
Saat sedang asyik berjalan di tepian danau, Jhony mendapat panggilan telfon dari Harry dan dengan segera Jhony menggandeng tangan Joy berjalan menuju ke arah mobilnya.
Dalam perjalanan Joy yang penasaran pun bertanya kepada Jhony "Apa mereka sudah selesai bicara?" Joy mendongak menatap Jhony.
"Emm... " Jhony mengangguk dan tersenyum ke arah Joy.
"Bagaimana hasilnya?" Suara Joy kembali terdengar.
"Aku juga belum tahu, tapi seperti nya hasilnya bagus" Jhony memberikan senyum nakal dan mengedikkan bahunya, tahu bahwa gadisnya kini sangatlah penasaran.
Setelah hampir sampai di mobil, Jhony menekan remot kunci mobilnya. Tak lama kemudian tampak Rina dan Harry keluar berbarengan, Rina tidak lagi menampakkan wajah kesalnya sehingga membuat Joy tersenyum.
"Bagaimana Rin? Apa kalian sudah baikan?" Begitu penasarannya Joy, saat melihat Rina keluar ia pun langsung mencecar nya dengan kalimat yang sedari tadi ia tahan.
"Ehm... " Rina hanya mengangguk dan sedikit menundukkan kepala.
"Baguslah kalau begitu.."
"Ada hal yang lebih baik dari itu, Kami.. " Harry berhenti sejenak menatap ke arah Rina yang juga menatap nya, namun tak ada kesan ingin menghentikan ucapan Harry saat ini "Kami sudah resmi pacaran" Harry langsung meraih tangan Rina dan mengangkat ke atas dalam genggaman nya.
"Benarkah?!" Joy berseru senang seperti anak kecil.
"Iya.." Rina mengangkat kepalanya seraya tersenyum kepada Joy.
"Wahh.. Selamat ya Rin" Joy sudah berhamburan ke dalam pelukan Rina, Harry ikut tersenyum melihat kedekatan kedua nya dan berjalan ke arah Jhony yang juga sedang menatap Joy dan Rina.
"Selamat bro, akhirnya nggak galau lagi sekarang" Jhony memberikan selamat kepada Harry, dan merangkul bahu sahabatnya itu.
"Bisa aja bro, haha..."
Mereka pun melewati sore hari yang indah itu bersama, di tempat yang memiliki pemandangan indah dan bersama orang yang mereka kasihi.
Setelah merasa waktu sudah beranjak petang, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena esok mereka harus kembali bersekolah, Jhony mengantar Rina dan Joy terlebih dahulu setelah itu barulah dia mengantar Harry untuk pulang kerumah nya.
Seperti yang Joy katakan bahwa ia telah memberitahu orang tua Rina sebelum mengajaknya ke danau, saat Rina pulang ke rumah ketika hari sudah petang orang tuanya tidak merasakan khawatir.
*****
Keesokan harinya...
Seluruh siswa siswi mulai berdatangan ke sekolah, karena memang waktunya sudah hampir bel masuk kelas.
Rina tampak datang bersama dengan Harry, mereka memang sudah membuat janji untuk datang ke sekolah bersama. Meski di sekolah ada seorang gadis yang akan di jodohkan kepada Harry, tapi dia tak peduli dan akan menunjukkan bahwa gadis yang dia sukai adalah Rina.
Keduanya sudah berjalan menuju ke kelas Rina ,karena memang kelas Rina yang sampai terlebih dahulu. Setelah mengantarkan Rina, Harry sendiri kemudian berjalan ke arah ruang kelas nya.
Didalam kelas Rina..
"Ehm... Cie... Ada yang di antar sama si doi nih" Ejek Joy saat melihat sahabatnya sudah duduk di kursinya, dengan suara yang sedikit di pelankannya agar tidak mengundang perhatian dari murid lainnya.
"Biasa aja Joy..." Sanggah Rina dengan nada suara yang sangat pelan dan nyaris tidak terdengar oleh murid lainnya yang berada di dalam kelas.
"Iya sih, buat aku udah biasa.. Tapi sahabat aku pasti baru ngerasain kan?" Joy kembali menggoda Rina, kali ini sahabat nya mulai gusar dan melihat sekeliling nya.
"Haha... Iya sorry, sorry. pisss" Rina terkekeh melihat tingkah sahabatnya yang kini berwajah memelas dengan mengacungkan dua jari membentuk v.
Mereka pun akhirnya tertawa bersama, melihat tingkah keduanya yang selalu kompak dan akur.
