Let See The True Love

Let See The True Love
41



Siswa siswi tampak ramai di gerbang sekolah, beberapa saat yang lalu bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi. Semua siswa siswi tampak gembira, terlihat dari wajah mereka yang lepas dari senyuman kebahagiaan.


Berjalan bersama teman teman mereka sambil menceritakan tentang pelajaran yang baru mereka dapatkan atau hanya sekedar bersenda gurau dan saling mengejek, semua tampak menyenangkan bagi mereka saat ini.


Joy keluar dari kelas nya hendak menuju ke parkiran di mana mobil Jhony terparkir, namun langkahnya terhenti di depan kelas saat melihat Jhony yang sudah berdiri di sana sambil membelakangi nya.


Jhony berfikir Joy masih mengerjakan sesuatu, jadi dia tidak langsung masuk untuk melihatnya karena ia takut akan mengganggu fokus Joy dengan tugasnya.


"Kakak sudah lama tunggu nya?" Joy menghampiri Jhony yang sedang asyik memperhatikan tanaman yang ada di depan kelas Joy


"Ah.. sudah selesai?" Jhony malah balik bertanya kepada Joy


"Iya, kakak sudah lama tunggu Joy di sini?" Joy kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama


"Nggak kok, barusan juga sampe nya. Yuk sambil jalan" Jhony langsung menggandeng tangan Joy sambil menyusuri lorong kelas


"Kak Jhony belum ada rapat Osis rutin?" mendapati Jhony yang masih sempat untuk mengantarnya pulang, Joy merasa Jhony masih belum di sibukkan dengan rapat Osis yang terjadwal seperti sebelumnya


"Belum.. mungkin minggu depan baru mulai rapat rutin lagi"


"Oh.."


"Kenapa?" melihat Joy yang tampak memiliki pertanyaan lagi, Jhony kembali bertanya kepada Joy


"Nggak kok kak, Joy tanya aja"


"Kamu nggak mau aku antar pulang?" Joy tiba tiba berhenti


"Aku hanya takut mengganggu waktu kakak, bukannya nggak mau di antar pulang sama kakak.." menjawab pertanyaan Jhony yang terasa aneh baginya, Joy menampilkan wajah cemberut nya


"Eh.. sorry sayang.. " Jhony akhirnya kebingungan mendapati Joy yang cemberut saat ini


"Ihh.. kakak.. udah di bilang jangan aku sayang di sini.." Joy kembali berucap lirih dan melihat sekitarnya


"Ah~iya aku lupa haha.." Jhony merasa bersalah kepada Joy yang tampak panik


"Ya udah yuk pulang" Joy langsung menarik tangan Jhony agar segera keluar dari sekolah


Kini mobil sedang melaju di jalan raya, sebelum pulang Jhony mengajak Joy untuk singgah ke toko kue sebentar. Ia ingin membeli pesanan sang mama yang ingin makan kue di toko langganan nya, dan juga Jhony bermaksud membeli untuk orang tua Joy.


"Kita singgah dulu ke toko kue ya, momy pesen dari kemaren cuma baru sempat hari ini pergi nya" jelas Jhony kepada Joy


"Ok kak, nggak masalah"


Keduanya pun sampai di toko kue langganan nyonya Riska, mereka di sambut seorang pelayan toko yang tampak sudah sangat mengenal Jhony. Mereka kini sedang mencari kue pesanan nyonya Riska, sambil juga memilih untuk mama Silvi.


"Oh iya Joy.. mama suka makan kue apa? Kami pilih kan ya!" sambil menatap ke arah Joy, Jhony berucap agar Joy memilih kue ke sukaan mama Silvi


"Eh.. enggak usah kak" tolak Joy


"Nggak apa Joy, kamu nih kaya' orang lain aja. Cepat pilih sayang.." Jhony kembali menggoda Joy


"Kak Jhony mulai lagi deh.." tapi kali ini Joy tampak tidak terlalu kaget


"Haha.. ya udah pilih dong" keduanya tampak mesra, Jhony memegang kedua bahu Joy yang sedang menanyakan rasa di dalam kue kepada Jhony yang memang sudah sering membeli kue di sini


Keduanya terlihat sangat serasi, beberapa pelayan toko pun memandangi mereka dan sesekali tersenyum melihat interaksi keduanya.


Selesai memilih beberapa kue, mereka segera ke kasir untuk membayar belanja kue mereka. Seseorang dari sebuah ruangan yang sepertinya orang itu adalah pemilik toko kue, berjalan mendekati kasir namun dia pun mengenali Jhony dan sesaat berbicara dengan nya.


