
Muhammad Azwar Haidar yang berarti Anak laki-laki pemberani, berhati mulia dan hidupnya selalu dalam kemenangan.
Anak kedua dari pasangan Rey dan Alesha ini memang memiliki keberanian dalam menghadapi masalah diusianya yang baru memasuki umur 13 tahun.
Rey dan Alesha pun selalu bangga dengan kecerdasan Haidar yang selalu membawa nama baik keluarga. Terbukti dengan Haidar yang selalu memenangkan banyak perlombaan di sekolahnya.
Berbeda dari Reysha, Haidar cenderung lebih gampang diatur dan penurut terhadap kedua orang tuanya, bahkan Haidar meminta melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren teman Rey, tetapi Alesha yang tidak bisa jauh dari anaknya itu lebih memilih mencari guru privat tentang agama di rumahnya.
Alesha sebagai ibu juga merasa gagal karena Reysha sampai sekarang masih belum bisa menutup auratnya, selalu saja Alesha memaksa putrinya itu agar mau mengenakan jilbab, tetapi Reysha menolak dengan alasan belum bisa karena belum ada niat.
Rey dan Alesha selalu berdoa agar kedua anaknya tidak berada di jalan kesesatan.
"Mama, kepala Haidar pusing." keluh Haidar merebahkan kepalanya di paha Alesha dan memeluk perut ibunya.
"Makannya Mama kan udah bilang, kalau capek istirahat, jangan dipaksain terus, kamu ini banyak beban banget, udah lah lomba-lomba disekolah satu aja yang ikut jangan semua, fokus hafalan aja." Haidar mengerucutkan bibirnya.
"Selagi mampu kenapa nggak Ma? Haidar pengen bikin Mama, Papa bangga. apalagi Nenek, Opa sama Oma juga bangga." ujar Haidar.
"Sayang, Mama sama Papa selalu bangga sama kamu, kamu kebanggan keluarga, jangan pernah kecewain Mama ya, belajar yang pinter, dan ingat kata Mama apa?"
"Jangan pacaran."
"Bagus, kenapa Mama dan Papa melarang kamu pacaran?" tanya Alesha.
"Karena pacaran tidak boleh dalam Islam sebab bisa sangat mungkin mendekatkan kepada perbuatan zina."
"Dalam firman Allah SWT Q.S. Al-Isra: 32 yang artinya, ‘Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
"Islam menganjurkan bahwa saat seseorang sudah mampu untuk menikah maka segeralah untuk melakukannya. Nabi Muhammad Saw bersabda." jawab Haidar.
Rey baru saja pulang kerja langsung tersenyum mendengar pembicaraan istri dan anaknya, ia memasuki rumah dengan menteng jas dan tas yang ada di tangannya.
"Assalamualaikum." salam Rey.
"Wa'alaikumussalam Mas." jawab Alesha menyalami tangan suaminya, tidak lupa Haidar pun melakukan hal yang sama.
"Gimana sekolah hari ini?" tanya Rey, memang kebiasannya selalu menanyakan kegiatan anak dan istrinya.
"Menyenangkan, aku bakal ikut lomba juga Pa, aku ikut lomba matematika." ujar Haidar duduk di samping ibunya.
"Oh ya? bagus dong."
"Iya makannya Papa harus ajarin aku dong Pa."
"Kan ada Mama, kenapa nggak minta diajarin Mama aja." tanya Rey.
"Mama ribet Papa, enak sama Papa, Mama mah muter-muter jelasinnya.
*****
Rey mengendarai mobil nya dengan pelan, Alesha duduk tenang di samping Rey, tidak ada di antara mereka yang memulai pembicaraan, Alesha menatap Rey, pandangan pria itu fokus ke jalanan.
"Mas.." panggil Alesha
"Iya sayang kenapa hm?" tanya Rey, pandangannya tetap fokus pada jalanan.
"Mana hadiah anniversary kita" tagih Alesha
"Hadiah? Tapi kan Mas udah ngasih bunga buat kamu." jawab Rey.
"Cuma bunga aja?" tanya Alesha.
"Memang kamu mau apalagi?" tanya Rey lagi.
"Nggak ada, lupain aja" ketusnya.
Alesha membuang muka nya ke arah kaca mobil, padahal ia berharap lebih dari sekedar buket bunga, menyebalkan sekali.
"Sayang sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu"
"Apa itu?"
"Nanti malam aku harus berangkat ke Jepang untuk bertemu klien penting, jadi sepertinya kita tidak jadi dinner malam ini ,maafin Mas" ujar Rey.