*****
Waktu bergulir begitu cepatnya, tanpa terasa murid murid kelas satu dan dua sudah mulai ulangan kenaikan kelas. Semakin banyak waktu yang di gunakan untuk belajar sehingga membuat Jhony dan Joy semakin jarang bertemu, itu bukan hal besar bagi mereka karena mengingat keduanya akan menjalani ulangan jadi mau tidak mau mereka harus bisa menahan diri untuk tidak bertemu.
Seperti malam ini, Joy dan Jhony hanya bisa berbicara melalui video call. Keduanya melepas rindu hanya dengan bervideo call ria, mereka masih bisa menikmati kebersamaan nya meski terpisah jarak. Demi menghilangkan rasa bosan mereka yang hanya belajar terus-menerus, akhirnya mereka memutuskan untuk berbicara sejenak.
"Kak Jhony sudah makan?" Tanya Joy setelah beberapa saat terdiam.
"Udah donk sayang, udah jam segini masa belum makan?" Jawab Jhony.
"Oh iya, aku jadi lupa waktu karena belajar terus-terusan. Lelah jadinya" Joy menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan, mereganggkan otot-otonya yang kaku akibat terlalu lama duduk dan menunduk kan kepala.
"Istirahat lebih awal aja sayang, jangan memaksakan diri takutnya nanti malah pelajarannya nggak masuk ke otak karena sudah kelelahan" Nasehat Jhony membuat Joy tersenyum, Jhony selalu bisa membuatnya merasa nyaman saat berbicara berdua seperti ini.
"Emm... Baiklah kak, jangan khawatir kan aku. Kakak juga harus jaga kesehatan ya, semangat terus belajar nya" keduanya pun tampak tersenyum senang, karena sudah melepas kepenatan selama belajar tadi.
Begitulah setiap hari mereka lalui selama ulangan kenaikan kelas, tak ada pertemuan di antara keduanya langsung. Mereka hanya bisa berbicara lewat video call dan telefon, namun mereka cukup senang karena masih bisa memandangi wajah masing-masing. Meski kerinduan ingin bertemu selalu ada, namun mereka tak ingin egois yang nantinya akan menghancurkan salah satu atau keduanya. Mereka akan selalu mendukung untuk ke suksesan pasangan mereka, begitulah cinta yang mereka tanamkan dalam hati. Selalu menjaga, cinta yang sejati tak hanya dari hati namun juga sikap dan kelakuan kita kepada kekasih hati.
*****
Selesai ulangan umum, mereka kini tinggal menunggu buah dari hasil kerja keras mereka dalam belajar. Nilai apapun yang mereka dapatkan, itu akan menjadi kebanggaan bagi setiap murid. Setidaknya mereka sudah berusaha untuk mendapatkan nilai yang di inginkan, meski hanya dapat nilai pas-pas an itu tidak masalah bagi mereka yang sudah berjuang.
Sembari menunggu hasil ulangan, mereka kini sedang merencankan untuk liburan panjang yang sebentar lagi akan tiba. Semua nya sudah tidak sabaran menunggu libur yang datang setahun sekali itu, setelah lelah belajar terus menerus. Kini mereka akan merencanakan liburan panjang yang menyenangkan, baik di dalam atau di luar kota, di dalam atau di luar negeri sama-sama akan menyenangkan.
"Kamu mau kemana liburan ini?" Tanya Jhony kepada Joy, saat ini mereka sedang berada di kantin.
"Emm.. Belum tahu kak, Apa kakak sudah ada janji liburan dengan momy?" Kembali Joy bertanya kepada Harry
"Begitu ya... Bagaimana kalau kita ke bali, pasti seru" Ucap Jhony dengan wajah yang berbinar saat mengucapkan kalimatnya, Joy tampak ragu-ragu menjawab pertanyaan dari Jhony.
"Biar nanti aku yang akan meminta ijin langsung dengan orang tua kamu ua Joy, biar aku yang akan meyakinkan untuk membawa anak mereka berjalan-jalan keluar kota dan tentunya bersama dengan teman-teman lainnya juga" Jhony mencubit gemas hidung Joy yang kini sudah tersenyum senang, liburan ke bali adalah impian nya sejak lama. Dia ingin sekali untuk jalan-jalan ke pulau yang begitu indah di Indonesia.
Membayangkannya saja sudah membuat Joy tidak sabar untuk segera pergi ke pulau tersebut, apalagi dia akan pergi bersama sahabat dan kekasihnya. Sudah pasti Joy akan senang jika kedua orang tua nya me gijinkan nya untuk refreshing ke pulau bali.
.
.
.
stay save readers
Yuk bantu aku like dan komen karya aku, biar aki tambah semangat menulisnya.
Thanks😉