Until the End

Until the End
Merasa lega



Alesha dan juga Rey saat ini tengah menunggu kabar dari orang-orang yang sedang mencari keberadaan Friza dan Ainun.


"Gimana udah ketemu belum?" tanya Alesha saat melihat Kaivan.


"Belum, tapi kita masih berusaha, apa kita nggak langsung aja ya terbang ke New York biar jelas." ujar Rendi.


"Nggak, kita nggak boleh gegabah, belum tentu juga itu beneran Friza, lagian sekertaris Friza sekarang nggak bisa dihubungi sama sekali." kata Ciko.


"Gimana sama keluarga Friza yang ada di sana?" tanya Alesha.


"Ya ampun gue sampai lupa, kan emang keluarga Friza disana, kenapa kita nggak tanya sama mereka aja sih." ujar Kaivan menepuk keningnya saat mengingat kedua orang tua Ciko memang berada di New York.


"Biar gue aja yang telpon." ujar Rendi.


"Selly kayaknya kecapean deh, apalagi dia lagi hamil anak kedua, mending kamu suruh Selly masuk kamar tamu biar istirahat. Nggak mungkin kan kalian malam-malam pulang." ucap Alesha.


Ciko pun mengangguk membawa Selly ke kamar tamu rumah Alesha. Dia juga merasa kasihan akan istrinya itu. Selly saat ini memang tidak bisa ditinggal-tinggal. Sedangkan anak pertama Ciko dan Selly sedang berada di rumah kedua orang tua Selly.


"Yakin sayang, ayah sama bunda kamu pasti nggak papa, lebih baik kamu tidur, Tante temenin yuk." ajak Alesha.


"Aku nggak mau Tante, aku nggak bisa tidur sebelum tau keadaan ayah sama bunda." lirih Nesa.


"Nesa sayang, om udah berusaha, jadi lebih baik Nesa istirahat ya, kalau udah ada kabar nanti om juga langsung kasih tau kamu." ucap Kaivan dengan nada lembut. Sejujurnya mereka semuanya juga tengah khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. Tapi mereka juga harus tenang.


"Tante temenin tidur ya, nanti kalau ada kabar tante bakal langsung bangunin kamu." bujuk Alesha lagi.


Dengan berat hati Nesa pun mengangguk, ia juga harus tau batasan di rumah ini, jangan sampai membuat si tuan rumah merasa direpotkan olehnya.


Alesha menuntun Nesa ke kamar tamu, disana dia juga ikut berbaring di samping Nesa sambil memeluknya.


"Sayang, setiap anak dilahirkan dari orangtua, ayah dan ibu. Ketiga peran ini kemudian terangkai hingga bisa disebut keluarga. Setiap anak butuh keluarga dan setiap anak butuh orangtuanya. Meskipun secara alami anak akan tinggal dengan orangtuanya, namun orangtua juga bisa pergi kapan saja." ucap Alesha mengusap kepala Nesa dengan sayang.


"Orangtua merupakan hal paling berharga dalam hidup setiap anak." lirih Nesa sambil mengeratkan pelukannya kepada Alesha.


"Doa ya sayang, setelah itu tidur biar kamu nggak sakit, Tante yakin kalau ayah sama bunda kamu pasti baik-baik aja." ujar Alesha.


Tidak lama setelah itu Nesa pun memejamkan matanya, bahkan dia menangis dalam tidurnya sambil memanggil-manggil nama Friza dan Ainun."


Haidar mengetuk pintu kamar Nesa untuk memberikan kabar mengejutkan kepada Alesha dan Nesa.


"Ma, Mama udah tidur?" tanya Haidar dari balik pintu.


"Belum sayang, emang kenapa?" tanya Alesha sambil berusaha melepaskan pelukan Nesa.


"Om Friza, Ma. Om Friza sama Tante Ainun nelpon." pekik Haidar membuat Alesha refleks bangun dari tidurnya dan membuat Nesa terusik.


"Bunda...." lirih Nesa.


"Tante.... ayah sama bunda" lirih Nesa.