Alesha menatap Rey dengan pandangan datar dan selanjutkan di gantikan dengan ekspresi kecewa.
"Mas, apa pekerjaan lebih penting dari pada ku sekarang?" tanya Alesha kesal.
"Maaf sayang, tapi rapat kali ini memang sangat penting maafkan aku."
Alesha menghela nafas kasar ia benar benar-benar sangat kesal dengan sikap Rey yang menomorduakan nya sekarang.
"Sekarang antar aku ke butik, kamu bisa packing baju kamu sendiri dan berangkat."
Rey juga merasa bersalah dan tidak enak kepada Alesha. Kemudian Rey mengantar Alesha ke butiknya.
"Sayang maafkan Mas, rapat ini memang sangat terdesak investor perusahaan hanya ada waktu hari ini."
"Ya udah sana pergi aku tidak marah." jawab Alesha ketus.
"Sayang...".
Alesha tidak menggubris panggilan Rey, ia langsung turun dari mobil Rey dan menutup pintunya. Alesha cemberut ia merasa sangat kesal, mood nya sangat rusak karena suaminya yang tiba-tiba harus berangkat ke Jepang. Alesha menghentakkan kaki nya dengan kuat sebelum akhirnya memasuki butik dengan wajah kesal.
Alesha merasa kesal, belasan panggilan tidak terjawab dari Rey , Alesha tidak mau mengangkat panggilan Rey saat ini karena ia benar-benar sedang sangat kesal. Alesha terus saja menendang-nendang meja tidak berdosa itu untuk melampiaskan rasa kesal nya.
"Alesha, Rey bilang kamu nggak menjawab panggilannya dari pagi." ujar Kinan.
"Nggak mau, aku lagi kesel Mbak." ujar Alesha.
"Nggak boleh gitu, Rey lagi dalam urusan bisnis, Bahkan dia sampai nelpon Mbak, katanya ada dokumen penting yang tertinggal di kamar nya".
"Lalu apa hubungan nya dengan ku?" tanya Alesha.
"Ya kamu pulang dan ambil dokumen itu, besok Mas Danu juga akan berangkat ke Jepang dan menyerahkan nya kepada Rey."
"Mbak nyuruh aku? Kenapa nggak Mbak aja yang ambil, aku tidak mau."
"Alesha, masa Mbak masuk kamar kalian, semua ini Rey lakukan untuk kamu dan anak-anak, dia bekerja dengan keras agar mampu mencukupi kehidupan kalian."
"Tapi tetap aja aku marah, ini hari spesial kita, Mbak. Ini hari anniversary kita Mbak, cuma setahu sekali."
Kinan tersenyum melihat adik iparnya, sudah memiliki anak dua, bahkan menantu tapi tetap saja Alesha seperti anak kecil.
"Suamimu sedang berjuang untuk masa depan anak-anaknya, jadi nggak usah kesel, Rey nggak akan macam-macam diluaran sana."
Alesha hanya diam dengan mata nya yang sudah berkaca-kaca karena rasa kesal yang memenuhi rongga dadanya.
Sampai akhirnya Alesha saat ini berada di depan pintu kamarnya, walaupun ia kecewa dan kesal tapi ia tetap membantu Rey, apalagi Mbak Kinan mengatakan perjalanan bisnis kali ini sangat penting bagi Rey sekaligus perusahaan, merasa kesal tidak akan ada gunanya juga.
Pintu kamarnya terbuka, kamarnya terlihat gelap karena lampu nya tidak di nyalakan, Alesha lalu menekan saklar lampu di ujung ruangan dan lampu menyala.
Alesha di buat terkejut dengan lantai kamar yang terbuat dari marmer itu di penuhi kelopak mawar merah yang begitu cantik dan indah, Alesha juga melihat balon-balon cantik yang menggantung di langit-langit kamarnya. Alesha melangkahkan kaki nya perlahan lalu ia semakin terkagum saat melihat, meja makan sudah terlihat sangat cantik karena di penuhi lilin-lilin kecil dan table set yang tertata dengan begitu indah di dalam kamarnya.
Dan tak lama kemudian Rey muncul dari tempat persembunyian nya dengan senyuman yang menurut Alesha sangat menyebalkan. Rey menggunakan jas hitam rapi dengan dasi yang terlihat begitu tampan, Alesha terdiam di tempat ia ingin senang dan marah sekaligus kesal, karena suaminya itu telah mengerjai nya.
"Hai sayang...". sapa Rey.
Rey tersenyum tanpa dosa, saat ini Alesha sudah merasa sangat kesal tapi ingin tertawa.
