Let See The True Love

Let See The True Love
8.



Setelah sampai di kantin, ternyata sudah hampir sebagian kursi dan meja penuh. Mereka kebingungan untuk mencari tempat duduk, akhirnya Jhony meminta Rina dan Joy untuk duduk sedangkan dia memesankan makanan untuk merek.


"Kalian cari tempat duduk dulu aja, biar aku yang pesanin makanannya." Pinta Jhony, Rina mengangguk sembari memberi tahu ingin memesan makanan apa. namun Joy tidak ingin pergi berada di sana dan memesan makanan nya bersama Jhony, mengingat dulu Jhony mentraktirnya. Maka kali ini dia akan membalas traktiran Jhony dulu.


"Aku di sini aja bantuin kak Jhony pesan ya, Rin." ucap Joy


"Ahh,, ok deh. Aku kesana dulu ya, cari tempat duduk. Pesenan aku seperti biasa aja ya, Joy" Mengerti dengan perkataan Joy, Rina pun segera memberi ruang kepada kedua temannya tersebut..



"Kamu mau pesan apa?" Tanya Jhony kepada Joy



"Aku bakso aja kak" Jawab Joy



"Ok, kalau teman kamu?" Tanya Jhony kembali



"Ehmm, nasi goreng." jawab Joy, dn tak lama Jhony langsung memesan pada bibi kantin dan menanyakan total seluruh pesanan nya. Sesaat kemudian bibi kantin menyebut total pesanan mereka, dengan sigap Joy menyerahkan uang untuk membayarnya begitu juga Jhony. Ibu kantin jadi kebingungan dengan aksi mereka, dan tersenyum kepada keduanya.



"Kompakan nih ujang ama non, hehe" bibi kantin menyengir kuda



"Saya aja yang bayar ya kak, dulu kan kakak udah pernah bayarin makanan kami. Jadi hari ini biar saya yang bayar" Pinta Joy kepada Jhony seraya tersenyum



Melihat tatapan tidak enak dari Joy, Jhony mengalah dan membiarkan Joy membayar makanan nya."Baiklah, terima kasih" jawab Jhony sembari membalas senyum kepada Joy.



"Ujang ceweknya cakep deh, manis amat kayak gulali hehe,," canda bibi kantin di sela sela mencari uang kembalian untuk Joy



"Ahh,, bukan bi. Dia bukan pacar saya. Baru kenal juga hehe,," bingung Jhony mau menjelaskan



"Jangan lama nembaknya, keburu neng manis du tembak sama cowok lain nanti" Kembali bibi memberi saran kepada Jhony, namun Jhony hanya tersenyum sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal itu.



Jhony memandang ke arah Joy yang juga sedang menatapnya, tetapi saat mata mereka bertemu dengan cepat Joy menatap ke arah lain. Jhony tersenyum kembali melihat Joy yang salah tingkah, karena kepergok sedang memperhatikannya.



Mereka mencari Rina yang sudah duduk di pojokan ujung yang memang tidak terlalu ramai, sembari menuju ke meja dengan cepat Joy mengajak Jhony berbicara sebentar.



"hhmm kak, terima kasih ya buat traktirannya waktu itu. Saya lupa mengucapkan terima kasih terus." nampak Joy yang masih sungkan untuk berbicara kepada Jhony.



"Oh, iya sama sama. Kan tadi sudah di balas traktirannya hehe" Jhony berusaha ingin mencairkan suasana."Oh iya, gimana belajarnya? Susah nggak?" tanya Jhony basa basi



"Masih menyesuaikan sih kak, nggak begitu sulit juga untuk sekarang" jawab joy



"Suasana di sekolah sini gimana? Apa ada yang nggak menyenangkan menurut kamu?" tanya Jhony kembali



"Enggak giman gimana koq, biasa aja" jawab Joy, merasa bingung harus menjawab apa. Karena memang masih terlalu baru untuk menilai.



"Ehmm,, apa Erick masih sering ganggu kamu?" tanya Jhony penasaran




"Senyam senyum aje nih" Goda Rina sambil menyenggol lengan Joy



"Apaan sih Rin, nggak boleh aku senyum gitu?" Joy mencicit



"Boleh banget koq, cuma aku gemes tauuuu..." Rina membalas sambil mencubit pipi Joy yang memerah akibat di goda Rina tadi.



