
Joy kini sedang menikmati pemandangan yang begitu membuatnya betah berlama lama memandang nya, sesekali dia pun tersenyum melihat tingkah Jhony saat bermain basket bersama teman teman nya yang kadang bekelakuan konyol dan saling mengejek. Tak ada kata bosan untuk memperhatikan Jhony yang sedang bermain basket, dia merasa senang bisa duduk menunggu nya di pinggir lapangan seperti ini.
Melihat Jhony yang masih asyik bermain basket, Joy pun berinisiatif untuk membeli minuman kepada Jhony agar bisa di minum saat dia selesai bermain basket.
Ketika Jhony memandang nya, Joy memberi kode dengan menunjuk ke arah kantin dan Jhony pun segera menganggu. Stelah nya Joy segera pergi ke kantin dan membeli minuman, mengingat jam istirahat sebentar lagi selesai dia pun dengan cepat ingin kembali ke tempatnya tadi. Namun langkah nya terhenti ketika seseorang menghadang jalannya, tampak Dina yang kini sedang berdiri di hadapan Joy sambil berkacak pinggang seperti menantang Joy.
"Ada apa?" tanya Joy cuek
"Jangan berlagak sok cantik kamu, jangan pikir kamu udah menang dari aku inget aja aku bakal rebut Jhony dari kamu" Dina berjalan melewati Joy dengan menabrak bahu Joy hingga hampir terjatuh
"Hah.." mendesahkan nafas beratnya, bingung entah harus bagaimana menghadapi di Dina yang super aneh itu
Joy kembali ke tempat nya dan melihat Jhony yang sudah duduk di tempat mereka tadi, Joy di sambut senyum menawan dari Jhony yang sedari tadi memperhatikan nya.
"Sudah selesai mainnya?" tanya Joy sesaat setelah duduk di tempat nya
"Sudah, sebentar lagi istirahat selesai. Aku mau dingin kan badan dulu" ucap Jhony
"Oh.. ini buat kak Jhony" menyodorkan minuman dingin yang di beli olehnya
"Makasih ya Joy" Jhony pun meraih minuman dingin yang di sodorkan oleh Joy
Setelah selesai minum Jhony pun mengajak Joy untuk kembali ke kelas karen lima menit lagi jam istirahat akan selesai, Jhony menenteng tas bekal yang tadi di bawa oleh Joy padahal tadi Joy sudah meminta agar dia yang membawa nya. Tetapi Jhony bersikeras untuk membawa tas bekal tersebut, alhasil di sepanjang jalan menuju ke kelas nya Joy mendapat tatapan dari gadis gadis yang berpapasan dengan mereka.
Begitupula yang di rasakan oleh Joy saat ini, dia begitu tak nyaman dengan tatapan beberapa orang padanya tetapi tidak dengan Jhony yang santai saja mendapati tatapan mereka.
"Kak, sudah sampai sini tas bekalnya" mengulurkan tangannya untuk meraih tas bekalnya yang di pegang oleh Jhony
"Eh.. iya kok cepat ya sampai nya?" menggaruk kepalanya
"Sampai nanti ya kak, Joy masuk ke dalam dulu" berjalan masuk ke kelas Joy masih berbalik sesekali melihat Jhony yang masih berdiri di depan kelas nya dan melambaikan tangan padanya
"Ehem.. udahan ngapa saling pandang nya, entar kelilipan matanya tuh" ledek Rina yang melihat pandangan Joy masih kepada Jhony yang berada di depan kelasnya
"Rina kayak ngak pernah pacaran aja deh" ejek teman satu kelas nya yang juga memperhatikan kelakuan Joy juga Jhony
"Emang ngak pernah kali, makanya aku kepo kok teman mu jadi bucin gini hehe.." Rina tertawa garing
"Maka nya cari cowok gih buat jadi pacar kamu" balas teman lainnya
"Kok jadi pada bully aku nih?" menaikkan sebelah alisnya
"Udah nggak usah lanjut lagi deh, bel udah bunyi siap siap belajar yuk" putus Joy tak ingin memperpanjang masalah, bisa bisa nanti Rina bertanya lagi padanya
Semua nya pun akhirnya kembali ke meja dan kursi masing masing, karena sebentar lagi guru mata pelajaran pasti akan datang ke kelas.
