Choco

Choco
Rencana



Terima kasih sudah mampir 🤗...


Selamat membaca 💕...


°


°


°


***** di kelas 12 IPA 1


Dimas masuk ke kelas dengan raut wajah yang kesal, ia langsung duduk di bangkunya tanpa menyapa Willy.


"Lo kenapa?" tanya Willy.


"Gue lagi sial," jawab Dimas singkat.


"Sial kenapa?"


"Udahlah, gue nggak mau bahas."


"Tadi gue lihat Widia berangkat sekolah sama Dika. Kenapa nggak sama lo?"


"..." Dimas hanya diam tidak menjawab pertanyaan Willy.


"Putus?..." tebak Willy.


"I-iya..."


"Kenapa bisa putus?" tanya Willy dengan tatapan curiga.


"Banyak tanya lo!" ucap Dimas kesal.


"Gue peringatin lo! Jangan berani-berani sakitin Widia!" ucap Willy tanpa menatap Dimas.


"Ck! Lo ngancem gue?!"


"Gue nggak bercanda!" ucap Willy dengan menatap serius lada Dimas.


"Gue nggak mungkin nyakitin dia. Lo tau sendiri kan, gue bener-bener sayang sama dia," jelas Dimas.


Percakapan antara Dimas dan Willy pun terhenti karena ada guru memasuki kelas.


* * * * * * * * * *


Teet... teet... teet...


Suara bell pulang sekolah berbunyi.


Dimas menghapiri Aulia yang sedang membereskan bukunya. "Hari ini lo pulang sama siapa?"


"Biasa, gue dijemput. Ada apa?"


"Lo belum dijemput kan? Gimana kalo pulang sama gue aja?" tanya Dimas.


"Tumben lo ngajak gue pulang bareng. Langsung aja, ada apa sebenarnya?"


"Okey, sebenarnya ada yang mau gue bicarain sama lo. Kalo lo sibuk sih nggak apa-apa, lain kali aja."


"Santai aja, gue nggak sibuk."


Dimas dan Aulia pun berjalan menuju parkir sembari bercakap-cakap.


"Gue tau apa yang lo mau omongin," ucap Aulia.


"Apaan?" tanya Dimas yang penasaran.


"Dika sama Widia kan?! Gue tau lo udah putus sama Widia."


Dimas pun terkejut mendengar perkataan Aulia. "Darimana lo tau? Gue baru putus sama dia tadi pagi."


"Iya lah, gue punya mata-mata yang selalu kasi gue informasi. Lo tau kan sepupu gue Monica? Dia sekelas sama Widia. Gue juga tau, Widia tadi pagi Widia berangkat sekolah sama Dika, dan mereka udah pacaran."


Mata Dimas membesar karena terkejut. "Apa?!"


"Iya, mereka pacaran."


"Lo nggak bohong kan?!"


"Ngapain coba gue bohong. Lo emangnya nggak tau?"


"Gue cuma tau mereka tadi pagi berangkat bareng. Gue nggak tau kalo mereka pacaran."


"Ternyata gue lebih tau tentang Dika daripada lo, saudara kembarnya sendiri."


"Gue tau kenapa lo perduli banget sama Dika, lo suka sama Dika kan? Makanya lo nolak perjodohan itu."


"Sorry kalo masalah perjodohan itu."


"Santai aja, gue nggak permasalahin soal itu... Sebenarnya gue punya rencana, gue mau ngajak lo kerjasama," Dimas pun menceritakan tentang rencananya pada Aulia


"Okey, gue setuju. Akan gue coba," jawab Aulia.


"Gue udah berjuang dari dulu buat dapetin hatinya Dika. Gue nggak bisa terima Widia pacaran sama Dika," batin Aulia.


* * * * * * * * * *


Sepulang sekolah Widia diantar kembali oleh Dika. Dika juga menyempatkan diri untuk makan siang bersama keluarga Widia. Selain itu Dika juga meluangkan waktu untuk membantu Widia mengurus binatang peliharaan Bryan.


"Penyayang binatang, sih, penyayang binatang, tapi nggak gini juga kali... Heran gue sama Bryan, pelihara hewan banyak banget. Kucing aja ada 5, anjing 7, burung 9, ikan juga tadi kayaknya ada ratusan di kolam, udah kayak kebun binatang aja." oceh Dika sambil membersihkan kandang kucing.


