Choco

Choco
Tidak Bisa Tidur



Bug...


Dika yang baru pulang sekolah melemparkan tasnya di atas kasur. Ia pun juga merebahkan dirinya kasur.


Hari ini adalah hari Sabtu, sudah lama Dika menantikan hari ini karena libur akhir pekan ini akan digunakannya untuk menjenguk Dimas di luar kota.


"Akhirnya hari Sabtu, gue bisa ketemu sama Dimas dan papa," gumam Dika.


Dika kemudian bangun dan mengganti pakaiannya. Tiba-tiba matanya membesar ketika melihat jadwal pelajaran yang tertempel di tembok.


"Sialan! Senin dapet sejarah sama matematika. Gue lupa buat PR, padahal harus disetor hari Senin," gumam Dika.


Dika kemudian memeriksa buku sejarah dan metematikanya.


"Mana PRnya banyak banget lagi. Padahal gue mau menginap. Abis makan gue harus segera selesaiin PR-nya supaya gue bisa pergi ke luar kota," gumam Dika.


Dika pun segera makan dan setelah itu ia langsung mengerjakan tugasnya. Hingga tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 17.00. Sebenarnya Dika sudah merasa sangat lelah, matanya pun terasa berat, namun ia harus menyelesaikan tugasnya agar ia bisa secepatnya mengunjungi Dimas dan Pak Arthama.



Setelah selesai membuat tugas, Dika pun merebahkan dirinya di kasur. Tanpa disadari ia akhirnya tertidur karena kelelahan setelah membuat tugas.


Beberapa jam kemudian Dika pun terbangun. Ia melihat ke luar jendela kamarnya dan langit kini sudah berubah menjadi gelap.


"Udah malam ternyata..." gumam Dika.


Dika kemudian memeriksa handphonenya dan ternyata waktu kini sudah menunjukkan pukul 12.30 dini hari.


"Ya ampun! Gue kira masih jam 8. Lebih baik gue ke luar kota besok pagi aja. Nanti gue malah di marahin kalau ke sana larut malam begini" batin Dika.


Dika langsung membereskan buku-bukunya dan setelah itu ia pun langsung mandi.


Kini waktu pun sudah berganti menjadi pukul 01.00 dini hari. Dika sudah mematikan lampu kamarnya dan ia juga sudah berbaring di kasurnya. Dika berusaha keras untuk tidur lagi namun ia tidak bisa.


"Ya ampunn!... Gue nggak bisa tidur lagi. Masak gue harus begadang, besok pagi kan gue mau jenguk Dimas," gumam Dika.


"Gue makan aja kali ya? Sorenya kan gue belum makan. Siapa tau setelah makan gue bisa ngantuk," pikir Dika.


Dika langsung menuju dapur. Ia membuat segelas susu dan roti isi selai. Setelah selesai makan, Dika langsung kembali ke kamarnya untuk tidur. Akan tetapi kali ini ia tetap saja tidak bisa tidur. Dika kemudian menghidupkan lagu agar dirinya dapat tertidur. Namun lagi-lagi upaya tetal sia-sia. Dika memejamkan matanya namun pikirannya masih terjaga.


"Ayolahh.. tidurr..." gumam Dika.


Karena tidak bisa tidur, Dika pun memeriksa handphonenya dan membuka sosial media.


"Nggak ada yang menarik," gumam Dika saat melihat-lihat instastory teman-temannya di instagram.


Dengan cepat Dika memencet layar handphonenya untuk melihat story lainnya. Biasanya Dika memang tidak pernah sungguh-sungguh melihat story temannya apalagi jika menurutnya tidak ada yang menarik seperti saat ini, ia hanya ingin akunnya terlihat sebagai penonton story teman-temannya. Dika pun dengan cepat memencet layar handphonenya untuk melihat story lainnya. Namun tiba-tiba Dika terhenti di salah satu story teman sekelasnyanya yang bernama Erlang.


"Gila! si Erlang. Mantep juga dia..." gumam Dika.


Dika pun men-zoom foto yang di-posting oleh Erlang. Foto tersebut adalah foto Erlang yang tengah bercium*n dengan pacarnya. "Dasar, bocah jaman sekarang..."



