
Setelah selesai dinner malam ala Rey, kini keduanya tengah duduk diatas balkon kamarnya sambil menikmati gelapnya langit malam. Alesha duduk dalam dekapan suaminya.
Tidak terasa mereka berdua bisa melewati pernikahan hingga saat ini.
Al-Qur'an menyebutkan rumah tangga sebagai sebuah nikmat yang sangat agung. Pernikahan adalah kunci sukses mencetak generasi muda umat Islam. Ada tiga hal penting dalam keharmonisan rumah tangga yang dikabarkan oleh Al-Qur'an.
Pertama , selalu melihat pasangan sebagai seorang sahabat menjalani perjalanan hidup yang setara. Dalam hal kewajiban dan hak tentu suami dan istri memiliki peran yang berbeda. Akan tetapi, setiap dari keduanya tidak boleh merasa lebih tinggi derajatnya dari yang lain. kelebihan yang Allah berikan di antara keduanya adalah bekal untuk mengemban tanggung jawab dalam keluarga.
Kedua , selalu menambah semangat beribadah kepada Allah. Hal ini sangat penting karena adanya kasih sayang antara suami dan istri termasuk nikmat yang Allah berikan. Allah yang memantapkan hati suami-istri untuk saling mencintai dan mencintai dalam rumah tangga. Karena, Allah lah yang memiliki sifat Muqallibal Qulub (Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati).
Padahal, sebelum adanya pernikahan calon suami-istri belum cinta yang begitu dalam antara keduanya. Namun demikian, penting juga dicatat, ketika Allah murka kepada suami-istri akibat dosa-dosa mereka akan membuat Allah cinta di antara keduanya.
Menurut ajaran agama Islam, arti rumah tangga adalah ikatan pernikahan yang sah dan dilandasi oleh nilai-nilai atau syariat islam.
Jika sesuai ajaran agama dan syariat Islam, maka akan membawa kemudahan dan keberkahan dalam mewujudkan suatu keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kehidupan rumah tangga juga bisa menjadi sebagai sarana dakwah.
Artinya, setiap pasangan memerlukan kesadaran bahwa mereka memiliki kewajiban untuk saling memberi nasihat, mengajak kebaikan, dan mencegah dari berbagai setiap kemungkaran.
Keluarga yang sakinah dan tenteram merupakan modal paling berharga dan utama dalam membina kehidupan.
"Kenapa Mas selalu sabar menghadapi tingkah aku yang sering kekanak-kanakan." ujar Alesha sambil mengusap tangan Rey yang melingkar di perutnya.
"Diantara kita harus ada yang mengalah sayang, jangan hanya mengandalkan ego aja, kalau Mas boleh ungkit, kamu jauh lebih sabar daripada Mas, di mulai dari kamu yang rela jadi istri kedua, dan aku yang membuat kamu kecewa saat kematian Safira, aku juga yang selalu nyakitin kamu dengan kecemburuan-kecemburuan aku yang nggak jelas, menemani aku saat aku sakit parah, dan sampai akhirnya kita berada di titik saat ini, pernikahan kita udah berjalan selama delapan belas tahun, Mas bersyukur memiliki kamu."
"Aku jauh lebih bersyukur, Mas masih mau menerima aku, padahal Mas tau aku ini kotor, aku pernah----"
"Syuttt, kamu nggak boleh ungkit kejadian pahit itu, kalau kamu bisa menerima Mas apa adanya, kenapa Mas nggak bisa nerima kamu?"
"Terimakasih karena sudah menerima aku menjadi istri kamu, walaupun pernikahan ini diawali dengan paksaan."
"Bukan paksaan sayang, aku jatuh cinta sama kamu sejak kamu masih kecil, kamu cinta pertama Mas, kita sering ketemu, main di taman ya walaupun Mas malu-malu karena kita berasa kaya adik Kakak."
"Ih cinta monyet itu." kekeh Alesha meledek suaminya.
"Kalau dulu aku nggak amnesia, mungkin aku bakal cari kamu sampai ujung dunia dan menikahi istri cantikku ini."
Alesha memukul lengan Rey dan menjauhkan badannya kemudian menatap tajam suaminya.
"Nggak boleh, mungkin kalau kaya gitu kita bakal beda cerita, nggak akan ada cerita-cerita kita kaya gini, lagian emang aku cinta sama kamu?"
"Iya juga ya, kamu kan cinta sama Kak Alvin kamu." ledek Rey mencubit gemas hidung istrinya.
Walaupun pernikahan mereka sudah lama dan usianya semakin menuai, Rey setiap hari akan bersikap romantis kepada istrinya.
"Oh iya Mas, waktu itu aku pernah bilang aku liat orang yang mirip banget sama Mbak Safira kan?"
"hm"
"Ternyata aku salah, aku ketemu lagi sama dia, tetapi cuma matanya aja yang mirip, lagian usia dia juga jauh lebih muda dari pada aku, jadi mana mungkin kan kalau dia itu Mbak Safira."
