
Terima kasih sudah mampir 🤗...
Selamat membaca 💕...
°
°
°
°
°
Karena Bryan masih mengikuti olimpiade matematika, hari ini Widia kembali berangkat sekolah bersama Dika lagi. Di sekolah, Dika dan Widia berpapasan dengan Aulia. Mereka bertiga saling bertatapan, suasana pun terasa canggung diantara mereka bertiga. Aulia menatap Dika dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mudah-mudahan Aulia nggak bilang apa-apa soal perjodohan itu," batin Dika.
"Kak Aulia..." ucap Widia dalam hati.
"Hai..." sapa Aulia dengan senyuman.
"Ha-hai..." ucap Dika dengan sedikit canggung.
"Hai kak..." ucap Widia.
"Kalian berduaan terus, gue jadi iri hehe..." ucap Aulia dengan nada bercanda.
"Nggak juga, aku tumben berangkat bareng Dika. Bang Iya kan lagi ikut olimpiade matematika."
"Kalian itu emang cocok... Gue ke kelas duluan ya..." ucap Aulia.
"Kita jalan bareng aja kak," ucap Widia.
"Iya Aulia, kita bareng aja, kelas kita kan 1 arah," ucap Dika.
"Ah, nanti gue ganggu kalian lagi," ucap Aulia.
"Santai aja, nggak kok," ucap Widia.
Mereka bertiga pun berjalan bersama. Mereka bertiga juga terlihat akrab layaknya sahabat. Karena arah kelas 10 dan kelas 12 berbeda, mereka pun berpisah di tengah jalan. Widia berjalan menuju kelasnya sendiri sementara Dika bersama dengan Aulia.
"Lo kemana tadi malam? main pergi aja," tanya Aulia.
"Gue nggak kemana-mana kok. Maaf ya Aulia, buat yang kemarin malam."
"Minta maaf buat apa?"
"Gue minta maaf sama sikap gue kemarin, gue udah nggak sopan sama lo dan keluarga lo."
"Ngapain minta maaf? santai aja kali. Gue ngerti kok, perasaan itu nggak bisa dipaksain... Lo tenang aja, gue nggak akan ganggu hubungan lo sama Widia."
"Aulia..." ucap Dika sambil menatap Aulia.
"Apa sih?!... Lihatin gue kayak gitu..." tanya Aulia sambil tertawa kecil.
"Gue cuma kagum aja sama lo. Nggak, bukan cuma, bahkan gue kagum banget sama lo... Makasi ya Aulia... Tapi kita tetep jadi sahabat kan?"
"Nggak..." ucap Aulia singkat.
"Kenapa?" tanya Dika dengan ekspresi terkejut.
"Gue mau lo jadi kakak gue. Lo mau kan anggap gue sebagai adik lo?"
"Yaelah, gue kira apaan..." ucap Dika sambil mencubit pipi Aulia.
"Duhh... sakit... Pokoknya lo harus mau jadi kakak gue!" ucap Aulia sambil memegang pipinya yang dicubit oleh Dika.
"Iya, iyaa... pasti tuan putri... Lagian gue udah dari dulu anggap lo sebagai saudara gue."
"Masak sih?" tanya Aulia sambil tersenyum bercanda.
"Yah nggak percaya."
"Gue pegang janji lo."
"Iyaa..."
"Terkadang cara yang tepat untuk mencintai adalah* pergi dan* mengikhlaskan..." ucap Aulia dalam hati sambil tersenyum memandang Dika yang berjalan disampingnya.
***** di kelas 10 IPA 1
"Woi... ngobrolin apaan sih?" ucap Widia yang baru datang pada Intan dan Adit yang sedang asik berbincang-bicang. Widia menaruh tasnya dan duduk di bangkunya.
"Nih, si Adit lagi galau. Ngak ada semangat katanya wkwkkw..."
"Aih, galau kenapa?" tanya Widia.
"Gue nggak tau kenapa. Akhir-akhir ini gua nggak ada semangat. Belajar nggak pengen, cuma bolak-balik buka sosmed, nggak ngerti gue. Beda banget, waktu gue SD dapet nilai kecil, gue udah panik banget. SMP dapet nilai kecil, ya, nggak apa-apa lah. Nah, sekarang pas SMA, gue udah nggak perduli."
