Let See The True Love

Let See The True Love
7.



Joy sampai di rumah saat sore hari, mama nya yang berada di dapur yang mendengar anaknya memberi salam segera keluar dan menyambutnya. Setelah memberi salam Joy langsung menuju kamarnya yang terletak dia lantai dua. Mama Silvi hanya menggeleng saat melihat raut wajah anaknya yang begitu lelah, dia memberi waktu pada anaknya untuk beristirahat. Joy ingin segera mengistirahatkan tubuhnya karena ini adalah hari pertamanya bersekolah dan sudah mendapat begitu banyak masalah, dia ingin segera beristirahat agar besok bisa lebih segar.



Waktu sudah menunjukkan pukul 6, dan Joy baru saja terbangun dari tidurnya saat ini. Dia melihat keluar jendela yang ternyata sudah gelap, matahari sudah kembali ke peraduannya. Dengan cepat Joy bangkit dan berjalan ke kamar mandi, agar tubuhnya lebih segar. Tak lama kemudian Joy keluar dari kamar mandi yang pasti dengan wajah yang lebih fresh, berjalan ke arah meja rias nya. Joy menyisir rambut nya saat berada di depan cermin meja rias, setelah selesai barulah dia keluar kamar dan turun ke bawah menuju ke dapur. Tempat dimana biasanya kedua orang tua nya sudah menunggu nya untuk makan malam.



"Papa... muahh.." sapa Joy dengan riang sembari mencium pipi papa Andreas



"Mama juga, muahhh..." lagi ciuman di pipi mama silvi



"Halo sayang, bagaimana hari pertama sekolahnya?" tanya papa penasaran



"biasa aja pa" jawab Joy



"Biasa gimana? Ngak ada yang spesial?" tanya papa lagi



"Nggak lah pa, emang apa yang spesial?" Joy bertanya balik kepada papa Andreas



"Ya, nggak tau juga sih. Tapi kan kadang kalau anak baru ada aja yang spesial di hari pertama masuk sekolahnya!" seru papa menambahkan rincian pertanyaannya



"Nggak lah pa, biasa aja koq. Mungkin juga karena baru jadi masi biasa biasa aja." lanjut Joy menjelaskan



"Ya sudah, makan dulu yuk." Ajak mama lalu semua mengangguk dan mulai makan.



Setelah selesai makan dan membantu mama mencuci piring bekas makan mereka, Joy pun kembali ke kamarnya. Merebahkan tubuh nya di atas kasur, mata Joy menerawang memikirkan kejadian tadi siang. Dalam satu hari, Jhony membantunya dua kali. Apakah ini hanya kebetulan, atau memang Jhony lah penyelamatnya. Joy merasa sangat lelah karena memang ini hari pertama bersekolah dan tak butuh waktu yang lama Joy pun terlelap dan menuju ke alam mimpinya.



Alarm berbunyi, dengan malas Joy mematikan alarmnya. Namun akhirnya dia pun terbangun dan berjalan kekamar mandi, tak lama kemudian Joy sudah keluar dan segera mengenakan seragam sekolahnya. Sembari bersenandung kecil, Joy menuruni anak tangga dan berjalan ke arah dapur. Di sana sudah menunggu papa dan mama yang sedang berbincang, mama seraya menyiapkan sarapan terus berbicara kepada papa.



"Pagi pa,ma.." Sapa Joy



"Pagi sayang" sapa papa dan mama bersamaan



"Wah, wah.. hari ini sepertinya ada lagi senang, pagi pagi udah ceria aja mukanya." sindir mama dengan tersenyum sambil melirik ke arah Joy, papa juga ikut melirik ke arah Joy. Seketika itu Joy menatap papa dan mama.



"Apa an sih ma, aku senang bisa sekolah lagi. Nggak boleh?" tanya nya



"Iya, iya.. mama juga senang kalau anak mama senang." tambah mama lagi



"Ya udah nih, sarapan yang banyak biar lebih semangat sekolah nya" sela papa



"Makasih pa.." ucap Joy tersenyum manis kepada papa, dan di balas senyum oleh papa



Seperti biasa, Joy berangkat kesekolah dengan bus. Di sana dia menyapa penumpang yang lain dengan senyum manis, di ujung kursi bus ada seseorang yang sedang memperhatikan nya. Di sana ternyata Erick sudah duduk manis bersama penumpang lainnya, kali ini dia memilih untuk tetap memperhatikannya dari jauh. Joy duduk di samping salah seorang murid yang memang satu sekolah dengan mereka, namun berbeda kelas. Mereka tampak asyik bicara tanpa mempedulikan yang lainnya.



