Until the End

Until the End
Menemani latihan



Azzam tersenyum mengejek pada Reysha. Kini mereka berdua sedang hormat dibawah teriknya sinar matahari, peluh sudah membasahi tubuh keduanya. Entah kesialan atau apa, matahari hari ini sangat menyengat padahal baru jam delapan. Kalau tau seperti ini ia tidak akan bersorak senang waktu kemarin karena libur dihari senin, lebih baik mengikuti upacara daripada harus dijemur berdua dengan Azzam. Untung saja sekarang semuanya sedang belajar, jika tidak pasti ia sudah menjadi bahan tontonan.


"Reysha!" Panggil seseorang.


Reysha menoleh dan mendapatkan Marvel yang sedang membawa satu botol aqua menghampiri dirinya. "Nih minum" ucapnya sambil memberikan air itu.


"Makasih" kata Reysha sambil tersenyum manis.


"Tumben kamu telat?" tanya Marvel.


Reysha meringis mendengar pertanyaan itu, apa yang harus ia jawab? "B-biasa, telat bangun" kekehnya.


"Oh, ayo ikut aku" ucap Marvel sambil menarik lengan Reysha agar menjauh dari lapangan.


"Kemana? Aku lagi dihukum" tanyanya.


"Ikut aja ayo, gak usah seserius itu kali matuhin hukuman" ucap Marvel.


"Tapi-"


"Udah ayo" ajak Marvel menarik tangan Reysha.


Tinggalah Azzam sendiri, ia tidak bisa protes saat Marvel menarik tangan Reysha.


Kalau begini Azzam mana mau dihukum sendirian. "****!" Umpatnya sebelum meninggalkan lapangan.


Roftoof memang tempat yang bagus untuk membolos, selain sepi disini juga bisa menyaksikan padatnya kendaraan kota jakarta. Tangan Reysha terulur untuk menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari.


"Panas ya?" tanya Marvel, Reysha mengangguk lucu.


"Ke sana ayo" ajak Marvel ketempat yang lebih sejuk dan tak terkena sinar matahari.


"Kamu kenapa belakangan ini jarang masuk?" tanya cowo itu sambil menatap kedua bola mata coklat milik pacarnya.


"Em...aku sering gak enak badan aja hehe" jawab Reysha seadanya.


"Kangen deh sama princess nya aku" ucap Marvel sambil terkekeh dan menusuk-nusuk lesung pipi milik Reysha.


"Maaf ya beberapa hari ini aku gak ada kabar" kata Reysha merasa bersalah.


"Aku ngerti kok, sekarang udah lebih sehat?" tanya Marvel lagi.


"Udah kok, aku udah sehat. Oh ya sore nanti kamu latihan basket ya buat tanding minggu depan?" tanya Reysha dengan ceria.


Marvel tersenyum senang saat suara nyaring itu kembali terdengar setelah beberapa hari menghilang "iya, kamu mau liat?"


"Tentu, masa aku nggak nyemangatin pacar aku." ujar Reysha dengan senyum yang sangat menggemaskan.


"Nanti aku jemput" ucap Marvel sambil mengacak rambut Reysha.


"Emm...gak usah, nanti Mama bisa marah kalau aku pergi sama cowo."


"Yaudah, ayo kita turun. Kayanya udah bel istirahat" ajak Marvel.


Syukurlah Marvel tidak memperpanjang urusan jemput menjemput. "Ayo!" Balas Reysha semangat.


******


"Ckckck....enak ya yang abis bolos" sindir Sasa yang datang bersama Cika dan Syifa.


Reysha hanya menyengir seraya menyeruput minumannya. Setelah itu mereka bergabung untuk makan siang bersama.


"Tumben lo telat?" tanya Cika.


"Em..biasalah abis ngedrakor gue semaleman" jawab Reysha. Jawaban itu langsung membuat alis Marvel berkerut, kenapa jawaban gadis itu tidak sama?.


"Emang sama nyokap boleh nonton gituan, btw drakor apa? Rekomendasi dong" sambung Syifa.


"Ada deh, ntar gue kirim judulnya" balas Reysha.


Sadar akan wajah bingung Marvel, Reysha langsung meringis. "Karena keseringan nonton drama jadi kamu sering gak enak badan?" tanya Marvel.


