Choco

Choco
Semester Ganjil



Hari-hari berikutnya berjalan dengan semestinya. Pak Arthama kembali menjalani kesibukannya bekerja di kantor, sementara Dimas dan Dika setiap hari bersekolah seperti biasa, hanya saja Dika masih memakai kursi roda karena dirinya belum benar-benar pulih. Kehidupan mereka pun kembali rukun layaknya keluarga pada normalnya.


Dimas selalu membantu Dika dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari karena Dika masih memakai kursi roda. Selain itu, Dimas juga membantu Dika dalam belajar, ia meminjamkan Dika buku, memberikan Dika tips agar fokus belajar dan lain sebagainya yang dapat membantu agar nilai Dika tidak buruk lagi.


Hari demi hari kondisi Dimas semakin memburuk, ia masih tetap menjalani pengobatannya secara rutin, ia juga memilih untuk mengundurkan diri sebagai wakil ketua OSIS agar dapat fokus pada pengobatannya dan ia dapat waktu yang cukup untuk beristirahat.


...****************...


Kini 3 bulan sudah berlalu, Dika pun sudah benar-benar pulih sehingga dia tidak perlu memakai kursi roda lagi. Sampai saat ini Dika sama sekali belum mengetahui kondisi Dimas yang sebenarnya, hanya Dimas dan Pak Arthama lah yang mengetahui mengenai penyakit yang diderita Dimas.


Tibalah hari penerimaan raport semester ganjil. Semua murid berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara, barulah setelah itu pengumuman untuk para juara disetiap jurusan masing-masing.


"Juara umum 1 jurusan IPA untuk kelas 12 adalah... Bryan Cahaya..." ucap kepada sekolah.


Suara tepuk tangan pun saling bersahutan memberikan selamat. Seperti biasa, Bryan selalu mendapat ranking pertama setiap semester, dan kali ini ia berhasil mempertahankan gelar juaranya.


"Juara umum 2 jurusan IPA untuk kelas 12 adalah... Willy Wijaya..." ucap kepala sekolah yang diikuti oleh tepuk tangan.


Kali ini Willy berhasil meraih ranking 2 dan menggeser Dimas yang sebelumnya berada di posisi tersebut.


"Juara umum 3 jurusan IPA untuk kelas 12 adalah... Dimas Putra Arthama..." ucap kepada sekolah dan diikuti tepuk tangan oleh para murid serta guru.


Akhir-akhir ini Dimas memang kurang fokus belajar karena beberapa masalah yang dihadapinya, terlebih lagi karena ia juga memikirkan penyakit yang dideritanya.


Bryan, Willy, dan Dimas pun maju ke depan untuk menerima hadiah.


Sementara juara umum jurusan IPA untuk kelas 10 diantaranya adalah Widia sebagai juara umum 1, Adit sebagai juara umum 2, dan seorang murid lainnya sebagai juara umum 3.


Semua murid lainnya pun masuk ke kelas masing-masing untuk menerima raport yang dibagikan langsung oleh wali kelas mereka.


***** di kelas 12 IPS 2


"Lo peringkat berapa Dik?" tanya Restu kepada Dika.


"Nggak tau, gue belum buka raport gue. Kalo lo ranking berapa?"


"Sama, gue juga belum buka raport gue. Kalo gitu kita bukanya barengan sekarang."


"Oke," balas Dika.


Mereka berdua pun membuka raportnya secara bersamaan.


"Huaa... Buakakakakak..." Dika dan Restu tertawa bersama ketika membaca hasil raport mereka masing-masing.


"Lo peringkat berapa Dik? Kelihatannya bahagia banget?" tanya Restu.


"21, hampir masuk 20 besar wkwkwk... Kalo lo peringkat berapa?" ucap Dika.


"Gue peringkat 27 buakakakakak..." ucap Restu diakhiri dengan tawa.


"Bahagia banget lo kayaknya wkwkwk... Mantap wkwkwk..."


"Iya dong, yang penting kan udah nggak ranking 38 lagi wkwkk..."


"Gue juga udah nggak ranking 1 dari belakang, alias ranking 40 kayak semester lalu wkwkwk..."


"Bahagia banget gue akhinya naik peringkat, walau cuma masuk 30 besar doang," ucap Restu.


"Bener, bener, hidup emang harus dibawa happy aja wkwkwk..." balas Dika.


...****************...


Untuk merayakan kemajuannya, sore harinya Dika dan Restu mengadakan acara kecil-kecilan. Mereka mengajak Dimas, Widia, Bryan, Willy, Adit, Aulia, Bunga, Intan, Bintang, Clara, Monica, dan Rani untuk memanggang bebek-bebek milik Dika.


Acara tersebut diadakan di rumah Restu karena kebetulan halaman rumah Restu lumayan luas dan keadaan rumahnya juga sedang sepi karena kedua orang tuanya sedang bekerja lembur. Dika dan Restu pun sudah menyiapkan semuanya termasuk menyewa alat-alat memanggang.


...🦆🦆🦆🦆🦆🦆🦆🦆🦆...