"Ayo kita keluar, ayah sama bunda kamu tadi nelpon Nes." ajak Alesha membuat Nesa langsung bangkit dari tidurnya.


Karena sangat senang Nesa sampai tidak sadar jika kepalanya pusing akibat langsung saja berdiri.


"Sabar sayang,"


Alesha dan Nesa kembali bergegas menemui semua orang yang ada di ruang tamu. Disana sudah ada Ciko, Rendi, Kaivan, Rey dan Haidar yang sedang bercengkrama dengan Friza yang ada di seberang sana.


"Ayah..." lirih Nesa menghampiri Rendi yang sedang memegang ponselnya.


Air mata Nesa pun luruh saat melihat kedua orang tuanya yang baik-baik saja, mungkin ada sedikit luka di wajah Ainun dan Friza.


"Hai Puteri ayah yang cantik? apa kabar sayang, baru ditinggal satu hari udah murung begitu." ujar Friza.


"Gimana aku nggak murung, aku takut ayah sama bunda kenapa-kenapa, asisten ayah bilang kalian kecelakaan, dan Nesa telponin ayah sama bunda nggak ada yang aktif."


Berada jauh dari orang tua, pastinya ada masa-masa kita merasa rindu ingin pulang. Ada saat-saatnya kita begitu ingin bertatap muka dengan ayah dan ibu.


Saat terpisah jarak, hal paling memungkinkan yang bisa kita lakukan adalah berkomunikasi lewat telepon. Dan sesibuk apapun kita.


"Ayah sama bunda nggak papa sayang, kita kebal kok, emang ayah sama bunda itu kecelakaan tapi Alhamdulillah kita baik-baik aja." ujar Ainun tersenyum manis ke arah putrinya.


"Siapa yang tidurnya ditemenin? masa udah gede tidurnya ditemenin Tante Alesha, malu dong." ucap Friza dengan nada meledek.


"Ish ngeselin, aku nggak minta ditemenin kok, Tante Alesha sendiri yang mau nemenin aku." jawab Nesa.


Saat orang tua jauh dari anak, tentu ada rasa rindu yang mendalam. Beragam cara dilakukan oleh orang tua untuk mengobati rindu dengan sang anak. Mulai dari telepon, video call, atau hanya saling bertukar pesan.


"Di dunia ini tidak ada yang kekal nak, entah nanti bunda, ayah atau kamu dulu yang pergi, yang pasti bunda menyayangi kalian semua, semoga kamu selalu diberi kesehatan dan juga jaga diri baik-baik disana ya, bunda akan selalu berdoa yang terbaik buat kamu, jangan khawatir sama bunda, karena di sini bunda baik-baik aja." ujar Ainun


Tak ada yang lebih indah dibandingkan doa yang paling tulus dari orang tua untuk kita. Dan hati kita bisa begitu tersentuh saat bisa mendengar doanya langsung dari mulut mereka, sekalipun itu hanya lewat telepon.


Perasaan sedih dan khawatir pastinya menyelimuti hati saat mendengar ibu tengah sakit. Pada saat inilah, peran anak sangat dibutuhkan untuk membantu kesembuhan ibu. Namun tidak dapat dipungkiri, untaian doa bisa jadi obat paling dahsyat.


"Aku sungguh terluka melihat ayah sama bunda lemas tak berdaya seperti ini. Aku sangat menyayangi kalian berdua. Aku mohon ke ayah dan bunda segera lah sembuh dan kembali sehat sehingga bisa pulang ke rumah. Aku akan selalu menjagamu dengan sekuat tenaga. Nesa selalu merindukan kalian, Nesa tak terbiasa tanpa kalian. Semoga kalian cepat sembuh dan dapat kembali bersama Nesa lagi secepatnya." kata Nesa dengan tulus.


"Secepatnya ayah sama bunda pulang, kamu jangan terlalu merepotkan om-om sama tante-tante kamu ya disana, jadi anak yang baik oke?" ucap Friza diangguki Nesa.


"Ya udah kita tutup dulu ya, kamu habis ini cepet tidur besok sekolah, assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam..."