Until the End

Until the End
Bujukan



Hari ini Alesha di ajak pergi jalan-jalan untuk menenangkan pikirannya oleh Resa, sedangkan Bimo,Mega dan Alan belum mengetahui tentang pertengkaran rumah tangga Alesha.


"Gimana Sha? enak nggak pemandangannya." tanya Resa menikmati semilir angin kencang di tepi pantai sambil meminum es kelapa muda.


"Enak sih." jawab Alesha dengan lesu.


"Lo kenapa kusut amat sih, udah mending Pak Rey gak usah dipikirin." ucap Resa.


"Aku bukan mikirin Mas Rey, tapi aku mikirin anak aku, aku gak bisa pergi lama-lama karena Risa juga masih kecil, Sa."


Resa menghela nafas kasar, beginilah nasib wanita yang menikah muda, mau apapun serba susah, dikit-dikit kepikiran anaknya, dikit-dikit kepikiran bapaknya.


Menikah muda mungkin menurut pandangan sebagaian masyarakat sangatlah tidak baik karena adanya pandangan miring tentang menikah muda yang terlanjur dipercaya, diantaranya, jika kita menikah muda, maka masa remaja, karir atau kesuksesan kita akan terhambat, nyatanya hal itu tidak selalu benar.


Realita yang ada membuktikan bahwa dengan menikah muda karir dan rezekipun menjadi lancar. Seperti yang telah dijelaskan dalam al Quran yaitu : Artinya : Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurunia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.


Sudah terlihat sangat jelas seperti apa yang sudah ada di ayat tersebut, Allah telah menjanjikan akan memampukan mereka yang menyegerakan pernikahan atau menikah muda.


Banyak orang tua yang tidak sadar akan pentingnya menikahkan anak mereka semuda mungkin. Memang dalam negara tidak ada anjuran untuk menikah muda. Padahal disaat mereka (terutama kaum wanita) dewasa atau sudah baligh lebih baik mereka dinikahkan saja. Karena dengan menikah mereka tidak akan berzina, lebih tepatnya mereka akan terhindar dari zina, malah sebaliknya mereka akan menjadi pasangan yang selalu mesra dan selalu mendapat pahala.


Di zaman sekarang banyaknya wanita yang melakukan zina dan banyak bayi-bayi dibuang disebabkan bayi tersebut hasil zina. Seandainya, para orang tua menikahkan mereka pada saat mereka dalam masa pendekatan mungkin hal ini tidak akan terjadi dan tidak akan memalukan martabat keluarga. Bukankah islam telah menerangkan tentang hal ini, seperti dalam hadits : ثلاث لاتؤخرها الصلاة إذا أتت والجنازة إذا حضرت والأيم إذا وجدت لها كفئا Artinya :” janganlah kamu mengahiri tiga perkara ini, yaitu shalat ketika sudah datang waktunya. Jenazah ketika ia telah hadir dan wanita yang belum punya suami ketika ia telah menemukan laki-laki yang sepadan”. (HR. Tirmidzi).


*****


Setelah merenungi semua kesalahannya, kini Rey bertekad untuk merubah sifatnya. Dan hari ini dia akan pergi kembali ke rumah mertuanya,tetapi sebelum ke sana dia menyempatkan dirinya pergi ke makan Safira terlebih dahulu.


"Assalamualaikum sayang, maaf ya selama ini Mas belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu, Mas masih banyak salah sama kamu. Mas sayang banget sama kamu Fir, Mas rasanya kangen banget pengen meluk kamu, tapi Mas udah gak bisa kaya dulu lagi." ujar Rey mengusap batu nisan Safira.


"Mas janji akan selalu kirim hadiah doa buat kamu, kamu yang tenang di sana ya sayang. Mas cinta sama kamu." ucap Rey sebelum pergi.


Ia berjalan menuju mobil yang terparkir di depan gerbang pemakaman umum tempat Safira di kebumikan.


Mobil Rey melaju dengan kencang melewati jalanan yang ramai, ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anak dan istrinya saat ini.


"Assalamualaikum,Ma." salam Rey mencium punggung tangan ibu mertuanya.


"Wa'alaikumussalam."


"Alesha sama Risa dimana ma?" tanya Rey yang tidak melihat anak dan istrinya di sana.


"Alesha lagi nidurin Risa, anak kamu tadi demam."


"Rey boleh masuk ma?" tanya Rey hati-hati.


