Let See The True Love

Let See The True Love
43.



Selesai mengikuti seminar kini semua siswa siswi akan pulang ke sekolah masing masing, begitu pula dengan Joy dan Rina. Beberapa saat tadi mereka di sibukkan dengan beberapa orang yang mengajak mereka berkenalan, tidak hanya anak laki laki saja tetapi banyak anak perempuan juga senang mengajak mereka berkenalan. Tak cukup berkenalan saja, ada beberapa dari mereka juga berbincang sejenak dengan Joy dan Rina bahkan ada pula yang saling bertukar nomor telfon dengan Joy.


Joy tak menolak saat di mintai nomor telefon oleh beberapa anak dari sekolah lain, menurutnya akan menyenangkan bila memiliki banyak teman.


Masa sekolah adalah masa mencari teman sebanyak banyaknya, Joy dan Jhony sudah berkomitmen tidak akan membatasi pertemanan masing masing serta mereka akan saling menceritakan semua tentang teman baru nya.


Joy tampak melambaikan tangan kepada teman teman baru nya sesaat sebelum ia menaiki bus, mereka juga tampak antusias balik melambaikan tangan kepada Joy.


Diatas bus Dina yang melihat sikap Joy dengan teman baru nya pun mencibir dalam hati.


'Dasar sok cari perhatian banget, siap siap aja terima boomerang. huh..'


"Senang ya ikut seminar, kita jadi bisa kenalan sama teman baru" ucap Rina setelah mereka duduk di kursi bus yang di siapkan oleh pihak sekolah.


"He em... lebih tepatnya sih jadi nambah ilmu Rin" Joy membenarkan kalimat Rina.


"Iya juga sih..." sungut Rina.


"Ah... kamu Rin, tentang materi aja pasti jadi kurang suka gitu muka nya hehe.." Joy menertawakan Rina yang tak bisa menutupi mimik muka nya saat berbicara yang berhubungan dengan materi pembelajaran.


"Hehe... tahu aja kamu Joy" Rina menyenggol bahu sahabatnya dan tersenyum malu.


"Tentu dong, kita udah lama berteman kali Rin" memang, Joy sudah sangat mengenal Rina karena mereka sudah berteman sejak lama. Jadi mereka sudah tahu kebiasaan masing masing, hal yang di sukai dan tidak di sukai pun mereka sudah tahu.


"Oh iya... kok aku lupa ya? Hahaha..." dengan sengaja Rina pura pura lupa bahwa mereka berteman sudah cukup lama, sesekali mereka memang suka saling menggoda seperti saat ini.


"Ihh... gitu deh ya kamu" Joy mencebikkan bibirnya, sehingga membuat Rina merasa gemas dengan tingkah sahabatnya itu.


"Jangan di giniin bibirnya sayang... jelek tahu hihihi..." kembali Rina mengejek ekspresi yang di tunjukan oleh Joy saat ini.


"Biarin bwekk..." Joy membalas dengan menjulurkan lidahnya.


Keduanya pun tertawa mendapati tingkah mereka yang seperti anak kecil.


Jangan di tanya si Dina yang sekarang sudah makin kesal karena Joy dan Rina yang tampak senang, mendengar tawa mereka berdua Dina langsung menendang kursi belakang Joy dan Rina.


"Berisik tau nggak kalian berdua!" seru Dina dengan sedikit tinggi nada suaranya.


"Apa an sih nenek sihir, terganggu sama tawa kita ya turun aja sono terus naik angkot ke sekolah..." jawab Rina tak kalah judes nya.


"Siapa yang lo bilang nenek sihir hah? Kalian berdua tuh yang mestinya naik angkot, nggak tahu tempat banget. Kecentilan banget kalian berdua" Dina semakin meradang mendengar Rina yang mengatai dirinya nenek sihir.


Karena deru mesin dari bus yang begitu nyaring, membuat wali kelas mereka tidak mendengar pertengkaran itu.


"Kamu yang kec..." ucap Rina sambil mulai berdiri namun dengan cepat gerakannya di hentikan oleh Joy sehingga dia pun duduk di kursi nya kembali.


"Udah Rina, nggak usah di ladenin" Joy memegang lengan Rina agar dia segera tenang dan kembali melihat ke depan.


Akhirnya suasana pun kembali tenang, siswa siswi lain yang ikut melihat pun mulai menyibukkan diri sendiri.


"Aku tahu, aku memang terlalu membiarkan dia se enaknya memperlakukan aku Rin... Tapi, aku cuma nggak mau kita memiliki musuh. Nggak tahu kenapa sih, aku cuma nggak enak aja rasanya kalau kita musuhan" tutur Joy mencoba menenangkan Rina, berharap sahabatnya itu mau mengerti apa yang di pikirkan nya.


