
Mengantarkan Joy hingga menemui mama Silvi adalah salah satu tugasnya kali ini, dia ingin meminta maaf kepada mama Silvi karena dia kini Joy jadi terlambat pulang ke rumah. Dia tak ingin orang tua Joy menjadi sangat khawatir pada anak mereka, lebih baik dia sendiri yang langsung memberi tahu ke dua orang tua Joy.
"Selamat sore tante, maaf baru mengantarkan Joy pulang. Tadi saya ada rapat Osis terlebih dahulu dan Joy menunggu saya tante" Jhony menjelaskan semua nya kepada mama Silvi
"Begitu, ya sudah tidak apa apa Joy juga senang kan menunggu nak Jhony" menatap Joy yang kini tersenyum, tampak nya ini semua juga keinginan Joy untuk pulang bersama Jhony dan menunggu nya selesai rapat Osis. Mama Silvi pun tak ingin memperpanjang pembahasan Jhony.
"Ehm.. kalau begitu saya pulang dulu tante" mama Silvi langsung mengangguk
"Terima kasih sudah antarin Joy nak Jhony" mengucapkan terima kasih mama Silvi juga tersenyum kepada Jhony
"Sama sama tante, Joy aku pulang dulu ya"
"Makasih ya kak, dah.." Joy reflek melambaikan tangan nya kepada Jhony, membuat senyum mama Silvi terus mengembang
Tak ingin menyia nyiakan kesempatan saat melihat anaknya yang tersipu malu, mama Silvi langsung menggoda anaknya itu.
"Ehemm.. udah senyum nya, nanti pipinya kayak tomat tuh udah merah gitu hehe" mencubit gemas pipi Joy
"Mama apa an sih, Joy masuk dulu.." sambil berbalik Joy hendak masuk ke dalam rumah nya
"Anak mama kaya nya sudah pacaran nih sama yang barusan antar, bener nggak?" mengikuti langkah anak nya mama Silvi kembali bertanya untuk memenuhi rasa penasarannya saat ini
Joy berhenti sejenak dan melihat ke arah sang mama "Ma.."
"Ada apa sayang?" mama Silvi yang kebingungan melihat sang anak berhenti tiba tiba dan menatap ke arah nya sontak langsung bertanya
"Sebenarnya.. em.. kalau Joy pacaran mama bolehin nggal ma?" mengucapkan kalimatnya dengan sedikit ragu, Joy mencoba menelisik wajah sang mama saat ini
"Hah.. mama tidak kaget saat kamu bertanya seperti tadi sayang, sebenarnya mama tidak setuju kalau kalian pacaran saat kalian masih bersekolah. Tapi menurut papa kalian akan semakin rajin sekolah saat merasakan suka pada seseorang, entah itu hanya alasan atau bukan tapi mama lihat kamu juga seperti yang papa bilang" menyentuh ke dua pipi putrinya, mama Silvi merasa bahagia jika anaknya mau berbagi cerita kepadanya seperti saat ini
"Ma.. kami janji tidak akan melewati batas saat pacaran, kak Jhony juga sopan pada Joy sejauh ini" Joy berucap dengan masih memandang lembut kepada sang mama
"Mama percaya kepada kalian nak, mama juga sudah lihat sikap nya kepada kamu dan juga kepada kami. Mama hanya ingin kamu menjadikan mama sebagai tempat curhat mu sayang, mama siap mendengarkan semuanya hm.." mama Silvi membalas tatapan Joy sama lembutnya
"Wah ada apa nih, kaya nya suasana nya lagi melow nih" ejek papa kepada ke dua wanita tercintanya
"Papa.." mama Silvi dan Joy memanggil bersamanya
"Ada apa nih, papa mau ikutan juga dong"
"Nggak ada apa apa kok pa, mandi gih sayang. Papa juga mandi dulu ya nanti kita makan malam bersama" ujar mama Silvi mendorong anak dan suaminya untuk pergi mandi
Keduanya pun akhirnya naik ke lantai atas sambil papa Joy merangkul bahu anaknya, mama Silvi menggeleng kan kepala nya dan tersenyum melihat ke akraban ke duanya.
*****
Selesai makan malam kini Joy membantu mama Silvi untuk mencuci piring, walau anak satu satunya Joy tidak bermanja kepada kedua orang tuanya dan tidak mau membantu mereka. Semua kerjaan di rumah akan di kerjakan oleh Joy juga, walau tak semuanya dan hanya sedikit membantu karena pekerjaan mencuci pakaian sudah di emban oleh seorang bibi yang akan datang di pagi hari untuk mencuci pakaian.
Saat sedang asyik mencuci piring, Joy pun berucap kepada mama Silvi.
