Choco

Choco
Latihan



Dika, Widia, dan Aldi kini sudah sampai di GOR, mereka kemudian menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh Restu.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka menemukan Restu yang tengah berlari mengelilingi lapangan bulutangkis. Melihat kedatangan Dika, Widia, dan Aldi, Restu pun langsung menghampiri mereka.


"Akhirnya lo sampai Dik.. ada Widia juga," ucap Restu kepada Dika dan Widia.


Restu menatap Aldi yang merupakan orang yang belum ia kenal.


Aldi menjulurkan tangannya kepada Restu. "Aldi, sepupunya Widia," ucap Aldi yang diakhiri dengan senyuman.


"Gue kira si Aldi emang orangnya judes. Giliran sama orang lain bisa ramah, tapi kalo sama gue judesnya minta ampun," batin Dika.


Restu pun juga tersenyum kepada Aldi, ia kemudian menyalami tangan Aldi. "Gue Restu. Sejak kapan disini?"


"Baru tadi siang," jawab Aldi.


"Ooh..." balas Restu.


Tanpa lama-lama berbasa-basi, Restu langsung memberikan raket kepada Dika. Restu dan Dika pun bermain bulutangkis, sementara Widia dan Aldi hanya duduk menonton pertandingan.


Dengan sangat mudah Restu dapat mencetak poin dan mengalahkan Dika. Berkali-kali Restu kembali mendapatkan poin, sementara Dika tetap tertinggal jauh dari Restu.


"Kak Restu hebat banget," gumam Widia.


"Iya, dia bisa main," ucap Aldi.


Karena merasa lelah, Restu dan Dika pun beristirahat.


"Yah, si Ongky kalah wkwkwk..." ejek Widia.


"Iya nih, gimana sih lo mainnya? Gampang banget gue cetak skor," ucap Restu. Restu kemudian meneguk sebotol air mineral.


Dika mengambil botol air yang dipegang Restu, ia pun kemudian juga meminum air tersebut. "Gue kan emang nggak pinter main bulutangkis. Pegang raket aja jarang."


Sekitar 10 menit kemudian Restu kembali mengajak Dika bermain.


"Yuk Dik, Kita coba lagi," ucap Restu. Restu pun menjulurkan Raket kepada Dika.


Belum sempat Dika mengambil raket tersebut, Aldi sudah menawarkan diri untuk bermain.


"Gimana kalo lo main sama gue aja?" tanya Aldi kepada Restu.


"Ya udah," balas Restu.


Kini Restu pun bermain bersama Aldi, pertandingan diantara mereka berlangsung dengan sangat sengit.


"Aldi hebat juga mainnya," batin Restu.


Widia dan Dika yang menyaksikan pertandingan tersebut bahkan sedikit pun tidak mengalihkan pandangannya karena pertandingan berlangsung dengan sangat seru.


Aldi pun menguasai permainan, lama kelamaan Restu kewalahan menghadapi permainan Aldi, dan Aldi akhirnya berhasil mencetak skor.


"Yeay... Kak Aldi hebat..." teriak Widia sembari mengacungkan jempolnya kepada Aldi. Aldi pun membalas Widia dengan senyuman.


"Si Aldi mulai besar kepala deh, dipuji-puji sama Widia," batin Dika.


Pertandingan diantara Aldi dan Restu pun kembali berlangsung.


"Aldi masih sekolah apa udah kerja sih?" tanya Dika kepada Widia.


"Dia masih kuliah," jawab Widia.


"Dia udah punya pacar apa belum?" tanya Dika lagi.


Widia pun merasa bingung mendengar pertanyaan Dika. "Hah? Ngapain lo nanya kayak gitu?"


"Ya.. gue pengen tau aja. Emang nggak boleh?"


"Belum, Kak Aldi belum punya pacar."


"Ah, masak sih?"


"Tapi emang itu kenyataannya, Kak Aldi emang belum punya pacar."


"Aldi kan ganteng, keren, pinter main bulutangkis lagi. Serius dia belum punya pacar?"


"Setau gue sih Kak Aldi belum pernah punya pacar."


"Tapi.. kalo menurut gue Aldi itu suka sama lo," ucap Dika dengan ekspresi cemburunya.


"Apa?! Lo ada-ada aja. Manamungkin Kak Aldi suka sama gue, dia itu kakak sepupu gue. Lo jangan mikir aneh-aneh."


"Tapi emang itu yang gue rasain. Lagian dia kan.. bukan sepupu kandung lo, kalian nggak sedarah. Jadi bisa aja dia suka sama lo."


"Lo jangan mikir yang aneh-aneh. Kak Aldi udah anggap gue kayak adiknya sendiri, nggak mungkin dia suka sama gue," tungkas Widia.


"Semoga aja..."


"Hmm.. lo cemburu yaa?..." ucap Widia sembari tersenyum.


"Menurut lo?" ucap Dika tetap dengan ekspresi cemburu.


"Ternyata lo bisa cemburu juga wkwkwk..."


"Iya lah," balas Dika.


Widia pun menatap mata Dika sembari tersenyum. "Tapi lo harus percaya sama gue, walaupun banyak cowok di luar sana. Mata gue cuma akan tertuju pada satu orang, yaitu lo Dika."


