
Tidak terasa perjalanan udara kurang lebih dua jam sudah mereka lewati, kini ke enam orang itu sedang menunggu jemputan dari villa pribadi milik keluarga Jhony. Beberapa saat menunggu akhirnya jemputan mereka datang, sebuah mobil minibus hitam berhenti didepan mereka yang sedang berdiri. Seorang supir keluar dari balik pintu kemudi dan menemui Jhony.
"Selamat datang tuan muda" Sambut supir paruh baya namun masih awet muda itu kepada Jhony.
"Terima kasih pak Tarno" Balas Jhony.
"Biar saya masukkan ke mobil, tuan" Pak Tarno kemudian meraih koper milik Jhony dan memasukkan ke bagasi.
"Terima kasih pak" Jhony kemudian membantu Joy membawa kopernya dan di berikan kepada pak Tarno yang akan memasukkan ke bagasi mobil.
Setelah semua koper sudah di masukkan, sekarang giliran mereka yang naik ke dalam mobil. Karena ruang mobil yang cukup besar, kini mereka duduk berdampingan dengan pasangan masing-masing. Jhony duduk dengan Joy, Rina dengan Harry dan Erick dengan Siska, sepanjang perjalanan Joy terlihat diam dan menikmati pemandangan lewat kaca jendela. Jhony yang melihat Joy begitu diam, merasa jahil dan ingin mengganggu gadisnya itu.
"Apa di luar ada yang lebih menarik dari aku yang duduk di sebelah kamu?" Goda Jhony sembari memiringkan wajahnya ke arah Joy.
Joy menghadap ke arah Jhony dan tersenyum "Bukan begitu, aku hanya ingin menikmati pemandangan yang indah itu" Joy menunjuk ke arah pantai yang mereka lewati, begitulah lokasi jalanan ke arah villa milik Jhony.
Di sepanjang jalan menuju villa, mereka akan di suguhi pemandangan pantai hingga pegunungan yang begitu indah dan sangat memanjakan mata.
"Nanti akan ku bawa kamu berkeliling pantai sampai kamu puas" Janji Jhony.
"Benarkah?!" Seru Joy.
"Ya.." Jawab Jhony sambil menganggukkan kepala.
"Janji.." Kini Joy sudah mengangkat jari kelingking nya agar Jhony juga menyakitkan jari kelingkingnya, dengan suara yang manja membuat Jhony ingin sekali mencubit pipinya yang lembut.
"Baiklah, janji.. Jadi sekarang lihatlah ke arahku saja ok!" Jhony mengaitkan jari kelingkingnya dan tangan lainnya mencubit pipi Joy dengan gemas hingga kemerahan di sana, Jhony pun tertawa sambil kembali mengelus pipi Joy hingga Joy pun ikut tertawa melihat Jhony yang begitu kepadanya menertawakan pipinya yang memerah.
Mobil yang di kemudikan pak Tarno sudah sampai di depan sebuah villa yang cukup besar, pemandangan di sana tentu saja tidak kalah bagus dan indah. Suasananya juga sangat nyaman, karena letaknya yang lumayan jauh dari kota. Udaranya juga pastinya sejuk dan segar, belum lagi letaknya yang berada di atas bukit namun tidak terlalu tinggi.
Beberapa orang penjaga dan tukang kebun berlarian ke arah mereka, semuanya dengan sigap membawa masuk koper milik Jhony dan yang lainnya.
"Mari masuk tuan muda, istri saya pasti sudah tidak sabar ingin bertemu anda, apalagi ada teman-teman anda juga" Pak Tarno mengedarkan pandangan nya ke arah Joy saat mengatakan 'teman-teman', pak Tarno dan istrinya sangatlah dekat dengan Jhony. Bahkan sang istri selalu menanyakan kepada pak Tarno kapan Jhony akan berlibur ke bali dan menginap di villa, ia begitu rindu kepada Jhony yang sudah di anggapnya sebagai anak nya.
"Baik pak" Jawab Jhony, ia kemudian melihat ke arah Joy yang masih memandangi sekeliling villa "Ayo masuk, nanti aku kenalkan kepada pengurus villa di sini. Mereka semua sudah seperti keluarga bagiku dan mom" Jhony kemudian menggandeng tangan Joy dan berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti teman-teman lainnya.
Baru saja sampai di teras villa, seorang wanita paruh baya berlari berhamburan ke pelukan Jhony dan membuat pegangan tangannya pada Joy terlepas.
"Tuan muda sudah datang, saya rindu sama tuan muda" Di tepuk-tepuk nya punggung Jhony yang kini tersenyum mematung di tempatnya, wanita tersebut adalah istri pak Tarno, Mariam, biasa di panggil bi Iyem oleh Jhony. Dia yang selalu mengurus villa bersama suami dan juga pengurus lainnya.
Beberapa saat kemudian, baju Jhony terasa basah dan ternyata itu adalah air mata dari istri pak Tarno. Seketika Jhony melepas pelukan nya dan melihat wajah bi Iyem, betapa terkejutnya Jhony melihat bi Iyem yang menangis.