Saat bus berhenti di halte dekat sekolah, siswa lainnya berebut untuk turun lebih dulu. Joy yang duduk agak depan, mulai berdiri dan hendak keluar dari bagian kursinya. Tanpa sengaja tubuhnya tertabrak salah seorang siswa yang terburu buru dan hampir terjatuh. Namun dengan sigap, sebuah tangan menarik lengan nya hingga kembali berdiri tegap kembali. Ia ingin mengucapkan terima kasih, tetapi saat melihat orang yang menolongnya itu, lidahnya pun keluh dan tak dapat berucap. Erick tak menunggu lagi. dengan cepat ia turun dan berjalan ke arah sekolah nya, Joy tersadar dari lamunan nya dan dengan cepat mengejarnya untuk mengucapkan terima kasih. Namun Erick sudah tak terlihat, Joy kembali melangkah ke gerbang sekolah kembali.



"Iya dong, kemarin kan baru hari pertama. Masih penyesuaian, hehe." Jawab Joy sembari tertawa kecil


"Nahh,, gitu dong. Senang bisa liat senyum kamu lagi." balas Rina tersenyum senang melihat temannya yang kembali ceria.


"Eh, ibu guru datang." Joy


"Iya, selamat belajar" Rina


"Kamu juga" Joy




Saat jam istirahat, tampak Joy dan Rina berjalan menuju kantin. Karena kantin berjarak cukup jauh, maka mereka harus melewati lapangan basket terlebih dahulu sebelum sampai di kantin. Di perjalan menuju kantin tepatnya di lapangan basket terlihat kakak senior yang sedang praktek olahraga. Rina melihat Jhony yang duduk di tepi lapangan, dengan cepat menarik tangan Joy dan sedikit berlari kecil dan menyapa nya.



"Hai, kak Jhony." Sapa Rina



"Oh, hai.." Jhony menjawab sapaan Rina canggung



Melihat Joy yang hanya diam, Rina menyenggol bahu Joy yang tampak hanya menunduk. Joy tersentak dan menoleh ke Rina juga Jhony bergantian, Rina memberi isyarat untuk menyapa Jhony dan akhirnya diucapkan nya juga sapaan untuk Jhony dengan tergagap.



"ehmm, aa,, hai kak.." Sapa nya kemudian



"Hai Joy.." Jhony membalas sapaan Joy dengan senyum dan menyelipkan nama Joy, Rina sedikit kaget dan mengulum senyum mendengarnya.



"Kalian mau ke kantin?" Tanya Jhony mengusir ke canggungan, sambil menatap ke arah Joy dan Rina bergantian



"Iya" Jawab Joy cepat, sebelahnya pun Joy kaget dengan jawabannya yang tiba tiba.



"Ehemm,, kak Jhony udah selesai prakteknya?" Tanya Rina



"Udah, baru aja selesai." jawab Jhony



"Mau ke kantin bareng nggak?" Tanya Rina lagi, sontak Joy langsung melotot kan matanya ke arah Rina. Dia berharap Jhony menolak ajakan Rina, sesaat Jhony melihat Joy yang bingung dan gelisah. Jhony pun bertanya



"Apa boleh?" tanya nya kembali. Sesaat Joy akan menyanggah perkataan Jhony, namun dia terlambat karena Rina sudah mengiyakan pertanyaan Jhony.



"Kenapa Enggak, itukan tempat umum. Iya kan, Joy?" Rina berpura pura bertanya kepada Joy, karena melihat kecanggungan sahabatnya dan kakak kelas nya yang aneh dia pun memiliki ide jahil untuk mendekatkan mereka.



"Ahh,, iya Rin hehe,," Jawab Joy dengan senyum aneh nya



"Tuh kan bener, yuk kita pergi. Keburu lonceng masuk kelas lagi." tambah rina kemudian.


.


.


.


.


Kalau suka jangan lupa di like ya