Let See The True Love

Let See The True Love
34.



Tidak terasa satu semester telah berlalu, kini siswa siswi sedang menyiapkan diri untuk menghadapi ulangan pertengahan semester. Semua nya tampak sibuk menyiapkan diri masing masing, membekali diri mereka dengan pelajaran yang mungkin muncul dalam soal ulangan.


Sama seperti murid lainnya, Joy dan Rina juga sedang sibuknya menyiapkan diri agar lebih maksimal dalam mengerjakan soal nantinya.


Mereka kadang melaksanakan kerja kelompok yang hanya mereka berdua saja anggota nya, mereka tak mau belajar beramai ramai karena menurut mereka itu malah membuang buang waktu. Biasanya semakin banyak anggota dalam kerja kelompok akan semakin banyak pembicaraan di luar pelajaran yang mereka bahas, jadi lebih. baik hanya berdua dan serius dalam belajar.


Terkadang Jhony dan Harry yang memang juara kelas di angkatannya yang akan menemani Joy dan Rina dalam belajar, mereka berdua pun merasa senang karena mendapat bantuan dari Jhony dan Harry.


Joy dan Jhony pun semakin dekat, perhatian satu sama lain selalu mengisi hari hari mereka. Tak pernah ada kata marahan atau semacamnya, mereka menjalani hubungan normal layaknya remaja tidak berlebihan.


Mereka semakin menjadi pasangan yang membuat iri setiap mereka berjalan bersama, selama ini mereka memang semakin kompak tidak hanya dalam masalah hubungan juga dalam pelajaran mereka termasuk pasangan yang cerdas.


"Joy.. pulang nanti aku ada rapat Osis, kamu pulang terlebih dahulu saja ya. Jadi kamu bisa pulang dan belajar di rumah"


"Ok kak, siapp" mengangkat tangan nya seolah memberi hormat Joy sambil tersenyum manis kepada Jhony


"Pinter.. tapi kamu nanti pulang sama siapa?" tanya Jhony lagi


"Emm.. lihat nanti pulang aja kak, soalnya Joy belum tahu juga pulang nya pakai apa hehe" Joy menyengir membuat Jhony yang melihat nya menjadi gemas dan hendak mencubit pipi Joy


"Kamu nih ya.." tangan Jhony terangkat namun sejenis terhenti oleh suara seseorang


"Ehem.. kalian jangan mulai lagi deh" Siska mencibir kelakuan dua sejoli yang sedang mengumbar kemesraan yang menurutnya sangat membuat iri itu


"Tau nih mereka suka nggak sadar tempat kalau udah berdua gini" Erick menghampiri dan ikut menimpali perkataan Siska


Erick dan Siska kini sudah semakin dekat, walau pun belum ada pacaran di antara mereka namun keduanya merasa nyaman dengan seperti ini.


"Jangan sirik, makanya pacaran jadi bisa kaya kita. Iya nggak Joy?" Jhony sedikit menyombongkan diri di hadapan keduanya, sedang Joy hanya tersenyum malu mendengar ucapan kekasihnya itu


"Ye.. dasar Jhony, makin lama makin sombong nih"


"Tau tuh anak ini belagu banget sejak punya pacar" Erick kembali menimpali perkataan Siska


"Wah wah.. belum pacaran aja udah kompak banget, gimana kalau udah pacaran nih hahaha.." Jhony malah balik menggoda Siska dan Erick yang selalu kompak menyerang dirinya


Sontak saja Joy langsung memukul pelan lengan Jhony, karena merasa pacarnya itu sudah keterlaluan menggoda sahabatnya saat ini.


"Jangan mulai ya Jhon.." Siska memberi peringatan, tak suka dengan candaan Jhony


"Emang kenapa Sis, kita kan memang kompak" ucap Erick membenarkan perkataan Jhony


"Kamu jangan ikut ikutan Rick!"


"Iya iya.. sorry.." Erick menggaruk lehernya yang tak gatal


"Jangan galak galak Sis.. nanti Erick kabur baru tahu kamu"


"Biarin aja kalau dia mau kabur, emang aku pikirin.. enggak!" Siska hendak berjalan menjauhi mereka, namun dia teringat maksudnya menemui Jhony


"Tuh kan aku jadi lupa" melirik ke arah Erick sejenak yang masih berdiri bersama dengan Jhony dan Joy "Nanti ada rapat Osis ya Jhon, awas aja kalau absen" Siska memberi ultimatum kepada Jhony, karena rapat kali ini termasuk penting menjelang hut sekolah mereka


"Ok siap ibu ketua Osis" giliran Jhony yang mengangkat tangan memberi hormat kepada Siska


"Apaan sih gajelas banget kamu, Joy aku duluan ya dah.." menatap Jhony dengan pandangan aneh, dan kemudian pamit kepada Joy Siska pun berjalan meninggalkan Erick yang masih mematung di tempatnya


"Kamu ngapain masih di sini Rick, nggak di kejar tuh pujaan hati kamu?" tanya Jhony menepuk pundak Erick yang terdiam di tempatnya dan menatap lorong yang tadi di lewati oleh Siska


"Enggak deh, Siska kayaknya lagi badmood entar dia malah makin nggak suka sama aku. Hah.." menghela nafas panjang nya dia pun melihat ke arah Jhony yang kini menatapnya kasihan


"Kenapa liatin aku kayak gitu" tanya Erick saat mendapati tatapan kasihan dari Jhony


"Nggak kenapa napa, aku cuma salut aja sama kamu Rick. Semangat bro.. hati Siska bukan terbuat dari batu, lama kelamaan dia pasti luluh dengan kebaikan kamu" menyemangati sahabatnya, Jhony kembali menepuk beberapa kali di bahu sahabatnya itu