*****
Joy saat ini sedang duduk di taman depan kelasnya, dia sedang menunggu Jhony yang kini sedang mengikuti rapat kepengurusan Osis. Tadi nya Jhony memberitahu nya agar pulang dengan Rina, namun hari ini bertepatan dengan jadwal piket Joy dan Rina harus segera pulang untuk les privat nya setelah pulang sekolah. Jadilah Joy menunggu sendiri di depan kelas nya, namun di tengah tengah dia menunggu Jhony dia merasa ada seseorang sedang berjalan mendekati nya sehingga dengan cepat dia menoleh dan mendapati Erick yang berjalan mendekat ke arah nya.
"Kak Erick.." Joy mengelus dadanya karena tadi dia merasa jantungnya hampir terjatuh
"Ngapain kamu belum pulang dan tunggu di sini?" tanya Erick
"Lagi tunggu kak Jhony" balas Joy
"Kenapa tungguin dia, dia sedang sibuk sama kawanan Osis nya yang nggak jelas itu" Erick mencecar Joy dengan kalimat yang agak kasar dan nada suara nya juga sedikit meninggi
Namun itu semua membuat Joy tersenyum "Kenapa memang nya kak, mereka itu kan organisasi yang akan memudahkan siswa siswi dalam bersosialisasi" memiringkan kepalanya menatap ke arah Erick
"Ngapain liatin aku sampe kaya gitu" menajamkan matanya kepada Joy, namun Joy malah tertawa
"Kamu ngejek aku hehh.. " Erick berjalan mendekati Joy
"Ngapain kamu di sini.." Joy mendengar suara yang sangat di kenal nya itu dengan cepat melihat ke belakang Erick
"Kak Jhony udah selesai rapatnya?" menyembulkan kepalanya dan melihat Jhony yang mulai berjalan mendekati nya dan Erick, sedang kan Erick pun memutar kepala nya memandangi Jhony
"Iya baru aja selesai rapat nya, udah lama tunggu nya?" Jhony mengabaikan Erick dan berjalan mendekati Joy.
"Enggak kok kak, br tunggu sebentar" Joy tersenyum memandang Jhony yang tersenyum padanya
"Bohong.. aku tadi rapat nya agak lama nggak mungkin kamu baru tunggu sebentar" Jhony memiringkan kepalanya menelisik ke mata Joy dan mencari kebohongan di sana
"Beneran kak, kan tadi aku piket dulu jadi nggak lama tunggu nya" Joy berseru sambil berkacak pinggang
"Ehem.. aku masih di sini kalian nggak bisa lihat apa?" Erick yang merasa kesal karena tidak di anggap kehadirannya pun ikut menyela percakapan dua sejoli itu
"Kak Erick masih di sini" tanya Joy tak merasa bersalah
"Siapa yang suruh kamu di sini, udah tahu enggak di anggap ya pergi aja" cecar Jhony tak menghiraukan teman sekelas nya itu
"Apa apa sih kalian beneran pasangan aneh deh, Siska mana sih!" Erick berucap dengan perlahan
"Susul aja kalau khawatir, ngapain kamu tunggu di sini" ujar Jhony cuek
"Iya kak, kalau perhatian itu di tunjukin jangan di umpetin hihi" Joy tertawa menyeringai
"Ih baru tahu deh kalau pacar aku orang nya jahil" Jhony mencubit gemas hidung Joy, membuat Erick yang melihat makin jengkel
"Dasar nggak tahu tempat.." dengan kesal Erick berlalu meninggalkan Joy dan Jhony, membuat dua sejoli itu saling tatap dan kemudian bersamaan juga mereka mengedikkan bahu dan tersenyum
"Yuk pulang.." Jhony meraih telapak tangan Joy dan mengenggam nya
"Yuk.." jawab Joy
"Tadi udah kasi tahu ke rumah belum kalau pulang nya agak telat?" tanya Jhony lagi
"Udah kak, mama tanya pulang sama siapa aku jawab nya pulang sama kakak" jelas Joy
"Mama sama papa udah tahu kita pacaran?" tanya Jhony lagi
"Em.. belum kak, Joy malu kasi tahu nya" Joy berjalan sambil menunduk
"Ya udah nggak apa apa, nanti juga mereka bakalan tahu hm.."
"Em.."
Mereka pun berjalan sambil bergandengan ke arah mobil Jhony terparkir, keduanya masih mengobrol dan bercanda
.
.
.
stay save ya readers, apa kabar nya nih para readers yuk komen donk dan like nya jangan pelit🤗
thanks😉