"Makanya cari penyemangat Dit, cari pacar kek. Tuh, kayak Widia, bahagia terus," ucap Intan.
"Lah, kenapa bawa-bawa gue," ucap Widia.
"Adit, Adit... pede banget lo wkwkwk..." ucap Widia sambil tertawa.
"Kamu yang ganteng aja udah ngeluh Dit. Apalagi aku... aku jelek..." ucap Intan.
Adit memutar malas bola matanya. "Gue datang bulan."
"Hah?!" ucap Widia terkejut.
"Apa?!" ucap Intan terkejut.
Adit menghela nafasnya kemudian berkata, "Gue pikir kita sedang mengatakan hal-hal yang tidak mungkin. Lo nggak mungkin jelek, lo nggak bisa bilang diri lo jelek. Karena cantik dan jelek itu relatif, bisa aja menurut lo jelek tapi menurut orang lain nggak. Lo jangan insecure kayak gitu."
"Bener kata Adit, lo itu cantik, kalo nggak, manamungkin kak Restu tergila-gila sama lo," goda Widia.
Seketika pipi Intan memerah karena malu. "Ih, kamu apa-apaan sih..."
"Yah, bentar lagi cuma gue yang jomlo disini," ucap Adit.
Beberapa saat kemudian ada seorang siswi datang menghampiri Widia, Intan, dan Adit. Tanpa berkata apa-apa dan dengan ekspresi datar siswi tersebut menaruh kartu pelajar di depan Adit.
Adit langsung mengambil kartu pelajar miliknya. "Wah, udah dua hari gue cari-cari, akhirnya ketemu juga. Makasi ya, lo nemu dimana?"
"Di parkir," ucap siswi tersebut kembali dengan ekspresi datarnya, ia kemudian langsung pergi meninggalkan kelas 10 IPA 1.
"Woi..." teriak Adit, namun siswi tersebut tidak menghiraukan Adit dan tetap pergi meninggalkannya.
"Datar banget tu cewek," ucap Widia.
"Nggak ada basa-basinya, belum sempat kenalan, udah langsung pergi aja," ucap Intan.
"Ah, nggak perduli gue. Yang penting gue udah bilang makasi dan kartu pelajar gue udah kembali. Bodoamat sama tu cewek," ucap Adit.
* * * * * * * * * *
Sepulang sekolah Widia melihat Willy berada di depan kelasnya.
"Kak Willy? Ngapain disini?" tanya Widia.
"Gue lagi nungguin Clara," ucap Willy sambil tersenyum.
"Wah, wah... udah jadian ni?"
"..." Willy tidak menjawab pertanyaan Widia, hanya senyuman bahagia yang ia tunjukkan pada Widia.
"Cepet banget, kakak gue emang mantap," ucap Widia sambil mengacungkan jempol pada Willy.
"Iya dong, pokoknya besok uang jajan lo, lo simpen aja, biar gue yang traktir."
"Serius kak? Widia tunggu besok ya."
"Iyaa..."
"Yuk," ucap Clara yang baru datang. Seperti biasa, Clara menatap Widia seperti ia tidak menyukai Widia.
"Gue udah nggak ada harapan lagi sama Kak Dika. Kak Dika udah terlanjur tergila-gila sama Widia. Terpaksa deh gue nerima kak Willy. Walaupun nggak seganteng Kak Dika, setidaknya dia termasuk salah satu kakak kelas terganteng di sekolah," batin Clara.
"Gue duluan ya," ucap Willy pada Widia.
"Iya kak."
Willy dan Clara pun pergi.
"Jadi Clara udah jadian sama Kak Willy. Pantesan Intan tumben mau pulang bareng Kak Restu... Mudah-mudahan Kak Willy bisa buat Clara jadi orang yang lebih baik," batin Widia.
•••••••••••••••
BERSAMBUNG
UP SETIAP SELASA
°
°
°
°
°
Sambil nunggu cerita ini update, yuk mampir ke cerita author yang lainnya judulnya "Berbeda"
Jangan lupa like, komentar, vote, dan ratenya ya, agar author jadi lebih semangat 🤗...
Saya penulis pemula, jadi maaf jika ada banyak kesalahan dalam novel ini✌️...
Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan, karena itu sangat bermanfaat dan berharga bagi saya😊...
Terima kasih 🙏💕...