"Permisi,, ini pesanan nya ya. Ini bakso si cantik dan si ganteng ini nasi goreng si manis. Selamat makan anak anak, ibu tinggal ya." ibu kantin menyela dengan membawa pesanan makanan mereka.



Mereka pun makan dengan tenang, karena memang waktu makan siang dan perut yang terasa lapar. Di sudut kantin lagi lagi Erick memperhatikan Jhony dan Joy yang makan berhadapan tentunya di ikuti Rina juga.



Seusai makan, mereka pun berjalan beriringan menuju ke kelas. Rina ingin memberi ruang lagi kepada Jhony yang tampak berusaha mendekati Joy, jadi dia pun pura pura meninggalkan sesuatu di kantin.


"Oh iya, kayak nya aku ketinggalan sesuatu di kantin tadi. Aku balik dulu ya Joy, kamu duluan aja ke kelasnya, byee.." sambil mengedipkan mata kepada Joy, dan berlalu pergi


"Ya udah, cepetan gih kayaknya bentar lagi lonceng masuk kelas deh" Rina hanya mengangguk


hening sesaat, mereka meneruskan berjalan menuju ke kelas. Tetapi sesaat kemudian Jhony mengatakan sesuatu.


"Oh iya, pulang sekolah kamu dengan siapa." Jhony memberanikan diri bertanya


"Ehmm,,, pulang sendiri baik bus kak" Jawab Joy


"Nggk di jemput?" tanya nya lagi


"nggak kak, dari dulu aku lebih suka naik bus." Joy sedikit menjelaskan


"Oh.. Nanti aku antar pulang boleh?" kali ini Jhony memberanikan diri untuk bertanya, dia ingin mendekati Joy dengan serius. Karena Jhony tak bisa lagi menyembunyikan lagi perasaan suka nya kepada Joy. "Sama Rina juga sekalian juga nggak apa koq, gimana?" tambah Jhony dan kali ini di angguki oleh Joy dan tersenyum pada Jhony


"Oke, nanti tunggu di kelas aja. Biar aku yang temuin kalian di sini ya." pinta Jhony


Karena sudah sampai di depan kelas Joy, Jhony pun berpamitan kepada Joy dan sedikit melambaikan tangan kearah Joy yang tampak malu malu.


"Aku ke kelas dulu, sampai ketemu nanti. bye?" ucapnya pelan namun masih dapat di dengar oleh Joy. beberapa orang di sana melihat keduanya dan merasa iri kepada Joy yang mendapatkan perhatian Jhony.


Sepeninggalan Jhony, Joy masuk dan duduk di kursinya. Matanya menerawang ke arah kaca jendela sembari melamun dan tersenyum simpul.


"Woi... melamun aje, tersenyum pula haha.." Rina mengagetkan Joy yang sedang melamun dan tersenyum.


"Ada kejadian apa nih pas aku tinggalin tadi? Sampe si cantik melamun gitu?" tanya Rina penuh selidik


"Nggak ada koq, oh iya ntar pulang kak Jhony antarin katanya. Kamu nggak ada janji lain kan?" tanya Joy


"Hahh?? koq bisa? Kamu minta dia antar?" Rina memberondong pertanyaan kepada Joy


"husshhh enak aja, ya enggak lah Rin. Masak iya aku langsung minta antar pulang sama dia, dia yang nawarin aku sama kamu juga. Ya,, aku iyain aja." Joy menjelaskan


"Menurut aku nih ya, dia deketin kamu deh Joy. Wahh seneng nya, semoga kamu sama dia bisa segera jadian wkwkwk" seru senang Rina


"apaan sih Rin, nggak usah ngarep deh." bantah Joy


"Nggak apa kali Joy, lagian kan kamu belum pernah pacaran nih. Kali aja kak Jhony bisa jadi cinta pertama kamu, lagian dia juga ganteng, baik dan pinter juga. Ahh ,, semoga aja beneran kalian pacaran." harapan Rina, sementara Joy kembali pada lamunan nya, aku nggak berani berharap tapi aku juga nggak menolak koq, hmm gimana ya rasanya kalau benar pacaran satu sekolah sama kak Jhony?. hingga bel tanda masuk berbunyi membuyarkan lamunan Joy tadi.


.


.


.


selamat membaca dan stay save ya


tolong bantu like nya sahabat membaca🤗🤗