
Setelah acara perayaan ulang tahun Joy usai, kini Jhony dan Joy sudah berada di teras kolam renang. Joy mulai bercerita bagaimana dirinya di kerjain oleh Rina dan Siska tadi, Jhony dengan setia mendengarkan cerita dari Joy kadang terlihat raut wajah ceria, sedih, dan juga kesal darinya.
"Bagaimana bisa kau percaya dengan Siska, mereka hanya mengerjaimu sayang" Jhony menyampirkan untaian rambut yang menutupi wajah Joy.
"Mana aku tahu kalau mereka hanya mengerjaiku, kak.." Rajuk Joy "Mereka begitu hebatnya berakting untuk memojokkanku, kakak juga kenapa harus masuk ke dalam begitu cepat dan membuatku tertahan sendiri di sana" Jadi Joy yang mengomeli Jhony saat ini.
"Maaf kan aku, aku juga tidak tahu kalau mereka akan mengerjaimu sampai segitu nya" Sambil mengelus kepala Joy, Jhony pun meminta maaf kepada Joy yang sudah cemberut.
"Tidak mau.." Joy mengalihkan pandangannya ke arah kolam renang, berusaha keras untuk tidak melihat ke arah Jhony.
Dia sebenarnya sudah tidak kesal, hanya saja ia ingin mengerjai Jhony agar dia juga merasakan bagaimana rasanya di jahili seperti tadi.
Namun Jhony tidak terpancing dengan sikap Joy, ia malah tertawa dan merasa gemas kepada Joy.
"Kenapa kau jadi semakin cantik saat ngambek begini, hmm.." Jhony memegang kedua pipi Joy dan menjepit pipi Joy dengan kedua tangannya sehingga membuat bibir Joy sedikit maju, membuat Jhony tidak bisa menahan tawanya dan seketika saja ia terbahak-bahak ditengah sepinya malam.
"Ih.. kakak jahil banget sih" Kesal Joy sambil menepis tangan Jhony, namun Jhony malah memeluk dan mendaratkan kecupan di puncak kepala Joy.
"Selamat ulang tahun, semoga sehat selalu dan di beri kesuksesan" Joy terdiam dan menatap Jhony yang saat ini juga sedang menatap kedalam bola mata nya yang tampak berkilat, sesaat kemudian Jhony mengeluarkan sebuah kotak berwarna abu-abu dengan pita berwarna merah muda.
"Ini hadiah ulang tahun untukmu, sayang" Jhony mengulurkan tangannya meraih tangan Joy untuk menerima hadiah nya, Joy dengan senang meraih kotak tersebut.
"Apa ini kak?" Merasa penasaran Joy bertanya kepada Jhony.
"Bukalah sayang, kau akan tahu apa isinya"
"Baiklah"
Lalu Joy mulai membuka kotak tersebut, dia membuka simpul pita nya terlebih dahulu. Setelah pita tersebut sudah terbuka, Joy segera membuka kotak tersebut.
Betapa terkejutnya saat Joy melihat isi kotak tersebut yang tak lain adalah sebuah kalung, kalung yang begitu indah dengan liontin berbentuk bintang.
"Ini.. buat aku kak?" Joy merasa tak percaya Jhony memberinya sebuah kalung.
"Iya, itu untuk kamu" Jhony tersenyum melihat Joy yang tampak terkejut.
"Tapi ini asli, pasti sangat mahal.." Joy berucap lirih saat meneliti dengan benar, dan mendapati bahwa kalung tersebut adalah berlian asli.
"Itu tidak sebanding dengan dirimu sayang, dan juga.. Mungkin ini saatnya aku mengatakan ini Joy. Aku mencintaimu dan aku ingin kita lebih serius menjalani hubungan ini.." Jhony menatap dalam kedua bola mata Joy saat ini.
"Selama ini aku juga nggak pernah main-main dengan perasaan ku kepadamu kak.." Sanggah Joy, Jhony meraih tangan Joy untuk di genggamnya.
"A, aku tidak mengatakan kalau tidak serius dengan ku, tapi.. yang aku maksudkan dengan serius adalah untuk kedepannya. Aku ingin kita bisa sampai ke tahap yang lebih spesial dari ini, tentunya aku tidak akan menuntut apapun sebelum itu" Joy tampak kebingungan mendengar kalimat demi kalimat yang di ucapkan oleh Jhony, melihat Joy masih diam Jhony kembali menjelaskan "Aku ingin kita bisa sampai kepada pernikahan" Jhony kembali melihat ke arah Joy.
