Choco

Choco
Acara Penutupan



Pada acara penutupan ulang tahun SMA Nusantara diadakan berbagai macam acara hiburan, seperti konser, dance, dan masih banyak lagi.


Clara, Rani dan monica pun ikut berpartisipasi, mereka memetaskan kebolehan mereka dalam dance. Clara, Rani, dan Monica menari dengan lihai dan lincah di atas panggung dengan diiringi musik.


♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪


How You Like That - Blackpink


보란 듯이 무너졌어


바닥을 뚫고 저 지하까지


옷 끝자락 잡겠다고


저 높이 두 손을 뻗어봐도


다시 캄캄한 이곳에 light up the sky


네 두 눈을 보며 I'll kiss you bye


실컷 비웃어라 꼴좋으니까


이제 너희 하나 둘 셋


Ha, how you like that?


You gon' like that, that that that, that, that that that, that


How you like that? (bara bing, bara boom, boom, boom)


How you like that, that that that, that, that that that, that


Now, look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me


How you like that?...


♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪


Tidak dipungkiri mereka memang sangat berbakat dalam melakukan tarian modern atau dance, sehingga penampilan mereka dapat memukau para penonton.


Willy yang dari awal memang menyukai Clara menjadi semakin terpesona dengan Clara karena melihat penampilannya di atas panggung.


"Clara emang bener-bener cantik banget..." batin Willy.


Namun Willy yang dari dulu memang menyukai Clara, tidak pernah sekalipun mencoba untuk mendekati Clara, karena Willy merupakan tipe orang yang gengsian dan selain itu ia juga mempunyai sikap yang dingin. Tidak heran jika ia dijuluki gunung es oleh teman-temannya. Selama ini Willy hanya sibuk menstalking sosial media Clara.


Tak ketinggalan, Dika juga ikut mempersembahkan penampilannya membawakan sebuah lagu dari Ed Sheeran yang berjudul Way to Break My Heart.


♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪


.....


First love never dies


Guess I'll see you in another life


Twelve years down the line


It's just one thing, I remember


Her lips upon mine


So soft, feelings I don't know the name of


Under the clothes we take off


Used to be two hearts in love


Oh, why, oh why am I alone?


Did I, did I do something wrong?


Am I the reason, or have you found someone else?


So tell me, girl


How can I live without love?


How can I be what you want?


'Cause when the morning comes around


You're still gone and I'll say


How can I see through the dark?


All I can do is wonder where you are


Are you happy in someone else's arms?


Well, that's the way to break my heart


.....


♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪ ♪


Tangan Dika memetik senar gitar dengan licah, memainkan nada-nada yang mampu membuat penonton terpesona.


Dika menayikan lagu tersebut dengan lembut dan dengan ciri khasnya sendiri, sehingga membuat para penonton terbawa suasana.


"Kak Dika bener-bener ganteng..." bantin Clara.


"Ya ampun... pangeran bervespa putih gue..." gumam Monica.


"Astagaa... Kak Dika nyanyi lagu galau, jadi baper gue..." ucap salah satu siswi.


"Suaranya keren bangett..." ucap siswi lainnya.


"Kak Dika nyanyinya penuh penghayatan banget..." ucap Intan.


Widia yang berada di samping Intan hanya diam memandang Dika yang sedang bernyanyi tanpa berkomentar.


Setelah acara hiburan selesai, tibalah saat-saat yang paling ditunggu, yaitu pengumuman juara dari berbagai lomba.


Adit dan Intan akhirnya berhasil mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat kelas 10. Begitu juga dengan Bryan dan Dimas yang berhasil mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat kelas 12. Clara pun juga mendapat juara 2 lomba modeling kategori perempuan dan kategori laki-laki dimenangakan oleh Bryan sebagai juara 1. Sementara juara basket dimenangkan oleh tim jurusan IPS dan Dika sebagai pemain terbaik. Namun sayang sekali, Widia yang meikuti lomba menggambar ilustrasi tidak mendapatkan juara.


Para murid kelas 10 IPA 1 termasuk Widia pun mengucapkan selamat pada Intan dan Adit karena sudah mewakilkan kelas 10 IPA 1 dan berhasil mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat kelas 10.


"Selamat ya Adit, Intan..." ucap Widia.


"Iya, makasi Wid..." ucap Adit dan Intan.


"Kamu yang semangat ya Wid, aku yakin nanti kamu pasti bisa dapet juara lomba gambar," ucap Intan.


"Iya Wid, gambar lo kan bagus," ucap Adit.


"Amin... makasi ya..."


