
Terima kasih sudah mampir 🤗...
Selamat membaca 💕...
••••••••••••••••
Siang harinya Widia makan bakso di dagang bakso pinggir jalan yang sering Dika kunjungi. Sebenarnya Widia kesana hanya ingin bertemu dengan Dika.
Namun sampai selesai makan, Widia tidak melihat Dika disana. Akhirnya Widia memutuskan untuk tetap diam disana dan menunggu Dika.
Widia yang sudah lama menunggu Dika disana sampai mengantuk dan mengundap karena matanya sudah sangat berat. Bahkan sudah 2 jam Widia menunggu, tetapi Dika tidak kunjung datang juga.
"Lagi nungguin orang ya neng?" tanya pedagang bakso sembari membereskan piring di meja yang berbeda di samping Widia.
"Nggak kok paman, saya cuma pengen diem aja, pengen istirahat sebentar. Maaf ya paman, saya ganggu, saya diem disini lama," ucap Widia.
"Nggak apa-apa kok neng, santai aja... Kakyaknya saya pernah lihat neng sebelumnya... Ooh... iya, neng itu pacarnya nak Dika kan?. Udah lama banget nggak kesini, saya sampai lupa."
"Saya emang cewek yang dulu pernah kesini sama Dika, tapi saya bukan pacarnya Dika, saya cuma temennya paman," jelas Widia.
"Maaf ya neng, saya kira neng itu pacarnya nak Dika. Neng mau cari nak Dika ya?. Nak Dika biasanya kesini jam 1 buat makan siang, ini mah udah jam setengah 4. Kayaknya nak Dika nggak kesini hari ini."
"Nggak paman, saya kesini nggak cari Dika... Saya pesen es teh manis lagi satu ya paman..."
"Siap neng, ditunggu ya..."
"Iya paman..." jawab Widia.
Beberapa saat kemudian es teh manis yang dipesan oleh Widia pun datang.
"Kalo sampai es teh ini udah habis tapi lo belum dateng juga, gue akan langsung pulang Dik," ucap Widia dalam hati sambil terus meminum es teh tersebut.
"Es teh gue tinggal sedikit... Lo kemana sih Dika?..." ucap Widia dalam hati. Widia kemudian memejamkan matanya sambil terus meminum es teh itu.
Teng...
Terdengar seperti ada piring yang ditaruh di samping Widia. Widia yang mendengar hal tersebut langsung membuka matanya.
Deg...
Betapa kagetnya Widia setelah melihat orang yang duduk di sampingnya adalah Dika.
"Lo kalo mau merem, mau tidur, di rumah aja, jangan di sini..." ucap Dika sambil mengaduk baksonya dan kemudian memakannya santai.
Widia hanya diam bengong menatap Dika tanpa berkata apapun.
"Ngapain lo lihatin gue kayak gitu?. Kalo lo nggak suka gue duduk disini, gue bisa pindah..." Dika kemudian berdiri dan hendak pergi.
"Bukan Dik, lo duduk aja disini..." ucap Widia.
"Bener gue boleh duduk?" tanya Dika.
"Iya bener..."
Dika pun kembali duduk dan memakan baksonya. Diantara mereka hanya terasa suasana yang canggung, karena mereka berdua dari tadi hanya diam.
"Gimana ya biar nggak canggung kayak gini?..." batin Widia.
"Udah lama lo diem disini?" tanya Dika datar.
"Nggak juga..."
"Tumben lo kesini, nyari gue ya?" ucap Dika sambil tersenyum jahil.
"ish... siapa juga yang nyariin lo..." tungkas Widia sambil tersenyum.
"Nah gitu dong, senyum... Jangan diem mulu dari tadi..."
"Dika... gu-gue mau minta maaf sama lo..." ucap Widia gugup.
"Minta maaf buat apaan?."
"Waktu itu gue nggak seharusnya bentak lo. Lo jangan marah lagi ya, lo nggak usah jauhin gue..."
