
Saat sedang menunggu giliran untuk masuk ke sebuah box besar untuk melakukan fotobox, mereka berbincang bincang sejenak sehingga terdengar suara tawa yang cukup keras. Dengan segera Joy membekap mulut Rina yang keceplosan tertawa dengan begitu kerasnya, namun mereka pun kembali tertawa namun dengan suara yang lebih kecil.
"Bentar lagi giliran kita ya" Joy bertanya sambil merapihkan rambut nya yang sedikit berantakan karena kegiatan tertawa mereka tadi
"Sini aku rapihkan rambut kamu" Jhony membawa Joy menghadap padanya, dengan telaten Jhony menyisir rambut Joy dengan jari jarinya
Joy berdiri membiarkan rambutnya di tata oleh kekasihnya, Joy sibuk memperhatikan wajah Jhony yang nampak sangat tampan hari ini, rambut nya yang di sisir rapih tidak seperti saat di sekolah sehingga jantung Joy kembali berdebar tidak karuan.
"Ehemm.. peka dikit ngapa? disini ada jomblowan dan jomblowati nih!" Rina berujar sambil menyenggol lengan Joy
"Iya nih, nggak tau tempat deh. Kita lagi di tempat umum jangan mesra mesra ah" Harry ikut menimpali
"Sorry bro reflek, hehe" Jhony tersenyum nyengir ke arah Harry, sedang Joy jangan di tanya wajah nya sudah mulai merah seperti buah apel fuji.
"Yuk masuk, udah selesai tuh" Jhony kembali berucap saat melihat orang yang berada di dalam fotobox sudah keluar
Jhony berjalan sambil menggandeng tangan Joy, seperti ayah yang menuntun langkah sang anak.
Tak lama kemudian mereka sudah selesai berfoto ria, Rina dan Harry segera beranjak untuk pergi namun Jhony menahan lengan Joy sebelum dia ikut beranjak pergi.
"Kalian duluan aja, aku masih mau foto berdua" ucap Jhony kepada Harry dan Rina
"Ya elah.. enggak cukup tadi fotonya? Entar pecah tuh kamera fotobox nya " goda Harry
"Iya tuh.. bener hehehe" lalu mereka berdua pun keluar dari tempat fotobox dan menyisakan Joy dan Jhony di dalam
Lama mereka memilih model bingkai untuk foto mereka, akhirnya mereka pun selesai berfoto ria berdua. Mengambil hasilnya dan membagi foto mereka berdua yang tampak sangat manis, foto mereka tampak cocok satu sama lain dan juga lucu. Mereka tampak romantis namun tetap sopan sebagai mana harusnya pasangan remaja, setelah selesai membagi foto mereka langsung keluar dari tempat berfoto tadi.
Lalu mereka mengajak Rina dan Harry yang sedang menunggu mereka di luar, mereka kini sedang mencari tempat makan di dalam mall dan akhirnya setelah berputar beberapa waktu di dalam mall mereka menetapkan untuk pergi ke restoran makanan seafood. Mereka sudah bertanya satu sama lain tentang adanya alergi seafood, dan ternyata semua nya bisa makan makanan seafood.
Jadilah mereka berempat kini sudah duduk di restoran seafood yang cukup terkenal di mall tersebut, Jhony memesan ruangan khusus karena tak ingin makan siang bersama sang pacar dan temannya terganggu jika tiba tiba ada yang mengenalinya.
"Mana foto tadi?" suara Harry terdengar, dia menyodorkan telapak tangannya meminta hasil foto mereka tadi
"Nih foto jelek elo" Jhony menyodorkan foto fotonya kepada Harry, seketika Rina langsung mendekat ke arah Harry yg sedang melihat foto foto mereka
Tanpa sadar gerakan Rina yang kini sedang berdekatan dengan Harry membuat Joy dan Jhony tersenyum, mereka pun saling memberi kode untuk ke dua sahabat mereka.
"Yang ini bagus kak, ini aja yang di simpan di dompet" ujar Rina kepada Harry
"Sini aku potongin buat kamu" Jhony mengambil alih foto tersebut dan perlahan membaginya, karena sudah ada garis potongan jadi memudahkan mereka untuk membaginya.
Beberapa saat kemudian " Nih punya kamu" Harry menyodorkan foto hasil potongannya kepada Rina
"Makasih kak" sambil tersenyum Rina mengambil dompetnya dan menyelipkan nya di dalam dompetnya
"Punya aku nggak kamu potongin juga bro?" goda Jhony kepada Harry, Joy hanya tersenyum melihat kedua orang sahabat tersebut yang saling menggoda
"Apa an sih, no.. potong sendiri" ujar Harry seraya menggelengkan kepalanya
"Hahaha.. bisa aja kamu" balas Jhony
Seorang pelayan masuk ke dalam ruangan dengan membawa pesanan mereka, di belakangnya ternyata ada seorang lagi pelayan yang membawakan minuman mereka.
