
Terima kasih sudah mampir 🤗...
Selamat membaca 💕...
°
°
°
"Ya ampun... Mobilnya Kak Dika... Kak Dika tambah keren aja naik mobil..." batin Monica melihat Dika datang dan memarkirkan mobilnya.
Keluarlah Dika dan Widia dari dalam mobil.
"What! Ngapain si Widia sama Kak Dika?! Wah, wah, harus dilaporin nih sama Clara..." gumam Monica. Monica kemudian langsung bergegas pergi dari parkiran untuk memberitau Clara.
Dika dan Widia pun pergi menuju kelas.
"Woi! Dika!..." ucap Restu.
"Apaan?... Ganggu gue aja lo. Kalo ada urusan, bentaran aja, gue mau antar Widia ke kelas dulu."
"Aik, tumben lo nganter Widia. Awas loh, nanti ada yang cemburu!"
"Emang siapa yang berani cemburu?! Widia itu pacar gue!" ucap Dika dengan bangga, Dika kemudian merangkul pundak Widia.
"Hah?!" ucap Restu kaget.
"Weeh!... Ngapain lo pegang-pegang gue!" ucap Widia sambil menatap malas pada Dika.
"Hehe... cuma rangkul sedikit doang..." Dika pun melepaskan tangannya dari pundak Widia.
"..." Widia hanya menatap malas pada Dika.
"Hahah!... Rasain lo!" ejek Restu.
"Eleh, dari pada lo, jomlo!... Gak ada waktu gue ngurusin lo. Yuk Nyet, kita pergi..."
"Eh! Tunggu dulu!" ucap Restu mencegah Dika pergi.
"Apa lagi?" tanya Dika.
"Maksud lo apa kemarin ninggalin gue?!"
"Ninggalin? Kapan gue ninggalin lo?" ucap Dika yang tidak mengerti.
"Yah, pake pura-pura lupa."
"Maksud lo apa sih?"
"Kemarin pas di restoran lo main ninggalin gue begitu aja. Udah makan di restoran mahal, mana gue harus bayar makanan banyak banget. Untung aja gue bawa uang. Katanya lo mau traktir gue, kenapa malah kabur?"
"Eh, iya, wkwkwkwk... Lupa gue, nanti deh kita urusin, sekarang gue mau nganterin Widia dulu."
"Heh! Nggak bisa gitu! Lo harus tanggung jawab!"
"Iya, gue pasti tanggung jawab. Tapi nanti."
"Gak bisa!"
"Gue nganter Widia bentar doang!"
"Udah, udah, kalian urusin masalah kalian dulu. Gue bisa ke kelas sendiri." Widia pun pergi meninggalkan Dika dan Restu.
"Nyet, Onyet... Tunggu gue..." ucap Dika.
"Heh! Lo mau kemana?!" ucap Restu sambil menjewer telinga Dika.
"Duh!... iya deh, iya..." ucap Dika.
Diperjalanan menuju kelas Widia bertemu dengan Dimas.
"Widia..." ucap Dimas.
Widia hanya menatap Dimas yang berdiri di hadapannya.
"Kamu dari kemarin kemana aja? Kenapa kamu nggak angkat telepon? Aku khawatir sama kamu."
"Widia kecewa sama kakak!" ucap Widia sambil menatap kecewa pada Dimas.
"Kenapa?..." tanya Dimas.
"Kenapa kakak bohongin Widia?! Kenapa kakak ngaku jadi Choco?..."
"A-aku... maafin aku Widia... Cara aku emang salah, aku udah bohongin kamu dengan ngaku-ngaku jadi Dika. Aku tau dari awal kamu emang suka sama Dika. Aku nggak mau kehilangan kamu, aku pikir dengan berjalannya waktu, kamu bisa suka sama aku. Tapi aku emang bener-bener sayang sama kamu, aku nggak bohong..." jelas Dimas.
"Udahlah kak, mulai sekarang kita nggak usah ketemu lagi, kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi!" Widia pun pergi meninggalkan Dimas.
Dimas memegang tangan Widia dan mencegahnya pergi. "Maafin aku Widia... Aku nggak mau kita putus, kamu nggak bisa akhirin hubungan kita secara sepihak kayak gini..."
