
Jhony memandang Erick yang berjalan menjauh, dengan nata menerawang ke masa lalu.
*flashback on
"udah aku bilang jangan keterlaluan Erick, tapi kamu masih nggak mau denger yang aku katakan!" Jhony mencecar dengan panik
"Tapi aku juga nggak mengira kalau dia bakalan pingsan!" balas Erick dengan nada sama panik nya dengan Jhony
"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Erick
"Kita bawa ke UKS dulu." Jawab Jhony
"Nggak. Kita bisa dapat masalah nanti!" Dengan cepat Erick menolak ide Jhony
"Kalau terjadi apa-apa memang kamu bisa menanggungnya?" Tanya Jhony, Erick hanya menggeleng pasrah
"Kita bawa dia ke UKS dulu, nanti kalau di tanya biar aku yang jelaskan." pinta Jhony
"Baiklah.."
Jhony dan Erick bersahabat sedari SMP, mereka adalah anak anak nakal yang sering membully siswa yang memang mudah bagi mereka kerjai. Tak sedikit siswa yang sudah mereka ganggu dan menjadikan mereka murid yang di takuti. Banyak dari siswa baru yang menjadi target mereka, karena memang siswa baru lebih mudah untuk mereka tindas.
Diantara mereka Erick lebih kejam daripada Jhony, bisa di katakan Jhony hanya anak buah bagi Erick. Karena setiap Erick lah yang mengambil tindakan pembullyan sedangkan Jhony kadang hanya memberitahu situasi, manakala ada guru yang lewat saat mereka beraksi.
Ketika sudah kelas 3 Jhony memilih berhenti mengikuti Erick, dia memilih belajar dengan giat untuk kelulusan nya. Saat itu juga Jhony bertemu dengan Siska, siska banyak membantu Jhony mengejar pelajaran yang ketinggalan di dua tahun terakhir itu. Erick dan Jhony masih bersahabat waktu itu, Siska juga sering di ajak saat mereka berkumpul di kantin. Lama kelamaan Erick menaruh hati kepada Siska, namun Siska hanya cuek dan tidak pernah menggubris pernyataan cinta dari Erick. Tak jarang juga Erick meminta Jhony untuk membantu nya mendekati Siska, namun usahanya pun tak membuahkan hasil. Untuk yang terakhir kalinya, Erick mencoba lagi keberuntungan nya dalam menyatakan perasaan nya kepada Siska. Namun kali ini adalah yang terakhir bagi Erick, saat mendapat jawaban yang sangat mengejutkan dari Siska. "Aku akan memikirkan untuk membalas perasaanmu, jika.. kau bisa seperti Jhony dan tidak akan berbuat onar lagi kepada murid murid lainnya". Begitulah jawaban Siska yang di pastikan Erick tidak bisa menyanggupinya, dari situlah Erick menjauhi Jhony dan bersikap bertentangan dengannya.
flashback off
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar dari kelas masing masing. Namun Joy dan Rina masih menunggu yang lain pulang terlebih dahulu, sebab mereka mendapat tugas piket membersihkan kelas. Sembari menunggu, mereka berbincang sejenak.
"Joy, aku mau minta maaf soal yang tadi. Aku beneran takut tadi pas di pelototin sama dia."
"Iya, nggak apa apa koq Rin. Aku ngerti gimana takutnya kamu. Aku aja sebenarnya takut, cuma ada rasa kesel juga sama tu orang."
"Semoga aja dia nggak gangguin lagi." resah Rina
"Udah sepi nih, yuk beres beres dulu." Ajak Joy yang di iyakan Rina.
Saat mereka sedang asyik, tiba tiba terdengar seseorang berdeham di depan pintu kelas. Sontak saja Rina, Joy dan beberapa orang lain nya kaget dan melihat ke arah pintu. Mata Rina dan Joy membulat seketika saat melihat bahwa yang datang adalah Erick, semua mematung dan bingung siapa yang di cari oleh Erick di sini. Lali ini Rina tidak lagi takut seperti tadi, kali ini dia lebih berani melihat ke arah Erick.
Erick melangkah masuk ke dalam kelas tanpa mengatakan apapun, dia langsung meraih tangan Joy dan menarik nya keluar dari kelas. Namun Joy sempat berontak, namun terseret juga karena kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Erick yang menarik nya.
"Mau apa kamu? Cepat lepasin aku!" Bentak Joy yang tak di gubris sama sekali oleh Erick.
"Kamu denger nggak sih, Joy bilang lepasin tangan nya. Kamu mau apa sebenarnya?" Rina mengeluarkan kata kata dengan penuh emosi. namun Erick masih tetap tak menjawab mereka dan malah mengeratkan genggaman tangan nya di lengan Joy.
"Beraninya kamu nampar aku, hahh?" Erick memberi tatapan kesal kepada Joy
"Kenapa enggak, kamu yang mulai duluan. Menarik tangan ku tanpa penjelasan apa apa." Imbuh Joy menantang. Rina juga memandang sengit kepada Erick yang masih diam bergeming
"Kenapa nggak jawab, hahh?" tanya nya kembali, namun sesaat kemudian Erick mencoba kembali menarik tangan Joy. Tetapi kali ini tangan nya di tangkis oleh seseorang, ya Jhony.
"Ada apa lagi Erick? Apa ada urusan yang belum selesai."
"Ini tidak ada hubungan nya dengan mu, pergilah. Jangan ganggu aku Jhony!" Seru Erick dengan kesal
"Jika ini ada hubungan nya dengan dia, maka aku juga termasuk." Jhony berkata dengan menunjuk ke arah Joy
"Huhh,, memang siapa kamu?" tanya Erick kepada Jhony, sejenak Jhony melirik ke arah Joy
"Aku tak akan biarkan kau berlaku kasar pada siswa di sekolah ini Erick." Jawab Jhony
"Bagitukah?" Erick memandang Joy dan bertanya kembali kepadanya "Apa aku bisa bicara berdua denganmu?" tanya Erick dengan sedikit nada tinggi nya
Joy menggeleng cepat dan menjawab "Tidak, aku tidak pernah ada urusannya denganmu."
Seketika Joy pergi dengan di ikuti Rina di belakangnya, Erick yang kesal ingin mengejarnya. Namun langkahnya di tahan oleh Jhony.
"Erick, tolonglah jangan seperti ini. Apa salahnya padamu sehingga kau menindasnya?" tanya Jhony penuh curiga
"Apa pedulimu, kau bukan siapa siapanya kan?" Erick tersenyum penuh arti dan kembali membeo "Aku hanya ingin lebih dekat dengannya." sambil berlalu pergi dari hadapan Jhony
Erick kembali bergumam dalam hati, *aku ingin melihat mu merasakan apa yang aku rasakan dulu*.
.
.
.