
Di kantin sekolah terlihat Dika, Restu, dan beberapa teman-temannya tengah menikmati waktu istirahat. Kebersamaan diantara mereka diselingi dengan obrolan-obrolan khasnya anak muda. Berbeda seperti biasanya, Dika yang terkenal sebagai percair suasana dan paling banyak bicara kini terlihat hanya diam menyimak obrolan. Restu yang merupakan sahabat dekat dari Dika pun dengan mudah dapat menyadari hal tidak biasa dari sahabatnya itu.
"Nggak biasa-biasanya Dika kayak gini. Biasanya dia paling banyak bicara," batin Restu.
"Gue jadi kepikiran sama Dimas. Gimana ya keadaannya sekarang di rumah?" batin Dika.
Beberapa kali Restu berusaha memancing Dika agar ia ceria seperti biasanya, namun usahanya sia-sia, Dika hanya merespon obrolan-obrolan diantara mereka dengan singkat dan seadanya.
"Tumben lo diem aja, biasanya lo paling rame," ucap Restu.
"Iya nih, tumben lo kalem aja Dik," ucap temannya yang lain.
"Gue cuma lagi nggak mood aja," ucap Dika.
"Kenapa? Apa lo sakit?" tanya Restu.
"Ah nggak, gue sehat-sehat aja," jawab Dika.
"Apa lo ada masalah?" tanya temannya yang lain.
"Nggak, gue baik-baik aja. Kalo gue ada masalah, gue pasti cerita sama kalian. Makasi ya udah perduli sama gue," ucap Dika.
"Pastilah, kita kan temen," balas temannya.
"Eh, beberapa hari terakhir gue lihat di sosial media minuman fruit*a rasa blackcurrant lagi rame. Ada apa sih sebenarnya?" ucap salah seorang temannya.
"Oohh itu, wkwkwk... Lo nggak tau?" balas temannya yang lain.
"Nggaklah, kalo gue tau gue kan nggak nanya. Gue cari-cari di kolom komentar gak ada. Tapi sih gue rasa minuman itu viral karena hal-hal begituan, tapi gue nggak tau itu apa. Jadi tambah penasaran gue."
"Iya, gue juga sering lihat di instagram, tapi gue nggak tau maksudnya. Pas gue ke minimarket iseng aja gue beli, eh ternyata beneran dilihatin sama kasirnya wkwkwk..." ucap Restu.
"Ya ampunn.. masak kalian nggak tau? Kalian polos banget wkwkwk..." ucap salah satu dari mereka.
"Ya, emang gue alim, nggak kayak lo," ucap Restu.
"Alim apa? Aliran mesum wkwkwk..."
"Ih, nggak, wkwkk... Gue emang beneran kalem kali," ucap Restu.
"Kasi tau dong, biar ntar malem gue bisa tidur dengan tenang wkwkwk..."
"Idih sampai segitunya wkwkwk..."
"Nih ya, gue kasi tau. Sebelum kita cium*an, kita minum minuman itu," bisik temannya.
"Oalahh.. jadi gitu toh. Ada-ada aja wkwk..."
"Ngomong-ngomong darimana lo tau minuman itu buat begituan? Lo pernah coba?"
😑 "Coba sama siapa? Sama tiang listrik?"
"Buakakakakak 🤣..."
"Lagian lo ada-ada aja, udah tau gue jomlo dari lahir. Sama siapa coba gue mau cium*n. Gue tau dari internet lah, makanya kalo punya kuota itu dipake."
"Tapi emang ada hubungannya ya minuman itu sama gituan? Ada pengaruhnya?"
"Biar berasa kali, tapi itu menurut gue ya."
"Menurut lo?"
"Iya."
"Berarti pernah coba dong wkwkk..."
"Buakakakakak..."
"Ih, nggak, gue cuma membayangkan aja lalu menyimpulkan wkwkwk..."
"Ya kan siapa tau, kan nggak ada yang tau wkwkwk..."
"Wkkwkwk iya bener-bener..."
"Gituan pernah, tapi nggak pake fruitea wkwk..."
"Yah akhirnya jujur wkwkw..."
"Ngomong-ngomong tadi lo isi membayangkan wkwk... Lama nggak membayangkannya? wkwkwk..."