"Nak Jhony.. sudah lama tidak kemari.. dimana momy nya?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik


"Ah.. iya tante.. momy nggak datang, momy hanya titip di belikan kue dari toko tante" Jhony merasa sungkan saat berbicara dengan sang pemilik toko


"Kenalkan tante, saya Joy" ucap Joy ramah sambil mengulurkan tangan


"Hallo cantik, saya mariam pemilik toko kue ini" ucap sang pemilik toko


"Dia Joy pacar saya tante.." Jhony menjelaskan hubungan mereka kepada sang pemilik toko


"Jadi nak Jhony sudah punya pacar nih, wah.. sayang ya, putri tante sudah tidak ada harapan dong" ucap sang pemilik toko kepada Jhony, wajahnya kini tampak kecewa atas pernyataan Jhony tadi


"Tante bisa aja.. belum tentu anak tante mau sama saya juga. Kalau begitu kami duluan ya tante" Jhony memutuskan obrolan dengan pemilik toko kue, karena melihat Joy yang tampak tak nyaman dengan obrolan tadi


Jhony menggandeng tangan Joy sambil tangan satu nya membawa kue yang mereka beli, sampai di mobil Jhony membukakan pintu mobil untuk Joy dan menutupnya kembali. Setelahnya ia hendak menyimpan kue nya di kursi penumpang yang berada di belakang, namun seseorang datang menegur nya yang baru saja selesai menaruh kotak kue tersebut.


"Kak Jhony.. lagi ngapai?" ucap seorang gadis, yang ternyata adalah Dina


"Hai.. aku habis beli kue pesanan momy" ucap Jhony sedikit ragu


"Yah.. aku telat deh, tau gitu dari tadi aku datang ke sini" Dina yang menyesal menerima ajakan teman temannya untuk singgah makan di luar terlebih dahulu sebelum ke toko kue sang mama


Ya.. toko kue yang mereka datangi adalah toko kue orang tua Dina, yang satu angkatan dengan Joy di sekolah saat ini. Dulu Dina satu sekolah dengan Jhony saat di SMP dan nyonya Riska juga sering ke toko kue orang tua Dina bersama Jhony, sehingga membuat orang tua Dina ingin menjodohkan putrinya dan Jhony. Namun nyonya Riska tak menanggapi dengan serius dengan perjodohan itu, dia hanya mengatakan akan membiarkan anaknya untuk memilih dan tak ingin menjodohkan jodohkan nya.


"Hehe.. kalau gitu aku duluan ya!" ucap Jhony berjalan ke arah kursi kemudi dan masuk ke dalamnya


Dari dalam Joy hanya memperhatikan percakapan keduanya, tanpa mengetahui apa yang mereka bicarakan tadi. Namun dia tak mau ambil pusing, melihat wajah Dina yang agak kesal di tinggal sendiri sekarang membuat Joy tersenyum tipis.


"Ih.. ternyata ada Joy di dalam mobil kak Jhony.. kesel.." Dina yang melihat ada seseorang pun melihat lebih jelas bahwa Joy lah yang berada di dalam mobil Jhony saat ini


Jhony masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mobilnya, hening sejenak di dalam mobil tanpa ada yang mulai berbicara terlebih dahulu.


Joy masih berfikir soal pembicaraan pemilik toko dan Jhony tadi, ia mengatakan bahwa putrinya sudah tak ada harapan pada Jhony. Mungkinkah putri pemilik toko adalah Dina, namun Joy rasanya tak mau asal menebak dan cukup memikirkan nya saja.


"Kok diem.." Jhony menggenggam tangan Joy yang tampak memikirkan sesuatu


"Ah.. em.." Joy bingung harus bicara apa, karena tadi pikiran nya sedang memikirkan hubungan pemilik toko kue, Jhony dan Dina


"Ada apa?" tanya Jhony


"Nggak ada apa apa kak" Joy mencoba tersenyum namun senyum nya tampak ada keraguan di sana


"Beneran? Nggak mau tanyain sesuatu sama aku?" Jhony sebenarnya tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Joy


"Ehm.. Joy cuma mau tahu.. apa.. putri pemilik toko tadi adalah Dina?" ragu ragu Joy bertanya kepada Jhony


"Maksudnya?" Jhony bingung yang di sebut Dina, rasanya Jhony pernah mendengar namanya hanya saja dia lupa orang nya yang mana


"Gadis yang tadi ngomong sama kakak.. apa dia.. anak pemilik toko kue?" Joy melihat ekspresi dari wajah Jhony yang tampak kebingungan


"Oh.. iya.. dia anak pemilik toko kue, aku lupa siapa namanya jadi aku nggak kenal pas kamu sebutin tadi" Joy merasa senang mendengar Jhony yang lupa dengan nama anak pemilik toko tersebut, berarti hbungan mereka tidaklah sedekat yang Dina katakan padanya


Joy merasa sedikit egois karena Jhony yang tampak cuek dengan Dina, dia bahkan tidak ingat nama nya. Joy merasa sangat bahagia senyum terlukis indah di wajahnya saat ini.


.


.


.


stay save readers😘


thanks😉