Let See The True Love

Let See The True Love
29.



Suara kicauan burung membangunkan Joy dari tidurnya, pagi yang cerah menyapa nya dengan sinar mentari yang masuk melalui celah kaca jendela.


"Selamat pagi dunia nyata, let show everyone's joy" Joy mengucapkan kalimatnya sambil tersenyum


Berdiri dan membuka gordennya membiarkan sinar matahari pagi menerpa wajahnya yang tak tertutupi, memejamkan matanya Joy menikmati hangatnya mentari pagi yang menyehatkan ini. Masih pukul delapan kurang lima belas menit, setelah menikmati hangatnya mentari pagi diapun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sambil bernyanyi kecil Joy melangkahkan kakinya untuk mengambil handuk dan kemudian menuju ke kamar mandi, senyum manis tak sirna dari wajahnya yang cantik di pagi ini.


*****


Di tempat lain Jhony sudah selesai mandi tak berbeda jauh dengan Joy, Jhony pun keluar dari kamar mandi dengan bersenandung bahkan sesekali dia mulai menyanyikan lagu yang di senandungkan itu karena bernyanyi juga salah satu hobby nya.


Melangkah kan kaki nya dengan luwes di dalam kamar nya dia mulai membereskan kamarnya yang tadi saat bangun di tinggalkannya ke kamar mandi. Jhony sudah terbiasa dengan kegiatan membereskan kamar sendiri sejak kecil, meskipun anak laki laki satu satunya tak membuat dirinya bermanja ria dengan kehidupannya bersama orang tuanya. Dia sudah mandiri sejak dulu walau pun orang tuanya seba berkecukupan, semua di ajarkan oleh orang tuanya yang selalu bersikap disiplin kepada putra mereka.


Selesai merapihkan kasurnya Jhony berjalan ke arah gorden dan membukanya, tersenyum senang mendapati matahari yang begitu cerah bersinar membuat Jhony ingin menyapa.


"Selamat pagi matahari, kau memang indah tapi tak seindah senyuman Joy-ku" menjentikkan jari ke depan dan kembali melakukan aktifitasnya, mencari pakaian yang akan di kenakan nya hari ini


Seperti janji nya kemarin, dia akan mengajak Joy,Rina dan juga Harry untuk pergi makan. Tepatnya dia ingin berkencan dengan Joy yang tentunya ini adalah kencan pertamanya, dia merasa tidak masalah jika harus pergi berempat seperti ini.


Selesai berpakaian kini Jhony memperhatikan penampilannya di cermin besar yang ada di dalam kamarnya, sesekali dia mengubah model rambutnya dengan menyisirinya dengan jari kekiri, kanan atau belakang semua di coba nya dengan penuh semangat dan rasa bahagia.


Karena terlalu bersemangat Jhony pun masih bernyanyi dengan suara yang cukup keras, sehingga saat mama nya hendak melewati depan kamar dia mendengar suara Jhony yang sedang bernyanyi. Menuntaskan rasa penasarannya, nyonya Riska akhirnya membuka pintu kamar Jhony yang kebetulan tidak di kunci. Perlahan dia membuka pintu kamar anaknya dan memperhatikan tingkah Jhony yang berbeda dari biasanya, mulai dari bangun pagi, bernyanyi dan kini sudah rapih di jam yang masih pagi di akhir pekan ini.


"Kelihatannya anak momy sedang bahagia nih?" goda sang mama pada Jhony


"Mom.." Jhony tersenyum dan berjalan mendekati nyonya Riska


"Mau kemana sayang?" tanya nyonya Riska penasaran


"Ehmm.. Jhony ada janji hari ini mom" Jhony berujar pada mama nya yang sedang merapihkan kerah kemeja luarnya


"Oh.. janji sama Harry?" mencoba mencari tahu dengan siapa anaknya membuat janji


"Bukan.. " jawab Jhony pendek, padahal dia juga membuat janji dengan Harry


"Siapa? Cewek?" nyonya Riska kini menelisik wajah anaknya yang tak bisa berbohong padanya


"Em.. ya" ragu Jhony menjawab pertanyaan mamanya


"Momy tebak ya, pasti sama Joy benar bukan?" tebak nyonya Riska sambil menowel hidung anaknya yang mancung


"Yes.." Jhony mengangguk sambil menatap wajah nyonya Riska


"Pantas saja penampilannya nggak kayak biasanya, mau pergi kencan nih" kembali nyonya Riska menggoda anaknya


"Bisa jadi"


"Ya sudah pergi lah nak, nanti keburu telat hehe" nyonya Riska hendak melangkah keluar dari kamar, namun dia mengingat harus menyampaikan sesuatu ke pada putranya


"Oh iya sayang, mama cuma mau ingetin bahwa kalian masih sekolah jadi pacaran yang sewajarnya ya nak" ucap sang mama


"Tentu mom, Jhony akan ingat pesan momy. Jhony akan menjadi harga diri Joy juga momy.." Jhony memeluk sang mama dan pengecup pipinya


"Bagus.." nyonya Riska mengangkat jari jempolnya dan menunjukkan kepada Jhony kemudian dia pun berlalu dari kamar Jhony meninggal kan Jhony yang masih tersenyum memandangi punggung mamanya, 'daddy lihatlah momy ku, dia sangat baik dan sangat berwibawa seperti mu bukan? tolong biar kan momy tinggal lebih lama dengan ku dad' gumam Jhony.