"Ma.. nanti mama yang kasi tahu papa ya ma" Joy merasa malu untuk mengatakan nya kepada sang papa
"Baiklah sayang, nanti kita bicara sebentar ya di ruang tv" ucap mama Silvi
"Iya ma" Joy mengiyakan ucapan mama Silvi
"Hemm.. enak nih cemilannya" papa Joy kemudian mengambil biskuit yang baru saja mendarat di atas meja
"Papa bisa aja.." ucap mama Silvi
"Papa nonton tayangan apa ?" tanya Joy yang kini sedang melihat ke arah tv
"Lagi sponsor sayang, tunggu aja tuh bentar lagi juga mulai tayang" ucap papa Joy sambil menikmati cemilan dan juga teh nya
"Ok pa" ucap Joy riang
"Kaya anak kecil aja kamu nak.." papa nya Joy mengelus dengan lembut kepala anaknya
Selesai dengan kegiatan nonton tv bersama, kini mereka pun masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Begitu pula dengan kedua orang tua Joy, saat ini mama Silvi baru saja selesai mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur. Berjalan mendekati kasur dia pun akhirnya mengikuti sang suami yang kini sedang duduk di atas kasur dan menatap ponselnya, mama Silvi mencoba mengalihkan perhatian sang suami"
"Pa.. mama mau bicara" ucapnya perlahan sambil memegang lengan suaminya
"Ehmm.. iya ma" mengalihkan perhatiannya kepada istrinya, papa nya Joy kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas di samping tempat tidur
"Pa, apa menurut papa anak kita boleh berpacaran?" tanya mama Silvi sambil melihat ke arah sang suami
"Kenapa tiba tiba kamu menanyakannya?" papa nya Joy bertanya sambil masih memperhatikan sang istri dan mengarahkan tubuhnya untuk berhadapan langsung kepada mama Silvi
"Enggak kenapa napa pa, tapi anak kita.. Joy sepertinya sedang pacaran dengan kakak kelasnya yang biasa menjemput dan mengantarnya pulang pa!" ucap mama Silvi, dari nada suaranya ada sedikit kegusaran di sana
"Hmm.. lantas menurut mama gimana?" papa nya Joy malah balik bertanya
"Kok papa malah balik bertanya sama mama?" mama Silvi mengerucutkan bibirnya, sesikit kesana karena papa nya Joy yang terlihat sengaja menggodanya
"Hehe.. kamu selalu bikin aku gemes kalau lagi ngambek gini" mencubit pelan pipi istrinya
"Ma.. kita harus kasi kebebasan untuk Joy, masa muda nya semestinya memang begitu. Biar dia merasakan indahnya pacaran saat remaja agar kelak dia punya kisah yang dapat di ceritakan kepada anak anaknya" memegang kedua bahu mama istrinya, papa Joy mencoba menjelaskan kepada sang istri
"Tapi mama takut nanti bisa menganggu sekolahnya pa, belum lagi melihat berita yang sekarang sedang ramai di bicarakan di masyarakat anak sekolahan tiba tiba sudah hamil dengan pacarnya. Bikin mama merinding mikirnya" ucap mama Silvi dan mengelus lengannya yang di rasakan mulai merinding
"Memang tidak ada yang bisa menjamin semua tidak akan terjadi, makanya kita juga harus berperan penting di dalam nya ma. Kita harus memberi pengetahuan tentang suatu hubungan, dan juga kita juga harus memantau kegiatan mereka. Kalau hanya kegiatan sekolah dan pulang sedikit telat yang biasa kita tahu itu memang kegiatan di sekolah jadi nggak apa donk, iya kan?" mama Silvi mencerna kalimat demi kalimat yang papa Joy ucapkan, dia kemudian mengangguk dan tersenyum
"Nah.. jadi mulai sekarang, kita harus lebih banyak berkomunikasi dengan Joy agar dia merasa nyaman berbicara kepada kita. Maka ke depan nya dia juga akan menceritakan apa saja yang mereka lakukan di sekolah dan di luar sekolah ma" mengelus punggung sang istri dan tersenyum dengan lembut, papa Joy sungguh punya pikiran yang terbuka dengan hubungan anaknya itu
Selesai membicarakan nya keduanya pun memutuskan untuk istirahat, karena merasa sudah waktunya juga bagi mereka untuk meraih mimpi indah malam ini. Setelah kegiatan mereka seharian, akan lebih baik jika beristirahat tepat waktu maka esok dapat melanjutkan hari dengan tubuh yang lebih segar.
.
.
.
stay save ya readers, selamat hari minggu semoga semua sehat selalu ya. Walau tetap di rumah aja jangan bosen, buka aja apk noveltoon dan baca cerita cerita menarik di sana. Banyak kok cerita yang okok. Tetap semangat😁
thanks😉