Let See The True Love

Let See The True Love
38.



Jhony berjalan berbelok mendekati meja yang sudah di pesan oleh nyonya Riska, menarik sebuah kursi dia hendak duduk di sana. Joy tersenyum mendapati Jhony yang tidak mengenalinya, raut wajah Jhony tampak sangat kesal saat ini.


Perlahan Joy berjalan hingga dia berada di belakang Jhony, sedang kan nyonya Riska sudah menghilang dan ia kini bersiap membuat kejutan selanjutnya untuk sang putra.


"Hhmm.. " Joy sedikit berdehem di belakang Jhony


"Maaf tunggu sebentar, mama saya sedang ke toilet nanti baru pesan nya" Jhony mengucapkan kalimatnya namun tanpa memandang ke belakang


"Ehemm.. " Joy berdehem lebih keras lagi, dia berharap dapat mengalihkan perhatian Jhony


"Saya bilang nanti baru pe ..." kalimat Jhony terhenti saat dia berbalik dan melihat seseorang yang dia kira sebagai pelayan di sana, tapi mata nya seketika membulat melihat gadis cantik yang teramat di kenalnya


"Joy.. kamu.." Jhony seketika berdiri dan menunjuk ke arah Joy


"Happy birthday kak Jhony.." Joy menyodorkan paper bag yang di dalam nya ada kado untuk Jhony, dan menyelamati Jhony yang tengah kebingungan


"Ba.. gaimana.. ini.. kamu di sini.." Jhony terbaik bata mengucapkan kalimat yang menurut Joy memusing kan


"Happy birthday Jhony.." semua tamu undangan tiba tiba keluar dari sebuah pintu di sudut ruangan, tampak seseorang mendorong sebuah meja dengan kue ulang tahun di atasnya


Kue yang berukuran cukup besar dengan dua tingkat, tingkat pertama berbentuk tabung dan kedua berbentuk bola basket dengan warna senada dengan bola basket.


Nyonya Riska memberi selamat kepada putranya dan di ikuti semua yang ada di sana langsung maju dan memberi selamat juga kepada Jhony yang masih tak percaya dengan kejutan ini, nyonya Riska tersenyum kepada Joy seolah mereka sudah berhasil dengan rencana surprisenya nya.


Setelah semua selesai mengucapkan selamat kepada Jhony akhirnya makan malam pun di mulai, teman teman Jhony tampak bahagia menikmati semua makanan yang sudah tersedia. Mereka di layani dengan sangat baik oleh pelayan restoran yang sudah di pesan oleh nyonya Riska, rasa nya di hari yang spesial ini dia ingin membahagiakan putra satu satunya itu. Apalagi sekarang kebahagiaan putranya juga bertambah dengan kehadiran sang kekasih, yang selalu membawa tawa dan senyum untuk putranya.


Jhony menggenggam erat tangan Joy saat ini, meski sesekali dia masih berbalas obrolan dengan temannya yang menemuinya untuk berbincang namun pandangannya akan di sematkan kepada Joy sesaat bila pembicaraan terhenti. Joy juga tak merasa risih dengan yang dilakukan oleh Jhony, dia bahkan tampak senang dan sesekali melirik ke arah Jhony saat laki laki itu sedang berbicara dengan temannya.


"Sayang.. hentikan duku ngobrolnya ya, cepat bawa Joy untuk makan malam. Kasian Joy kamu gandeng sana sini dia juga perlu mengisi tenaga nya, sebelum kasi kamu surprise dia tegang banget loh tadi" ujar nyonya Riska menyela obrolan anaknya bersama teman teman nya.


