Let See The True Love

Let See The True Love
76.



Liburan sekolah telah usai, semua siswa siswi memulai awal semester yang menyenangkan. Meski ada beberapa yang merasa malas untuk kesekolah karena keasyikan libur, tetapi ada pula yang merasa senang bisa kembali ke sekolah karena akan bertemu kembali teman-teman mereka.


Awal tahun ajaran baru bagi Joy adalah yang cukup menyenangkan, sebab ia bisa kembali bertemu dengan teman-teman dan juga pelajaran baru yang sudah di tunggu-tunggu.


"Pagi ma, pa.." sapa Joy kepada kedua orang tuanya yang sedang sarapan.


"Pagi sayang... wah kelihatnnya semangat sekali anak kita hari ini kan pa?" goda mama Silvi.


"Hm.. Pagi sayang..." Papa Joy hanya mengulas senyuman, dan membelai kepala Joy.


"Iya dong, inikan hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang jadi mesti lebih semangat lagi, hihi.. "


"Selamat pagi ma, pa..." Sapa Jhony yang juga baru sampai dirumah Joy, seperti biasa dia datang untuk menjemput Joy untuk pergi ke sekolah bersama.


"Pagi nak Jhony" sahut kedua orang tua Joy bersamaan.


"Ayo sarapan dulu nak Jhony" ucap mama Silvi.


"Baik ma" tanpa rasa canggung Jhony berjalan mendekati kursi di mana Joy duduk.


Mereka lalu menikmati sarapan bersama.


*****


Mobil Jhony sudah memasuki tempat parkir sekolah, seperti biasa seluruh siswa siswi tampak berdatangan karena waktu yang sudah hampir jam masuk sekolah.


Jhony dan Joy berjalan ke arah kelas Joy terlebih dahulu.


"Sampai nanti kak!" seru Joy saat sudah berada di depan kelasnya.


"Em.. Sampai nanti" setelah melambaikan tangannya, Jhony kembali berjalan menuju ke kelasnya.


Bel tanda masuk berbunyi, seluruh murid memasuki kelas seiring dengan guru mata pelajaran yang juga memasuki kelas ajaran masing-masing.


Berhubung ini adalah awal tahun ajaran baru, maka kegiatan belajar mengajar belum teratur karena itu guru-guru yang masuk ke kelas hanya mengenalkan diri dan memberi tahu jadwal terbaru serta pembuatan struktur organisasi kelas oleh wali kelas masing-masing.


Waktu berlalu dengan cepat, hingga sampai pada jam istirahat dan semua siswa sudah berada di luar kelas. Ada yang di kantin, lapangan, taman, namun ada pula yang menikmati jam istirahat di dalam kelas dan bersenda gurau dengan teman-teman.


Joy dan Rina sudah duduk manis di salah satu kursi panjang dengan meja yang sama panjang dengan kursi kayu tersebut. Mereka sedang menunggu makanan yang baru saja di pesan oleh Rina, sambil bercerita mereka memandangi beberapa siswa siswi yang batu masuk ke sekolah mereka yang juga sedang menikmati jam istirahat mereka.


"Enggak terasa ya, sekarang kita sudah jadi kakak kelas" suara Rina terdengar sambil sorot matanya memandangi beberapa anak yang masih mengenakan seragam SMP.


"Iya Rin, padahal rasanya kita baru masuk ke sekolah ini, taunya udah setahun kita sekolah di sini" Joy tersenyum dengan ingatan nya yang terbayang saat mereka mengikuti masa orientasi siswa baru tahun lalu.


Waktu sungguh berjalan begitu cepat, tak di sangka setahun sudah mereka memasuki SMA.


Lamunan Joy terhenti tatkala Jhony dan Harry duduk di hadapan nya, mereka datang berdua tanpa Erick dan Siska.


"Udah lama?" tanya Jhony setelah duduk di depan Joy.


"Ehem.. nggak deh, nanti icip punya kamu aja. Lagian belum terlalu laper juga, tadi pagi makan nasi goreng mama banyak banget hehe.. " Jhony tersenyum menyengir menampakkan deretan giginya yang putih dengan manis, seketika Joy melihat sekeliling.