"Ih!! Katanya ke jepang!! Kamu ngerjain aku yal!!". ujar Alesha sambil memukul perut Rey. Rey tertawa lalu meraih tubuh Alesha dan memeluk nya dengan erat.
"Kamu benar-benar nyebelin hiks..". ucap Alesha sambil memukul punggung Rey. Rey tersenyum lalu melepaskan pelukan nya dan menangkup pipi Alesha.
"Maafkan Mas, sayang, Mas cuma mau memberi sedikit suprise anniversary hahaha, Mas pergi ke Jepang bulan depan bukan hari ini, maaf".
Rey masih terus tertawa , sedangkan Alesha merasa kesal sekaligus bahagia dengan suprise romantis Rey saat ini.
"Sekarang duduk lah, Mas akan memberikan hadiah anniversary yang sangat spesial untuk kesayangannya Mas."
Alesha pasrah saat Rey mendudukkan nya di atas kursi meja makan dan membuka kerudung Alesha. Alesha melihat Rey sangat tampan malam ini, Alesha tidak pernah berfikir seorang Rey Prayoga bisa membuat suprise yang begitu romantis seperti ini.
Rey tersenyum dan berdiri di belakang Alesha sambil membuka sebuah kotak berwarna hitam yang ternyata isinya sebuah kalung berlian yang sangat cantik,ia memasangkan kalung itu dileher Alesha, Alesha memegang bandul tersebut dan berbalik menatap Rey dengan pandangan berkaca-kaca.
Alesha langsung memeluk Rey dengan erat dan melepas tangis penuh haru nya disana.
Keduanya saling tersenyum, Rey menempelkan dahinya dengan dahi Alesha, hidung mereka saling beradu dan keduanya tersenyum. Alesha mengalungkan tangan nya di leher Rey, sebelum akhirnya kedua bibir itu saling memagut dan ******* satu sama lain, Rey memeluk pinggang Alesha dengan erat dan memperdalam ciuman mereka, keduanya seolah menjabarkan rasa cinta yang begitu besar melalui ciuman yang lembut itu
"Happy anniversary yang ke delapan belas tahun sayang." ujar Rey.
"Happy anniversary." jawab Alesha.
Rey mencium kening Alesha dengan perasaan bahagia, rumah tangga yang awalnya hanya paksaan sekarang menjadi idaman." Mas mencintaimu karena Allah Zaujati."
"Aku juga mencintaimu Zauji." jawab Alesha menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rey.
******
Malam ini Haidar akan menginap di rumah Oma dan Opa nya, semenjak Maura memberikan syarat agar Bimo mengalihkan semua hartanya dengan nama Maura, mereka berdua telah rujuk dan membina rumah tangga kembali.
Bimo menyanggupi permintaan Maura agar bisa kembali bersama, sejatinya kalau memang jodoh ya akan tetap ditakdirkan kembali bersatu.
Mega? tiga belas tahun sudah hilangnya wanita itu, Bimo sudah tidak perduli lagi dengan mantan istrinya, yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar terus bisa membahagiakan Maura dan menebus semua kesalahannya.
"Haidar, ayo nak kita makan malam bersama." ajak Maura mengetuk pintu kamar Haidar.
Memang dirumahnya itu Maura sengaja membuat kamar untuk Haidar dan Reysha, bahkan barang-barang mereka pun banyak di rumah neneknya itu.
Maura selalu berusaha memanjakan cucu-cucunya. Bukan hanya Reysha dan Haidar, melainkan Aron juga cucu dari Alan dan Reysha yang kini berusia sepuluh tahun.
"Iya bentar Oma." ujar Haidar membuka pintu kamarnya.
"Yuk, Opa udah nunggu di meja makan." Haidar mengangguk dan berjalan di samping Maura menuruni tangga.
Mereka bertiga pun makan malam dengan tenang, sesekali menanyakan perkembangan Haidar di sekolahnya.
"Tadi Papa kamu kok buru-buru banget sih, nggak biasanya juga nganterin kamu kesini." ujar Bimo menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Iya tadi Papa buru-buru, soalnya mau nyiapin kejutan buat Mama, kan ini hari anniversary mereka yang delapan belas tahun, jadi aku minta dianter kesini, aku mau biarin Mama sama Papa menikmati waktunya berdua."
"Oh ya? bagus dong mereka tambah romantis." ujar Maura tersenyum senang.
"Iya, aku suka liat Mama sama Papa romantis, semoga aja Kak Reysha sama Kak Azzam juga nggak kalah romantis dari Mama dan Papa."
"Aamiin, doain yang terbaik buat keluarga ya sayang." ujar Maura.
Bersambung............