
Ketika bel istirahat berbunyi pikiran Reysha langsung ingin menemui Azzam. Entah kenapa kini Reysha jadi mudah rindu dengan cowok itu.
Saat keluar kelas Reysha dan teman-temannya berpapasan dengan Farel dan Bian. Mungkin kedua cowok itu memang ingin menjemput kekasihnya untuk pergi ke kantin bersama. Tapi Reysha tidak melihat keberadaan Azzam, biasanya mereka selalu bertiga.
"Cieee udah Disamperin doi aja, gue nyusul Rendi dulu deh" goda Syifa lalu berpamitan.
"Kak Azzam nya mana?" tanya Reysha sambil mencari sosok itu dibelakang punggung Farel.
"Azzam katanya nggak ke kantin." jawab Bian.
"Loh? kenapa?" tanya Reysha yang merasa bingung.
"Biasalah dia lagi di perpustakaan, katanya may baca buku." jawab Bian.
"Baca buku apa ngadem?" selidik Reysha menatap intens Bian dan Farel.
"Ya kali ngadem di perpustakaan, kelas aja ada Ac-nya" sahut Farel.
Reysha terkekeh "iya juga ya" Ucapnya.
"Lo mau ikut ke kantin nggak?" tanya Sasa.
"Nggak ah, kalian duluan aja" jawabnya, setelah itu Sasa mengangguk lalu segera pergi ke kantin bersama yang lain.
Reysha tersenyum senang sambil menyelipkan rambut pendeknya ke telinga. Ia merapihkan poni nya lalu membenarkan seragamnya. "Gangguin ah" Ucapnya lalu terkekeh.
Reysha pergi menuju perpustakaan sambil bersenandung kecil. Reysha tidak tau kenapa rasanya ia sangat bahagia saat ingin bertemu Azzam, padahal setiap hari juga bertemu.
Tak lama kemudian ia sampai didepan perpustakaan yang sangat besar itu. Banyak buku yang tertata rapih di rak buku yang menjulang tinggi, ia sangat jarang ke sini. Kalau bukan karena Cika yang sering Minta ditemani kesini untuk meminjam Novel Reysha tidak akan pernah ke perpustakaan.
Reysha melangkah masuk lalu tersenyum ramah pada penjaga perpus. Matanya tak diam saja, ia mencari keberadaan Azzam. Reysha mengelilingi beberapa rak buku, dan pada akhirnya Ia melihat Azzam yang sedang membaca buku di meja dekat jendela, sinar matahari itu bahkan masuk dan menyinari wajah tampan Azzam.
"Ya ampun serius banget sih baca bukunya, mau deh di seriusin" ucap Reysha ngelantur, padahal dirinya sudah diseriusin Azzam.
Seketika ia sadar "Ngomong apaansi sya" kekehnya.
Reysha masih memperhatikan Azzam dari balik rak buku. Ia mencoba mendekati Azzam dengan langkah pelan berniat mengagetkan cowok itu yang sedang serius membaca buku. Sepertinya Azzam belum menyadari keberadaannya, Reysha mendekatkan bibirnya ke telinga Azzam lalu berkata.
"Cowo, kok sendirian aja." sontak hal itu langsung membuat Azzam terlonjak kaget.
"Ngapain?" tanya Azzam menatap Reysha disampingnya.
"Mau ngajak lo ke kantin" jawabnya lalu berdiri dihadapan Azzam.
"Gue gak laper, lo aja yang ke kantin" balas Azzam.
"Gak suka ya gue ajak ke kantin?" tanya Reysha yang sedang pura-pura sedih.
"Bukan gitu" balas Azzam sedikit canggung.
"Gue gak bakal ribut lagi kok sama Intan, serius deh. janji" ucap Reysha seraya tangannya bertumpu pada meja Azzam.
"Tumben" ujar Azzam.
"Tumben apa?" tanya balik Reysha
"Tumben ngajak bareng" jawab Azzam sambil menutup bukunya.
"Lagi pengen aja" balas Reysha lalu mengekori Azzam yang meletakkan kembali buku yang ia baca tadi.
"Ayo" ajak Azzam.
"Yeay" pekik Reysha membuat beberapa orang yang berada di perpustakaan menoleh padanya.
"Eh..hehe sorry" ucap Reysha kikuk.
"Biasa aja kali ngeliatin gue nya." omel Reysha saat melihat salah satu cewek menatapnya sinis.
Azzam yang melihat Reysha kesal langsung menarik lengan gadis itu keluar.
Reysha menggerutu kesal sampai Azzam membekap mulut gadis itu. "Mpphh-"
"Diem" Kata Azzam datar lalu melepas bekapannya.
"Iya-iya" balas Reysha seraya memutar bola mata kesal.
"Mau bareng yang lain?" tanya Reysha saat sudah sampai di kantin.
"Berdua aja" balas Azzam.
Reysha tersenyum malu sambil menyenggol tubuh Azzam karena salting. "Ayo" ajak Reysha sambil menarik tangan besar Azzam ke meja yang cukup jauh dengan teman-temannya.
Tanpa disadari ternyata tempat mereka tidak jauh dengan Marvel. Cowok itu tidak berdua dengan Mita, ada Syifa dan Rendi juga. Reysha mendengus kesal lalu segera pergi memesan makanan.