"Kalo udah pernah praktek nggak perlu membayangkan lama-lama wkwkwk..."
"Adeh, tau-tau aja lo wkwkwk..."
"Buakakakakak🤣..."
"Ternyata viral karena begituan, pantesan aja mas-mas kasirnya lihatin gue kayak gimana gitu," ucap Restu.
"Itu mah mas kasirnya aja yang neting."
"Tapi gue beli minuman itu emang murni buat diminum, bukan buat begituan ya wkwkk... Mana pas itu gue bawa minuman itu kemana-mana lagi wkwk..." ucap Restu.
"Makanya lain kali cari tau dulu wkwkwk..."
Obrolan mereka dilanjutkan dengan berbagai topik lainnya. Namun tetap saja kali ini Dika hanya menyimak obrolan demi obrolan. Beberapa saat kemudian Dika tiba-tiba berdiri dan terlihat terburu-buru ingin pergi.
"Lo mau kemana?" tanya Restu.
"Gue mau ke toilet," ucap Dika sambil tetap berjalan pergi.
"Ke toilet? Tapi kok buru-buru kayak gitu? Seharian ini Dika aneh banget, kayak ada yang dia pikirin. Ah dahlah, mungkin tu anak emang kebelet banget kali," batin Restu.
Dika pergi memang sebenarnya bukan karena ingin ke toilet, melainkan karena ia melihat Willy. Dika ingin menanyakan mengenai Dimas kepada Willy karena selama ini Willy yang merupakan sahabat terdekat Dimas.
"Willy..." ucap Dika kepada Willy yang sedang berjalan di depannya.
Willy pun menghentikan langkahnya. "Dika?... Ada apa?"
"Gue mau nanya sesuatu sama lo," ucap Dika.
"Nanya apaan?"
"Ini tentang Dimas. Apa lo tau sesuatu tentang Dimas?"
"Hah?😒 Maksud lo apa sih? Kalo nanya itu yang jelas."
"Maksud gue, apa lo tau kenapa akhir-akhir ini Dimas sering sakit?"
"Kalo masalah itu gue juga nggak tau.
"Gue juga heran kenapa akhir-akhir ini Dimas sering sakit. Tapi seharusnya kan lo lebih tau daripada gue, Dimas itu kan kakak lo. Kenapa lo malah nanya ke gue tentang keadaan Dimas?" ucap Willy.
"Lo itu kan sahabat dekatnya Dimas, Dimas lebih banyak ngabisin waktunya sama lo ketimbang sama gue, makanya gue nanya sama lo. Dimas nggak pernah cerita apapun sama gue, setiap gue tanya ke dia, dia selalu menghindari pertanyaan gue. Gue ngerasa sakitnya Dimas itu bukan sakit biasa. Awalnya gue berusaha berfikir positif, tapi makin kesini gue makin curiga. Banyak banget perubahan yang ditunjukkin Dimas. Nggak mungkin kan kalo sakit biasa sampai berbulan-bulan. Gue takut kalo ada yang dia sembunyikan dari gue."
"Gue juga curiga sebenarnya. Tapi Dimas emang nggak pernah bilang apa-apa sama gue. Dulu emang hampir setiap hari gue ketemu sama Dimas, gue sama dia udah kayak saudara sendiri. Tapi semenjak akhir-akhir ini gue udah nggak ketemu lagi sama dia, alasannya pasti selalu aja sakit, kalo gue mau jenguk juga dilarang sama dia."
"Gue kira lo tau keadaan Dimas. Kalo lo tau apapun secepatnya lo kasi tau gue," ucap Dika.
"Iya, kalo lo juga tau sesuatu secepatnya kasi tau ke gue. Gue khawatir banget sama dia."
"Iya, pasti gue langsung kasi tau lo," balas Dika.
"Ya udah, gue duluan ya, mau ke ruang OSIS."
"Iya."
"Ternyata Willy juga curiga sama penyakit Dimas. Mudah-mudahan firasat gue dan Willy salah," batin Dika.
................
...BERSAMBUNG...
................
...°...
...°...
...°...
Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...
1 like dan komentar singkat dari para pembaca sangat berharga bagi Author 😊...
Terima kasih 🙏💕...