"Baiklah mom.." Jhony tersenyum kepada nyonya Riska


"Beneran kamu gugup tadi?" mereka kini berjalan ke arah meja yang hanya untuk mereka berdua saja


"He emm.." Joy mengangguk


"Kenapa?" menatap Joy sejenak dan menyelipkan untaian anak rambut yang menghalangi pemandangannya di wajah Joy


"Nggak tau kenapa, rasa nya deg deg an aja hehe.." Joy tersenyum manis dengan wajah sedikit merona, entah mengapa dia masih saja merasa malu dengan tindakan kecil yang di lakukan Jhony padanya seperti halnya tadi saat Jhony menyelipkan anak rambutnya di belakang telinganya


"Begitukah? Tapi aku mau bilang sesuatu.." mereka kini sudah sampai pada meja namun belum juga duduk


"Apa?" Joy menatap penasaran kepada Jhony


Jhony sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya di telinga Joy dan sedikit berbisik "Kamu cantik banget malam ini, sayang.." semburat merah kini merayap di wajah Joy yang tampak semakin cantik, Jhony pun tersenyum setelah dia menegakkan tubuhnya dan melihat ke wajah Joy saat ini


Setelah nya Jhony menarik sebuah kursi untuk di duduki Joy, melihat Joy yang masih terpaku di tempatnya berdiri akhirnya Jhony memegang kedua bahu Joy dan menuntunnya untuk duduk di kursi yang sudah di tariknya tadi


Kemudian Jhony menunduk lagi sebelum dia duduk di kursi yang ada di hadapan Joy "Mari nikmati makan malam romantis kita" berbisik kembali di dekat telinga Joy, sehingga membuat Joy tersadar dari keterkejutannya


"Eh.. I..iya.." Joy meraih gelas air putih di atas meja untuk membasahi tenggorokan nya yang sedikit tercekat dan tak bisa berkata kata, Joy berusaha sebisa mungkin menormalkan ekspresinya saat ini


Mereka menikmati makanan yang di sediakan di atas meja, Jhony sesekali menggoda Joy yang masih tampak gugup dengan ucapan nya. Namun keduanya pun tampak bisa mengembalikan suasana yang sangat istimewa dengan berbincang hangat.


"Kak Jhony kenapa tadi wajahnya judes amat?" nggak seperti biasanya, Joy mencoba bertanya kepada Jhony seakan dia tidak tahu apa yang terjadi pada pacarnya tersebut


"Haha.. beneran aku nggak tahu kak" Joy tertawa pelan melihat pandangan Jhony saat ini


"Beneran kamu mau tahu, mau aku kasi tahu dengan apa hah?" Jhony tampak tersenyum devil menatap ke arah Joy


"Kak Jhony.. aku cuma mau tahu kakak kesal karena aku nggak balas pesan dan telfon kakak, atau karena di ajak momy ke sini?" tanya Joy masih dengan senyuman penuh arti di wajahnya


"Dua dua nya Joy, kamu nggak tahu aku udah cemas sama kamu yang seharian ini nggak ada kabarnya sama sekali. Terus apa lagi momy yang ajakin aku ke sini sedangkan aku mau ke rumah kamu buat pastiin kamu baik baik aja, aku kesel, bingung dan khawatir huh.. " diakhiri dengan dengusan panjang Jhony tampak melampiaskan kekesalan nya dengan mengeluarkan semua unek unek nya saat ini


"Sudah hilang belum kesalnya?" Joy menatap wajah Jhony dengan tatapan teduhnya, sehingga hati Jhony pun melunak dan mulai menetralkan nafasnya yang tadi sudah terengah karena kalimat panjangnya


Jhony pun mengangguk mendapat pertanyaan dari Joy, lalu Joy menggenggam tangan Jhony


"Maaf in Joy ya kak, sebenarnya Joy sama momy udah rencanain ini" Jhony seketika mengangkat wajahnya melihat tatapan Joy padanya, ada sedikit rasa penyesalan dari Joy yang tergambar di wajahnya


"Tidak.. seharusnya aku yang berterima kasih, Joy. Kalian sudah repot repot membuat surprise ini, dan kalian tahu.. rencana kalian sudah berhasil aku bahkan sudah sangat ketakutan karena tidak mendapat kabar dari kamu" sekarang Jhony yang mengalihkan tangan Joy untuk di genggam olehnya "Tapi.. aku senang karena kamu.. kamu yang sudah mengisi hari hari ku, hari hari ku yang dulu nya hanya biasa dan tidak begitu menyenangkan sekarang sudah berubah karena kamu" Jhony mengangkat tangan Joy dan mengecup punggung tangan gadis itu, perlakuan Jhony mengundang tepukan tangan oleh beberapa orang yang di ikuti yang lainnya