"Kalau gue kapan ya bisa kayak gini? Wkkwkwk... Malah kena tabok gue kalau minta ci*m sama si Onyet. Apalagi abangnya, si Bryan, bisa langsung rest in peace gue kalau ketahuan c*um adeknya. Minta izin buat ngajak jalan aja susahnya minta ampun... Sabar Dika, sabar.. belum saatnya..." Dika mengusap dadanya sembari tersenyum lucu.


Dika kemudian menggeser handphonenya untuk melihat story selanjutnya. Namun karena belum merasa puas melihat foto Erlang, Dika malah menggeser layar handphonenya untuk kembali melihat instastory milik Erlang. Dika pun menelan ludahnya saat memperhatikan foto Erlang dan pacarnya. "Si Erlang, kenapa nggak dihapus aja sih? Kan gue yang lihat malem-malem begini jadi pengen. Dasar tu bocah..." batin Dika.


"Udah ah..." Dika langsung mematikan handphonenya dan menaruhnya di atas meja.


Dika kembali berusaha tidur namun lagi-lagi pikirannya tetap terjaga. Malahan kali ini Dika sedang berimajinasi, ia membayangkan dirinya tengah bercium*n dengan Widia.




Dika kemudian membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya.


"Kalau kayak gini gue nggak akan bisa tidur. Pikiran gue udah traveling kemana-mana. Sialan si Erlang, pake ngepost begituan," batin Dika.


Dika mengambil handphonenya untuk melihat jam. Waktu pun kini sudah menunjukkan pukul 02.10 dini hari.


"Jam 2..." gumam Dika.


"3, 4, 5, 6... Gue masih punya waktu 4 jam untuk tidur. Sekarang gue harus segera tidur, kalau nggak, gue akan bangun kesiangan," pikir Dika.


Dika menyelimuti seluruh badannya mulai dari kepala hingga ujung kaki. Ia pun kembali berusaha tidur. Berbagai upaya sudah Dika lakukan, mulai dari menghidupkan musik slow, mengatur nafas, sampai melompat-lompat agar kelelahan. Namun usahanya tetap saja tidak berhasil, malahan ia menjadi semakin tidak bisa tidur. Dika akhirnya berbaring di kasurnya sambil bengong menatap langit-langit kamarnya.


"Kenapa ya perasaan gue nggak tenang begini? Tiba-tiba aja jadi kepikiran sama Dimas..." gumam Dika.


Dika kembali memeriksa handphonenya dan kini waktu sudah berganti menjadi pukul 03.00 pagi.


"Kalau gue tidur sekarang, besok gue bisa bangun kesiangan. Kalau gue ke luar kota siang, palingan gue cuma bisa sebentar jenguk Dimas. Belum lagi waktu di perjalanan, kurang lebih 2 jam... Lebih baik gue ke luar kota sekarang aja. Iya, gue harus ke luar kota sekarang. Bodo amat mau jam 3 pagi kek, mau tengah malam kek, gue harus secepatnya ketemu sama Dimas," pikir Dika.


Dika pun segera menuju kamar salah satu pembantunya (Bi Sari).


Tok.. tok.. tok...


Dika mengetuk pintu kamar. Tak berselang lama keluarlah Bi Sari dalam keadaan baru bangun tidur.


"Eh, ada apa Den?" tanya Bi Sari..


"Maaf ganggu pagi-pagi begini Bi... Saya cuma mau bilang, sekarang saya akan pergi jenguk Dimas. Bibi tolong jaga rumah ya."


"Jam segini Den? Kenapa nggak nanti aja, sekarang hari masih gelap."


"Nggak bi, saya mau ke sana sekarang aja. Saya berangkat dulu ya bik."


"Iya, Den. Hati-hati di jalan."


"Iya bik."


Dika langsung menuju garasi untuk mengambil mobil. Dika membuka dan menutup pintu gerbang rumahnya seorang diri karena satpam tengah tertidur. Dika juga mengendarai mobil sendiri ke luar kota karena ia terburu-buru dan tidak ingin menunggu sopirnya yang yang baru bangun. Entah kenapa Dika ingin segera menemui Dimas. Bahkan karena terburu-buru ia tidak membawa persediaan pakaian.


...----------------...


...BERSAMBUNG...


...----------------...


...°...


...°...


...°...


...Sambil menunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya yang berjudul "Berbeda"...


...Jangan lupa dijadiin fav yaaa🤭......


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya agar author jadi lebih semangat 🤗......


...Terima kasih 🙏💕......