
Satu bulan sudah para siswa siswi mengikuti pelajaran semester baru, pada hari ini Joy dan teman sekelasnya akan mengikuti seminar di sebuah gedung serba guna yang cukup terkenal di kotanya.
Semua nya sudah berkumpul di halaman sekolah, sebelum melakukan perjalanan ke tempat seminar mereka akan mendapat penyuluhan terlebih dahulu.
Penyuluhan akan di berikan oleh kepala bagian kesiswaan, dan juga wali kelas mereka sendiri juga akan memberi sedikit bimbingan.
"Joy.. aku deg deg an nih.." di sela sela menunggu kesiapan penyuluhan, Rina berucap sambil memegang tangan Joy
"Emang nya kenapa? Kok deg deg an?" merasa bingung dengan pernyataan Rina, Joy pun memandang sahabatnya itu
"Ihh.. kita kan mau pergi seminar, di sana pasti banyak kakak kakak yang keren keren deh.. wuah..." mata Rina tampak berbinar sambil berucap, Joy tahu pasti bahwa sahabatnya kini pasti sedang membayangkan apa yang di katakannya saat ini
"Iya pasti kakak kakak nya keren yah, apalagi kalau lagi bawain seminar. Nggak kebayang kalau aku di depan pasti gugup banget" ucap Joy yang juga membayangkan jika dirinya yang menjadi pembicara si sebuah seminar
Keduanya membayangkan hal yang berbeda, namun Rina mengira Joy membayangkan hal yang sama dengannya.
"Benar kan Joy, pasti banyak cowok ganteng dan gagah di sana" kembali rina berangan angan
"Hah..? Apa tadi kamu bilang Rin?" tanya Joy yang tersadar bahwa temannya ini sedang membayangkan hal yang berbeda dengan nya
"Iya.. di sana pasti banyak cowok cowok ganteng dan mapan" jelas Rina
Joy hanya menggeleng dan tak menggubris perkataan sahabatnya itu.
Tak lama setelahnya, bagian kesiswaan pun datang bersama wali kelas mereka. Mulai memberi penyuluhan dan bimbingan agar mereka tetap menjaga sikap, karena mereka juga akan membawa nama sekolah nantinya. Jadi pihak sekolah berharap siswa siswi nya akan menjaga nama baik bagi sekolah nya, yang di ketahui bukan hanya sekolah mereka saja yang mengikuti seminar ini, ada beberapa sekolah lainnya yang juga memberi kesempatan pada anak murid mereka untuk mengikuti seminar tersebut.
Setelah selesai menerima penyuluhan, mereka kini bersiap menaiki bus yang akan mengantarkan mereka ke gedung dimana seminarnya akan di laksanakan.
Semua siswa siswi sudah duduk manis di dalam bus siap menikmati perjalanan mereka, Dina yang duduk di belakang Joy sedari tadi memperhatikan nya yang duduk bersebelahan dengan Rina. Dina masih menyimpan rasa kesalnya kepada Joy yang menurutnya sudah merebut Jhony darinya.
Bus kini sudah berhenti di sebuah parkiran gedung yang cukup besar, apalagi jika bukan tempat seminar mereka. Semua siswa siswi turun dengan tertib dengan bimbingan sang wali kelas, Joy dan Rina mulai berdiri hendak berjalan ke pintu bus. namun saat berjalan beberapa langkah, kaki Joy di kait oleh kaki Dina sehingga membuat nya menubruk punggung Rina dan Rina juga menubruk teman lainnya yang berada di depannya. Untungnya mereka tidak terjatuh di lantai bus.
"Kenapa Joy, kamu kesandung?" tanya Rina
"Ah.. hu um" jawab Joy tak mau mencari masalah
Joy sebenarnya tahu bahwa Dina lah yang menyengkang kakinya tadi saat dia hendak melangkah, namun Joy tak ingin Rina tahu sebab Rina pasti akan langsung emosi jika itu berhubungan dengan Dina.
Mereka pun berjalan menuju je pintu masuk, beberapa sekolah lainnya juga sudah berdatangan ke tempat itu. Terbukti dari tempat parkir yang kini sudah ada beberapa bus yang berhenti dan murid murid yang keluar dari dalam bus, mereka mengenakan seragam ciri khas masing masing sekolah.
Sampai di pintu masuk mereka di berikan id card yang dibuat oleh pihak penyelenggara, sebagai pengenal bahwa mereka adalah peserta yang mengikuti seminar tersebut.
Mereka sudah sampai di sebuah aula yang sangat besar, kursi nya berjejer meninggi seperti di bioskop. semuanya terkesan melihat panggung yang ada di depan, semua alat yang di perlukan sudah tersedia disana. Masih ada beberapa orang yang sedang mengecek sound sistem, mereka tampak ahli dalam kerjaan nya itu.