"Kenapa bibi menangis, apa pak Tarno menjahati bibi?!" Jhony mengalihkan pandangannya kepada bi Iyem, dengan cepat pak Tarno menggelengkan kepalanya.
"Bu, bukan tuan muda, bi.. bi-bi sangat rin-du tuan muda" Sambil tergagap bi Iyem menjawab.
"Hahaha.. Bibi kagetin aku aja, sini biar aku peluk lagi" Jhony tertawa dan kembali memeluk bi Iyem, Joy yang melihat keduanya sangat dekat pun menjadi terharu.
Begitu lembutnya Jhony memperlakukan bi Iyem, dia tidak memandang rendah atau merasa jijik dengan pembantu nya itu. Bahkan mereka terkesan dekat dan seperti keluarga, Jhony memandang Joy yang menatap dengan mata berkaca-kaca itu pun segera mengelus kepala gadisnya dan memberi senyum lembutnya. Perlakuan nya kepada Joy yang begitu lembut, membuat orang-orang sekitar tersenyum melihat nya yang begitu bucin terhadap pacarnya. Pak Tarno juga tidak melepaskan bagian itu, dia dapat menyimpulkan bahwa memang tuan muda nya sedang berpacaran dengan gadis cantik di sebelah tuan muda nya.
"Sudah bi, tuan muda pasti lelah dan ingin beristirahat. Lagi pula, ada teman-teman tuan muda juga" Pak Tarno menepuk bahu istrinya, dengan segera bi Iyem melepas pelukannya dan beralih melihat, ke sebelah Jhony.
Sesi berkenalan selesai, sekarang mereka sedang menuju kamar masing-masing. Jhony, Harry dan Erick tidur di satu kamar, sedangkan Joy, Rina dan Siska tidur satu kamar juga. Sepanjang berjalan menuju kamar, mata Joy dan Rina berbinar melihat kemegahan bangunan villa milik Jhony. Selain bangunan nya yang luas, ornamen didalam bangunan juga terbilang mewah dan sangat indah.
"Wahh... Joy, ternyata kamu berpacaran dengan seorang pangeran.." Meneliti setiap bagian bangunan, Rina pun berucap takjub dengan apa yang terpampang di hadapannya.
"Apa an sih Rin.." Joy tak dapat berkata lagi, karena ia sendiri pun terkejut dengan apa yang di lihat nya sekarang. Orang yang dia sukai adalah seorang anak konglomerat, dia bahkan tidak pernah memikirkan bahwa kehidupan Jhony begitu mewah namun tidak tampak dari luar.
"Kalian ini berlebihan deh" Ujar Siska "Apa kamu memang tidak tahu kalau orang tua Jhony adalah seorang konglomerat, Joy?" Siska bertanya kepada Joy yang tadi tampak terkejut melihat villa megah milik Jhony.
"Iya kak, aku nggak tahu" Joy berucap pelan, saat mereka sudah sampai di dalam kamar yang cukup luas, Siska yang mendengar pernyataan Joy pun mengangguk dan di dalam hati bergumam 'Jadi benar, dia sama sekali tidak mengetahui semua kekayaan yang di miliki Jhony. Apa aku sudah salah, berburuk sangka padanya?' kemudian dia pun menggeleng.
Didalam kamar mereka sudah terdapat sebuah kasur king size yang nyaman, salah satu kamar di lantai dua villa itu juga memiliki jendela kaca yang besar mengarah ke pantai. dan di bawah sudah terpampang sebuah kolam renang villa yang cukup besar, bahkan di dalam kamar itu terdapat sofa dan televisi besar. Walk in closet nya pun sangatlah luas sehingga bisa memuat semua pakaian yang mereka bawa saat ini, masih belum selesai Joy dan
"Ayo simpan koper kalian di sini" Ucap Siska yang sudah membawa kopernya ke dalam walk in closet besar itu.
"Setelah ini kita akan kemana kak?" Tanya Rina yang merasa penasaran tujuan mereka selanjutnya.
"Mungkin kita istirahat dulu di villa, karena sekarang masih siang. Tunggu sore kita baru jalan-jalan bagaimana?"
"Benar juga, tapi aku nggak begitu capek. Kalian istirahat aja ya, aku mau rapihin pakaian aku dulu" Ucap Joy kepada Siska dan Rina.
Joy kembali ke ruang walk in closet dan hendak merapihkan pakaian nya, namun tiba-tiba saja Jhony menelfon Joy. Joy kemudian mengangkat telfon dari Jhony saat di dering ke tiga.
"Halo kak"
"..."
"Eh.. Di depan.."
"..."
"Ah.. tidak, oke. tunggu sebentar ya kak, aku ganti pakaian dulu"
"..."
"Dah.."
Dengan cepat Joy mengganti pakaian nya, dia terlihat senang dan bersemangat. Entah apa yang di katakan Jhony padanya, sehingga dalam sekejap dia pun mengganti pakaian dan keluar dengan wajah tersenyum cerah.
.
.
.
Stay Save ya Readers.. Yuk bantu semangatin aku dengan like dan komen membangun buat aku.
Thanks😉