
"Mom bisikin apa tadi pas kalian pelukan?" tanya Jhony seketika mobil nya sudah di jalanan
"Apa? nggak ada tuh!" seru Joy berpura tak ada apa apa
"Bohong.. tuh mukanya berubah" sanggah Jhony
"Ih.. beneran Kak.. momy cuma suruh aku bersabar sama anak nya yang nakal!" kali ini Joy memberikan wajah yang lebih serius dan terkesan sedikit kesal
"Ok kalau nggak ada, jangan marah donk" akhirnya Jhony yang melunak melihat keseriusan dari Joy
Kedua nya terdiam sesaat, Joy sedang memikirkan kebohongan nya pada Jhony dia sebenarnya tak bermaksud berbohong tetapi dengan kelancaran surprise nya dia mau tak mau dia harus mengikuti rencana nyonya Riska.
"Joy.. tadi kamu sebut momy aku senang rasanya, lain kali kalau ketemu panggil langsung ke momy ya. Mom pasti sangat senang" Jhony menggenggam tangan Joy dengan erat, ada kehangatan saat mereka bersama seperti ini
"Em.. aku nggak sengaja aja tadi kak" sanggah Joy
"Sengaja juga nggak apa kali Joy, aku senang dengar kamu memiliki sebutan yang sama dengan ku untuk mom" Jhony masih menggenggam tangan Joy erat seakan tak ingin melepasnya
"Tapi.. apa mom nggak merasa aneh nanti?" tanya Joy
"Nggak.. mom pasti juga senang kamu panggil nya momy" Jhony kini tersenyum sesak melirik sebentar ke arah Joy
"Begitukah?" Joy memiringkan badan nya menghadap ke arah Jhony, Jhony langsung mengangguk dan sekilas melirik ke arahnya
"Oh iya Joy, malam minggu ini ada acara lain nggak?" Joy tersenyum dengan pertanyaan Jhony kali ini
"Ehmm... aku ada janji sih sama Rina dan kak Siska, kami mau pergi jalan jalan bareng di mall kan kita baru selesai ulangan jadi mau refreshing dulu" ucap Joy menjelaskan sambil menatap ke arah Jhony yang tampak kecewa
"Oh.. begitu.."
"Ada apa kak?" Joy pura pura bertanya
"Ah.. nggak ada.. nggak apa apa" Jhony bingung menjelaskan
"Em.. gimana kalau aku batalin aja janji sama Rina dan kak Siska" Joy seolah memberi ide untuk membatalkan janji nya dengan teman teman nya itu
"Nggak perlu Joy.. nggak apa kok.. kalau hari minggu gimana? Bisa?" Jhony berfikir mengganti hari saja, telat satu hari untuk merayakan ulang tahunnya bersama Joy sepertinya tak masalah
"Oh.. boleh kak, bisa.." Joy langsung saja berseru senang
"Ok, kalau gitu kita keluar nya hari minggu ya. Nanti aku jemput"
"Ok kak"
Sampai di depan rumah tampak lampu ruang tamu masih terang, karena memang waktu nya masih tidak terlalu malam baru pukul delapan lewat empat puluh lima menit.
Joy dan Jhony turun dari mobil dan menuju ke dalam rumah, mengetuk pintu utama sejenak dan tak lama tampak pintu di buka oleh mama Silvi.
"Sayang sudah pulang.. ayo masuk.." membuka lebar pintu rumahnya mama Silvi menyuruh ke duanya masuk terlebih dahulu
Setelah Joy dan Jhony masuk ke dalam rumah, mama Silvi tampak mengikuti dari belakang. Mereka kini duduk di sofa bersama sama, sedikit berbincang sebelum Jhony pamit untuk pulang ke rumah.
Setelah Jhony pulang, kini tinggallah mereka bertiga kembali di dalam rumah. Joy hendak mengatakan sesuatu kepada kedua orang tuanya, dia ingin meminta ijin untuk hadir di acara ulang tahun Jhony besok.
"Ma pa.. besok Joy mau rayain ulang tahun kak Jhony, acaranya malam boleh nggak ma..pa..?" ada sedikit keraguan dalam kalimatnya, namun dia juga merasa harus meminta ijin terlebih dahulu kepada mereka
"baiklah sayang.. pergilah.. tapi ingat kamu harus jaga diri baik baik hmm.." kedua orang tua Joy pun memberi ijin pada anaknya
"Baiklah pa ma.. Joy ke atas dulu ya mau istirahat hehe.."
"Iya sayang.. "
*****
Di dalam sebuah mall tiga anak remaja sedang bingung mengitari toko toko yang ada di sana, memasuki satu per satu toko yang ada di mall tak membuat mereka membeli barang yang terjual di toko. Entah apa sebenarnya yang sedang mereka cari, kebingungan melanda mereka selama hampir satu jam ini. Ketiganya tak memiliki ide untuk hadiah kepada seorang anak laki laki, jika yang berulang tahun adalah anak perempuan maka mereka akan dengan mudah mendapatkan nya.
Mereka memutuskan untuk makan siang dahulu sebelum melanjutkan kembali mencari kado.
