Let See The True Love

Let See The True Love
22.



Di dalam aula sekolah yang berada di gedung sendiri dengan lantai dasar nya di gunakan untuk tempat parkir, disana sudah ramai siswa siswi yang berkumpul menunggu pengarahan dari guru pembimbing. Jhony langsung berjalan menuju panggung dimana beberapa anggota Osis sudah berdiri di samping guru pembimbing yang akan menyampaikan pengarahan, Joy berjalan agak ke depan di mana masih ada tempat kosong untuk duduk bersama Rina.


Tak berapa lama aula sudah mulai penuh dan pengarahan pun di mulai, semua siswa siswi yang berada di dalam aula mendengarkan dengan tenang dan tertib. Selesai memberi pengarahan guru pembimbing pun melepas siswa siswinya ke tempat dimana di adakan nya event, bagi siswa siswi yang tidak membuka stand boleh datang berkunjung ke perusahaan tersebut namun tetap harus menjaga nama baik sekolah tentunya.


"Ayo kita berangkat" Ajak Jhony yang baru saja menghampiri Joy dan Rina bersama dengan teman nya Harry


"Ayo.." jawab Joy dan juga Rina berbarengan, keduanya pun tersenyum dan berjalan mengikuti langkah Jhony


Mereka mengambil barang yang akan mereka dagangkan di ruang guru, Jhony dan Harry tampak membantu Joy dan Rina mengangkat karton yang lumayan besar ke dalam mobil. Seseorang datang menghampiri mereka yang sedang sibuk sekarang, orang itu adalah Siska ketua Osis dan juga ketua panitia event sekolahnya.


"Jhony, aku barengan kamu ya soalnya aku nggak bawa mobil hari ini" suara Siska yang tiba tiba berujar membuat Joy dan Rina mengarahkan pandangan kepadanya


"Ehmm, aku sama mereka perginya Sis. Terus banyak barang bawaan juga, kalau kamu ikut nanti yang ada kamu berdesakan sama barang bawaan kami" jawab Jhony


"Koq barang barang mereka kamu yang bawa, apa mereka nggak bisa bawa sendiri?" Siska yang merasa kesal berkata dengan meninggikan suaranya seraya melirik ke arah Joy dan juga Rina


"Siska apa an sih.." Jhony merasa aneh dengan sikap Siska yang tiba tiba saja menjadi kesal


"Nggak apa kak Jhony, biar kami naik taxi aja. Tapi titip barangnya ya" Joy memotong kalimat yang hendak di ucapkan oleh Jhony


"Nggak bisa Joy, kamu tetap di sini ya. Aku udah janji sama kalian jadi, nggak bisa donk aku biarin kalian naik taxi" Jhony menahan lengan Joy agar tak pergi


"Siska kamu ikut aku aja" seseorang langsung menyambar tangan Siska dan di bawa ke mobilnya, orang itu adalah Erick


"Apa an sih Rik, lepasin tangan aku nggak?" bentak Siska dengan kesalnya, namun tangan Erick menggenggam erat tangan Siska dan tak melepaskan nya. Erick membukakan pintu mobilnya dan dengan perlahan mendorong Siska masuk ke dalam, namun Siska tak ma berdebat lagi dengan Erick karena tadi Jhony sudah menolak pergi dengannya.


"Huhh..." Siska mendesahkan nafasnya kasar, berharap kekesalannya menghilang bersama nya.


Erick memutari mobil dan melirik ke arah Jhony sejenak yang masih memandang mereka, dia pun tersenyum tipis kepada Jhony yang juga ikut tersenyum kepadanya.


"Sudah, ayo masuk ke dalam mobil" Jhony menggandeng Joy hingga ke samping mobil dan membuka kan pintu untuk Joy, Rina dan Harry yang melihat pun memberi senyuman


Akhirnya mereka pun berangkat ke perusahaan tempat event di adakan, Jhony memperhatikan Joy yang tampak gugup entah apa yang di pikirkan nya namun Jhony hanya tersenyum.


Sampai di parkiran mereka segera turun, Jhony dan Harry kembali sigap membantu Joy dan Rina yang notabene adalah perempuan tidak mungkin mereka membiarkan mereka membawa benda yang cukup berat ini. Awalnya hanya Jhony sendiri yang membantu Joy dan Rina, namun saat Harry mendengar Rina dan Joy akan ikut dalam event tersebut dan Jhony juga membantu mereka dia juga menawarkan diri untuk membantunya. Jhony merasa ada yang aneh dengan sahabatnya ini, namun dia juga tak ingin mempermasalahkan nya.