*****


Joy sudah selesai bersiap, dia memakai minidress dengan model kembang jatuh hingga ke lutut lengan balon dan kerah berbentuk v ada sabuk melingkar di bagian pinggang nya. Joy tampak anggun mengenakan dress berwarna biru muda itu, membawa tas selempang kecil berwarna krem dia berjalan menuruni tangga.


Belum juga dia sampai di bawah kedua orang tuanya sudah memandangi sang putri yang hari ini tampak sangat cantik, mereka memperhatikan senyuman yang tergambar di wajah cantik Joy yang sampai di lantai bawah masih di pamerkan kepada ke dua orang tuanya.


"Pagi sayang.. tumben jam segini udah rapih? Mau kemana?" tanya mama Silvi


"Mau jalan jalan ma" ucap Joy kepada mamanya


"Sama siapa?" kini papa nya yang bertanya


"Nanti yang jemput kak Jhony, tapi kita pergi berempat ma pa"


"Rina ikut?" mama Silvi yang bertanya lagi


"Ikut ma, cuma dia di jemput sama teman kak Jhony nanti. Joy boleh pergi kan ma pa?" seharusnya semalam dia menanyakan nya langsung, tetapi karena dia berbalas pesan dengan Jhony hingga tak terasa dia pun mengantuk jadi Joy pun lupa untuk bertanya


"Boleh sayang, asalkan papa tahu siapa yang membawa anak papa pergi" jawab sang papa seraya tersenyum


Papa Andreas dan mama Silvi bukan lah tipe orang tua yang mengekang anaknya untuk berpacaran saat masih sekolah, tetapi mereka juga harus tahu seluk beluk keluarga laki laki nya. Bukan dalam arti laki laki itu harus kaya dan mapan, mereka hanya ingin tahu bahwa keluarga laki laki adalah orang yang baik.


Mereka pun akhirnya sarapan bersama dan sesekali menyelipkan candaan di sana.


Mobil Jhony sudah terparkir di halaman rumah Joy, dan kini Jhony sudah duduk manis di ruang tamu bersama Joy dan kedua orang tuanya.


"Om tante, boleh nggak saya ajak Joy jalan jalan?" tanya Jhony bertanya tanpa ragu ragu


"Boleh.. rencana nya kalian mau kemana?" tanya papa nya Joy


"Belum tahu sih om, mungkin jalan jalan ke mall atau ke taman" dengan tegas Jhony kembali menjawab pertanyaan papa Joy


"Begitu.. baiklah sayang pergilah" ucap sang papa


Mereka pun segera berangkat karena tidak ingin terlambat, mengingat Jhony lah yang membuat janji.


"Kalau begitu kami pamit dulu om tante" menundukkan kepalanya kepada ke dua orang tua Joy, Jhony hendak keluar dari rumah


"Nak Jhony, tolong jaga putri kami ya" ucap mama Silvi


"Tentu saja tante, saya akan menjaga putri tante dan om" Jawaban Jhony membuat hati orang tua Joy sedikit lebih tenang tentunya.


Sampai di samping mobil, Jhony membukakan pintu untuk Joy setelah Joy sudah duduk di dalam dia pun menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah sebaliknya. Sebelumnya dia sekali lagi melihat ke arah ke dua orang tua Joy yang masih memperhatikan mereka di teras, Jhony menganggukkan kepalanya kepada papa dan mama Joy kemudian dia pun masuk ke dalam mobil


Mereka berempat kini sudah berada di dalam mall, saat q di basement mall Joy dan Jhony menunggu sejenak sebelum Rina dan Harry sampai di sana. Setelah mereka berkumpul barulah mereka masuk ke mall bersama sama, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat dua belas menit belum waktunya makan siang. Jadi mereka memilih untuk berjalan jalan dahulu, tak berapa lama berapa lama berjalan Rina pun tiba tiba membuka suara.


"Kita foto dulu yuk di sana" ujar Rina sambil menunjuk ke arah fotobox


"Yuk.." jawab Joy, Jhony dan Harry berbarengan langsung membuat mereka tertawa bersama


"Kompakan deh kita" Joy kini berucap


Lalu mereka pun berjalan menuju fotobox, menunggu beberapa saat karena masih ada pasangan yang mengantri di sana. Mereka pun kemudian berbincang bincang sejenak sambil menunggu giliran untuk berfoto ria.


.


.


.


stay save readers, maaf nih telap update nya. tadi ada sedikit kendala, udah selesai siang eh taunya datanya hilang. Tapi tetap bersyukur ya guys masih sempet selesai lagi πŸ˜…. Yuk guys dukung aku donk dengan kasi Like sama aku dan komen diπŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ» biar aku makin semangat 😁 okokπŸ‘ŒπŸ»


thanksπŸ˜‰