"Ya nggak bisa dong Rin, makanya kita mesti dapat kado setelah selesai makan kita lanjut lagi ya!" Joy berseru setelah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya
"Aku punya ide, nanti setelah makan kita berpencar aja gimana? terus kalau kita udah dapet kadonya kita kumpul lagi di sana tuh, jadi kan lebih gampang kita ketemunya" Siska memberikan ide agar mereka lebih cepat dalam mencari kado untuk teman nya
"Ok aku setuju kak" dengan penuh semangat Joy menyetujui usulan Siska
"Boleh boleh.. kita lihat nih siapa yang duluan dapat hadiahnya" Rina juga ikut menimpali
Selesai makan siang mereka segera kembali mencari hadiah untuk Jhony, masing masing memiliki toko tujuan nya. Mereka bahkan sesekali masuk ke toko yang sebelumnya sudah pernah mereka singgahi
Akhirnya Rina selesai terlebih dahulu mencari kadonya, dia kini sudah duduk di kursi tempat mereka janjian tadi dengan hadiah di tangannya yang sudah di bungkus dengan indah. Tak berapa lama tampak Siska yang berjalan mendekati Rina yang sedang melihat ponsel yang dipegangnya, setelah nya Joy yang terkahir selesai mencari kado pun tampak sudah berjalan mendekati Rina dan Siska yang sedang berbincang.
Melihat Joy sudah sampai di tempat mereka, seketika keduanya mengejek Joy yang begitu lama mencari hadiah untuk kekasihnya itu.
"Kamu beli apa Joy? Batu berlian? Lama banget pergi nya batu balik!" Rina menggoda sahabatnya yang tampak senang terlihat dari senyumnya yang tersungging dari awal dia terlihat hingga ketempat mereka saat ini
"Rina.. aku kan mau cari ini spesial jadi agak lama baru nemu!" Joy berseru sambil mengerucutkan bibirnya
"Haha.. lagian kamu lama banget Joy, beli apa memang nya..?" tanya Siska penasaran dengan paper bag yang di bawa oleh Joy, paper bag dengan gambar bola basket membuat Siska mulai menebak nebak bahwa itu adalah alat olahraga atau kaos olahraga tentunya
"Ya udah yuk.. kita pulang sekarang.. udah jam dua an juga" ucap Siska mengajak mereka semua makan
"Yuk.." jawab Joy dan Rina secara bersamaan
*****
Joy sedang bersiap siap untuk ke acara pesta ulang tahun Jhony saat ini, dia sudah siap dengan mengenakan gaun lengan sabrina dan sedikit mengembang hingga di bawah lutut. Di sekitaran dada dan lengan ada mutiara yang berjejer rapih dan indah di sana, gaun tersebut berwarna merah muda membuat Joy tampak sangat cantik saat mengenakan gaun tersebut.
Gaun itu di titipkan oleh nyonya Riska, dia meminta supirnya untuk membawakan gaun tersebut serta menjemput Joy ke tempat acara yang sudah di siapkan nya.
Kini nyonya Riska sendiri tengah membujuk Jhony untuk makan malam berdua dengan nya, dengan alasan mereka jarang menghabiskan waktu berdua lagi sejak Jhony memiliki kekasih. Dengan berat Jhony pun bersiap dengan pakaian yang juga sudah di siapkan oleh nyonya Riska, di sela sela Jhony berpakaian dia terus memperhatikan ponselnya yang dari tadi tak ada balasan dari Joy.
Sejak siang hingga sekarang, Joy juga tak membaca pesan dari nya. Jhony juga mencoba menelfon tapi sama saja, tak ada jawaban sehingga membuat Jhony sedikit kesal dan frustasi. Tadinya dia ingin menelfon ke telfon rumah, namun dia takut orang tua Joy mengira mereka ada masalah. Baru saja dia berfikir untuk ke rumah kekasihnya, tapi mama nya terlebih dahulu meminta nya untuk makan malam bersama di luar. Jadilah sekarang dia ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Joy, cukup lama untuknya berganti pakaian sampai sampai nyonya Riska menyusul nya ke atas.
"Jhony sudah selesai belum ganti nya, lama banget sih kaya anak cewek aja" nyonya Riska berseru dengan kencang di depan pintu kamar Jhony
"Iya bentar ma, ini udah siap kok.." dengan malas Jhony berjalan sambil meraih ponsel nya dan membuka pintu
"Kok muka nya di tekuk gitu sayang.. nggak senang ya mama ajak pergi? Kalau gitu batalin aja deh, biar momy telfon restoran buat cancel" nyonya Riska sengaja berjalan pergi dari depan kamar Jhony
"Tunggu mom, bukannya gitu mom.. ah udah deh kita jalan.." Jhony berjalan mendahului sang mama, membuat senyum terkembang di wajah nyonya Riska
Mereka kini sudah hampir sampai di tempat tujuan, semua teman teman Jhony sudah berada di sana dan bersembunyi di suatu tempat. Joy sendiri sudah berada di dalam restoran dan bersiap menyambut kedatangan Jhony dan nyonya Riska.
Joy sudah melihat dari kejauhan, nyonya Riska dan Jhony sedang menuju ke dalam. Perasaan gugup seketika menghinggapi hatinya yang kini berdiri di depan pas dengan pintu masuk restoran, menarik nafasnya panjang Joy menutup mata nya sejenak dan membuka kembali.
Ketika matanya terbuka orang yang di lihat pertama kali adalah Jhony yang berjalan masuk saat ini, karena penerangan lampu yang sedikit redup Jhony jadi sulit melihat siapa yang ada di depan. Namun dia tak begitu peduli soal itu, dia pun terus berjalan mendekat ke arah gadis yang sedang berdiri karena nyonya Riska mengatakan meja mereka berada di hadapan sang gadis.
.
.
.
.
Stay save readers.. aduh nanggung kenapa nggak selesain dl itu? sabar ya guys.. tenang.. aku bakalan selesain bsok wkwkwk di tunggu ya😘
thanks😉