"Jangan senyum kaya gitu di depan cewek lain ya!" Jhony yang mendapat kecaman dari Joy seketika berhenti tersenyum.


"Kenapa memangnya?" malah balik bertanya.


"Eng, gak boleh aja!" bingung harus memberi alasan apa, pasalnya jika dia langsung mengatakan kalau dia akan cemburu itu terlalu ambigu.


"Kasi tahu dulu dong alasan nya apa aku nggak boleh kayak gitu di depan cewek lain?" memiringkan kepalanya memandangi wajah Joy yang sengaja menunduk "Hei, lihat aku kalau aku lagi bicara" dengan nada yang lembut Jhony berucap.


"Uh.. udah ah, anggap aja aku enggak pernah ngomong yang tadi" Senyum geli tertahan di bibir Jhony, baginya sangat menyenangkan saat Joy cemberut seperti ini.


Sebenarnya dia sudah tahu maksud Joy, hanya saja dia ingin sedikit mengerjai kekasihnya ini.


"Aku sudah mendengarnya, dan aku akan coba jaga senyumku yang tadi hanya untukmu 'sayang'.. " dengan wajah yang sedikit dimajukan ke depan Joy, Jhony berbicara pelan dan ada penekanan dalam kata 'sayang' yang berhasil membuat rona merah di pipi Joy meruak.


"Ihh.. kamu.. " Joy yang kesal pun langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, aksinya ini di sambut tawa dari Jhony.


Sedangkan Harry dan Rina sudah berpindah ke meja lain, mereka sengaja pindah karena tak ingin mendengar percakapan yang sedari tadi membuat mereka seperti nyamuk.


"Lihat... benar kan?! Kita itu kayak nggak ada bagi mereka, coba aja kalau kita masih di sana juga nggak di pedulikan!" Harry mengarahkan Rina untuk melihat interaksi sepasang kekasih yang mengabaikan sekeliling mereka, karena tidak sedikit orang yang juga mengalihkan perhatiannya kepada Jhony yang kini tertawa dan Joy yang menunduk.


"Sungguh aneh, apa kak Jhony enggak sadar sedang di perhatikan ckck.. huhh... kasian Joy" tampak jelas di mata Rina jika Joy sedang menahan malu, entah apa yang di katakan Jhony sehingga membuat sahabatnya tersipu malu begitu.


"Aku senang bisa lihat Jhony kembali tertawa selepas ini.. " Harry menatap Jhony namun dalam matanya tersirat bayangan Jhony sebelum mengenal Joy, Rina kembali melihat ke arah Harry, ingin bertanya namun sepertinya bukan waktu yang tepat untuk saat ini jadi dia hanya mengangguk.


*****


Satu hari lagi mereka lalui dalam pembelajaran di sekolah, saatnya untuk pulang ke rumah dan mengistirahatkan pikiran dan tubuh yang sudah lelah.


Hari sudah sore ketika seluruh murid keluar dari kelas masing-masing, ada yang masih semangat dengan teriakan kepada temannya, ada pula yang sudah tampak kelelahan.


Begitu juga dengan Joy dan Rina, Joy masih tampak bersemangat saat membahas masalah pelajaran yang baru saja di pelajari tadi, namun berbeda dengan Rina yang sudah malas mendengar ocehan Joy sejak keluar dari kelas hingga mereka berada di halte bus.


Hari ini Joy dan Rina pulang bersama karena Jhony tidak bisa pulang cepat, ada kegiatan rapat osis sebelum mereka membubarkan anggota osis sebelumnya dan memulai dengan anggota baru. Ini selalu di laksanakan setiap tahunnya, mengingat adanya murid baru yang siap menggantikan para senior mereka yang akan menyiapkan diri untuk ujian di akhir tahun ajaran.


Begitu pula dengan Jhony yang akan meninggalkan jabatan wakil ketua osis, dan akan di gantikan oleh siswa baru.


.


.


.


Stay Save Readers


thank you😉