"Benar tuh kak Erick, kak Erik kan baik dan perhatian sama kak Siska. Pasti suatu saat kak Siska bakal tersentuh sama kebaikan kakak" Joy tersenyum lembut kepada Erick


"Benaran Joy, kamu tersentuh nggak kalau aku baikin. Kalau iya kamu sama aku aja ya, biarin Jhony sendiri hehe" Erick menatap menyeringai kepada Jhony yabg sudah kesana dengan perkataan nya kepada Joy


"Kak.. jangan mulai deh" Joy melirik ke arah Erick yang tadi mengedipkan mata padanya


"Apa sih Jhon, aku lagi nungguin Joy jawab pertanyaan aku yang tadi. Gimana Joy" sambil memainkan alisnya turun naik, Erick sengaja menggoda Joy saat ini


"Nggak deh kak Erick, aku nggak mau laki laki yang hatinya udah milik cewek lain. hehe.. " ucap Joy tertawa pelan tangan nya memegang erat tangan Jhony


"Cewek pinter, udah dengar kan apa kata cewek aku. Jadi sekarang mending kamu pergi deh, bentar lagi bel masuk bunyi Rick" Jhony mulai kesal dengan kelakuan Erick yang tak mau mendengar usiran dari Jhony


"Kita aja yang pergi yuk kak, bentar lagi kan bel mending kita kekelas sekarang hmm" masih memegang tangan Jhony, Joy kemudian menghadap ke arah Jhony


Memandang jam yang melingkar di pergelangan tangannya, Jhony mengangguk kan kepalanya "Ya udah kita ke kelas sekarang aja" menarik pelan lengan Joy, Jhony melirik sejenak ke arah Erick yang tampak tersenyum puas melihat tingkah Jhony.


"Dasar bocah hahaha.. aku cuma bercanda Jhon" Erick tertawa setelah kepergian Joy dan Jhony


*****


Joy akhirnya pulang dengan menggunakan taxi online yang sudah di pesan oleh Jhony dan juga di bayarkan langsung olehnya, Joy merasa sangat senang dengan perhatian Jhony yang tak pernah berkurang namun terus bertambah.


Setelah selesai membersihkan diri, diapun segera memberi tahu Jhony bahwa dia sudah sampai di rumah saat ini dengan mengirimkan pesan. Setelahnya dia pun segera belajar di dalam kamar, sambil menunggu waktu makan malam tiba.


Joy tak menunggu pesan balasan dari Jhony, karena dia tahu Jhony sedang sibuk dengan rapat nya. Jadi pasti akan di balas saat laki laki tersebut sudah sampai di rumah, bahkan Jhony akan menelfonnya saat dia sudah senggang.


Waktu makan malam tiba, mama Silvi berjalan ke arah kamar Joy dan mengajaknya makan malam. Joy pun mengiyakan dan segera turun ke bawah dimana papa nya sudah menunggu, saat papa nya menoleh dan mendapati istri dan anaknya tengah menuruni anak tangga dia pun tersenyum menyambut keduanya.


"Anak papa lagi ngapain tadi?" tanya papa Joy


"Lagi belajar pa, minggu depan kan udah ulangan pertengahan semester jadi Joy mesti belajar dengan giat"


"Bagus sayang, apa kamu nggak mau ikut les privat?" tanya papa Joy


"Nggak perlu pa, pelajaran nya masih bisa Joy ikuti dna belum ada yang sulit saat ini"


"Pinter banget anak papa, ya sudah kalau kamu merasa sudah tidak mampu katakan sama papa ya sayang" membelai lembut kepala Joy yang tersenyum lembut kepada papanya


"Ok pa.." mengacungkan jempolnya ke arah sang papa


Selesai makan malam Joy segera naik ke atas, dia berjalan cepat ke arah kamarnya karena baru teringat bahwa tadi dia mengirim pesan kepada Jhony dan mungkin sekarang Jhony sudah membalasnya.


Sampai di kamar nya Joy segera mengambil ponselnya yang berada di atas meja belajarnya, membuka kunci layar utama dan melihat sudah ada pesan di sana. Dengan cepat Joy membuka pesan dengan nama pengirim Kak Jhony, tak ada yang berbeda dengan nama Jhony di kontak ponselnya kecuali tanda ๐Ÿ’™ pada ujung nama Jhony.


(Kak Jhony๐Ÿ’™)


"Sore Joy baru balas, aku baru aja pulang dan mau mandi dulu. Udah gerah dan lelah banget, nanti aku telfon ya"


Joy tersenyum mendapat pesan balasan itu, dengan segera Joy memberi balasan kepada Jhony.


Mendapati ponselnya berbunyi Jhony yang baru selesai mandi dan sedang mengenakan handuk pun langsung mengambil ponselnya yang berada di atas kasur, melihat nama pengirim nya Jhony pun tersenyum.


(My Lovely Joy)


"Kalau begitu kakak makan malam dulu ya, kalau lelah nggak usah telfon nanti. Langsung istirahat aja ya kak๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š"


Jhony pun tertawa setelah membaca pesan dari Joy, gadis manis tersebut selalu mengerti dengan keadaan Jhony dan tidak masalah dengan kesibukan Jhony sekarang.


Meletakkan ponselnya Jhony tak berniat membalas pesan dari Joy, dia pun menuruti pesan Joy untuk makan malam dahulu. Dia berniat untuk menghubungi pacarnya nanti setelah makan malam dengan mamanya.


.


.


.


stay save readers, selamat membaca


segitu dulu ya ceritanya, maaf ya kalau kurang uwuu ceritanya. bantu komen dan like nya ya guys..


thanks๐Ÿ˜‰