setiap hari, sarapan mereka selalu berbeda beda.
"Ini nasi goreng nya kak" Joy menyodorkan piring yang sudah di isi nasi goreng oleh nya
"Te, terima kasih" Jhony pun masih tampak canggung berada di antara orang tua Joy
"Ayo segera di makan, keburu dingin nasinya" mama Silvi menimpali, agar mereka segera makan
Jhony mengangguk dan mulai makan nasi goreng buatan mama Silvi, kini di meja makan hanya terdengar dentingan alat makan mereka. Joy yang biasa nya sedikit banyak bicara pun hanya diam saja, sesekali dia melirik ke arah Jhony hingga membuat ke dua orang tuanya tersenyum.
Selesai sarapan, mereka pun segera berpamitan untuk berangkat ke sekolah.
"Ma, Pa, Joy berangkat ke sekolah dulu ya" Joy menyalami tangan ke dua orang tuanya
"Selamat belajar sayang" ucap sang mama seraya mencium pipi anak nya
"Mama koq pakai si cium segala, kan malu" Bisik Joy dengan sangat pelan agar tak di dengar oleh Jhony
"Kenapa? Kan biasanya juga gitu!" Mama terlihat bingung dengan sikap putrinya yang tak ingin di cium, padahal biasanya juga Joy tak mempermasalahkannya. Mama melihat ke Jhony dan mendapati nya sedang melihat ke arah mereka, mama Silvi pun akhirnya tahu bahwa putrinya sedang merasa malu pada seseorang. Dia pun tersenyum jahil dan segera mencium setiap bagian pipi putrinya tersebut hingga Joy mendengus kesal.
"Ahh,,, mama cukup.." gerutu Joy
"Sudah ma biar kan Joy berangkat sekolah, bisa telat nanti mereka?" Papa mencoba menengahi keduanya, dan tampak tersenyum pula
Joy berjalan ke arah Jhony dengan wajah sedikit kesal, Jhony menyalami ke dua orang tua Joy seraya berpamitan.
"Om, Tante kami berangkat dulu"
"Hati hati ya nak Jhony, jangan ngebut ngebut" Papa andreas mengingatkan Jhony
"Baik om" menjawab dengan sopan dan merekapun berjalan ke mobil.
Jhony dan Joy masih diam di dalam mobil yang melaju keluar dari komplek rumah Joy, belum ada yang mengeluarkan suara karena mereka masih dalam pikiran mereka masing masing. Beberapa saat berlalu ketika mobil terhenti karena lampu lalu lintas yang berwarna merah menyala, Jhony mencoba membuka suara.
"Apa aku datang ke awalan ya tadi?" Tanya Jhony yang sekilas melirik ke arah Joy
"Ohh,, ng-ngak koq kak... " menatap Jhony yang kembali fokus ke arah depan
"..." Jhony hanya menganggukkan kepala
"Tapi koq kak Jhony bisa se awal itu jemputnya?" tanya Joy penasaran, seraya menelisik perubahan di wajah Jhony
"Ahh,, kebetulan saja tadi bangun lebih awal" tersenyum manis ke arah Joy
"Begitu?" Kini Joy yang mengangguk kan kepala nya
*****
Sampai di parkiran sekolah, mereka keluar dari mobil secara bersamaan. Mereka berjalan bersama memasuki sekolah, sekolah masih tampak sepi dan baru beberapa murid saja yang datang melalui gerbang sekolah. Memang ini juga yang menjadi alasan Jhony, agar mereka tak menjadi perhatian saat datang jika sepagi ini.
"Kak Jhony, makasih ya tumpangan nya. Joy masuk ke kelas dulu" Pamit Joy saat mereka sudah sampai di depan kelas Joy, karena memang kelas Joy berada di depan.
"Ohh, iya sama sama Joy. Nggak perlu sungkan" Jawab Jhony tersenyum kepada Joy, dan Joy pun masuk ke dalam kelas
Jhony melanjutkan berjalan ke arah kelasnya dengan masih menampilkan senyuman yang tak juga surut di wajahnya.
Tanpa Jhony sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan nya, Erick yang tadi berada di belakang Jhony merasa heran dengan tingkah Jhony yang tersenyum sendiri.
Erick pun berjalan lebih cepat dan ingin melewati Jhony. saat sudah bepapasan Erick sengaja menabrak Jhony hingga ia sedikit bergeser dari tempatnya.