****
"Hari ini gue kayanya cuma nganterin lo pulang aja deh, soalnya hari ini gue futsal."
"Sampai sore?" tanya Reysha
"Malem, hari ini terakhir latihan. besok kan turnamen-nya " jawab Azzam setelah itu menaiki motornya.
"Terus gue sendirian dong di rumah?" tanya Reysha kesal.
Reysha menaiki motor Azzam sambil cemberut. "Antar gue ke rumah Mama aja." katanya.
"Kenapa?" tanya Azzam, ia belum melajukan motornya.
"Kangen" jawab Reysha singkat, padahal kemarin ia juga sempat bertemu orang tuanya di sekolah.
Azzam mengangguk, tidak ada salahnya Reysha ke rumah orang tuanya sendiri. Setelah itu Azzam melajukan motornya.
Setelah sampai Reysha langsung turun dari motor Azzam."Nanti gue jemput" Kata Azzam.
"hmm" balas Reysha.
"Ya udah" jawab Azzam setelah itu melajukan motornya.
"Dia kok ngeselin ya?" guman Reysha sambil menghentakkan kakinya kesal.
Setelah itu ia berbalik dan memasuki rumahnya. Di sapa-nya sang satpam dengan senyum manisnya, lalu Reysha segera melangkah masuk.
"Halo Assalamualaikum" teriak Reysha membuat bi Ijah sampai terkejut mendengar teriakan Reysha.
"Non Reysha bikin bibi kaget aja."
Reysha terkekeh lalu menghampiri bi ijah "Bi bunda ada ngga?" tanya Reysha.
"Ada non, mungkin di kamarnya" jawab Bi ijah.
"Oke Bi terimakasih" ucap Reysha lalu segera pergi ke kamar mamanya yang ada dilantai dua, tidak terlalu jauh dengan kamarnya.
Setelah sampai Reysha segera mengetuk pintu kamar itu "Mama assalamualaikum." teriak Reysha lagi.
"Wa'alaikumussalam, ya ampun kakak suaranya tolong kecilin" omel Alesha sambil membuka pintu kamarnya.
"Ehehe...kan Mama tau kalau kakak emang gini." kekehnya.
"Sendirian aja? Azzam mana?" tanya Alesha.
"Ih Mama nanyanya Azzam mulu, gak kangen apa sama anaknya ini?" tanya Reysha kesal.
"Kangen dong sayang" jawab Alesha sambil memeluk Reysha gemas.
"Ih kok bau ya? Baru pulang sekolah langsung kesini?" tanya Alesha, Reysha mengangguk polos.
"Pantesan asem, mandi dulu sana" omel Alesha.
Reysha mencium tubuhnya sendiri "Ngga bau kok Bunda ih" Reysha mencibir. "Ya udah Kakak mandi dulu bye"
Alesha terkekeh sambil menggeleng "anak itu" gumannya.
Reysha membuka pintu kamarnya lalu menyalakan lampu. "Kangen banget sama nih kamar." ujar Reysha sambil meletakkan tas sekolahnya.
"Aduh lelahnya" guman Reysha sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
*****
Reysha telah selesai mandi, kini dirinya sedang memainkan ponsel. Membuka aplikasi instagramnya yang banyak sekali Dm dari para lelaki. Setelah ia putus dengan Marvel banyak sekali yang mendekatinya, mulai dari Dm, Wa dan Line. Reysha hanya menanggapi sekenanya saja.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampakkan wajah cantik Mamanya. "Ada apa Ma?" tanya Reysha mengalihkan pandangannya.
"Emang gak boleh ngobrol sama anak sendiri?" tanya Alesha jutek.
Reysha terkekeh "Boleh lah Ma, sini ada banyak yang mau Kakak ceritain" jawab Reysha lalu mengubah posisinya dan meletakkan ponselnya.
Alesha tersenyum manis lalu menghampiri Reysha. "Masalah kamu sama Intan gimana?" tanya Alesha.
"Udah selesai Ma, dia gak ganggu kakak lagi" jawab Reysha. "Dia centil banget tau Ma, masa deketin Azzam terus." lanjutnya.
"Jadi anak Mama ini cemburu?" goda Alesha sambil tersenyum jahil.
"Ya enggak lah Ma, ya kali Reysha cemburu" jawab Reysha sedikit salah tingkah.
"Masa sih" goda Alesha lagi sambil mencubit pipi Reysha yang sedikit gembul.
"Ngga Mama ih serius deh" balas Reysha.
"Iya sayang, udahlah jangan cemburu lagi. Seiring berjalannya waktu juga nanti kamu sama Azzam bakalan saling cinta. terus kasih Mama cucu yang lucu-lucu deh." ucap Alesha membuat Reysha melotot.
"Mama ih, ngomong apa sih Ma? Aku masih kecil" Kata Reysha memberengut kesal.
"Iya iya kamu putri kecilnya Mama" kekeh Alesha.
Setelah itu mereka mendengar suara mobil. "Tuh Papa kamu pulang, ayo turun." ajak Alesha. Mereka Berdua pun segera turun menghampiri Rey.
"Papa..." sapa Reysha seraya tersenyum manis.
"Eh kamu Disini?" tanya Rey sambil mengecup kening anak dan istrinya bergantian.
"Iya Papa" jawab Reysha.
Setelah itu Rey berpamitan untuk mandi, disusul oleh Alesha.