Let See The True Love

Let See The True Love
36.



Tak lama setelah nyonya Riskan pergi bersiap siap, Harry dan Erick datang mereka sepertinya datang berdua. Siska yang mengetahui ada yang masuk mengira itu adalah Jhony yang menjemput Joy, dia pun langsung menyambut tanpa melihat ke arah orang yang datang.


"Selamat malam Jhon.." setelah berbalik, ucapan Siska pun terhenti dan matanya melotot saat yang di lihat sekarang adalah Erick bukannya Jhony atau pun Joy


"Selamat malam Siska.." senyum menyeringai tergambar di wajah tampan Erick, saat membalas sambutan dari Siska yang di ketahui bukan untuk dirinya


"Kamu.. ngapain kamu kesini?" tanya Siska judes


"Aku diundang tante Riska, Sis.. kamu juga kan?" masih memberikan senyum penuh arti kepada Siska, Erick berjalan mendekati nya dan membantu membawa mangkok besar yang hendak di pindahkan ke atas meja tadi


"Kok bisa tante undang kamu?" Siska berusaha menelisik jawaban dari Erick selanjutnya


"Ya tentu lah, aku kan juga sahabat Jhony.."


"Tapi kan.." perkataan Siska terhenti saat Harry ikut masuk ke dapur setelah selesai berbincang dengan papa nya Siska di depan


"Wah.. Siska sudah selesai masaknya?" tanya Harry mengalihkan perhatian Siska


"Bukan aku yang masak, tante yang masak semua aku cuma bantu siapin ke meja" masih dengan wajah galaknya dia menjawab pertanyaan Harry, hari yang melihat sikap Siska hanya terkekeh sejenak


"Oh.. kirain kamu yang masak semua haha.." ejekan dari Harry alhasil mengatakan cubitan di lengan nya


"Dasar kamu.."


"Aw.. aw.. sakit Sis.."


"Rasain tuh hahaha.. lagian siapa suruh gangguin singa betina" Erick pun ikut tertawa melihat wajah Harry yang meringis ke sakitan


"Eh.. aw.. sakit sakit.." kini giliran Erick yang mendapat tarik di telinga nya


"Ada apa nih ribut ribu?" Jhony dan Joy yang masuk ke arah dapur setelah mendengar suara kegaduhan di dalam saat hendak masuk


"Kak Siska.. itu kak Erick kenapa? Nakal ya? haha.." Joy menimpali perkataan Jhony saat melihat Siska sedang menarik telinga Erick, secepat kilat Siska melepas tangan nya di telibga Erick


"Sakit Sis.. kamu tega banget sama aku.." Erick menampakkan wajah sedih dengan telinga yang sudah memerah


"Biarin.. siapa suruh kamu sebut aku singa betina hah..?"


"Tapi kan.."


"Sudah sudah.. kok jadi kaya anak kecil sih kalian" Jhony yang hendak tertawa jadi menahan nya, karena kasihan dengan wajah Erick saat ini


"Dia yang mulai duluan.." Siska, Erick dan Harry saling menunjuk, sehingga membuat semua yang ada di sana tertawa bersamaan


"Eh.. Joy sudah datang?" nyonya Riska yang baru saja sampai di dapur melihat Jhony sudah berada di sana dengan Joy langsung menghampiri dan memeluk Joy


"Iya tante, maaf agak terlambat" Joy tersenyum dan menyambut pelukan nyonya Riska


"Harry dan Erick juga sudah datang ya, sejak kapan?" nyonya Riska juga menyapa Harry dan Erick yang terlihat berdiri di samping Siska


"Baru juga tante" kedua nya menjawab nyonya Riska dengan kompak


"Kalian berdua datang barengan?" tanya nyonya Riska lagi


"Iya tan.." Harry dan Erick kembali menjawab pertanyaan nyonya Riska bersamaan


"Kalian kaya kembar aja deh" akhirnya semua ikut tertawa di ruang dapur


Kini mereka sudah duduk di kursi masing masing, menikmati makanan yang telah tersedia semua tampak bahagia dengan senyuman yang tergambar di wajah mereka.


Canda tawa kadang terdengar di sela sela makan malam itu, nyonya Riska dan papa Siska juga ikut tertawa di sana seakan kelelahan setelah bekerja tak mereka rasakan sekarang ini.


Selesai makan malam, kini mereka berkumpul di ruang tamu. Ruangan tersebut sangat besar, jadi mereka bisa bebas duduk di mana pun mereka mau karena memang di sana tertata dua set sofa yang nyaman.


Joy dan Siska sedang menyiapkan cemilan dan teh untuk semua, mereka akan sedikit berbincang bincang sebelum menutup acara makan malam mereka malam ini.


"Joy.. kamu udah siapin kado belum?" tanya Rina di sela kesibukan mereka membuat teh


"Em.. belum kak, aku bingung mau beli apa"


"Oh.. "


"Kak Siska udah siapin?" tanya Joy penasaran apakah Siska sudah menyiapkan kado untuk Jhony


"Belum juga sih, aku juga bingung mau kasi apa" ucap Siska


"Um.. boleh juga Joy" jawab Siska senang


"Oke, nanti aku ajak Rina juga biar rame ya kak?"


