Choco

Choco
Kejutan



Terima kasih sudah mampir ya kakak-kakak cantik dan ganteng 😘...


Selamat membaca 💓...


°


°


°


Hari ini merupakan hari libur, dan seperti biasa Widia pergi ke taman. Ia mengenakan baju kaos putih dan celana olahraga dengan gayanya yang tomboy. Dika dan Bryan yang kebetulan juga berada di taman menghampiri Widia. Bryan dan Dika memang sering ke taman pada hari libur untuk bermain basket. Mereka bertigapun bermain basket bersama-sama. Setelah lelah bermain basket merekapun duduk istirahat dan Bryan pergi ke toilet.


"Ni air Nyet." Dika memberikan air pada Widia.


"Makasi ya." Widia kemudian meminum air tersebut.


"Iya, ngomong-ngomong kalo ukuran cewek, lo hebat juga ya main basket."


"Iya dong, tapi capek banget nih, gerah." Widia melepaskan ikat rambutnya kemudian mengikat kembali rambutnya.


"Widia cantik banget," likir Dika yang bengong menatap Widia.



"Lo kenapa lihatin gue kayak gitu?."


"Ngga apa-apa, cuma terpesona aja," ucap Dika dengan tatapan terpesona.


Widia memandang malas Dika dan pergi meninggalkan Dika.


"Lo mau kemana?..." teriak Dika.


"Gue mau beli es krim," ucap Widia sambil terus berjalan.


"Gue rasa coklat satu ya..."


"Iya..."


Widia kemudian kembali membawa 2 es krim rasa coklat dan 1 es krim rasa strawberry. Disana juga sudah ada Dika dan Bryan yang sudah menunggunya.


"Ni Dik." Widia memberikan es krim rasa coklat pada Dika.


"Kesukaan gue nih."


"Ni Bang." Widia memberikan es krim rasa strawberry pada Bryan.


"Baik banget adek abang, dibeliin es krim segala. Tapi lo tau dari mana kalo abang suka es krim strawberry?. Jarang loh ada cowok suka es krim rasa strawberry. Dan nggak ada yang tau kalo gue suka es krim strawberry. Apa jangan-jangan... lo Candra?" ucap Bryan dengan ekspresi sok serius.


"Hmm... itu bang... Es krimnya tinggal rasa strawberry aja, makannya Widia beli yang itu. Iya gitu..." jawab Widia gugup.


Bryan tertawa melihat Widia yang gugup. "ha..ha..ha... lo kok gugup gitu sih, abang kan cuma bercanda."


Widia menatap malas pada Bryan. "Bang Iyan bercandanya gitu, nggak asik."


"Iya, iya... maaf. Tapi muka kamu tadi lucu banget, ha..ha..ha..." Bryan kembali tertawa.


"Makin kesini kok gue makin curiga ya sama Widia," pikir Dika.


Dikapun kembali bermain basket sementara Bryan dan Widia masih duduk makan es krim.


"Bang sekarang kan ulang tahunnya Dika, Abang nggak ngasi sesuatu apa ke Dika?. Kado atau apa kek," bisik Widia.


"Ngapain pake ngasi kado, kayak anak kecil aja, udah tua juga. Gue nggak pernah kasi gitu-gituan, gue cuma ngucapin selamet, ya udah gitu aja. Itupun kalo abang inget."


"Tapi Widia pengen ngasi dia kejutan Bang, bantuin ya bang, pliss..." ucap Widia merayu Bryan.


"Ya udah deh abang bantuin. Kasihan juga tu bocah tiap ulang tahun ngga ada yang inget."


"Serius bang?" ucap Widia yang terlihat senang.


"Si Widia kelihatan seneng banget gue setuju buatin Dika kejutan," pikir Bryan.


"Apa sih yang nggak buat adek abang. Tapi kamu udah ada rencana belum?."


"Hmm... belum sih bang, Widia bingung."


"Kamu tenang aja, biar abang yang siapin. Sekarang tugas kamu cegah Dika pulang ke kosnya sampai abang kasi tau kamu."


"Sip lah bang..."


"Ya udah kalo gitu abang tinggal dulu ya."


"Iya bang."


Bryanpun pergi.


"Woi Yan... Lo mau kemana?" teriak Dika yang melihat Bryan pergi.


Bryan menghentikan langkahnya. "Pulang, lo mau ikut?."


"Ngga ah, gue disini aja."


"Ya udah kalo gitu." Bryanpun pergi meninggalkan mereka.


"Kenapa?" jawab Dika yang masih asik bermain basket.