"Iya..." ucap Adit dan Intan.


Clara dan teman-temannya yang berada di samping Widia berbincang-bincang seolah-olah mengejek Widia.


"Lo keren banget ya Ra, bisa dapet juara lomba model," ucap Monica.


"Pasti... gue ngak mungkin kalah, kayak..." ucap Clara sombong sambil melirik Widia.


"Lo hebat banget, gue jadi iri sama lo..." ucap Rani.


"Iya dong... Tapi gue heran aja, kenapa cowok-cowok pada suka sama cewek yang tomboy dan kampungan..." ucap Clara.


Adit yang mendengar hal tersebut pun tidak tinggal diam. "Jaga ya mulut lo!. Gue yakin, kalo Widia ikut lomba, dia pasti menang. lo nggak ada apa-apanya kalo dibandingin sama dia!" ucap Adit kesal


"ish... lo apa-apaan sih Dit?!. Gue kan nggak ada nyebut nama Widia, banyak kali cewe tomboy, buka cuma Widia," tungkas Clara.


"Kalo buka cewek, udah gue hajar lo!."


"Udah Dit, udah..." ucap Widia untuk menenangkan Adit.


"Nggak ada gunanya debat sama mereka Dit," ucap Intan.


"Kalian bener, cuma buang-buang tenanga bicara sama mereka."


Widia, Intan, dan Adit kemudian pergi meninggalkan Clara dan teman-temannya.


Karena sudah jam pulang, Willy pun mencari Widia.


"Kak Willy?..." ucap Widia melihat Willy datang menghampirinya.


"Hari ini lo pulang sama gue lagi ya. Sekarang kan acara penutupan, Bryan sama Dimas pasti sibuk banget sampe sore."


"Iya kak," ucap Widia pada Willy.


"Gue duluan ya Tan, Dit," ucap Widia pada Intan dan Adit.


"Iya..." ucap Intan dan Adit.


Widia dan Willy pun pergi menuju parkiran untuk mengambil mobil. Namun tiba-tiba langkah Willy berhenti, ia diam memperhatikan Clara yang sedang asik mengobrol bersama teman-temannya.


Widia yang menyadari hal tersebut pun bertanya pada Willy. "Ada apa kak?..."


"Hmm... nggak ada apa-apanya... yuk jalan..." Willy kemudian kembali berjalan menuju parkir.


***** di mobil


"Sebenarnya Kak Willy nggak usah repot-repot anterin Widia, Widia kan bisa telepon orang rumah atau pesen taxi online. Widia nggak enak ngerepotin Kak Willy terus," ucap Widia.


"Gue nggak keberatan kok anterin lo, kalo telepon orang rumah kan nunggunya lama. Selain itu Bryan sama Dimas yang nyuruh gue buat anterin lo. Gue udah anggap lo kayak adek gue sendiri, jadi lo nggak usah sungkan kayak gitu."


"Tapi ngomong-ngomong Kak Willy tadi lihatin siapa?."


"Gue nggak lihatin siapa-siapa..."


"Kak Willy pasti tadi lihatin Clara kan. Kak Willy suka ya sama Clara?. Jujur deh... katanya anggap Widia kayak adek sendiri, masak nggak mau jujur sama adek sendiri..."


"Iya..." ucap Willy dengan senyuman kecil.


"Tuh kan... tebakan Widia bener..."


"Sebenarnya gue udah lama suka sama Clara, tapi gue gengsi aja deketin dia..."


"Yah, kenapa pake gengsian?. Kalo emang suka diperjuangin dong kak..."


"Tapi gue nggak tau caranya, gue nggak pernah deketin cewek duluan."


"Gini ni, gara-gara di kejar-kejar cewek terus, sampe nggak tau cara deketin cewek..."


"Clara itu orangnya gimana sih?..." tanya Willy


"Gimananya bilangnya ke Kak Willy?..." batin Widia.


"Hmm... Widia kurang tau kak, soalnya Widia nggak terlalu akrab sama dia. Tapi dari yang Widia perhatiin, dia itu pinter dalam pelajaran dan dia itu orangnya percaya diri," ucap Widia.


"Ooh... lo punya nomor WA Clara nggak?."


"Widia sih nggak nyimpen nomornya Clara, tapi d grup kelas pasti ada, nanti Widia kirimin ke Kak Willy."


"Iya..."


"Kak Willy itu orangnya baik... Mudah-mudahan Kak Willy bisa buat Clara jadi orang yang lebih baik," batin Widia.


°


°


°


Yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"



Jangan lupa like, komentar, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...


Terima kasih 🙏💕...