"Iya, boleh.." keduanya pun memutuskan untuk membeli kado bersama


Joy dan Siska sudah membawa kan teh dan juga cemilan untuk semuanya, mereka di sambut dengan penuh antusias dari Harry dan juga Erick. Nyonya Riska memperhatikan keduanya dari tempat nya duduk bersama papa nya Siska, senyum tersungging di bibirnya saat melihat putranya tak berkedip melihat Joy yang datang dari arah dapur.


"Ini berdua calon mantu idaman nih, iya nggak?" Harry menyenggol lengan Erick yang masih memandangi Siska


"Yoi.. bener banget Har" jawab Erick masih memandangi Siska


"Salah satu nya calon mantu tante ya.." nyonya Riska menimpali, membuat rona merah di wajah Joy pun mencuak


"Oke.. siap tante hehe" Harry menimpali candaan nyonya Riska


Setelah meletakkan secabgkir teh di atas meja di depan Jhony, Joy hendak pergi ke arah Siska duduk namun tangan nya di tahan oleh Jhony.


"Duduk di sini aja, di sana udah sempit tuh ada Erick" Jhony menunjuk ke arah sebelah Siska dengan tangannya yang lain


"Bener Joy, duduk sini aja samping aku juga masih ada tempat" Harry menepuk sofa di sebelah nya


"Apa an sih kamu Har.. jangan coba coba ya" Jhony memberi tatapan mematikan kepada Harry yang tadi menggoda Joy


"Aduh abang Jhony galak amat ya, habis ngemil cabe rawit ya bang.. hahaha.." giliran Jhony yang di ledek oleh Harry


"Iya, jadi kamu mau nggak aku kasi semburan api nya?"


Joy menatap geli pada dua bersahabat yang sedang saling goda, sementara nyonya Riska yang melihat tingkah keduanya pun tersenyum.


"Joy.. kemari duduk di sebelah tante aja sayang.." melihat Joy yang masih berdiri memperhatikan kedua orang yang sedang ribu pun mengambil inisiatif untuk meminta Joy duduk di sebelahnya


"Baik tante.." Joy menatap Jhony yang masih memegang tangannya


"Mom.." ucap Jhony melihat sang mama dengan tatapan memelas


"Kenapa kamu mau duduk di sebelah momy, sini masih muat kok" nyonya Riska kembali menggoda Jhony sambil tersenyum


"Nggak deh, makasih.. " putus Jhony


Joy pun tersenyum saat tangan nya sudah di lepaskan oleh Jhony, dengan segera dia berjalan mendekati nyonya Riska dan duduk di sebelahnya.


Setelah selesai berbincang bincang, kini semua nya pamit pulang ke rumah masing masing begitu pula dengan Joy. Ia pulang di antar oleh Jhony, sebelumnya ia juga berpamitan kepada nyonya Riska.


"Tante.. Joy pulang dulu ya.." Joy mencium pipi kanan dan kiri nyonya Riska


"Iya sayang, jangan lupa rencana kita ya sayang" sambil berbisik nyonya Riska melakukan hal yang sama dengan Joy


"Aku nggak di cium juga.." Jhony mengarahkan pipinya di depan Joy dan mama nya, namun nyonya Riska reflek mencubit pipi Jhony


"Nih cium nya.. nggak boleh ya main cium cium anak gadis orang, udah bisa cari in nafkah baru boleh minta cium" goda nyonya Riska, membuat Joy tersenyum melihat keakraban ibu dan anak itu


"Ah.. momy.. iya iya hehe.." Jhony mengelus pipinya yang terasa sakit karena cubitan nyonya Riska


"Ya udah sana antarin Joy, takut kemalaman nanti. Oh iya nak, salam buat papa sama mama kamu ya" nyonya Riska tak lupa menitipkan salam kepada kedua orang tua Joy, meski belum pernah bertemu kedua mama sudah pernah saling mengobrol lewat telfon. Meski kadang hanya menanyakan kabar masing masing


"Baik tante, terima kasih ya makan malam nya" Joy tersenyum


"Dah mom.. Jhony nggak pulang lagi ya mom jangan di tunggu hahaha.. "sambil menarik tangan Joy Jhony berlari ke arah mobil nya takut di serang kembali oleh sang mama


Sebelum masuk ke dalam mobil Jhony melihat kembali ke pada sang mama yang kini sudah bersedekap dengan mata memicing ke arah Jhony, Jhony mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum seolah menggoda mamanya. Alhasil nyonya Riska malah tertawa melihat kelakuan anaknya, dengan lambaian tangan keduanya menurut kontak mereka.


.


.


.


stay save readers.. Me kembali nih.. hari ini lebih semangat ku nya, jadi kalian juga harus semangat dukung akunya..


caranya gampang, komen, like dan rate bintang 1,2,3,4,5 atau vote, fav dan hadiah.. okok 😘😘


thanks by Me 😉