Akhirnya Rey memasuki kamar Alesha dan putrinya, ia berjalan mendekati Alesha yang tengah duduk bersandar sambil memejamkan matanya, ia memeluk erat tubuh Alesha dari samping.


"Maafin Mas,Sha. Mas semalam udah merenungi semua kesalahan Mas sendiri." ujar Rey menghirup dalam aroma tubuh istrinya.


"Kamu tau Mas, aku capek. kalo kamu emang udah gak mau lagi sama aku, lepasin aku sekarang juga."


"Enggak Sha. Kamu jangan bicara seperti itu."lirih Rey.


"Trus apa, Mas?! Tiba-tiba kamu bersikap dingin ke aku, pergi pagi-pagi udah ninggalin aku, terus pulang malam dan aku gak tau kamu kemana. Apa kamu gak mikirin gimana tersiksanya aku selama dua bulan ini kamu nggak peduliin seperti patung." ujar Alesha dengan suara sedikit meninggi membuat Reysha menggeliat dalam tidurnya.


"Mas minta maaf, Mas akui salah sudah bersikap seperti itu ke kamu. Tapi tolong, kamu pulang, Mas gak mau sampai di pisahin sama anak Mas."


"Emang apa peduli kamu Mas?!" Alesha tidak kuat lagi menahan air mata dan segala kesakitannya, sehingga tangisan itu, pun kembali pecah dengan hati yang kembali hancur.


"Maaf, Sha, maafkan Mas. Mas minta maaf sudah membuat kamu terluka dan menangis. Sekarang saya di sini untuk kamu dan anak kita, kita pulang ya sayang, Mas janji akan selalu ada untuk kalian. Maafkan Mas,Sha."


Mendengar itu, semakin menambah rasa sakit di hati Alesha. Membuat ia semakin kuat menangis di pelukan sang suami.


"Kamu jahat, Mas.Aku ngerti kalau kamu masih berduka, Tapi biarin aku terluka karna sikap kamu. Kamu jahat. aku capek ngurus Risa sendirian" perempuan itu memukul-mukuli dada Rey yang masih setia memeluk dirinya.


Rey sungguh merasa menyesal dan bersalah. Untuk sesaat dia seperti dikendalikan oleh ego yang pada akhirnya membuat anak dan istri yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korbannya.


"Mas mohon maafin Mas sayang, maaf untuk apa yang sudah Mas lakukan. Mas sadar perlakuan Mas salah. Tolong kamu jangan seperti ini." ucapnya menggenggam tangan Alesha.


"Kamu jahat Mas, kamu jahat." hanya kata-kata itu saja yang mampu keluar dari bibir mungil Alesha saat ini.


Rey yang melihatnya, ikut merasakan kesedihan sang istri. Dia begitu egois sampai-sampai membuat istrinya kecewa dan terluka atas sikapnya.


Rey mendekatkan wajahnya pada Alesha, menghapus air mata dan menatapnya sesaat sebelum akhirnya dengan pejaman mata, ia, pun mencium lama kening sang istri dengan membawa seluruh perasaan rasa bersalahnya.


"Mas mohon, Sha, buka pintu maafmu untuk Mas. Mas akan perbaiki semuanya dan akan menebus semua kesalahan Mas ke kamu dan anak kita.Tolong beri saya kesempatan, ya? Izinkan Mas membayar semua air mata yang sudah kamu keluarkan karna mas. Tolong maafkan Mas." tatapan sendu Rey begitu lekat menatap istrinya yang masih membuang pandangan darinya.


Alesha tak sanggup menjawab. Semua kata-kata Rey yang mampu melemahkannya, membuat ia hanya bisa diam dalam perasaan yang masih tak tentu arah.


"Jawab sayang, apa kamu mau memaafkan Mas? Apa kamu mau percaya kembali, Mas mohon jawab Sha, jangan diam saja."


"Apa Mas gak akan berlaku seperti itu lagi jika aku kembali?" tanya Alesha tanpa mau melihat suaminya.


"Sekarang, tolong kamu percaya dan maafkan saya, ya? Maafkan saya kalau sikap Mas membuat kamu jadi kayak gini. Maaf, Sha, Mas janji gak bakal ulangin lagi kesalahan tersebut." ucap Rey penuh harap agar Alesha luluh dan mau memaafkan dirinya.


Bersambung.......