Kehebohan pun terjadi di dalam restoran oleh teriakan hingga siulan menggoda beberapa orang di sana, jangan di tanya soalnya Joy.. dia kini sudah tertunduk malu rona merah di wajahnya pun semakin berdesakan sampai ke telinga dan lehernya. Jhony yanv melihat Joy sudah sangat malu pun segera meminta teman teman nya untuk diam dan tidak mengejek mereka lagi, setelah semuanya sudah kembali ke kegiatan masing masing Jhony kembali menatap ke arah Joy.


"Joy.. " panggil Jhony dengan lembut


"Hemm.." tidak mengangkat kepalanya


"Lihat aku.. " pintanya masih menggenggam erat tangan Joy, Joy pun segera mengangkat kepalanya dengan wajah yang masih sedikit memerah "Kamu tahu.. aku sayang sama kamu, semoga kita bisa terus bersama tidak hanya untuk waktu yang sebentar. tapi.. untuk waktu yang sangat lama juga aku berharap bisa bersama kamu terus" perkataan Jhony membuat mata Joy berkaca kaca, kini perasaan bahagianya tak bisa di ungkapkan seperti ada ribuan kupu kupu indah yang berterbangan di hatinya


"Kak Jhony .. " bersamaan dengan ucapan nya, air matanya pun lolos begitu saja


Setelah beberapa saat berlalu, kini semua sudah bersiap melakukan kegiatan yang seharusnya di lakukan saat ulang tahun. Peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun akan segera di mulai, semua sudah berdiri melihat Jhony yang sedang berdiri di balik kue yang tadi sudah di siapkan.


Selesai meniup lilin, kini acara dilanjutkan dengan pemotongan ulang tahun. Potongan kue ulang tahun pertama Jhony di tujukan kepada sang mama, dan kemudian untuk potongan kedua sudah pasti untuk kekasihnya Joy.


"Terima kasih mom, sudah melahirkan Jhony dan merawat Jhony sampai sekarang" Jhony menyuapi kue yang sudah di potong nya, dan memeluk erat mama nya saat ini


"Sama sama sayang, mom senang ada kamu yang selalu menemani momy" mengelus punggung anaknya, rasanya kini dia sedikit bernafas lega karena putranya sudah mulai terbuka dan lebih sering bercerita padanya


Melepaskan pelukan nya, Jhony mengambil potongan kue kedua nya dan memandangi Joy yang kini berdiri di samping nya. Semua orang kini bersorak untuk mereka berdua, Jhony menghadap ke arah Joy dan membawa kue yang sudah di potong dan menyuapi Joy.


"Terima kasih sudah mengisi hari hari ku dengan kebahagiaan" Jhony berkata dengan perlahan sehingga suranya tidak terdengar oleh sekitarnya, dan kemudian Joy tersenyum kepada Jhony.


Namun setelah nya Jhony dengan gerakan cepat mengecup kening Joy saat dia menunduk, kelakuan Jhony mendapat tepukan dari sang mama di bahu nya. Jhony memandang sang mama dan tersenyum jahil, beberapa orang teman dekatnya seperti Harry dan Erick langsung mengacak rambut Jhony dan menariknya menjauhi Joy.


Joy kini di rangkul oleh nyonya Riska, Rina dan Siska pun tak mau ketinggalan melihat wajah Joy yang kini sudah merah padam akibat ciuman Jhony yang mendarat di kening nya tadi.


.


.


.


stay save readers.. dapet nggak ya romance nya😆 aku jadi cenat cenut nih tapi masih nggak dimana dapat feel nya. Bantu komen guys gmna cara bikin suasana yang lebih ok.


Thanks😉