Rina memang sudah tahu kebaikan Joy terhadap teman teman nya, namun Rina merasa kali ini sudah tidak benar melihat tingkah Dina yang semakin menjadi jadi


"Nggak tahu deh Joy, kamu mah gitu... Dina udah berkali kali jahat sama kamu Joy... Kalau sekali dan nggak sengaja sih aku ok ok aja, tapi ini berkali kali dan kamu masih nggak marah sama dia... Ah..." Rina akhirnya mendengus kesal dan menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi, Joy hanya tersenyum sambil memandangi sahabatnya yang terus mengoceh padanya.


Tak ada lagi pembicaraan dari keduanya setelah tadi saling berdebat, Dina yang melihat keduanya sudah tidak berbicara lagi pun tersenyum senang dan merasa dia sudah menang karena telah membuat ke duanya tidak saling bicara.


Tak lama kemudian, bus sudah sampai di halaman parkir sekolahan. Dengan tertib seluruh siswa siswi turun dari atas bus, waktu sudah menunjukkan pukul Sebelah lewat dua puluh lima menit. Seluruh siswa siswi sedang istirahat sehingga sekolah tampak riuh oleh suara suara dari siswa siswi yang sedang berbincang dengan teman teman mereka.


Joy dan yang lainnya pun segera memanfaat kan jam istirahat mereka juga, karena setelah ini mereka akan tetap mengikuti pelajaran selanjutnya.


"Langsung ke kantin yuk Joy, aku udah laper nih" ucap Rina kepada Joy, mereka kini sudah turun dari bus.


"Ya udah, yuk..." jawab Joy mengiyakan ajakan sahabatnya itu.


Mereka pun langsung berjalan ke arah kantin, sambil berjalan Joy membuka ponselnya dan melihat ada beberapa pesan dari nomor baru yang sepertinya teman teman baru nya tadi.


Tapi Joy tak menanggapi pesan dari yang lain, yang sekarang di lihatnya adalah sebuah pesan dari Jhony yang mengatakan dia akan menunggu di kantin.


Saat bus mulai berjalan tadi, Joy sudah memberi tahu kepada Jhony bahwa mereka sudah dalam perjalanan. Lantas Jhony pun mengatakan bahwa dia akan menunggu Joy untuk makan bersama di kantin, jadilah kini Joy dengan cepat berjalan ke arah kantin bersama Rina.


"Pelan pelan jalan nya Joy, kantin nya nggak bakalan pergi kok" melihat Joy yang tampak buru buru, Rina rasanya tak dapat menahan mulutnya untuk mengucapkan kalimatnya.


"Haha... iya Rin, cuma ada yang bakal kabur nanti karena kelamaan nunggu aku nya" Joy menyunggingkan senyum geli kepada Rina.


"Oh... tahu deh aku, ya udah sana duluan aja haha... pantesan kamu buru buru" tahu siapa yang di maksud Joy, Rina pun menyuruhnya untuk terlebih dulu ke kantin karena dia juga ingin ke toilet terlebih dahulu.


Sesampainya di kantin, Joy pun mengedarkan pandangannya mencari sosok yang katanya sedang menunggu nya di sana.


Namun beberapa saat Joy pun tak melihat adanya sosok yang di cari, Joy akhirnya berjalan ke tempat ibu kantin yang biasa mereka memesan makanan.


Alangkah terkejutnya Joy ketika melihat Jhony sedang membantu ibu kantin yang sedang berjualan, dia bahkan memakai celemek yang sama seperti dengan ibu kantin. Pemandangan itu pun membuat kedua bibir Joy terangkat membentuk lengkung bulan sabit yang begitu cerah, bagaimana tidak jika kita melihat seseorang yang spesial sedang melakukan kebaikkan seperti sekarang.


'Kak Jhony... dimana kekurangan kamu sih, semakin hari yang Joy temukan hanya kelebihan kamu. Kamu tuh spesial banget tahu nggak, ahh.. mana aku bisa berpaling ke yang lain jika aku sudah temukan laki laki sempurna kaya kamu..'


Joy masih berdiri dan enggan untuk mengakhiri pemandangan indah nya itu, rasanya dia ingin berlama lama melihat Jhony yang tampak keren dan gagah meski saat ini dia memakai celemek berwarna merah muda.


.


.


.


Stay Save ya readers, yuk balik semangatin aku dong dengan like, komen an rate jika ada rejeki lebih boleh dong nampol nampol pake hadiah dll😘


Thanks ya😉