Masing masing stand sudah di beri nomer, jadi mereka tidak perlu berebutan lagi. Stand tersebut sudah di siapkan oleh pihak penyelenggara acara, mereka hanya perlu membawa barang dagangan mereka saja. Jhony berjalan di depan menuntun Joy dan yang lainnya menuju ke stand mereka, mereka memilih basement perusahaan untuk menempatkan stand untuk siswa siswi yang sudah mendaftar pada panitia sebelumnya. Beberapa karyawan yang melihat dan mengenal Jhony langsung menegurnya, Jhony hanya mengangguk sopan dan tersenyum kepada mereka.


Kini mereka sudah berada di stand, tak ada yang berbeda dari setiap stand nya hanya ada nomer yang yang cukup besar tertera di tenda stand sehingga memudahkan mereka untuk mencarinya.


"Terima kasih banyak kak Jhony dan kak Harry, maaf sudah merepotkan" sedikit sungkan Joy berucap


"Nggak masalah Joy, jangan sungkan gitu. Oh iya aku urus lihat tim lain dulu ya, Harry tolong stay di sini dan bantu mereka ok!" Jhony meminta Harry untuk tinggal membantu Joy dan Rina bila di perlukan, kemudian dia pun berlalu mengunjungi stand stand yang ada di sana memastikan semua perlengkapan yang di butuhkan sudah tersedia.


Harry melihat ke arah Joy dan tersenyum "Kenapa minta maaf terus, aku juga nggak ada tugas apa apa di sini jadi bisa bantu kalian juga lumayan kan?" melirik ke arah Rina yang masih fokus mengeluarkan barang barang yang ada di dalam karton berukuran cukup besar


"Bagitu kah, apa kak Harry nggak mau mengunjungi stand yang lain nya? Mungkin ada yang di cari?" kembali bertanya, kali ini Joy berhenti sejenak dan memperhatikan Harry. Tadi tanpa sengaja Joy melihat Harry melirik ke arah Rina yang tampak tak sadar bahwa sudah di perhatikan.


"Ada tapi mungkin nanti, biar kita selesaikan ini dulu" Harry kembali melihat ke arah Joy dan menunjuk karton yang masih penuh


"Aww..." tiba tiba Rina mendesis dan mengibaskan jarinya pelan


"Ada apa Rin..?" Harry sudah memegang tangan Rina yang tadi di kibasnya dan terlihat panik


"Ini tadi ketusuk jarum yang ada di aksesoris" terlihat di salah satu jarinya sudah mengeluarkan darah yang cukup banyak


"Biar aku bersihkan dulu darahnya" mengambil tisu yang memang tersimpan di atas etalase dan mengelap darah yang di jari Rina, Rina hanya mengangguk dan membiarkan Harry membersihkan bekas luka nya


"Aku cari plester dulu ya, takut nya nanti kena debu dan infeksi" kemudian Harry bergegas meninggalkan Joy dan Rina di stand mereka


"Masih sakit ?" Joy mendekati Rina yang sedang duduk lesehan di pojok etalase


"Perih Joy huhu.." Rina mencebikkan bibirnya melihat Joy yang memegang tangannya


"Kaciann.. sini aku tiupin fu..fu... Eh tapi kamu nyadar nggak tadi, kak Harry perhatian banget sama kamu tuh"


"Eh.. eng enggak tuh, biasa aja deh Joy.." jawab Rina salah tingkah


"Enggak tau, ini nggak biasa soalnya dari tadi dia juga lirik kamu terus Rin. Kamunya aja yang nggak nyadar" Joy menceritakan Harry yang memberikan perhatian kepada Rina


"Masa sih, udah ah nggak usah di bahas deh. Nanti kedengaran orangnya lagi" putus Rina bersamaan dengan deheman seseorang yang berada di belakang Joy.


Mereka pun sama sama melihat ke asal suara, benar saja Harry sudah kembali dari mencari plester dan sedang menggaruk belakang kepalanya salah tingkah


.


.


.


😄ada ada saja ya..


Hii readers stay save ya, jangan lupa dong beri dukungan buat aku yah dengan cara like, komen, fav dll biar aku semangat lanjutin menulisnya, ok!


Thanks😉