
Hari ini adalah hari terakhir mereka berlibur di desa tersebut. Pagi harinya mereka memutuskan berkunjung ke pasar tradisional di desa tersebut untuk sekedar berjalan-jalan ataupun membeli cinderamata. Saat itu susana di pasar cukup ramai karena selain warga lokal banyak juga wisatawan yang juga berkunjung ke pasar tersebut.
Area pasar yang cukup luas dan menjual berbagai jenis makanan dan barang-barang membuat mereka puas berkunjung ke sana. Merekapun berpencar menyusuri berbagai tempat yang mereka inginkan.
Dika menyempatkan diri untuk mampir ke toko pakaian yang kebetulan ia lewati. Perhatiannya tertuju pada satu baju kaos berwarna hitam yang terkesan sederhana namun indah. Dika pun hendak menggapai baju kaos yang tergantung tersebut.
"Eh!" ucap Dika sedikit kaget.
Tiba-tiba tangan Dika bersentuhan dengan tangan seseorang yang berada persis belakangnya, sama halnya dengan Dika, orang tersebut juga ingin mengambil baju yang sama.
Dika kemudian langsung mengalihkan pandangannya kepada orang tersebut, yang tak lain adalah Aldi.
"Dika?" ucap Aldi.
"Lo?" ucap Dika.
"Gue duluan yang lihat baju itu, jadi baju itu punya gue," ucap Dika.
Aldi hanya menatap Dika dengan tatapan datar. Tanpa berkata apapun Aldi langsung mengambil baju tersebut. Karena Aldi lebih tinggi dari Dika, dengan mudah Aldi dapat menjangkau baju tersebut. Sementara Dika hanya diam menatap Aldi yang mengambil baju tersebut. "Seenaknya aja Aldi." batin Dika.
"Kenapa sih lo harus terus jadi saingan gue? Ayolah, ini cuma baju kaos," ucap Dika.
Tanpa diduga Aldi menjulurkan baju yang dipegangnya kepada Dika. "Ini, buat lo," ucap Aldi.
"Buat gue?" Dika benar-benar tidak menyangka jika Aldi akan memberikan baju tersebut pada dirinya.
"Iya," balas Aldi.
"Gue kira lo juga mau baju ini," ucap Dika.
"Awalnya gue juga mau beli yang ini. Tapi udahlah, buat lo aja... Lo beli baju ini buat Widia kan?"
"Iya, kok lo bisa tau?" tanya Dika.
"Tadinya gue juga mau beliin buat Widia. Widia itu sepupu gue, walaupun bukan saudara kandung, dia udah gue anggap seperti adik gue sendiri. Jadi gue tau apa yang dia suka ataupun nggak suka."
"Tunggu, tunggu... Lo anggap Widia sebagai adik? Bukannya lo juga suka sama dia?"
Aldi tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. "Sekarang gue sadar, rasa sayang gue ke Widia itu cuma sebagai adik, nggak lebih dari itu. Gue udah lihat hubungan diantara kalian berdua, gue tau lo bener-bener tulus sama adik gue. Gue titip Widia sama lo, jangan sampai lo sakitin adik gue."
"Pasti," ucap Dika dengan yakin dan diakhiri dengan senyuman.
"Gue mau ke sana dulu, mau lanjut keliling lihat-lihat."
"Iya," balas Dika.
Aldi pun pergi meninggalkan Dika, ia kembali berjalan-jalan mengelilingi pasar tersebut. Secara kebetulan Aldi melihat Aulia sedang duduk sendirian sembari makan jagung rebus. Aldi pun kemudian segera menghampiri Aulia.
"Aldi," batin Aulia melihat kedatangan Aldi.
"Gue boleh ikut duduk?" tanya Aldi.
"Oh, boleh, duduk aja." Aulia kemudian segera bergeser untuk memberikan Aldi tempat duduk.
Aldi pun duduk di samping Aulia. "Kenapa sendirian? Yang lain ke mana?"
"Tadinya gue sama Bintang, tapi tadi kita ketemu sama Adit. Kan gue nggak enak ganggu mereka. Daripada gue jadi obat nyamuk, mendingan makan di sini," jawab Aulia.