Lagi-lagi Reysha meringis, mulutnya ini selalu tidak bisa berbohong "nggak juga" jawab Reysha.


"Pantes chat aku jarang dibales" sindir Marvel.


"Idih cowo lo ngambek tuh" ucap Sasa.


"Tinggalin aja lah Vel, mending lo sama gue aja" ujar Cika.


Reysha memukul lengan Cika karena kesal "Eh enak aja lo main tikung aja, mau gue gibeng" omelnya.


"Hem drama lagi" guman Sasa, tak lama setelah itu makanan mereka datang.


"Hai bro" sapa bagas teman dari Marvel "makan bareng ciwi ciwi alay gak ngajak lo" ujar Bagas.


"Maaf gak nerima cowok burik" ujar Syifa dengan mulut pedasnya.


"Emang kita kenal?" Tanya Bagas.


Syifa mendengus kesal. Syifa dan Bagas memang sepupuan, mereka memang sering beradu mulut jika bertemu. Dengan jail cowo itu menyomot makanan yang ada di piring Syifa.


Plakk..


Dengan keras Syifa memukul tangan Bagas "beli dong gak usah kaya orang susah" ketus Syifa


"Bisa gak sih sekali aja kalian gak ribut kalau ketemu?" ujar Sasa yang mulai kesal.


"Kalau dia gak bikin kesel juga gak bakal ribut kali." jawab Syifa sesekali mencubit lengan Bagas yang jail menyenggol kakinya.


"Uhukk..uhukk" Reysha tersedak makanannya saat melihat Azzam yang baru datang dengan cewe yang bergelayut manja di lengan kekar cowo itu. Reysha yakin cewe itu pasti kakak kelasnya.


"Minum dulu" ucap Marvel sambil memberi segelas air miliknya, sontak Reysha langsung meminumnya.


"Jiwa jomblowan jomblowati pun menggebu-gebu" ejek Bagas.


"BACOT!!" Sembur mereka yang diejek oleh Bagas.


"Pergi ah, males gue liat orang pacaran. Mending gue yang pacaran, ya gak Syif?" ujar Bagas sambil menoyor kepala Syifa.


"Eh si anjing!" Umpat Syifa kesal.


"Wleee" balas Bagas lalu meninggalkan kantin.


Pandangan Reysha tak lepas dari Azzam, ia memang sering melihat kakak kelasnya itu bergelayut di lengan Azzam, tapi setelah menikah kenapa rasanya berbeda? Seperti ada jarum yang menusuk hatinya, padahal Reysha tidak menyukai Azzam.


*******


Jam sudah menunjukan pukul lima sore dan Reysha masih setia menunggu Marvel selesai latihan. Kini cowo itu sedang beristirahat ditemani Reysha yang mengipasinya, sesekali gadis itu mengelap keringat Arvin yang berjatuhan.


"Pokoknya sekolah kita nanti harus menang ya" ucap Reysha sangat antusias.


"Pasti, aku dan tim bakal berusaha" balas Marvel sambil mengacak rambut Reysha.


"Udah sore ayo aku antar pulang" ajak Marvel.


"Em...gak usah, kamu masih latihan kan? Aku telpon Papa aja" tolak Reysha, jika Marvel yang mengantarnya maka cowo itu akan kaget dengan tempat tinggal Reysha yang sekarang.


"Yaudah, hati hati ya" ucap Marvel.


"Dadah...semangat pacarku" balas Reysha sambil membentuk tangannya menjadi love.


Reysha sudah berdiri didepan gerbang, ia tak tau harus pulang dengan siapa. Mungkin lebih baik menunggu taxi yang lewat. Udara senja yang dingin membuat Reysha mengusap lengannya, cuaca pun menggelap dan taxi belum juga lewat.


Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Reysha sudah sampai di rumah sekarang. Kini rasanya sangat berbeda karena ini bukanlah rumahnya, ia tidak bisa memberi salam dengan keras.


Langkah kecilnya memasuki rumah itu dengan canggung, ia berharap orang tua Azzam belum pulang.


"Dari mana aja lo?" tanya Azzam dengan wajah datar.


"Bukan urusan lo, wleee" jawab Reysha lalu berlari ke kamarnya.


Membangun biduk rumah tangga idealnya dilandasi dengan perasaan saling mencintai di antara dua insan. Namun ketika rasa cinta belum juga berpihak, mungkinkah kisah tersebut bisa berakhir dengan bahagia? Toh, menikah tanpa cinta lazim terjadi.