Rey lagi-lagi mengecup kening Alesha." Udah jangan dipikirin lagi, Mas nggak mau kita sedih lagi karena kepergian Safira, cukup kenang dia di dalam hati kita." ujar Rey.
"Udah yuk kita tidur, udah malam sayang, besok kita jalan-jalan ya, kan hari weekend."
"Yuk." ajak Alesha.
******
Sesuai dengan apa yang Rey katakan, Rey akan mengajak Alesha jalan-jalan berdua, mereka melupakan statusnya yang sudah memiliki dua anak.
Sesampainya di pantai, bibir Rey tersenyum saat Alesha dengan antusias melihat pemandangan disana.
"Kamu suka?" tanya Rey menggenggam tangan Alesha.
"Suka, suka banget. Makasih ya Mas." ujar Alesha menyandarkan kepalanya di bahu Rey.
"Mas seneng kalau kamu suka, kamu mau makan nggak?" tanya Rey.
Alesha berpikir sejenak dan matanya tertuju pada penjual kelapa muda, memang rasanya segar menikmati indahnya pantai dengan ditemani es kelapa muda yang segar.
"Aku mau kelapa muda ya Mas." ucap Alesha.
Rey pun mengangguk mengiyakan permintaan istrinya." Kamu duduk dulu di sini ya sayang, biar Mas aja yang beliin."
Setelah melihat Alesha aman, Rey melangkahkan kakinya menuju penjual kelapa muda tersebut dan membeli hanya satu, mata Rey menangkap penjual topi, dia ingin membelikan topi pantai untuk Alesha.
Setelah selesai membayar, ia pun berjalan mendekati Alesha dan memakaikan topi dari belakang.
"Kamu ngagetin aja sih Mas." keluh Alesha sambil menerima kelapa muda yang diberikan suaminya.
"Maaf sayang, habisnya kamu ngelamun sih."
"Mas, lihat deh." ujar Alesha melihat sunset yang sangat indah.
"Mas nggak nyangka, yang dulunya murid Mas, kini udah jadi guru buat anak-anak Mas." ujar Rey membawa kepala Alesha agar bersandar di bahunya.
"Aku juga nggak nyangka bisa nikah sama guru aku sendiri, mana dulu aku bandel lagi, suka kelayaban temenannya sama cowok-cowok."
"Banyak banget ya kisah kita yang bisa diceritakan."
******
Dalam hidup, ada beberapa hal yang tidak bisa kita pilih sebagai manusia. Dititipkan pada rahim siapa, besar di keluarga macam apa, hingga jadi anak nomor berapa adalah salah satu contohnya. Tapi apapun keputusannya, sebagai anak tentu kita ingin terus berusaha jadi anak kebanggaan orang tua. Sebab apa yang lebih indah dari melihat mereka tersenyum bangga?
Dalam proses menjadi anak kebanggaan orangtua banyak hal yang harus dirasa. Seperti perjuangan-perjuangan lainnya, membanggakan mereka tidaklah bisa membuat kita ringan menghela langkah. Ada pengorbanan yang harus dilakukan, ada kegigihan yang harus ditekuni setiap hari.
Haidar tengah berusaha menjadi kebanggaan keluarga, cukup kakaknya saja yang suka membantah orang tuanya, jangan sampai Haidar seperti itu. Umur memang tidak bisa menjadi patokan untuk berpikir dewasa.
Haidar adalah anak laki-laki dalam keluarganya, tentu saja dia harus bisa menjadi pemimpin menggantikan Papanya kelak.
Menjadi anak kebanggaan itu seperti makan coklat. Kadang kamu merasa bahagia dengan rasa manis yang nikmat di lidah. Namun, sesekali kamu juga juga akan merasakan sedikit pahit.
Sedari kecil Haidar sudah dididik untuk jadi anak yang mengerti arti tanggung jawab. Alesha dan Rey tidak mudah turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang Haidar hadapi.
Seiring pertumbuhan Haidar, kebiasaan bertanggung jawab akan terus terbawa. Haidar lebih memilih menyelesaikan permasalahannya sendiri ketimbang merepotkan orang lain lagi.
Demi jadi anak kebanggan orangtua tanggung jawab Haidar akhirnya terbentuk sedemikian rupa.Maka, setiap kali akan mengambil keputusan, kamu akan berpikir panjang.
Berproses menjadi anak kebanggan orangtua menjadikan Haidar dekat dengan Papa dan mamanya. Ini tentu wajar, sebab mereka merasa nyaman dan bahagia dengan keberadaan Haidar. Anak yang selalu mendengar apa kata mereka, anak yang berusaha kuat demi mewujudkan mimpi-mimpi yang selama ini mereka punya.