"Okey, aku salah, aku nggak akan maksa kamu buat jadi pacar aku lagi. Tapi aku mohon, maafin aku..."
"Lepasin tangan Widia kak!" Widia pun menepis tangan Dimas dan langsung beranjak pergi meninggalkan Dimas.
"Ban*sat!..." gumam Dimas.
*** di kelas 10 IPA 1
Sesampainya di kelas, Widia langsung duduk di bangkunya dengan menyenderkan tubuhnya di tembok. Widia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan untuk menenangkan dirinya.
"Kamu kemarin kemana aja Wid? Kemarin Kak Bryan nyari kamu ke rumah aku," ucap Intan.
"Kem..." belum selesai Widia berbicara, Clara sudah memotong perkataan Widia.
"Rumah lo? Rumah gue kali! Lo mah cuma numpang!" ucap Clara menyindir Intan.
"I-iya, rumahnya Clara..." sahut Intan.
"Ck!..." Widia menggelengkan kepalanya karena merasa heran pada Clara.
"Gitu aja dipermasalahin."
"Apa lo! Emang bener itu rumah gue!"
"Iya, rumah lo! puas lo!" ucap Adit.
"Udahlah Dit, nggak usah buang-buang tenaga ngeladenin dia..." Widia menatap heran pada Clara sejenak. Widia yang merasa malas meladeni Clara, langsung memalingkan wajahnya.
"Bener kata lo, cuma buang-buang tenaga ngeladenin dia... Tapi lo kemarin kemana? Kakak lo juga nyariin lo ke rumah gue."
"Gue kemarin cuma jalan-jalan ke pantai aja. Gue lupa kasi tau abang gue, hp gue juga mati," jelas Widia.
"Oohh... pantes aja, telepon sama WA gue nggak lo bales, bikin khawatir aja..."
"Iya Wid, kita dari kemarin khawatir sama kamu. Untung kamu baik-baik aja," ucap Intan.
"Maaf udah bikin kalian berdua khawatir. Makasih ya, udah mau perduli sama gue..."
"Heran gue, kenapa sih, banyak orang-orang yang perhatian sama dia? Mereka nggak tau aja sifat dia yang sebenarnya. Kemarin sama Kak Dimas, sekarang sama Kak Dika. Dasar, murahan!" celetuk Clara.
"Cukup! tutup mulut lo!" ucap Adit.
"Clara ngomong yang sebenarnya! Gue sendiri yang lihat Widia berangkat sama Kak Dika!" sahut Monica.
"Kenapa sih kalian suka banget cari gara?!" ucap Adit.
"Udah... gue emang bener berangkat bareng Dika," jawab Widia.
"Noh! lo denger sendiri kan?! Widia itu emang cewek nggak bener!" ucap Rani.
"Kesabaran gue udah habis! Jaga ucapan lo! Gue emang sama Dika, dan gue udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Kak Dimas. Gue bukan cewek nggak bener!" ucap Widia.
"Mana ada maling ngaku!" sahut Clara.
Widia yang merasa emosi langsung berdiri. "Sekali lagi gue peringatin! Jaga ucapan lo! Gue bukan seperti yang lo bilang!"
"Udah Wid, udah..." ucap Intan.
"Lo nggak perlu perduliin mereka. Lo nggak usah jelasin apapun, gue percaya sama lo..." ucap Adit.
Widia pun kembali duduk dan menenangkan dirinya. Beberapa kali Clara dan teman-temannya kembali menyindir Widia, tetapi Widia sudah tidak menghiraukan mereka.
••••••••••••••••••••
Up Setiap Selasa dan Sabtu
°
°
°
Maaf yak, terlalu banyak percakapan 😵
tapi mau gimana lagi, udah buntu, nggak ada ide 😓 soalnya authornya lagi banyak tugas 🤯... Tapi author harap kalian jangan bosan-bosan mampir yaa💓...
Yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"
Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...
Saya penulis pemula, jadi maaf jika ada banyak kesalahan dalam novel ini✌️...
Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan, karena itu sangat bermanfaat dan berharga bagi saya😊...
Terima kasih 🙏💕...