Senyuman pun terukir di wajah Dika. "Masak sih?" ucap Dika dengan nada bercanda.


"Ya udah kalo nggak percaya."


Di sisi lain pertandingan bulutangkis diantara Restu dan Aldi masih berlangsung, dan sampai saat ini Aldi masih tetap menguasai permainan.


Akhirnya Aldi lah yang berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Karena merasa lelah, mereka pun memilih untuk beristirahat sejenak. Restu mengambil sebotol air mineral dari dalam tasnya, ia kemudian meberikan air tersebut kepada Aldi.


"Makasi," ucap Aldi


"Iya.. ngomong-ngomong lo mainnya bagus banget," ucap Restu.


"Main lo juga udah bagus, cuma masih ada sedikit celah aja," ucap Aldi.


"Tapi lo kok bisa hebat banget main bulutangkis sih?" tanya Restu.


"Gue pernah juara tingkat provinsi," ucap Aldi yang diakhiri dengan senyuman.


"Wah, gila, mantep banget."


"Gue denger, lo mau lomba, gimana kalau gue yang ajarin lo, nanti gue kasi tipsnya buat menang," ucap Aldi.


"Serius lo mau ngajarin gue?" tanya Restu.


"Iyaa..." balas Aldi.


"Makasi ya, baik banget lo mau ngajarin gue... Gue akan terus belajar, gue yakin, suatu saat nanti gue pasti bisa ngalahin lo."


"Gue suka semangat lo," ucap Aldi.


Beberapa menit kemudian Restu dan Aldi kembali bermain bulutangkis. Sesuai yang Aldi janjikan, ia mengajari berbagai tips yang ia tau kepada Restu.


Di babak pertama, Aldi masih tetap menguasai permainan, dan akhirnya pertandingan dimenangkan lagi oleh Aldi. Walaupun kalah, tetapi Restu sudah menunjukkan banyak kemajuan dalam permainannya.


"Restu serius banget latihan. Tapi kenapa Restu tumben sampai ikutan lomba? Bukannya orang tuanya ngelarang dia main bulutangkis?" batin Dika.


Di babak kedua, Restu mulai bisa mengikuti jalannya permainan dan mengimbangi Aldi. Pertandingan diantara Restu dan Aldi pun berlangsung dengan begitu sengit. Akhirnya pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh Restu walaupun dengan skor yang beda tipis, yaitu 21-20.


Aldi menghampiri Restu, ia kemudian menyalami tangan Restu tanda mengucapkan selamat.


"Akhirnya gue bisa ngalahin lo," ucap Restu.


"Gue nggak nyangka lo bisa ngalahin gue secepat ini," ucap Aldi yang diakhiri dengan senyuman.


Aldi dan Restu kemudian duduk bersama Widia dan Dika. Sembari beristirahat, mereka pun berbincang-bincang santai.


Widia memeriksa handphonenya dan terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, Widia pun mengajak Aldi untuk pulang.


"Kak, udah jam 6, pulang yuk, udah seharian kita nggak pulang," ucap Widia kepada Aldi dan dibalas anggukan oleh Aldi. Widia dan Aldi pun kemudian berdiri.


Dika pun juga ikut berdiri. "Gue anter ya?" ucap Dika kepada Widia.


"Nggak usah, udah ada Kak Aldi. Lagian lo kan harus ke kandang bebek lagi buat kasi makan bebek-bebek. Daripada lo bolak-balik, lebih baik gue sama Kak Aldi aja," ucap Widia.


Dika mengalihkan pandangannya pada Aldi, dan terlihat Aldi menatapnya dengan ekspresi datar.


"Kalo gue paksa Widia, nanti Aldi ngatain gue cemburuan lagi," batin Dika.


"Iya, hati-hati," ucap Dika kepada Widia.


"Iya," balas Widia.


"Makasi ya Di," ucap Restu kepada Aldi.


"Iya, nggak masalah. Lain kali kalo perlu bantuan lagi langsung hubungi gue aja," ucap Aldi.


"Okey," balas Restu.


"Gue duluan," ucap Aldi kepada Dika dan Restu, Restu dan Dika pun membalasnya dengan anggukan.


Karena Widia dan Aldi sudah pulang, kini hanya tinggal Dika dan Restu di sana.


"Kenapa tumben lo mau ikut lomba?" tanya Dika.


"Gue lagi pengen ikut aja," jawab Restu.


"Tapi gue lihat lo serius banget pengen menang. Akhir-akhir ini lo latihan terus setiap hari."


"Gue.. gue emang pengen menang, dan gue harus menang. Gue akan buktikan sama orang tua gue, kalo gue sungguh-sungguh mau mengejar cita-cita gue."


"Jadi ini alasannya," batin Dika.


Dika memegang pundak Restu. "Lo pasti bisa Res, gue selalu dukung lo."


......................


...BERSAMBUNG...


......................


...°...


...°...


...°...


Sambil menunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"


Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...


1 like dan komentar singkat dari para pembaca sangat berharga bagi Author 😊...


Terima kasih 🙏💕...