"Nggak kok, gue juga suka sama hewan. Tapi nggak sampai pelihara sebanyak ini juga kali. Emang lo nggak capek apa Nyet?"


"Nggak juga sih, biasanya ada Bang Iyan sama Pak Agus yang bantuin. Tapi Bang Iyan lagi lomba, Pak Ahmad juga lagi pulang kampung, untung aja ada lo yang bantuin."


"Sama-sama sayang..." ucap Dika dengan senyuman berbunga-bunga.


Mendengar perkataan Dika membuat Widia tersenyum malu-malu kucing. "ish, apaan sih, jijik gue..." Widia mencubit lengan Dika.


"Duh, malahan dicubit. Panggil sayang balik kek, ini malah dicubit. Emang lo mau gue panggil Monyet terus?"


"Nggak apa-apa, asalkan lo yang panggil gue kayak gitu, gue nggak apa-apa. Gue nggak pernah bisa marah sama lo..."


"Aaa... sejak kapan lo co cweet kayak gini?..."


"Biasa aja kali, sejak kapan lo alay kayak gini? Dasar bucin!"


"Alay-alay gini tapi lo suka kan sama gue..."


"Wkkwwk Dika, Dika... Udah ah, kalo ngomong terus kapan selesainya ni..."


"Iya, ini juga lagi bersihin..."


Selesai membersihkan kandang dan memberi makan kucing, Dika pun lanjut membantu Widia mengurusi hewan lainnya. Walaupun cukup melelahkan, tapi Dika merasa sangat senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Widia. Waktu pun berlalu dengan cepat, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.30 sore.


"Udah sore, lo nggak pulang?" ucap Widia.


"Nanti aja..."


"Jangan lupa kerjain tugas lo, lo udah kelas 12 sekarang, bentar lagi ujian."


"Iyaa... bawel..." ucap Dika sambil mencubit pipi Widia.


"Sakit we..." ucap Widia sambil mengusap pipinya.


Dika tidak berkata apa-apa dan hanya tersenyum menatap Widia.


Widia pun mengusap wajah sumringah Dika. "Yah, malah bengong. Pulang sana!"


"Gak mau."


"Udah sore, lo belum buat tugas, lo belum ganti baju, belum kasi makan moza juga..." ucap Widia sambil menarik tangan Dika.


Dika kemudian berdiri karena tangannya ditarik oleh Widia. "Iya, iya..."


Widia pun mengahatarkan Dika ke depan.


"Gue pulang dulu ya..." ucap Dika sambil mengusap lembut rambut Widia.


"Iya, hati-hati..."


"Daa..." Dika pun berjalan menuju mobilnya.


Baru saja Dika membuka pintu mobilnya dan hendak masuk, tiba-tiba Widia menghentikannya.


"Tunggu dulu." Widia menghapiri Dika.


"Ada apa?"


"Gue cuma mau bilang hati-hati. Nggak tau kenapa, perasaan gue nggak enak banget..."


"Ciee... yang perhatian," goda Dika.


"Gue serius Dik," Widia menatap sayu pada Dika.


"Iya, gue akan hati-hati, lo tenang aja," ucap Dika dengan lembut untuk menenangkan Widia. Dika pun mengusap lembut kepala Widia.


"Gue pulang dulu ya," ucap Dika.


"Iya, hati-hati..."


"Iya, Daa..." Dika pun masuk kedalam mobilnya dan pulang.


"Mudah-mudahan ini cuma perasaan gue aja," batin Widia.


••••••••••••••••••••


Up setiap Sabtu dan Selasa.


°


°


°


Maaf yak, terlalu banyak percakapan 😵...


Tapi mau gimana lagi, udah buntu, nggak ada ide 😓... Authornya lagi banyak tugas dan mau ujian semester 1 🤯... Dan dalam beberapa minggu kemungkinan cerita ini akan jarang update, tapi author harap kalian jangan bosan-bosan mampir yaa💓...


Sambil nunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda****"



Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...


Saya penulis pemula, jadi maaf jika ada banyak kesalahan dalam novel ini✌️...


Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan, karena itu sangat bermanfaat dan berharga bagi saya😊...


Terima kasih 🙏💕...