Mungkin Haidar merasa senang, tapi Haidar juga tidak akan tenang jika saudaranya tidak mendapatkan hal yang sama dengannya. Banyak orang tidak tahu seberapa tidak enaknya hati Haidar atas perlakuan istimewa yang ia terima.
Maka agar kakaknya Reysha tidak cemburu, Haidar akan berusaha keras membuat dia mengerti. Haidar akan mulai memberi penjelasan pada Reysha atau bersikap lebih mengayomi agar rasa cemburu tak muncul lagi. Karena bagaimanapun, bagi Haidar keluarga bukan hanya orang tua, tapi saudaranya juga berhak mendapatkan kasih sayang yang sama.
Kebahagian orangtua itu kadang memang sederhana, yaitu melihat anaknya sukses sesuai doa yang mereka panjatkan setiap malam.
"Haidar, Mama sama Papa kamu kok belum jemput juga, masa mereka lupa sih sama anaknya sendiri." ujar Maura memasuki kamar cucunya, dia kesal karena Haidar dibiarkan begitu saja dan mereka malah senang-senang."
"Papa udah bilang sama Haidar kok Oma, kalau Papa jemput Haidar nanti malam, sekalian mau makan malam bareng di sini, jadi Oma nggak perlu masak lagi, hari ini Oma libur dari tugas dapur." ujar Haidar menampilkan cengirannya.
"Ya udah, kamu juga jangan sampai kecapean belajar ya, jangan sampai sakit, membanggakan orang tua boleh, tapi memaksakan diri nggak baik." ucap Maura, sejak tadi Haidar hanya berkutat dengan buku-bukunya saja.
"Iya Oma."
"Ya udah Oma mau bantu Opa kamu dulu dihalaman belakang, Opa lagi nanam sayuran dibelakang."
"Iya Oma duluan aja, nanti Haidar nyusul buat bantuin Opa."
******
Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan cinta dan perhatian kepada anggota keluarga. Menghabiskan waktu bersama keluarga sebisa mungkin menjadi salah satu cara jitu untuk menjaga kekompakan dan juga kebersamaan di antara anggota keluarga. Quality time bersama keluarga adalah salah satu kunci keluarga bahagia. Masalahnya adalah tidak semua anggota keluarga memiliki waktu senggang yang sama untuk dihabiskan mengobrol atau bersantai bersama. Kesibukan masing-masing menjadi faktor utama susahnya mendapatkan waktu berkumpul yang pas dan berkualitas.
Rey dan Alesha pun membawa makanan banyak untuk makan malam mereka bersama.
"Gimana sama acara anniversary nya?" tanya Bimo menaik turunkan alisnya.
"Ya gimana ya, bahagia banget sih yah, apalagi dapet suprise dari suami tercinta." jawab Alesha mengunyah makanannya.
"Bagus dong, kalian masih tetep harmonis walaupun bentar lagi pasti kalian bakal punya cucu." gurau Maura menatap Rey dan Alesha bergantian.
"Enak aja, Reysha masih terlalu muda, Ma. aku nggak mau sampai mengambil resiko, cukup aku aja yang dulu hamil muda, Reysha mah nggak usah." ujar Alesha mengerucutkan bibirnya kesal.
"Lagian kalau nggak boleh bikin cucu kenapa kalian biarin mereka tinggal berdua, seharusnya biarin mereka tinggal masing-masing, kadang anak muda memiliki jiwa penasaran, ayah takut kalau Reysha dan Azzam bakal melakukan hal yang belum waktunya." ujar Bimo.
"Ya disana juga ada Pak Arkan sama ibu Marisa, Rey yakin mereka juga nggak akan biarin itu terjadi, mereka masih memikirkan masa depan Azzam juga, yah." sahut Rey membuka suaranya.
Bimo dan Maura hanya mengangguk mengerti, sedangkan Haidar hanya menyimak pembicaraan orang-orang disekitarnya.
Rahasia keluarga bahagia bukan terletak seberapa sering kita bertemu dan berinteraksi, namun seberapa berkualitas pertemuan dan percakapan kita adalah rahasia keluarga bahagia yang sesungguhnya. Rasa cinta keluarga juga akan tumbuh secara terus menerus.
Keluarga jadi satu bagian penting dalam kehidupan seseorang. Pasalnya, dari keluarga seseorang pertama kali bisa merasakan cinta kasih yang tulus. Keluarga juga jadi tempat pertama kali seseorang belajar makna kehidupan. Hidup bersama keluarga yang harmonis jadi sebuah nikmat yang patut disyukuri.
Kehangatan bersama keluarga jadi hal yang akan selalu dirindukan, terlebih bagi seseorang yang sudah menikah.
Di kala susah dan senang, keluarga akan selalu ada untuk memberikan dukungan terbaiknya.
Setelah selesai makan malam dan berbincang-bincang, Alesha dan Rey pamit untuk pulang sekalian membawa Haidar juga pulang ke rumahnya.
Bersambung.........