"Maaf sengaja, habisnya lo halangin jalan gue" tersenyum dan pergi begitu saja, sehingga membuat Jhony mendengus kesal.
"Dasar, pengacau" Teriak Jhony, yg di balas lambaian tangan saja oleh Erick tanpa membalikkan tubuhnya. Namun Jhony kembali tersenyum melihat punggung Erick mulai menjauh 'ada apa lagi dengan anak itu, biasa nya juga nggak pernah gitu'
*****
Bel tanda jam istrahat pun berbunyi, siswa siswi keluar dari kelas. Ada yang pergi bersantai di taman sekolah sambil melihat anak lelaki yang bermain basket ada pula yang pergi ke kantin untuk mengisi perut yang terasa lapar dan haus.
Begitu pula dengan Joy dan Rina yang kini berada di depan salah satu stand di kantin, mereka berada di stand yang menjual bakso dan nasi goreng.
"Pesan apa nona cantik?" tanya sang bibi kantin
"Pesan bakso dua porsi lengkap ya bi" Jawab Joy
"Ok, silahkan di tunggu ya nona nona" jawab bibi sambil tersenyum
Mengedarkan pandangan nya ke arah meja kosong yang bisa mereka tempati, dan akhirnya Joy melihat ada tempat kosong berdekatan dengan jendela. Dia pun memberitahu kepada bibi penjual bakso bahwa mereka duduk dekat jendela.
Mereka berjalan dan duduk berhadapan, menunggu pesanan nya di antar mereka pun mulai bercerita.
"Tadi pagi, kamu datang awalan ya?" Rina memulai percakapan
"Iya, koq tahu?"
"Ya iya lah, kan kamu yang duluan sampai wkwkwk" canda Rina menggoda sahabatnya tersebut
"Rina, dasar jahil kamu ya" Joy mencebikkan bibirnya dan mencubit tangan Rina, hingga Rina kembali terkekeh melihat tingkah Joy
"Tapi emang benarkan kamu yang duluan sampai dari aku, blekk" Rina menjulurkan lidahnya
"Ihh apa an sih kamu, kayak anak kecil aja hahaha.." Kini Joy yang tertawa melihat tingkah aneh Rina
"Aku tadi datang bareng sama kak Jhony, Rin" menghentikan tawanya dan memulai percakapan lagi
"What,, aku nggak salah dengar kan Joy? Kamu datang sama kak Jhony? Kok bisa?" Rina meluncurkan pertanyaan yang bertubi tubi
"Ih,,, sstttt kecilin suara nya Rin, nanti kedengaran sama yang lain!" Joy menutup mulut Rina dengan tangannya, untung saja keadaan kantin sedang ramai. Sehingga suara Rina tadi tak sampai terdengar oleh yang lainnya, Joy pun dapat bernafas lega.
"Eh,, maaf Joy. Kelepasan tadi hehe" kekeh Rina tak enak kepada Joy
"Untung aja ngak ada yang denger" kembali Joy mencubit gemas pipi Rina
"Pas kemarin di anter pulang, sekalian dia bilang bakal jemput aku barengan ke sekolahnya. Awalnya aku tolak, takut ngerepotin dia. Tapi dia nya bilang searah jadi ngak ngerepotin, ya udah aku iyain aja deh" Joy menjelaskan pada Rina, bagaimana dia bisa sampai datang bersama Jhony.
"Serius Joy, itu tanda nya dia ingin lebih dekat sama kamu. Menurut aku sih ya, kak Jhony sebenarnya suka sama kamu!" seru Rina dengan gembira
"Masa sih, kita kan baru kenal Rin. Gimana bisa dia suka sama aku?"
"Nggak mungkin lah seorang cowok deketin cewek, kalau ngak punya maksud tertentu" jelas Rina
"Nah kalau maksud dia cuma karena bantuin aku gimana?" Joy bertanya dengan polosnya kepada Rina
"Ihh, kamu mah nggak peka deh. Udah ah!" Rina malas menjelaskan, bertepatan dengan itu pula makan mereka telah di antar kan oleh bibi kantin.
Akhirnya mereka hanya menikmati makanan tanpa membahas masalah tadi lagi, Joy pun tenggelam dalam pikiran nya tentang perkataan Rina yang mengatakan bahwa Jhony menyukainya.
.
.
.
Stay save ya readers
selamat membaca