Faktanya, memang tidak semua orang dianugerahi keberuntungan bisa menikahi orang yang ia cintai. Ada yang karena perjodohan terpaksa berpasangan dengan sosok yang tak disukainya. Ada pula yang dengan rela hati menikah tanpa dilandasi perasaan cinta sama sekali. Cinta tumbuh karena biasa, konon begitu kata pepatah.


Sejujurnya, memulai ikatan pernikahan tanpa landasan cinta bisa saja berhasil selama motif pernikahan tersebut bernilai positif. Karena dengan memiliki landasan yang tepat, keputusan untuk menikahi seseorang nantinya akan didasarkan pada sejumlah faktor yang mendukung tujuan pernikahan tersebut.


Tapi berbeda cerita jika salah satunya masih memiliki pacar selain suaminya sendiri.


Reysha terkekeh dengan isi grupnya, ia memang dikenal dengan gadis yang cerewet dan selalu ingin menang. Reysha tidak terkalahkan jika soal beradu mulut. Sesekali Azzam melirik istrinya yang kadang terkekeh, kadang mengumpat dan kadang menggerutu dengan ponselnya. Karena merasa bosan Azzam akhirnya memilih pergi ke kamarnya, siaran tv pun tidak ada yang bagus.


Kepergian Azzam tidak Reysha sadari karena asik berchatan dengan kekasihnya, Marvel. Sesekali ia mengambil cemilan yang berada disampingnya, memakannya dengan berantakan.


"Assalamualaikum" salam Marisa dan Arkan bersamaan.


Reysha kaget dan langsung membersihkan cemilan yang ia makan itu lalu menjawab salam mereka sambil tersenyum kikuk. "Udah pulang Yah, bun" kata Reysha menyalami keduanya.


"Iya, Azzam mana?" tanya Marisa yang melihat Reysha duduk sendirian.


"Azzam..." Reysha baru sadar kalau Azzam sudah tidak bersamanya.


"D-dikamar Bun" balasnya gugup.


"Oh yaudah bunda langsung ke kamar ya" ucap Marisa tersenyum manis.


"Iya bun" balas Reysha.


Kedua suami istri itupun pergi meninggalkan Reysha yang sedang terheran dengan kepergian Reysha yang tidak ia sadari. "Kok gue gak sadar ya perginya?" Guman Reysha.


Reysha pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya karena sudah lumayan malam. Ia bersenandung saat menaiki anak tangga, saat sampai dikamar ia langsung membuka pintunya.


"Astaghfirullah Mama!" Pekik Reysha.


"Ngapain lo gak pakai baju?" tanya Reysha sambil menutupi wajahnya.


"Gak usah mikir yang macem-macem" ketus Azzam.


"Terus?" Tanya Reysha yang masih mematung ditempatnya sambil menutupi wajahnya, walau dicela jari ia mengintip.


"Gue gerah" jawabnya acuh.


"Ih jangan gitu dong Zam, pamer banget" ucap Reysha malu-malu.


"Cepetan dipake" ucap Reysha, ia memberanikan diri untuk menghampiri Azzam.


"Berisik" ketus Azzam.


"Batu!!" Ketus balik Reysha lalu melempar bantal pada Azzam.


"Apa?" Tanya Azzam kesal.


"Pakai baju, gak malu apa?" Jawab Reysha.


"Kenapa harus malu?" Tanya Azzam menaikkan alisnya.


"Ck, ngeselin" ucap Reysha lalu menidurkan dirinya sebelah Azzam dengan arah yang berlawanan.


"Aneh" guman Azzam, iapun melanjutkan game onlinenya.


Setengah jam kemudian Azzam sudah merasakan lelah dan mengantuk. Diliriknya Reysha yang sudah tertidur pulas. Astaga apa itu? Baju tidur gadis itu tersingkap hingga paha, karena Reysha menggunakan baju tidur tanpa yang berbentuk dress. Azzam menelan salivanya karena kaki mulus gadis itu, astaga sangat sempurna.


Azzam menggelengkan kepalanya agar sadar, setelah itu ia menutupinya dengan selimut, beberapa menit kemudian Azzam pun tertidur dan menyusul Reysha ke alam mimpi.


bersambung........