"Tapi kita masih sekolah kak.." Ucap Joy dengan polosnya.
"Benar.. kita masih sekolah, maka dari itu aku mau kita berjanji akan selalu bersama sampai saat itu meskipun akan memakan waktu cukup lama karena aku harus membantu mom mengemban tugas di perusahaan. Tetapi aku sudah merasa nyaman dengan mu, kamu kebahagiaan ku selama ini dan aku sungguh mencintaimu" Akhirnya Jhony menunduk kan kepala nya, karena Joy masih bersikap datar dan terkejut. Ia tak berharap banyak lagi dari pernyataan nya kepada Joy, ia akan menerima apapun yang akan Joy utarakan setelah ini.
Jhony menghela nafas sejenak, dan kemudian ia mengangkat kepalanya memandang Joy.
"Baiklah, jika kau tidak mau seperti itu. Tidak apa, aku bisa mengerti. Mungkin ini pemikiran bodoh, kita masih muda benar kan?" Jhony menertawakan kebodohannya yang mengutarakan keinginannya itu.
"Tidak kak, bukan begitu.. Aku hanya berpikir.. Apa aku pantas menerima cinta dan kasih sayang kakak sebesar ini?" Jhony mengangkat tangan Joy ya g di genggamnya dan di letakkan di pipinya.
"Kau sangat pantas mendapatkan seluruh cinta dan kasih sayang di dunia ini, dan aku sangat berharap kau mau menerima nya dan membuatku menjadi orang yang beruntung mendapatkan mu" Joy merasa kebahagiaan nya saat ini sungguh bagai mimpi, tidak ada kebahagiaan lain yang ingin dia dapatkan lagi.
Joy tersenyum kepada Jhony yang menatapnya penuh harap saat ini, tangan Joy satunya terangkat dan membelai pipi sebelahnya lagi.
"Terima kasih sudah bersedia mencintaiku kak" mata Joy kembali berkaca-kaca, air mata kebahagiaan tak dapat ia tahan lagi "Aku berjanji untuk selalu menemani kakak dalam segala keadaan" Lalu keduanya berpelukan, Jhony mengecup lama puncak kepala Joy yang tengah ada dalam pelukannya.
Kebahagiaan Jhony sungguh tidak dapat di gambarkan lagi, ia sangat mencintai Joy. Entah bagaimana ia harus menunjukkan nya, namun ia tak mau kehilangan Joy dan akan sulit baginya jika tidak berhubungan dengan Joy.
Jhony tiba-tiba melepas pelukan mereka, dan membuat Joy terheran.
"Sebentar, biar aku pakaikan kalungnya" Jhony mengambil kotak kalung tersebut dan mengambil kalung di dalamnya, ia pun memakaikan kalung tersebut di leher jenjang Joy.
"Cantik.. " Setelah selesai, Jhony memandangi Joy yang sedang memakai kalung tersebut dan berucap lirih.
"Iya, benar kak. Kalungnya sangat cantik.." Joy tersenyum kepada Jhony.
"Bukan kalung nya Joy, tapi orang yang mengenakannya yang sangat cantik" Balas Jhony masih menatap Joy dengan tatapan memuja.
"Kakak, masih sempat menggombal" Joy tersipu malu dan menundukkan kepalanya.
Jhony mengangkat dagu Joy agar ia dapat meyakinkan Joy dengan ucapan nya kali ini "Joy, aku sangat mencintaimu. Dan aku berjanji kita akan selalu bersama, tolong tunggu aku sampai aku layak untuk memulai hidup baru bersama. Ok!" Joy melihat keseriusan di dalam mata Jhony saat ini, nada yang tegas dalam kalimatnya membuat hati Joy semakin yakin kepada Jhony.
Joy mengangguk pasti di hadapan Jhony, seakan kini ia sedang terhipnotis oleh pesona lelaki tampan yang berstatus kekasihnya itu.
Jhony memegang kedua bahu Joy dan mengecup keningnya cukup lama, setelahnya ia kembali menatap kedua bola mata jernih milik Joy yang selalu memberikan rasa tenang.
.
.
.
Stay Save Readers
Me ingatin lagi dong, buat dukung Me dalam bentuk like dan komen biar Me tambah semangat😘
Thanks😉