"Ooh... Bener juga, mendingan di sini."
"Iya, mendingan di sini sama Kak Aldi," ucap Aulia dalam hati. Tanpa di sadari bibir Aulia menorehkan senyuman tipis.
"Senyumnya.. manis banget," batin Aldi.
"Kenapa senyum?" tanya Aldi.
"Eh? Gue senyum?!" batin Aulia.
"Ah, nggak kok, gue nggak senyum," tungkas Aulia.
"Astagaa.. gue nggak tau harus ngomong apa, gue jadi salting kalo deket-deket sama Kak Aldi," batin Aulia.
"Tapi tadi gue lihat lo senyum. Mungkin lo orangnya emang murah senyum, makanya lo nggak sadar kalo tadi senyum."
Beberapa saat mereka tidak saling berbicara, mereka hanya menatap sekeliling melihat orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Suasana diantara merekapun terasa sangat canggung.
"Oh iya! Gue belum nawarin Kak Aldi makan," batin Aulia.
"Oh iya, gue sampai lupa nawarin lo. Ini, dimakan." Aulia menaruh sisa jagung dan kacang di dekat Aldi. "Ayo dimakan, masak gue makan sendiri."
"Iya, makasi ya." Aldi pun memakan jagung dan kacang yang diberikan oleh Aulia.
"Ngomong-ngomong lo kuliah milih jurusan apa?" tanya Aulia.
"Ekonomi," jawab Aldi singkat.
"Hmm.. ooh..." balas Aulia.
"Kok nggak nanya balik sih?" batin Aulia.
"Ternyata lo orangnya pendiam ya," ucap Aulia.
Aldi tersenyum mendengar ucapan Aulia. "Oh ya? Gue nggak sadar," ucap Aldi yang diakhiri dengan tawa kecil.
"Iya lah," balas Aulia.
"Sebenarnya gue bukan orang yang pendiam, gue cuma grogi aja sama lo," batin Aldi.
"Kalo lo sendiri kelas berapa?" tanya Aldi.
"Gue kelas 3 SMA, jurusan MIPA," jawab Aulia.
"Ooh... Ternyata umur kita nggak beda jauh."
"Iya," balas Aulia.
"Haachuu..." Tiba-tiba Aldi mengalami bersin, ia pun hendak membersihkan hidungnya menggunakan lengan baju.
Namun tiba-tiba Aulia mencegah Aldi. "Eh, nanti kotor. Pake ini aja." Aulia mengambil saput tangan di sakunya ia kemudian memberikan saput tangan tersebut kepada Aldi.
"Makasi ya."
"Iya, sama-sama. Ini pasti gara-gara lo kemarin kehujanan, lo baik-baik aja kan?"
"Gue nggak apa-apa, palingan cuma pilek biasa."
Aulia sejenak memperhatikan Aldi yang sedang membersihkan hidungnya. Karena Aulia tidak ingin Aldi menyadari bahwa ia sedang memperhatikan Aldi, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada handphonenya. Walaupun Aulia terlihat menyibukkan diri dengan handphonenya, sebenarnya ia sedang memikirkan Aldi. "Aldi pas bersin aja masih ganteng," batin Aulia.
Sejenak Aldi memperhatikan saput tangan yang diberikan oleh Aulia, ia kemudian kembali mengusap hidungnya. Sebenarnya hidung Aldi sudah benar-benar bersih, ia hanya ingin mencium bau saput dari tangan yang diberikan oleh Aulia. "Baunya.. manis..." batin Aldi.
Kebersamaan diantara mereka selanjutnya diselingi dengan berbagai obrolan yang membuat mereka semakin akrab.
......................
...BERSAMBUNG...
......................
Mohon pemaklumannya kepada para readers, karena Author masih banyak tugas sekolah untuk persiapan UKK, mulai sekarang Author hanya bisa update 1 minggu sekali 😵...
Mohon maaf juga kepada para Author lainnya karena untuk sementara aku belum bisa feedback, tapi kalau sempat aku pasti akan feedback 🙏🙏🙏...
...°...
...°...
...°...
Sambil menunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"
Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...
1 like dan komentar singkat dari para pembaca sangat berharga bagi Author ❤️...
Terima kasih 🙏💕...