"Lo bilang apaan sih Nyet?. Gue nggak pernah marah sama lo, dan gue nggak akan pernah bisa marah sama lo... Seharusnya gue yang minta maaf karena udah bohongin lo..." ucap Dika lembut.
"Jadi kita baikan nih?..."
"Iyaa..." ucap Dika lembut.
"Lo janji kan nggak akan diemin gue lagi?..."
"Iya, gue janji..." ucap Dika sambil mengusap lembut kepala Widia.
"Ngomong-ngomong Moza gimana?" tanya Widia.
"Gue jadi pengen ketemu sama dia..."
"Kalo mau ketemu sama Moza, lo kan tinggal main aja ke rumah gue, Gue aja setiap hari main sama Moza, gue juga sering ngajak Moza jalan-jalan..."
"Lo pasti suka banget ya pelihara anjing?."
"Gue dari kecil emang suka pelihara anjing, nama anjing dulu juga Moza?."
"Moza?..." ucap Widia seperti kebingungan.
"Iya, Moza... Emang kenapa?."
"Bukannya dulu Moza itu anjingnya Kak Dimas?."
"Nggak lah, Dimas mana suka pelihara binatang. Jangankan pelihara, pegang aja dia nggak mau," jelas Dika.
"Bukannya Moza itu anjingnya Kak Dimas. Waktu kecil Kak Dimas selalu bawa anjingnya jalan-jalan ke taman. Kenapa sekarang Dika malah bilang kayak gitu?. Apa mungkin ya Kak Dimas bohongin gue?. Tapi masak sih Kak Dimas bohongin gue, dia kan orangnya nggak kayak gitu. Jadi bingung gue..." batin Widia.
***************
Malam harinya Dimas sedang asik menonton pertandingan sepak bola. Di rumah keluarga Arthama memang ada ruangan khusus untuk menonton, disana juga ada televisi yang berukuran sangat besar. Beberapa cemilan dan minuman pun sudah disiapkan untuk menemani Dimas menonton pertandingan sepak bola.
Beberapa menit kemudian datang Dika yang kemudian duduk cukup jauh dengan Dimas.
"Lo ngapain kesini?" tanya Dimas ketus.
"Gue pengen nonton bola lah bang..."
"Di kamar lo kan juga ada TV, ngapain lo kesini. Gue yang duluan disini, lo pergi sana!."
"Gue nggak mau pergi. TV di kamar gue nggak sebesar yang ini. Jadi nggak asik nonton disana."
"Anak-anak papa ngapain sih ribut-ribut?" ucap Pak Arthama yang baru datang dan kemudian duduk di tengah-tengah mereka.
"Papa..." ucap Dimas.
"Udah dari tadi pulang pa?" tanya Dika.
"Nggak, papa baru aja samapai rumah, selesai ganti baju papa langsung kesini."
"Papa denger kalian berdua dapet juara basket dan cerdas cermat disekolah. Selamat ya Dika, Dimas." ucap Pak Arthama sembari mengusap kepala anaknya secara bergantian.
"Makasi pa..." ucap Dimas dan Dika.
"Ngomong-ngomong pertandingannya seru banget. Jagoan kalian siapa nih?" ucap Pak Arthama.
"Dimas dukung tim A pa," jawab Dimas.
"Jagoan Dika mah tim B," jawab Dika.
"Wah, papa juga dukung tim B nih..." ucap Pak Arthama.
"Tim B pasti menang pa..." ucap Dika.
Mereka bertiga pun menonton pertandingan sepak bola dengan antusias.
"Yess... gooll..." teriak Dika melihat tim jagoannya mencetak gol.
"Goolll..." teriak Pak Arthama.
"Yah... kok bisa sih?!..." ucap Dimas.
"Tim B pasti menang..." ucap Pak Arthama.
"Pasti dong pa, tos dulu pa," Dika kemudian memberikan tos pada papanya.
"Semakin hari papa sama Dika semakin akrab," batin Dimas.
°
°
°
Yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"
Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...
Terima kasih 🙏💕...