Sore harinya seperti yang sudah mereka rencanakan, satu persatu dari mereka sudah tiba di rumah Restu. Jumlah mereka sudah hampir lengkap, hanya saja kurang kehadiran Dika.


"Adek lo kemana Dim?" tanya Bryan kepada Dimas.


"Nggak tau, Dika udah berangkat dari tadi sebelum gue," jawab Dimas.


"Dika kemana? Kan dia yang ngadain acara. Kenapa malah nggak nongol tu bocah?" tanya Bryan kepada Restu.


"Tenang aja, sebentar lagi juga datang. Dia masih ngambil bebek," jawab Restu.


Gek.. gek.. gek... 🦆🦆🦆


Yang dinanti-nanti pun akhirnya datang. Dika datang dengan membawa 6 ekor bebek yang sudah diikat.


Dika menaruh bebek-bebek tersebut di halaman rumah.


"Nih, gue mau ngambil 6 bebek lagi di mobil." Dika berjalan kembali ke mobilnya.


"Lah..." ucap Bryan sembari memperhatikan bebek-bebek tersebut.


"Gue kira daging bebeknya udah siap, tinggal manggang aja. Ternyata cuma ada bebek yang masih hidup," ucap Widia.


"Ya iya lah," balas Restu.


Dika pun datang membawa 6 bebek lagi.


"Emang siapa yang mau nyembelih bebek-bebek ini?" tanya Willy.


"Kita semua lah, bareng-bareng," ucap Dika.


"Gue juga nggak mau, males banget nyabut bulu bebek," ucap Adit.


"Apalagi gue, lihat aja udah geli," ucap Clara.


"Lah, terus siapa yang mau nyembelih semua bebek-bebek ini?" tanya Dika.


"Ya kalian berdua," ucap Dimas.


"Nggak bisa gitu, masak cuma gue sama Dika aja," ucap Restu.


"Emang siapa yang punya gagasan buat manggang bebek? Yang punya ide buat manggang bebek siapa?" tanya Bryan.


"Ya.. gu-e... Tapi kalian tetap harus bantuin sembelih bebek, kalian kan juga setuju buat manggang bebek. Gue ngadaian acara ini biar kita bisa nikmatiin prosesnya, biar kita bisa sama-sama," ucap Restu.


"Terserah, pokoknya gue nggak mau," ucap Willy.


"Terus kalian ngapain?" tanya Dika.


"Nunggu kalian selesai nyembelih semua bebek-bebek ini wkwkk... Ngomong-ngomong di belakang kan ada kolam renang, gue berenang dulu aja wkwkwk..." ucap Bryan.


"Wah seru tuh kayaknya," ucap Willy.


"Setahu Widia, Kak Restu juga punya vidio game, widia pinjem yaa?..." ucap Widia.


"Nggak bisa, kalian bantuin sembelih bebek dulu," ucap Dika.


"Iya, masak cuma kita berdua," ucap Restu.


"Kalian mau kita masih disini apa pulang?" tanya Willy.


"Ya.. disini lah," ucap Restu.


"Pokoknya kalian harus tetap disini," ucap Dika.


"Ya udah," ucap Willy.


"Ya udah," balas Dika dan Restu.


"Yuk Yan," ucap Willy kepada Bryan.


"Yuk," balas Bryan.


Willy dan Bryan pun berjalan menuju kolam renang.


"Oi jangan pergi kalian berdua..." teriak Restu.


Namun Willy dan Bryan tidak menghiraukan Restu dan tetap berjalan menuju kolam renang.


"Widia pinjem vidio gamenya ya kak wkwkwk..." ucap Widia.


"Gue ikut," ucap Dimas dan Adit.


Mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam rumah untuk bermain video game.


"Lah.. Nyett..." teriak Dika.


Tiba-tiba Widia menoleh dari jendela. "Ngomong-ngomong di belakang ada tempat spa, ciwi-ciwi boleh santai-santai disana wkwkwk..." ucap Widia kepada Aulia, Intan, Clara, Monica, dan Rani.


"Hmm... Kita pinjem spanya ya Res," ucap Aulia.


"Ee.. tap.." ucapan Restu terhenti.


Belum selesai Restu berbicara, Aulia, Intan, Clara, dan Rani sudah berjalan menuju tempat spa. Kini hanya tinggal Monica yang berada disana.


"Untung aja ada Monica yang mau bantuin kita," ucap Dika.


"Nggak, Monica cuma mau semangatin Kak Dika aja. Semangat ya Kak Dika hehe..." ucap Monica yang diakhiri dengan tawa kecil. Monica pun kemudian pergi menuju tempat spa dan meninggalkan Dika juga Restu.


"Sekarang cuma tinggal kita berdua," ucap Restu.


"Ya mau gimana lagi," balas Dika.


Mereka berdua pun mulai menyembelih dan membersihkan bebek-bebek tersebut.


......................


...BERSAMBUNG...


......................


...°...


...°...


...°...


Sambil menunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"


Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...


1 like dan komentar singkat dari para pembaca sangat berharga bagi Author 😊...


Terima kasih 🙏💕...