"Selamat makan semuanya" ucap Joy sebelum memulai menyantap makanan nya
"Selamat makan Joy" balas Jhony memandangi wajah Joy, Joy pun mengangguk dan mulai menikmati makanan nya
Mobil Jhony melaju di jalan raya membelah jalanan yang tidak terhitung macet meskipun di hari libur, karena sebagian orang sudah berada di luar kota untuk berlibur. Jhony mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, seakan dia tak ingin cepat sampai di rumah Joy dan mereka tentunya harus berpisah. Tak ada yang memulai percakapan saat mobil sudah setengah jalan pulang, Jhony tampak berpikir sejenak untuk membawa Joy ke taman dan duduk di sana sesaat sebelum mengantarnya pulang.
"Joy.. kita ke taman dulu mau nggak?" tanya Jhony
"Em.. boleh kak" melihat jam yabg melingkar di lengannya "baru jam setengah satu juga"
"Ok, kita kesana sekarang" akhirnya Jhony mengambil jalur untuk ke taman kota
Sampai di sana tampak pengunjung yang cukup padat, semua terlihat dari lah parkir nya yang sangat susah untuk di dapati. berputar beberapa kali mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, akhirnya Jhony mendapatkan tempat yang pas untuk satu mobil saja.
Mereka sekarang sudah berjalan di sekitaran taman, tak hanya tempat parkir nya saja yang penuh bahkan di dalam taman juga tampak sangat ramai pengunjung. Berkeliling sejenak mereka menemukan sebuah bangku kayu yang terletak di bawah pepohonan rindang, saat duduk di sana mereka di suguhkan pemandangan air mancur yang terletak di tengah taman.
"Kamu pernah kemari nggak?" tanya Jhony mulai berbasa basi,
"Pernah kak.." jawab Joy
"Sama siapa?" Jhony menatap Joy memperhatikan wajah gadis di sampingnya kini
"Sama mama dan papa, tapi sudah cukup lama kak. Waktu aku masih SD kalau nggak salah" Joy mengingat ingat kapan terakhir dia datang kemari
"Oh.." Jhony bernafas lega karena Joy tak mengatakan datang kemari dengan mantan pacar
"Kak Jhony udah sering kemari?" kini Joy yang berinisiatif bertanya kepada Jhony
"Nggak juga.. Terakhir kali datang kemari bersama alm. papa.." Joy melihat mata Jhony yang kini seperti membayangkan sesuatu
"Eh.. maaf ya kak, jadi mengingatkan kakak" Joy merasa tidak enak sudah salah bertanya
"Tidak masalah Joy, daddy sekarang sudah tenang di sana jadi aku juga harus lebih kuat dan bahagia untuknya juga" Jhony menggenggam erat tangan Joy
"Oh iya, aku ada sesuatu buat kamu" ucap Jhony sambil merogoh saku celananya, dan mengeluarkan sepasang gantungan ponsel bermodel love seperti liontin
"Ini.. cantik.." ucap Joy saat melihat gantungan ponsel yang di tunjukkan oleh Jhony
"Iya.. ini gantungan ponsel, ini untuk kamu dan ini punya ku" Jhony memberikan gantungan love pink kepada Joy dan biru untuk nya "Coba di buka" Jhony berujar kembali
"Bisa di buka?" mencari celah untuk membuka gantungan love nya namun tak di temukannya
"Bisa, sini aku buka in" Jhony meraih gantungan. tersebut lalu di bukanya "Di dalam nya ada nama aku" dan kemudian Jhony membuka gantungan nya "Yang ini ada nama kamu, di belakang nya ada inisial nama kita berdua JJ" Jhony pun tersenyum menatap wajah Joy yang tampak takjub dengan apa yang di siapkan olehny
Jhony membeli gantungan tersebut kemarin, saat dia berjalan jalan mengitari stand yang ada di basement dia menemukan stand yang menjual gantungan ponsel couple. Tak berpikir panjang lagi Jhony langsung memesan sepasang untuknya dan Joy, meski saat itu Joy belum menjawab pernyataan cinta nya namun Jhony tampak yakin saat itu.
.
.
.
stay save readers.. selamat membaca guys..
yuk bantu semangatin aku lagi dengan cara like dan komen nya guys.. terus boleh donk fav in biar bisa dapat pemberitahuan saat update, vote aku juga boleh apa lagi kasi gift" buat aku.. boleh banget..😆
thanks😉