Sekolah Joy datang lebih awal sehingga mereka di bimbing untuk duduk di kursi bagian depan, bersama dengan wali kelas mereka mengisi setiap kursi di bagian depan dengan rapih.
Dina dan kawan kawan nya duduk di baris pertama dan terus di isi oleh siswa siswi yang lainnya, Joy dan Rina duduk di barisan ke tiga dimana di belakang mereka sudah duduk siswa siswi dari sekolah yang berbeda.
Tak lama kemudian, kursi yang tadi begitu banyak kini hampir semua terisi. Semua persiapan juga sudah selesai, pengisi acara seminar pun tampak sudah memasuki aula.
Semua yang ada di aula kini berdiri dan bertepuk tangan menyambut para narasumber seminar nya.
Joy mendongak sambil melihat ke belakang nya, ternyata benar orang itu sedang berbicara kepadanya "Ah.. maaf kalau pulpen lebih aku nggak ada, aku punya pensil ini" Joy mengambil pensil yang berada di dalam kotak pen nya dan mengangkat pensil tersebut di depan anak laki laki tersebut yang bernama Bryan yang tertulis di id card yang mengalung di lehernya
Kalau begitu, aku pinjam dulu pensilnya ya" pertanyaan yang lebih mengarah ke pernyataan karena setelahnya dia langsung mengambil pensil yang di pegang oleh Joy
Joy hanya mengangguk dan melihat anak lelaki tersebut tersenyum padanya, setelahnya mereka kembali fokus pada narasumber yang sedang berbicara di depan.
Kurang lebih satu setengah jam seminar tersebut pun selesai, setelahnya mereka di beri waktu untuk sesi tanya jawab.
Joy tampak berbinar, dia sudah menantikan untuk memberi pertanyaan pada narasumber. Dia bahkan sudah menuliskan beberapa pertanyaan saat di rasa kurang jelas ketika narasumber memberi materi tadi, Joy bahkan orang pertama yang mengangkat tangan saat di beri waktu tanya jawab.
Saat Joy sedang memberi pertanyaan, anak laki laki yang tadi meminjam pensilnya pun terus memperhatikan nya. Dia tampak kagum mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Joy, dia pun tersenyum sambil melihat ke arah Joy.
Tak hanya anak laki laki tersebut, wali kelas dan narasumber sendiri merasa bahwa Joy cukup mendetail dalam menyimak materi yang diberikan tadi.
Akhirnya sesi tanya jawab pun selesai, mereka kini bersih untuk keluar dari aula besar tersebut.
"Joy.. " anak laki laki tersebut memanggil Joy dan Joy berbalik dan mendongak "Nama kamu Joy kan?" tanya nya kembali sehingga Joy pun mengangguk "Ini pensil mu, terima kasih ya" menyodorkan pensil yang tadi di pinjamkan oleh Joy padanya
Joy memandang pensil nya dan tangan nya pun meraih pensil tersebut sambil tersenyum "Sama sama" ucapnya dan langsung berbalik
"Manis nya cewek tadi" bisik seorang teman yang duduk di samping Bryan
Bryan mengangguk dan tersenyum masih melihat Joy yang sedang memasukkan peralatan menulisnya ke dalam tas.
Joy tampak populer di kalangan anak laki laki, terbukti saat dirinya hendak berjalan keluar seorang anak laki laki mendekati dan mengajaknya berkenalan.
Bahkan salah seorang narasumber laki laki pun mengajaknya berkenalan, Rina merasa beruntung mempunyai sahabat yang pintar seperti Joy. Setidaknya dia tidak perlu susah susah mencari cari laki laki yang ganteng, sekarang mereka sendiri lah yang mulai mendekati dan bahkan Rina keciprat untuk berkenalan dengan laki laki yang datang untuk berkenalan dengan Joy.
Di tempat lain berdiri seorang gadis yang tak lain adalah Dina, dia melihat Joy yang terus terusan di dekati oleh laki laki. Mulai dari anak sekolah lain hingga narasumber pun mendekati Joy untuk berkenalan, wajahnya kini tampak tak suka melihat Joy yang di kerumuni oleh laki laki.
Dina pun segera mengambil ponselnya dan mengambil beberapa gambar Joy saat bersalaman dengan beberapa laki laki, dia pun tersenyum melihat gambar yang diambil di ponselnya.
Dengan sebuah gerakan, dia pun mengirim kan foto tersebut kepada Jhony.
'Dasar cewek keganjenan, kak Jhony harus lihat tingkah lo kalau di luar kayak apa. Jangan salahin gue berbuat seperti ini, gue nggak sudi kak Jhony lebih milih lo dari pada gue'
.
.
.
Dasar ya Dina jahat banget.. jadi gimana nih reaksi Jhony?? ๐๐ป๐๐ปcoment ya guys
Stay save readers ๐
Thanks๐