"Kita jadi jalan-jalan kan?. Terserah lo deh mau kemana, gue yang teraktir."


"Nggak jadi deh Nyet, ntar gue mau tidur aja. Disini sama lo aja udah seneng gue Nyet, udah lebih dari jalan-jalan bagi gue."


"Sekarang kan ulang tahun lo, yakin gak mau jalan-jalan?."


"Biasa aja kali, gue ulang tahun ngga pernah kemana-mana, yang inget juga ngga ada. Ngga ulang tahun, ngga hari biasa, sama aja menurut gue. Lagian bebek-bebek gue nanti nggak ada yang kasi makan."


"Masalah itu gampang Dik, kan bisa minta tolong kak Restu. Dia pasti mau bantu lo."


"Iya juga sih..."


"Ya udah kalo gitu, gue pulang aja..." Widia meninggalkan Dika.


Dika menyusul Widia. "Hmm... jalan-jalan yuk Nyet."


"Yes, berhasil..." ucap Widia dalam hati.


"Siap komandan."


Sepanjang hari mereka hanya jalan-jalan naik motor keliling kota. Mereka hanya berhenti untuk makan di warung bakso yang biasa Dika kunjungi, karena memang hanya itu permintaan dari Dika. Haripun sudah sore dan akhirnya Widia mengajak Dika pulang ke kosnya.


"Gila... sakit pinggang gue Dik," ucap Widia sambil memegang pinggangnya.


"Gue nggak tuh... Tumben lo pengen mampir ke tempat gue."


"Mampir salah, nggak mampir salah, mau lo apa sih?!."


"Jangan ngambek dong, yuk kita masuk." Dika membuka pintu kosnya.


"Happy Birthday Dikaaa..." ucap Bryan dan Restu yang sudah ada di dalam kosnya Dika. Disana juga sudah dihiasi dengan dekorasi ulang tahun.


"Ya ampun..." ucap Dika yang merasa tidak menyangka dirinya mendapat kejutan.


Bryan memberikan kue pada Dika. "Nih tiup lilin lo, jangan lupa buat permohonan dulu."


Dikapun memejamkan matanya dan meniup lilin ulang tahunnya. "Ngimpi apa gue semalem dikasi kejutan kayak gini."


"Ini semua Widia yang minta ke gue," ucap Bryan.


"Makasi ya Nyet." Dika hendak memeluk Widia.


Bryan mendorong Dika. "Eh lo apa-apaan mau peluk-peluk adek gue!."


"Apa-apaan lo sih Yan!."


"Udah-udah jangan berantem, mending kita rayain ultahnya Dika," ucap Widia.


Merekapun merayakan ulang tahun Dika dengan sederhana. Terlihat kebahagiaan di wajah Dika, karena setelah sekian lama akhirnya dia mendapat kejutan ulang tahun.


"Ya ampun Kak Dimas nelpon banyak banget," gumam Widia yang terkejut melihat 10 panggilan tak terjawab dari Dimas. Widia memang baru sempat mengecek teleponnya karena dari tadi dia ponselnya mati. Widia kemudian pergi kebelakang dan menelepon Dimas.


Dimas : "Halo Widia, dari tadi aku telepon kamu, tapi nggak kamu angkat-angkat."


Widia : "Maaf kak, HP Widia dari mati. Widia lupa ngisi daya. Kak Dimas ada apa nelepon?."


Dimas : "Aku cuma mau minta maaf soal kejadian kemarin, aku jadi ngga enak sama kamu."


Widia : "Ngga apa-apa kak, santai aja. Kak Dimas sekarang dimana?. Sini kak, ke kosnya Dika, rayain ultahnya Dika."


Dimas : "Iya Widia, sekarang aku kesana."


Widia : "Iya kak."


Beberapa saat kemudian Dimas datang ke kosannya Dika.


"Dimas..." ucap Dika yang melihat Dimas baru sampai.


Dimas menghampiri Dika. "Selamat ulang tahun ya Dika."


"Makasi Bang." Dika terlihat sangat senang dan memeluk Dimas.


"Iya sama-sama."


"Ngga nyangka gue Dimas mau datang kesini. Setelah sekian lama dia akhirnya ngucapin selamat ulang tahun buat gue," ucap Dika dalam hati.


Ulang tahun Dikapun dirayakan dengan sederhana.


°


°


°


Jangan lupa like, komentar, dan ratenya ya kakak 🤗...


Maaf jika banyak kesalahan dalam novel ini. Saya baru pertamakali membuat novel, jadi mohon pemaklumannya kakak😊...


Terima kasih 🙏💕...